Diriwayatkan oleh Imam Bukhari (di dalam Shahih-nya) dari Abdullah Ibn ‘Umar radhiallahu’anhu, bahwa beliau mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya masa menetapmu dibandingkan dengan ummat-ummat sebelum kamu adalah seperti waktu shalat ashar sampai terbenamnya matahari, Ahli Taurat (Yahudi) telah diberikan kepada mereka kitab Taurat kemudian mereka mengamalkan kitab tersebut, sehingga apabila mereka telah sampai waktu tengah hari mereka pun ‘lemah’ untuk mengamalkannya, lalu mereka diberi ganjaran oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala masing-masing satu qirath. Kemudian diberikan pula kepada Ahli Injil (Nasrani) kitab Injil, lalu mereka mengamalkan kitab tersebut sampai waktu shalat Ashar, setelah itu mereka ‘lemah’ untuk mengamalkan, maka mereka pun diberi ganjaran oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala satu qirath – satu qirath. Kemudian diberikan pula kepada kita kitab Al Qur’an, dan kita mengamalkannya sampai matahari terbenam, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi ganjaran kepada kita masing-masing dua qirath. Maka berkatalah Ahli Kitab, “Wahai Tuhan kami, mengapa Engkau memberikan ganjaran kepada mereka (kaum Muslimin) masing-masing dua qirath dan Engkau memberikan ganjaran kepada kami masing-masing satu qirath sedangkan amal kami lebih banyak?” Berkata Allah Subhanahu wa Ta’ala (sambil bertanya), “Apakah aku berlaku zhalim (tidak adil) dalam memberikan ganjaran amal kalian?” Mereka menjawab, “Tidak.” Allah Subhanahu wa T’ala berkata, “Itu adalah karunia-Ku yang Aku berikan kepada siapa saja yang Aku kehendaki.”

Diriwayatkan oleh Bukhari dalam beberapa tempat dalam kitab Shahihnya: Pada Kitab Mawaqitushshalah, Juz 2, Faatul Baari, hal. 38. Cetakan Darul Fikri. Pada kitabul Ijarah, Juz 4, hal. 445. Kitab Al Hadist Al Anbiya’ Juz 6 hal 465. Kitab Fadha’il Quran Juz 9 hal 46 dengan sanad yang berbeda-beda

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari juga dalam kitab Shahih-nya sebuah Hadist dari Abu Musa radhiallahu’anhu dari Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam,

“Permisalan antara kaum Muslimin dan Kaum Yahudi dan Kaum Nasrani adalah seperti seorang laki-laki (kaya) yang mengupah suatu kaum untuk melakukan sebuah pekerjaan untuknya sampai malam, akan tetapi kaum tersebut hanya bekerja sampai tengah hari dan mereka berkata kepada laki-laki tersebut, “Kami tidak memerlukan gaji yang kamu berikan.” Kemudian laki-laki itu mengupah suatu kaum yang lain dan berkata, “Sempurnakanlah pekerjaan ini sampai penuh hari ini dan kamu akan mendapatkan gaji seperti yang aku syaratkan. Kemudian kaum tersebut hanya bekerja sampai waktu shalat ‘Ashar dan berkata, “Ambillah olehmu apa-apa yang kami kerjakan. Kemudian laki-laki tersebut mengupah suatu kaum yang lain, maka mereka pun bekerja sampai penuh hari tersebut sehingga terbenam matahari dan mereka mendapatkan gaji dua kaum sebelum mereka.”

Juga diriwayatkan oleh Bukhari dalam beberapa tempat: Kitab Mawaqit Ash Shalah Juz 2 hal 38. Kitab Al Ijarah Juz 4 hal 447. Dan anehnya kita juga menemukan satu teks dari kitab Injil Matius yang sangat bersesuaian dengan dua hadist Bukhari yang kita ketengahkan di atas (teks tersebut kita muat pada pembahasan sebelumnya)

Dikutib dari Kitab Umur Umat Islam karya Muhammad Amin Jamaluddin

تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ
أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا
شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ
تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا
إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّا فَتَكُونُ مَا شَاءَ
اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ
خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ (أحمد)
Ringkasan sejarah Ummat Muhammad yg Beriman mengalami 5 babak / periode
Babak I => Kenabian النُّبُوَّةُ
Babak II => Kekhalifahan mengikuti pola (Manhaj) Kenabian خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ
Babak III=> Raja-raja yang Menggigit مُلْكًا عَاضًّا
Babak IV=> Raja-raja yang Memaksakan kehendak (diktator) مُلْكًا جَبْرِيَّا
Babak V => Kekhalifahan mengikuti pola (Manhaj) Kenabian خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ
Þ

(Hadits Marfu’ Riwayat Imam Ahmad dari An-Nu’man bin Basyir)

Sekarang kita hidup di Babak IV
Diambil dari presentesai materi Akhir Zaman karya Ustadz Ihsan Tanjung

Dalam hadits Nawwas bin Sam’an yang panjang yang membicarakan kemunculan Dajjal dan turunnya ‘Isa ‘alaihissalam, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Ketika Allah telah mengutus al-Masih Ibnu Maryam, maka turunlah ia di menara putih di sebelah timur Damsyiq dengan mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran, dan kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat; bila ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, dan jika diangkatnya kelihatan landai seperti mutiara. Maka tidak ada orang kafirpun yang mencium nafasnya kecuali pasti meninggal dunia, padahal nafasnya itu sejauh mata memandang. Lalu ‘Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya di pintu Lud, lantas dibunuhnya Dajjal hingga menjumpainya di pintu Lud, lantas dibunuhnya Dajjal. Kemudian ‘Isa datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi Allah dari Dajjal, lalu ‘Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang derajat mereka di surga.”

Shahih Muslim, Kita Al-Fitan wa Asyrathis Sa’ah, Bab Dzikr Ad-Dajjal 18:67-68

Aus bin Aus Ats-Tsaqafi meriwatkan bahwa Rasulullah shalallhu ‘alaihi wasallam bersabda, “‘Isa bin Maryam akan turun di Menara Putih sebelah timur Kota Damaskus.”

HR Thabrani

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Suatu kelompok dari umatku akan tetap berperang dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat, sehingga turunlah ‘Isa Ibn Maryam, maka berkatalah pemimpin mereka (pemimpin ummat Islam), ‘Kemarilah dan imamilah shalat kami.’ Ia menjawab, ’Tidak, sesungguhnya sebagian kamu adalah (ditentukan) sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada umat ini (umat Islam).”

Riawayat Muslim dalam kitab Al-Fitan dan riwayat Ahmad dari Abu Hurairah

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, termaktub: “Tiba-tiba ‘Isa sudah berada diantara mereka dan dikumandangkan shalat, maka dikatakan kepadanya, majulah kamu (menjadi Imam shalat) wahai ruh Allah.” Ia menjawab, ‘Hendaklah yang maju itu pemimpin kamu dan hendaklah ia yang mengimami shalat kamu.”

HR Imam Ahmad

Telah bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, “Betapa gembiranya kamu apabila telah turun kepada kamu ‘Isa ibnu Maryam sedangkan Imam (pemimpin shalat) kamu adalah berasal dari kamu.”

Riwayat Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bagaimana kalian bila Ibnu Maryam turun di antara kalian sedang imam kalian adalah salah satu dari kalian?”

Ibn Hajar Al-’Aswalani, Fath al-Bari bi Syarh Shahih al-Bukhari, bab “Nuzulu ‘Isa”, jld. 6, hlm. 490.

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman, “(Kami menghukum mereka dengan beberapa hukuman) dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih ‘Isa Ibn Maryam, Rasulullah. Padahal mereka tidaklah membunuhnya dan tidak pula menyalibnya. Akan tetapi yang mereka bunuh adalah orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ‘Isa, benar-benar dalam keraguan tentang siapa yang dibunuh itu. Mereka tidak punya keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti prasangka belaka, mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa.”

Surat An-Nisa: 157

Bersabda Rasululullah shalallahu ‘alaihi wasallam, “Dinding Ya’juj dan Ma’juj akan terbuka, maka mereka akan menyerang semua manusia, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat-tempat yang tinggi” (Al Anbiya: 96). Maka mereka akan menyerang manusia, sedangkan kaum Muslim akan berlarian dari mereka ke kota-kota dan benteng-benteng mereka, kemudian mereka mengambil binatang-binatang ternak bersama merka. Sedangkan mereka (Ya’juj Ma’juj) meminum semua air di bumi, sehingga apabila sebagian mereka melewati sebuah sungai maka mereka pun meminum air sungai tersebut sampai kering dan ketika sebagian yang lain dari mereka melewati sungai yang sudah kering tersebut, mereka berkata, “Dulu di sini pernah ada air.” Dan apabila tidak ada lagi manusia yang tersisa kecuali seorang saja di sebuah kota atau benteng, maka berkatalah salah seorang dari mereka, “Mereka-mereka penduduk bumi sudah kita habisi, maka yang tertinggal adalah penduduk langit.” Kemudian salah seorang mereka melemparkan tombaksnya ke langit, dan tombak tersebut kembali dengan berlumur darah yang menunjukkan suatu bala dan fitnah. Maka tatkala mereka sedang asyik berbuat demikian, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus ulat ke pundak mereka seperti ulat belalang yang keluar dari kuduknya, maka pada pagi harinya mereka pun mati dan tidak mendengar satu nafaspun. Setelah itu kaum Muslimin berkata, “Apakah ada seorang laki-laki yang mau menjual dirinya untuk kami (berani mati) untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh musuh kita ini?” maka majulah salah seorang dari mereka dengan perasaan (menganggap) bahwa dia telah mati, kemudian dia menemui mereka di atas sebagian yang lain (berhimpitan), maka laki-laki tersebut menyeru, “Wahai kaum Muslim bergembiralah kamu sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri sudah membinasakan musuhmu.” Maka mereka pun keluar dari kota-kota dan benteng-benteng dan melepaskan ternak-ternak mereka ke padang-padang rumput kemudian padang rumput tersebut dipenuhi oleh daging-daging binatang ternak, maka semua susu ternak tersebut gemuk (penuh) seperti tunas pohon yang paling bagus yang tidak pernah dipotong,”

HR. Ahmad, Ibn Majah, Ibn Hibban, dan Hakim dari Abu Sa’id. Hadist ini sanadnya Shahih

Adapun jumlah mereka adalah sangat besar yang tidak dapat dihitung seperti semut atau belalang, karena saking banyaknya, sehingga kaum Muslimin akan menyalakan api selama 7 tahun untuk berlindung dari penyerangan Ya’juj dan Ma’juj, para pemanah dan perisai mereka.

HR. Ibn Majah dari an Nawwas. Dalam Ash Shahihah Al Albani, nomor 1940

Fitnah dan kejahatan mereka adalah sangat besar dan menyeluruh, tidak seorang manusiapun yang dapat mengatasinya, sehingga ketika mereka telah keluar maka Allah subhanahu wa ta’ala berkata kepada ‘Isa ibnu Maryam, “Sesungguhnya aku telah mengeluarkan hamba-hamba (Ya’juj Ma’juj) yang tidak mampu diperangi oleh siapapun, maka hendaklah kamu mengasingkan hamba-hamba ku (kaum Muslimin) ke Thur (Thursina)” ….. dan di sana terkepunglah Nabiyullah ‘Isa beserta para sahabatnya, sehingga harga sebuah kepala sapi lebih mahal dari 100 dinar kamu hari ini. Kemudian Nabiyullah ‘Isa dan para sahabat-sahabatnya menginginkan itu, maka mereka tidak menemukan sejengkal tanah di bumi kecuali ia dipenuhi oleh bau anyir dan busuk meeka. Kemudian Nabi ‘Isa dan para sahabatnya meminta kelapangan kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala, maka Allah mengutus burun (raksasa) yang akan membawa mereka kemudian menurunkan mereka sesuai dengan kehendak Allah, kemudian Allah menurunkan air hujan yang tidak meninggalkan satu rumahpun di kota atau di kampung (padang pasir), maka ia membasahai bumi sehingga mnejadi seperti sumur yang penuh.”

HR. Ahmad, Muslim, Tirmidzi dari An Nawwas bin Sam’an

English Translate:

Secretion Events of Ya’juj Ma’juj at the End of the Time

Ya’juj and Ma’juj will be let loose and will emerge upon mankind, as Allah says: (and they swoop down from every Hadab.) They will overwhelm the people, and the Muslims will retreat to their cities and strongholds, bringing their flocks with them. They ﴿Ya’juj and Ma’juj﴾ will drink all the water of the land until some of them will pass a river and drink it dry, then those who come after them will pass by that place and will say, “There used to be water here once.” Then there will be no one left except those who are in their strongholds and cities. Then one of them will say, “We have defeated the people of the earth; now the people of heaven are left.” One of them will shake his spear and hurl it into the sky, and it will come back stained with blood, as a test and a trial for them. While this is happening, Allah will send a worm in their necks, like the worm that is found in date-stones or in the nostrils of sheep, and they will die and their clamor will cease. Then the Muslims will say, “Who will volunteer to find out what the enemy is doing” One of them will step forward and volunteer, knowing that he will likely be killed. He will go down and will find them dead, lying on top of one another. Then he will call out, “O Muslims! Rejoice that Allah has sufficed you against your enemy!” Then they will come out of their cities and strongholds, and will let their flocks out to graze, but they will have nothing to graze upon except the flesh of these people (Ya’juj and Ma’juj), but it will fill them better than any vegetation they have ever eaten before.

Reference:
http://abdurrahman.org/qurantafseer/ibnkathir/ibnkathir_web/21.33452.html

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Al-Mahdi itu dari keturunanku, lebar dahinya dan mancung hidungnya. Ia memenuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi dengan kezhaliman dan penganiayaan. Ia berkuasa selama tujuh tahun. “

HR. Abu Dawud 11:375 dan Al Hakim dari Abi Sa’id Al Khudri. Berkata Ibn Qayyim Al Jauziyyah dalam kitab Al Manar Al Munif: “Sanadnya adalah baik”/ Hadits ini dihasankan oleh Al Albani dalam Kitab Takhrijul Misykat dan Shahih Al Jami’

Telah bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam “Sungguh bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaiman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezhaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku (Muhammad bin ‘Abdullah). Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi pujn tidak akan menahan sedikitpun dari tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun atau 8 tahun, dan paling lama 9 tahun.”

HR. Thabrani, Al Bazzar dan Abu Nu’aim. Imam Suyuthi telah menunjukkan akan kesahihannya dalam Kitab Al Jami’. Dishahihkan juga oleh Al-Bani dalam kitab As Silsilah Ash Shahihah nomor 1529

Telah bersabda Rasulullah Shalallhu ‘alaihi wasallam, “Mahdi berasal dari umatku, yang akan diishlah oleh Allah dalam satu malam.”

HR. Ahmad dalam Musnad dan Ibn Majah dalam Sunannya dari ‘Ali Radhiallahu ‘anhu. Juga dishahihkan oleh syaikh Ahmad Syakir  ketika memberikan komentarnya dalam Musnad Ahmad. Serta dishahihkan Al Albani dalam  Ash Shahihah nomor 2371

Telah bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, “Mahdi berasal dari umatku, dari keturunan anak cucukku.”

HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al Hakim dari Ummu Salamah, Imam Suyuthi menunjukkan akan keshahihannya, dalam Kitab Jami’. Telah berkata Al Albani, “Sanadnya baik, dimana semua perawinya adalah tsiqah, dan ia punya banyak penguat (saksi).” Lihat pula dalam kitab As Silsilah Ash Shahihah, 1:108. Pembicaraan tentang hadist ini adalah panjang, maka bagi siapa yang ingin mengetahui lebih mendalam, silakan merujuk kepada referensi yang ada tersebut.

Telah bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, “Pada akhir zaman akan muncul seorang khalifah yang berasal dari umatku, yang akan melimpahkan harta kekayaan selimpah-limpahnya. Dan ia sama sekali tidak akan menghitung-hitungnya.”

HR. Ahmad dalam Musnadnya, dan oleh Muslim dalam Shahihnya dari hadits Jabir bin ‘Abdullah serta Abi  Sa’id Al Khudri

Referensi Lain:

Jamaluddin, Amin Muhammad. Buku Umur Umat Islam, Kedatangan Imam Mahdi, dan Munculnya Dajjal, hal 57-58. Penerbit Cendikia, Cetakan ke-16 tahun 2007, Jakarta Selatan

Al-Adnani, Abu Fatiah. Fitnah & Petaka Akhir Zaman, DetikDetik Menuju Hari Kehancuran Alam Semesta. Hal 146. Penerbit Granada Mediatama. Cetakan I Januari 2007 Edisi Revisi. Solo

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sehingga sungai Euphrat surut menyibakkan gunung emas, di atasnya orang-orang berperang, sehingga dari setiap seratus orang akan terbunuh sembilan puluh sembilan. Setiap orang dari mereka mengatakan, “Mudah-mudahan, akulah orang yang selamat itu.”

HR. Bukhari dan Muslim

Dalam sebuah hadits disebutkan, “Hampir tiba masanya, sungai Euphrat surut menyingkapkan pembendaharaan emas. Siapa yang menghadirinya, janganlah mengambilnya sedikitpun.”

HR. Bukhari dan Muslim

Ubay bin Ka’ab: “Hampir tiba masanya, sungai Euphrat surut menyingkapkan gunung emas. Jika orang-orang mendengar hal itu, mereka berjalan ke sana. Maka orang-orang yang ada di sana mengatakan, “Jika kita membiarkan orang-orang mengambilinya, mereka pasti akan mengambil seluruhnya,” Beliau bersabda, “Maka, mereka bertempur di atasnya, sehingga setiap seratus orang terbunuh sembilan puluh sembilan.”

HR. Muslim

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaih wasallam bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sehingga tanah Arab kembali menjadi padang-padang rumput dan sungai-sungai.”

HR. Shahih Muslim

Rasulullah shalallahu ‘alaih wasallam bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sehingga harta benda banyak dan melimpah, sehingga seseorang mengeluarkan zakat malnya, tetapi tidak menemukan seseorang yang menerimanya dan sehingga tanah Arab kembali menjadi kebun-kebun dan sungai-sungai.”

Misykatul-Mashabih, hadits no. 5440

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya menjelang Kiamat akan ada ucapan salam khusus dan perdagangan tersebar luas sehingga seorang wanita ikut serta dengan suaminya dalam perdagangan.”

HR. Ahmad dishahihkan oleh Ahmad Syakir Isnadnya, sebagaimana riwayat Hakim

Dari Amru bin Taghlab yang berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, “Di antara tanda Kiamat adalah, berkembang dan melimpahnya harta serta berkembangnya perdagangan.”

HR. Ahmad dan Nasa’i

Rasulullah shalallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Demi Allah, aku tidak mengkhawatirkan kalian ditimpa kemiskinan, tetapi aku khawatir jika dunia ini dilapangkan untuk kalian, sebagaimana pernah dilapangkan untuk umat-umat sebelum kalian, lantas kalian berlomba-lomba dengannya sebagaimana mereka berlomba-lomba dengannya, lantas hal itu membinasakan kalian sebagaimana dulu telah membinasakan mereka.”

Muttafaq ‘alaih (Bukhari Muslim)

Dari Abdullah bin Amru bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaih wasallam bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sehingga ucapan kotor, kebiasaan berbicara kotor, pemutusan silaturahim, dan buruknya hubungan bertetangga semakin merajalela.”

HR. Ahmad dan Hakim, dishahihkannya dan disepakati oleh Dzahabi

Banyak riwayat lain yang senada, hal itu sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani dalam Al-Awsath dari Anas yang berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Di antara tanda-tanda Kiamat adalah tindakan keji, kata-kata keji, dan pemutusan silaturahim.”

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, dunia tidak akan musnah sebelum datang kepada manusia suatu masa dimana seorang pembunuh tidak mengerti untuk apa seseorang dibunuh, orang yang dibunuh pun tidak tahu mengapa seseorang membunuh.” Maka, ada yang bertanya, “Bagaimana ia bisa terjadi?” Beliau bersabda, “Harj. Yang membunuh dan yang dibunuh di neraka.”

HR. Muslim

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Blog Stats

  • 22,170 hits

a

 

Juli 2009
S S R K J S M
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Flickr Photos

Camden street

More Photos