Tips and Trik SIM Jepang


1. Polisi sudah di dalam Mobil,

2. Kita tunggu di sebelah kiri mobil,

3. Begitu nama dipanggil, berjalan ke depan mobil, lihat bagian bawah,

4. Kemudian ke belakang mobil, lihat bagian bawah,

5. Di belakang mobil sebelum ke sebelah kanan, lihat kanan kiri pastikan aman jalanan kosong

6. Ketika akan buka pintu, lihat kanan dan kiri

7. Buka pintu, sebelum tutup pintu, cek sabuk pengaman apakah mengganjal

8. Tutup pintu, lihat indikator pintu,

9. Stel kursi maju mundur,

10. Stel punggung kursi yang nyaman,

11. Stel spion tengah

12. Pasang sabuk pengaman

13. Lihat rem tangan harus naik

14. Lihat gear, harus di park untuk yang otomatis, untuk yang manual harus di netral/zero

15. Injak rem kaki

16. Starter

17. Sen kanan

18. Lihat kiri belakang

19. Lihat spion kiri

20. Lihat spion tengah

21. Lihat spion kanan

22. Lihat belakang kanan

23. Jalan, rapat kiri 30 -60 cm

24. Sen sebelum belok 20-30 m

25. Belok tikungan kanan, ban depan rapat kiri

26. Belok tikungan kiri, ban belakang rapat kiri

27. Ada mobil mogok, kira-kira jarak 3 mobil sen kanan

28. 2 detik kemudian mulai belok

29. Marka tengah harus pas di bawah mobil

30. Lihat bagian depan mobil yang mogok sebelum mendahului

31. Sen kiri

32. Ke jalur normal

33. Tomare, berhenti 1 meter sebelum garis, jalan pelan berhenti lagi di ujung jalan lihat kanan kiri baru jalan lagi

Dipublikasi di Tidak terkategori | Tinggalkan komentar

Bermain Ibu Pos


Hari ini Farraa berperan menjadi Ibu Pos sekaligus membuat suratnya untuk Abi, Umi, Fatih, dan Dzafira.

Surat pertama untuk Abi

IMG_2092.JPG

Ooh ternyata isinya menyemangati Abi bikin paper, hehehehe… siap Farras

IMG_2096.JPG

Wah Abi dapat surat lagi, apa ya isinya?

IMG_2097.JPG

Apa ya isinya, penasaran?

IMG_2098.JPG

Ooh makasih Farras, Abi juga sayang Farras karena Allah…

Surat ketiga untuk Umi,

IMG_2099.JPG

Ayo kita lihat isinya

IMG_2100.JPG

Iya Farras, Uminya lagi luka kena pemotong wortel, masih semangat masak dan menyulam hehe.

Surat keempat untuk Umi lagi hehehe

IMG_2101.JPG

Apa ya isinya?

IMG_2102.JPG

Iya sama umi juga sayang Farras karena Allah.

Tulisan Allah nya kebalik, puyeng ya belajar tulisan Kanji, Hiragana, Katakana, Romaji, dan Arabic sekaligus.

Surat kelima untuk umi lagi

IMG_2103.JPG

Apa ya isinya?

IMG_2104.JPG

Iya Umi bikin cake untuk Farras dah tilawah selesai juz pertama dan Abi dah selesai menghafal surat Al Kahfi hehehe

Surat berikutnya untuk Fatih

IMG_2105.JPG

Apa ya isinya?

IMG_2106.JPG

Selamat hari raya Idul Fitri ya Fatih dah puasa penuh 29 hari. Tak puase tak boleh raye kata upin ipin hehe

Wah Fatih dapat surat lagi

IMG_2108.JPG

apa ya isinya?

IMG_2109.JPG

Oh Fatih dapat Kereta Percy

Abi dapat lagi surat dua dari Farras

IMG_2110.JPG

Apa ya isinya?

IMG_2111.JPG

Hmmm enaknya dapat Cake dan Coklat sedap. Makasih ya Farras.

Surat Dzafira mana ya, kok hilang… ?

Dipublikasi di Tidak terkategori | Tinggalkan komentar

Nugget ayam-wortel


Nugget ayam-wortel

By Eva Jumiyanti
Resep asli dari just try and taste nya mb Endang.

20140522-230613-83173962.jpg

Setelah digoreng

Bahan :
500gr ayam giling
1 batang besar daun bawang
1 buah wortel potong
1/2 buah bawang bombay diiris
3 siung bawang putih dihaluskan
2 buah telur
1 sdm lada bubuk
4 sdm tepung panir
5 sdm mayonaise
1/2 sdm kecap asin/ bisa juga soyu kalau disini
Garam secukupnya
2 sdm Tepung tepung tapioka/ tepung kanji.

✅ Bahan kulit :
Telur dan susu secukupnya di kocok.
Tepung panir secukupnya.

20140522-230614-83174781.jpg

Setelah dikukus dan belum digoreng

Cara membuat :
Campurkan semua bahan, aduk rata, cicip rasanya ya..

Siapkan loyang sesuai kuali kukusan, dialasi kertas roti supaya tidak lengket si loyang.

Masukan adonan ke dalam loyang dan kukus selama 30 menit.

angkat, diamkan sampai dingin.
potong dan bentuk sesuai selera
siapkan telur dan susu yang sudah dikocok. Masukkan potongan nugget dan gulingkan di tepung panir.
jika ingin terasa lebih gurih dan tebal, lakukan sekali lagi. Terus ulangi sampai habis bahan.
goreng sampai berwarna kuning keemasan, angkat.

20140522-230615-83175602.jpg

Setelah dikukus kemudian dibalur tepung krispi

Dipublikasi di Tidak terkategori | 2 Komentar

Death – Meeting With Allah


Diambil dari MUI Singapura http://www.muis.gov.sg/cms/uploadedFiles/MuisGovSG/Khutbah/E14Mei16%20-%20Death%20-%20A%20Meeting%20With%20Allah.pdf. Copy paste dulu baru diedit nanti :-)

Khutbah Pertama

20140516-074547.jpg

Blessed Friday Jemaah,
Let us renew our resolve to strengthen our takwa towards Allah s.w.t. He is the One who gives live and we will definitely return to Allah. Thus, obey all of Allah’s commands and avoid what He has prohibited upon us to achieve success in this world and the hereafter.

Friday jemaah,
Life is a blessing from Allah s.w.t. which we should always be thankful for, because with it comes many blessings such as family, health, wealth and so on.

The blessings or nikmat from Allah are meant to help us in our life’s journey on this earth, to help us fulfil our responsibilities as His vicegerent or khalifah in this world.

However, people often forget that these blessings are just a means and not the end goal. We may forget that this world is just a temporary stop for us to prepare ourselves and as a means to seek Allah’s pleasure in the hereafter, which will be our final destination and eternal abode.

Hence, we need to constantly remind ourselves of the hadith of the Prophet s.a.w. who taught us that we should be like travellers or musafir in this world.

This means that even though we dream of wealth, comfort and convenience in this world, but we should ensure that all these are to assist us in preparing for the moment which Allah s.w.t. mentions in surah Al-Qiyamah verses 26 to 30:

20140516-055331.jpg

Which means: “No! When the soul has reached the collar bones. And it is said, “Who will cure [him]?” And the dying one is certain that it is the [time of] separation. And the leg is wound about the leg. To your Lord, that Day, will be the procession.”

In fact, the Prophet s.a.w. encouraged us to constantly remind ourselves and others that death will surely come to us. In his hadith which means:

“Remember frequently the thing that cuts off pleasures: which is death, verily the grave says everyday: I am the home that is abandoned, the solitary abode, the home made of earth, the home of worms. When a believer is buried, the grave will say: Welcome, you are the person I love most, now you have come to me. And the grave will be expanded as far as the eyes can see, and the door of Paradise is opened for him.” [Hadith narrated by Imam Tirmizi]

Blessed jemaah, even though the moment of death is not made known to us, it is one that will surely occur. Thus, it is pertinent upon us to prepare ourselves for the moment when death is immediately upon us. Perhaps, we have had many friends and family members who were still young and were still very healthy, but Allah has called them to return to Him earlier.

We do not want to meet Allah in a condition where we are stained with sins and wrongdoings. We hope that the end of our lives is beautiful. We would want the angel of death to greet in the manner mentioned in Surah An-Nahl verse 32:

20140516-074134.jpg

Which means: “The ones whom the angels take in death, [being] good and pure; [the angels] will say, “Peace be upon you. Enter Paradise for what you used to do.””

Dear jemaah,
let us ask ourselves, how will our first night be in the grave, with the earth as our bed? Will it be spacious and beautiful, like the gardens of paradise as mentioned in the hadith earlier, or will it be cramped, our bodies crushed and suffering from the torment of punishment?

Let us strive to prepare ourselves to return to Allah. Ensure that our hearts are filled with beneficial knowledge. Those who have religious knowledge, ensure that they practice what they have learned because that will help us to answer the questions asked when we are in the grave. Our knowledge should not remain as information that’s simply stored and not applied.

Friday jemaah,
While we should constantly prepare ourselves for death, it does not mean that we ignore our lives in this world. In fact, constant reflection of our condition when death comes to seize us should actually drive us to become better servants of Allah; obedient to Allah and become ummah of Rasulullah s.a.w. who perform more good deeds.

In order to help us overcome the trials of the grave, we should increase our religious knowledge, and ensure our children do the same, and that our family will uphold the religion to the best of our abilities and knowledge.

We should also be more diligent in trying to understand the Noble Quran and strive hard to practice the lessons from the Quran.

A person who constantly thinks of death will not let go of any opportunity to help those in need and will not transgress the boundaries set by Allah. If one has accidentally sinned, one will quickly make taubat and try not to repeat the mistakes made. If we have hurt someone, we should quickly seek forgiveness. If we have broken ties with others, then we should try to amend the relationship so that we will not trip just as we reach the door to paradise.

Blessed jemaah, fill our hearts with the light from the Noble Quran for Nabi s.a.w. once said: “Surah al-Mulk (which is the 67th surah if we are to read and reflect upon its meaning) can be our intercession from the punishment of the grave”.

Just imagine if one Surah can bring ease and lighten our pain and burden while in the hereafter, what more if we try to understand, appreciate and practise what is in the Quran. We should not let the Quran to be a book that is foreign to our families and us. We should not limit the appreciation of the Quran simply to the beautiful recitation and knowing the rules of tajwid while reading the Quran.

If we have sent our children to Quran reading classes, we should ensure that they understand what they read and learn lessons from the verses read.
May Allah grant us the best of ending to our lives on this earth. May Allah accept all our good deeds and grant us husnul khotimah (a good ending) and call upon us with His angels who are gentle and make our graves among the gardens of paradise. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

20140516-075749.jpg

Khutbah Kedua / Doa

20140516-080346.jpg

20140516-080859.jpg

20140516-081309.jpg

20140516-093540.jpg

20140516-093915.jpg

20140516-093936.jpg

20140516-094301.jpg

Dipublikasi di Tidak terkategori | Tinggalkan komentar

Apple Pie


20140502-105056.jpg

20140502-105117.jpg

Berbagi resep, semoga ada manfaatnya.
By eva jumiyanti
Setelah googling resep disana sini.

🌀Pie apple

💫150gr mentega
💫Gula halus 1sdm
💫Garam 1/4 sdt
💫1 kuning telur
💫1/4 sdt vanili bubuk

♥️Semuanya di campur diaduk pake food precessor, kalau ga ada pake sendok kayu

💫250gr terigu dicampur ke adonan mentega tadi, sampai rata.

💥Didiamkan dalam kulkas 1 jam

💥Cetakannya dikasih mentega dulu

♥️Isi pie :
💫1 buah apel dikupas, potong kecil kecil tipis
💫kismis secukupnya di rendam pake air hangat, dicacah
💫Gula secukupnya
💫1 sdm mentega
💫1/4 sdt vanili
💫2 sdm terigu dilarutkan dgn 50ml air.

♥️Caranya :
Mentega dilelehkan, masukan apel, aduk sebentar, tambah gula, aduk sebentar, tambah lagi kismis dan vanili. Setelah agak layu masukkan larutan terigu, aduk sampai rata dan menggumpal, dinginkan.

Giling tipis adonan, kasih isian, sisa adonan digiling tipis lagi, diiris panjang, dan dianyam. Kasih olesan kuning telur diatasnya. panggang di oven 30 menit, lama panggang tergantung besar kecil cetakannya. Karena ada yg sampai 50 menit kalau besar ukuran cetakannya.
Angkat jika sudah berwarna kecoklatan.
Tunggu dingin baru disantap.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Tinggalkan komentar

Jadwal ATM JP Bank Tsurugi


Gambar

Dipublikasi di Tidak terkategori | Tinggalkan komentar

Keistimewaan – Keistimewaan Khadijah


Keistimewaan – Keistimewaan Khadijah

by Eva Jumiyanti

10 Oktober 2011 di Facebook Note

Aku tidak pernah merasa cemburu kepada seorang wanita sebesar rasa cemburuku kepada Khadijah. Aku tidak pernah melihatnya, tetapi Rasulullah sering menyebut dan mengingatnya. Ketika menyembelih seekor kambing, beliau selalu memotong sebagian dagingnya dan menghadiahkannya kepada sahabat-sahabat Khadijah. Aku pernah berkata kepada Rasululllah, ‘Seperti tidak ada wanita lain di dunia ini selain Khadijah.’ Rasulullah menjawab, ‘Khadijah itu begini dan begitu, dan dari dialah aku memperoleh anak’. (Kisah Aisyah mengenai Khadijah)

Isi cerita ini semua saya ketik ulang dari buku “Khadijah, The True Love Story of Muhammad” karya Abdul Mun’im Muhammad. Silahkan baca shallallahu ‘alaihi wasallam setiap ketemu tulisan Rasululloh dan Muhammad. Terinspirasi dari seorang saudara tercinta yang menanyakan seperti apa seorang suami/istri yang saling mencintai karna Alloh? Saat itu,sempat terpekur sejenak, dan saya tidak bisa memberi jawaban yang lebih dari yang ia harapkan. Saya hanya membalas dengan pesan singkat, ‘seperti Khadijah mencintai Rasulullah / seperti Rasulullah mencintai Khadijah. Hanya itu. Yang terlintas saat itu, sepertinya kita memang harus memfigurkan sosok mulia dalam rumah tangga, akan selalu ada jawaban memang, seperti misalnya ah, kan itu Rasulullah, sosok yang memang sudah Alloh beri sesuatu yang lebih dari manusia biasanya. Tapi bukankah memang Rasulullah diutus,untuk kita,umatnya,yang begitu sangat beliau cintai,hingga begitu sayangnya, beliau menyebut ummati, ummati, ummati…diakhir hayatnya.. Semoga ini bisa menjadi contoh nyata dalam menjalani hidup dengan bijak.

Semoga ini bisa menjadi jawaban akan pertanyaannya tersebut…salam sayang selalu untuknya :-)

“…Demi Allah, aku tidak pernah mendapat pengganti yang lebih baik daripada Khadijah. Ia yang beriman padaku ketika semua orang ingkar. Ia yang mempercayaiku ketika semua orang mendustakanku. Ia yang memberiku harta pada saat semua orang enggan memberi. Dan darinya aku memperoleh keturunan -sesuatu yang tidak kuperoleh dari istri-istriku yang lain.” (HR.Ahmad)

Khadijah mendapat pemeliharaan dan bimbingan langsung dari Alloh di sepanjang hidupnya. Allohlah yang mengarahkan Khadijah untuk menjadi teman hidup Rasulullah. Alloh pula yang memunculkan tekad di hatinya untuk senantiasa membela, membangkitkan tekad di hatinya untuk senantiasa membela, membangkitkan tekad, dan mengobarkan semangat suaminya. Alloh yang menganugerahkan kepadanya akal yang cerdas dan akhlak yang mulia. Alloh pula yang menjaganya dari segala cela, sehingga penduduk Mekkah menjulukinya dengan  “wanita suci”.

Mengapa Khadijah ditakdirkan untuk mengelola sendiri urusan-urusan perdagangannya? Karena dengan hal itu, ia belajar untuk bersabar dan bersikap tegas dalam mengambil keputusan. Pengalaman itu menjadikan Khadijah tidak pernah kehilangan semangat serta tidak pernah ragu mengorbankan harta dan jiwa raganya untuk membela agama Islam. Ia tetap tegar menghadapi segala permusuhan dan intimidasi kaum aristokrat Quraisy. Imannya tidak pernah goyah. Dalam melawan Rasulullah melawan tipu daya mereka, da kalanya Khadijah menggunakan pikirannya yang cerdik. Tetapi, adakalanya ia juga mencurahkan kasih sayang seorang ibu atau cinta seorang istri. Dihadapinya semua tantangan dengan keberanian dan keteguhan hati. Tak pernah ia gentar maupun gusar. Ia selalu tenang dan bersabar.

Bimbingan Alloh pulalah yang menjadikannya menolak setiap lamaran dari para bangsawan Quraisy sebelum akhirnya ia menikah dengan Rosulullah. Alloh yang memberinya petunjuk untuk memilih Muhammad saw sebagai pengelola urusan dagangnya ke Syam. Kekagumannya kepada integritas moral dan kemuliaan akhlak Muhammad juga bagian dari takdir Alloh  yang terncana. Dan hal itu membuatnya mampu melampaui segenap adat kebiasaan masyarakat jahiliah, sehingga ia sendiri yang memutuskan untuk memilih Muhammad sebagai pendamping hidupnya. Pilihan itu, sebagaimana kita tahu, tidaklah didasarkan atas kekayaan materi dan otoritas sosial, melainkan atas dasar budi pekerti Muhammad yang luhur – karakter yang membuat masyarakat Mekkah menjulukinya Al-amiin ‘yang terpercaya’.

Bagi Khadijah, harta dan kekayaan materi merupakan sesuatu yang tidak permanen. Sementara adat dan tradisi Jahiliah, menurutnya, adalah seperangkat konvensi yang ditetapkan oleh para leluhur untuk menangani persoalan-persoalan spesifik di zaman mereka sendiri. Ketika zaman telah berubah, sebagian dari adat dan tradisi itu tidak lagi memadai untuk dijadikan pedoman. Pertimbangan itulah yang membuat Khadijah menjadi pelopor bagi upaya memberikan hak pada kaum wanita untuk memilih rekan hidup mereka sendiri. Tidak seorangpun berhak memaksanya untuk duduk manis di rumah, menunggu datangnya lelaki yang melamarnya. Khadijah berpendapat bahwa wanita juga berhak melakukan pendekatan kepada lelaki yang ia inginkan untuk menjadi suaminya.

Siapa pula yang membimbing Khadijah untuk tidak menghalangi suaminya melakukan uzlah di Gua Hira’, menyendiri serta menjauhi praktik penyembahan berhala dan kehidupan hedonis Mekkah selama sebulan penuh setiap tahun? Tentu saja Alloh.

Dalam kenyataannya, Khadijah tidak saja membiarkan Muhammad,suaminya, melakukan uzlah. Ia bahkan berusaha mendorong menyiapkan perbekalan untuk keperluan uzlah suami tercintanya itu.

Setelah menikah dengan Muhammad, Khadijah menyerahkan semua urusan perdagangan serta pengelolaan finansial kepada suaminya yang terkenal cerdas dan jujur. Ia juga mendukung keputusan suaminya untuk bersedekah kepada fakir miskin dan membantu orang-orang yang tertimpa kemalangan. Khadijah memang sejak awal memiliki karakter yang mulia. Keputusan itu ternyata tidak salah; harta di tangan Muhammad selalu bertambah sebanyak jumlah yang ia sedekahkan. Tentu saja karakter dan keputusan Khadijah itu merupakan bagian dari rencana Alloh yang Maha Agung.

Berkat segala kebaikan yang dilakukannya, Alloh pun menghormati Khadijah. Suatu hari, malaikat Jibril mendatangi Rasulullah saw. Dan berkata, “Wahai Muhammad, sebentar lagi, Khadijah akan membawakan makanan dan minuman untukmu. Kalau ia datang, sampaikan kepadanya salam dari Alloh dan dariku.”

Cara Khadijah menjawab salam itu pun menunjukkan keluasan pandangan dan kedalaman perasaanya. Jawabannya mengandung pengagungan terhadap Alloh, doa agar Alloh menganugerahkan kepadanya kedamaian dan keselamatan serta salam untuk Jibril yang telah menyampaikan kepadanya salam dari Alloh. Khadijah berkata, “Allohlah Pemelihara kedamaian dan Sumber segala damai. Salamku untuk Jibril.”

Alloh membimbing Khadijah untuk menyebarkan ketenangan dan cinta kasih di tengah-tengah rumah tangganya. Berbahagialah seluruh anggota keluarganya. Khadijah selalu berusaha agar perasaan Rasulullah tidak pernah terganggu di rumah tangganya sendiri. Tidak pernah kondisi rumah tangga , menjadi penghalang Rasulullah untuk berdakwah. Khadijah merupakan istri dan sahabat ideal yang selalu setia mendampingi serta menghibur Rasulullah dalam setiap kesulitan. Karena itulah, Alloh berkenan memberinya kabar gembira tentang sebuah rumah terbuat dari permata yang dibangun untuknya di surga. Rasulullah bersabda, “Aku diperintahkan untuk memberi kabar gembira kepada Khadijah bahwa akan dibangun untuknya di surga sebuah rumah dari permata; tidak ada hiruk pikuk dan rasa lelah di sana.”

Alloh juga berkenan memberikan sebuah keistimeaan kepada Khadijah. Hanya darinyalah anak keturunan Rasulullah berasal.

Perlu diingat juga, bahwa Rasulullah terlahir sebagai anak yatim. Kemudian ditinggal wafat ibunya, Aminah binti Wahab, diusianya yg ke enam tahun. Sejak kecil beliau telah kehilangan kasih sayang ayah dan ibunya. Kakeknya, Abdul Muthalib, dan pamannya, Abu Thalib, menggantikan peran ayah bagi Muhammad muda. Tetapi sepanjang hidupnya, Muhammad selalu merindukan sosok sang ibu. Fatimah binti Asad, istri Abu Thalib, pernah mengisi peran yang hilang ini. Rasulullah mengakui hal ini sebagaimana tercermin dalam pernyataan beliau, “ orang yang paling baik kepadaku setelah Abu Thalib adalah Fatimah binti Asad.” Tetapi Fatimah harus membagi perhatiannya untuk melayani Abu Thalib, suaminya dan sejumlah keluarga besarnya.

Oleh karena itu, ketika Muhammad beranjak dewasa, ia harus menghidupi dirinya dengan cara menggembala kambing milik beberapa kerabatnya yang kaya. Untuk mengganjal perutnya, seringkali Muhammad memakan buah-buahan yang ditemukannya di tempat penggembalaan. Pada saat yang sama, banyak pemuda sebayanya yang menikahi gadis-gadis terhormat dari kaum Quraisy setelah menyerahkan mahar dalam jumlah tertentu. Sementara Muhammad, hingga usianya mencapai 25 tahun, tidak memiliki harta untuk dijadikannya mahar.

Akan tetapi Khadijah, dengan kecerdasan pikiran dan kejernihan perasaannya, yakin bahwa Muhammadlah orang yang diramalkan para rahib dan pendeta akan menjadi nabi akhir zaman. Khadijah percaya kepada saudara sepupunya, Waraqah ibnu Naufal, yang menyatakan bahwa Muhammadlah nabi yang ditunggu-tunggu dari bangsa Arab. Atas dasar keyakinan itu, Khadijah memberanikan diri untuk mendobrak tradisi jahiliah dengan meminang langsung Muhammad untuk dirinya sendiri. Keduanya menikah. Khadijah berperan sebagai seorang istri yang setia, sahabat yang penuh pengertian, sekaligus ibu yang penuh kasih sayang. Kehidupan rumah tangga Khadijah diliputi kebahagiaan serta dilandasi oleh sikap ikhlas dan prinsip saling menghormati.  Muhammad pun hidup berkecukupan. Alloh melukiskan itu dalam Al-Quran,

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.” (Adh-dhuha : 8)

Muhammad merupakan pemuda yang teguh menjaga kehormatan dirinya. Ia tidak pernah mengenal wanita lain sebelum Khadijah. Ketika menikah, Muhammad berusia 25 tahun sementara Khadijah berusia 40 tahun. Ketika Muhammad kemudian diangkat menjadi Rasul, Khadijahlah yang berperan penting dalam menghilangkan keraguan dan ketakutan dari diri Muhammad. Khadijah pula yang pertama kali mengimani dan mempercayainya. Di tengah kerasnya intimidasi dan tekanan kaum Quraisy kepada Rasulullah, Khadijah juga yang dengan setia mendampingi dan membelanya. Benarlah pernyataan bahwa “Muhammad tidak pernah menerima pengingkaran dan pendustaan yang menyakiti hatinya kecuali Alloh meringankannya melalui Khadijah.”1

Peran itu terus dijalankan Khadijah selama sepuluh tahun, sejak ia berusia 55 tahun hingga ia meninggal dunia pada usia 65 tahuun. Kekuatan fisik dan kecantikan Khadijah semakin lama semakin pudar dimakan usia. Tetapi ada sesuatu yang tidak pernah berubah didalam dirinya, kekuatan spiritual dan kejernihan cinta. Ia selalu dan selamanya beriman kepada Alloh serta meyakini kebenaran risalah suaminya. Itulah sebabnya mengapa Rasulullah pada masa hidup Khadijah tidak pernah berpikir untuk menikah dengan perempuan lain atau menjadikan hamba sahaya wanita sebagai istri. Begitu berarti Khadijah bagi beliau hingga tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisinya.

Ketika Khadijah meninggal dunia, Rasulullah tetap saja tidak bisa melupakan Khadijah. Beliau kerap memuji dan mendoakannya di depan istri beliau yang lain. Aisyah satu-satunya wanita yang dinikahi Rasulullah dalam keadaan masih gadis, pernah merasa sangat cemburu. Ketika Aisyah sedang cemburu kepada Khadijah, Rasulullah pernah berkata, “Aku dikaruniai Alloh rasa cinta yang mendalam kepadanya.”

Aisyah juga mengisahkan, “Rasulullah hampir tidak pernah keluar tanpa menyebut dan memuji Khadijah. Hal itu membuatku cemburu. Kukatakan, ‘bukankah ia hanya seorang wanita tua renta dan engkau telah diberi pengganti yang lebih baik daripadanya? Mendengar itu, beliau murka hingga bergetar bagian depan rambutnya. Beliau katakan, ‘Tidak. Demi Alloh, aku tidak pernah mendapat pengganti yang lebih baik daripada Khadijah. Ia yang beriman kepadaku ketika semua orang ingkar. Ia yang mempercayaiku tatkala semua orang mendustakanku. Ia yang memberiku harta pada saat semua orang enggan memberi. Dan darinya aku memproleh keturunan –  sesuatu yang tidak kuperoleh dari istri-istriku yang lain.’ Maka aku berjanji dalam hati untuk tidak mengatakan sesuatu yang buruk tentangnya lagi.”

Rasulullah sendiri sangat menghormati Khadijah. Jasanya bagi penyebaran Islam sungguh tidak terkira. Di depan para sahabatnya, Rasulullah sering menyebut Khadijah sebagai wanita paling utama di muka bumi. Ali ibnu Abi Thalib pernah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Sebaik -baik wanita dunia adalah Maryam binti Imran. Sebaik-baik wanita dunia adalah Khadijah.’

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah juga berkata, “Pemuka wanita dunia adalah Maryam, lalu Fatimah, lalu Khadijah, lalu Asiyah.”

Pernyataan yang sama juga diriwayatkan oleh Anas, Rasulullah bersabda, “ Wanita-wanita terbaik sepanjang sejarah adalah Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Asiyah, istri Firaun.”

Ahmad dan Abu Hatim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “sebaik-baik wanita penghuni surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah, istri Firaun.”

Suatu hari Ummu Zafr, pelayan wanita Khadijah, datang kepada Rasulullah. Beliau saat itu berada di Madinah. Rasulullah memberikan penghormatan yang layak kepadanya. Beliau berkata, “ wanita ini adalah sahabat Khadijah. Dan persahabatan yang baik adalah bagian dari iman.”

Salah satu contoh gamblang yang menunjukkan betapa berarti Khadijah di hati Rasulullah adalah sebuah peristiwa yang terjadi tahun 8 Hijriah, 11 tahun setelah wafatnya Khadijah. Pada hari pembebasan Mekah (Fath Makkah), Rasulullah menunjuk Zubair bin Awwam untuk memimpin sekelompok pasukan Muhajirin dan Anshar. Beliau menyerahkan panji pasukan dan memerintahkan Zubair untuk menancapkannya di Hujun, sebuah dataran tinggi di Mekkah. Beliau berpesan, “jangan engkau tinggalkan tempat engkau tancapkan panji ini hingga aku mendatangimu.”

Sesampainya di Hujun, Abbas ibnu Abdil Muththalib berkata kepada Zubair, “ Wahai Zubair, disinilah RasululIah memerintahkanmu untuk memancangkan panji pasukan.”

Di Hujun itulah terletak makam Khadijah. Dan tempat itu yang dipilih Rasulullah sebagai pusat komando dan pengawasan pasukan Islam pada perang pembebasan Mekkah. Dari sana pula beliau memasuki kota Mekkah, pada hari ketika kaum Muslimin berhasil mengalahkan kaum kafir Quraisy, ketika orang-orang memeluk Islam secara berbondong-bondong, ketika agama tauhid menghancurkan kemusyrikan. Pada hari yang bersejarah itu, ka’bah dan Masjidil Haram dibersihkan dari berhala-berhala. Saat itu pula Rasulullah membacakan ayat,

Dan katakanlah, ‘Kebenaran telah dantang dan yang batil telah lenyap.’ Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.” (Al-Isra : 81)

 1 Ibnu Hisyam, as-shirah dan Ibn al-Barr, al-Isti’ab.

wallahua’lam beisshowab

Gambar

Autumn/Fall season/Musim Gugur di JAIST, Nomi-shi, Ishikawa-ken, Japan

Dipublikasi di Tidak terkategori | Tinggalkan komentar

Kaos Bola World Cup Desain Oleh Shoot Seven


Silahkan diorder pesan ke rezakahar@gmail.

April – Mei 2014 produksi insya Allah. Paling cepat on hand akhir Mei 2014 insya Allah

20140316-090028.jpg

20140316-090037.jpg

20140316-090048.jpg

20140316-090058.jpg

20140316-090105.jpg

20140316-090122.jpg

20140316-090133.jpg

20140316-090144.jpg

20140316-090155.jpg

20140316-090207.jpg

20140316-090222.jpg

20140316-090232.jpg

20140316-090242.jpg

20140316-090251.jpg

Dipublikasi di Tidak terkategori | Tinggalkan komentar

Manabi Festival si Nomi City dan JAIST, Mengundang Komunitas Hong dari Soreang


Alhamdulillah hari minggu kemarin tanggal 23 Feb 2014, Nomi City kerja sama dengan JAIST mengundang kang Zaini dan komunitas hong dan pemda Soreang, Kabupaten Bandung.

Acara yang diadakan di samping Neagari Library dekat stasiun Terai ini meliputi workshop bikin gendang dari batok kelapa dan bikin wayang bambu.

20140224-170932.jpg

20140224-170958.jpg

20140224-171009.jpg

20140224-171026.jpg

20140224-171103.jpg

yang cukup lama dan perlu ketelatenan adalah bikin wayang bambu.

selain itu ada dalang cilik yang tampil memainkan kisah raksasa dan ‘cepot’ yang adu mainan tradisional dengan mainan modern.

20140224-171339.jpg

20140224-171423.jpg

20140224-171456.jpg

kemudian terakhir diberikan kincir angin yang bersuara, keliling ruangan dg anak-anak seperti main ular-ularan, serta alat suara dari bambu yang ditaruh di depan mulut.

terakhir sekali adalah membuat hiasan dari janur kuning. karena ada sisa janur maka kami minta izin ke panitia untuk bawa yang tidak terpakai untuk bikin ketupat :-D.

20140224-171715.jpg

Demikianlah pengalaman kemarin minggu yang juga dihadiri teman-teman dari PPI Ishikawa yang sebagian baru menjenguk Maryam bayi Mas Ade dan Mbak Laili.

Acara ini dikomandoi oleh bang Deny Willy, PhD candidate dari Nagai Lab., School of Knowledge Science, JAIST.

20140224-205830.jpg

Dipublikasi di Tidak terkategori | 2 Komentar

Menikmati Transportasi Kereta di Jepang


Selama berada di Jepang, seseorang akan sering menggunakan jasa kereta ke berbagai tempat di Jepang. Karena hampir setiap kota di Jepang tersambung dengan jalur kereta api ini.

Ada beberapa jenis kereta yang saya temui di Jepang ini. Mulai dari yang paling kuno yaitu kereta yang mirip sekali dengan KRL jabodetabek sampai yang paling canggih dan cepat yaitu shinkansen. Di antara itu, ada kereta lokal yg berhenti tiap stasiun, kereta express seperti thunder bird, kereta airport Haruka

20140224-220953.jpg

Dengan mesin di atas ini, kita bisa beli tiket kereta lokal. Sebagai contoh kita lihat foto di bawah ini yang terletak di atas mesin tiket, menunjukkan stasiun pemberhentian beserta harga tiket. Kita naik dari stasiun Komatsu yang berwarna merah, dan turun di stasiun Fukui, tertera harga 820 yen. Kita masukkan uang 1,000 yen, kemudian pencet 820 yen, maka keluar tiket 820 yen dan uang kembalian 180 yen.

20140224-221019.jpg

Jika kita ingin membeli tiket dengan harga lebih dari 1,000 yen, maka kita gunakan mesin di bawah ini.

20140224-221049.jpg

Setelah itu kita akan mendapatkan tiket seperti di bawah ini. Tiket di bawah ini adalah 2 dewasa dan 1 anak2 dari stasiun Komatsu dan Fukui. Anak-anak dihitung mulai dari kelas 1 SD yaitu yang berumur 6 tahun ke atas. Sedangkan anak-anak yang berumur di bawah 6 tahun, mereka gratis naik kereta ke mana pun 😊

20140224-221117.jpg

Kereta yang mulai berangkat dari stasiun Kanazawa pun berhenti di stasiun Komatsu. Kami naik kereta lokal ini Sampai di stasiun Fukui, kami turun sebentar untuk ke toilet dan foto-foto sebentar. Tujuan kami adalah ingin ke Kyoto dg memakai kereta lokal saja sekalian menikmati perjalanan.

20140224-221206.jpg

Di stasiun Fukui kami beli tiket lagi yang lokal dg tujuan Tsuruga sebagai stasiun terakhir, dengan harga 950 yen untuk dewasa dan 470 yen untuk anak-anak. Tiket anak-anak ada kanji “ko” di dalam lingkaran hitam.

20140224-221256.jpg

Di stasiun Tsuruga ada jurusan ke Obama 😄

20140224-221337.jpg

Di Tsuruga kami beli tiket lagi ke arah Kyoto. Harganya lumayan juga yaitu 1,620 yen untuk dewasa dan 810 untuk anak-anak, tiket yang keluar warna hijau.

Di stasiun Tsuruga ini, kami salah naik, seharusnya naik kereta lokal, malah naik limited express Thunder Bird. Akhirnya di dalam kereta diminta tambah bayar tempat duduk kereta express total sebesar 2,870 yen untuk bertiga yang ditujukan di tiket warna orange. Oh ya, di sini kita bisa beli tiket di atas kereta. Jadi jika di loket kereta express sedang ada antrian panjang, maka beli saja tiket paling murag yang satu stasiun biasanya 180 yen, kemudian langsung naik kereta express. Nanti di atas kereta kita bilang saja tadi “giri-giri” (buru-buru karena waktunya mepet), kemudian kita sebutkan tujuan kita di stasiun apa, maka nanti petugas akan mulai menghitung-hitung dan mencetak tiket dari mesin kecil yang dipegangnya.

20140224-221406.jpg

Tiket di atas adalah contoh tiket untuk limited express Thunder Bird dari stasiun Osaka ke stasiun Komatsu. Salah satu kemudahan yang didapatkan sebagain student di JAIST adalah diskon tiket kereta Japan Rail (JR). Biaya tiket dasar JR dari stasiun Osaka ke stasiun Komatsu adalah 4,620 yen untuk dewasa dan 2,310 yen untul anak-anak. Karena saya adalah student, maka saya berhak mendapatkan diskon pada tiket dasar ini, sehingga harga tiket menjadi 3,690 yen, hemat sekitar 930 yen yang bisa dipakai untuk beli susu kotak 6 liter. Tentu saja tiket diskon ini tidak berlaku untuk istri dan anak.

Sedangkan tiket 2,310 yen untuk dewasa dan 1,150 yen untuk anak-anak adalah tiket karena memakai kereta express atau sering disebut biaya tempat duduk (seat fee).

20140224-221734.jpg

Alhamdulillah akhirnya sampai di stasiun Kyoto. Sebelah kanan atas itu adalah rel untuk shinkansen. Sampai sekarang saya masih belum merasakan naik shinkansen 😄

20140224-221804.jpg

Di seberang pintu masuk stasiun Kyoto ada Kyoto Tower Hotel

20140228-174232.jpg

Suasana di depan stasiun Fukui, ada rumah kayu dan tempat duduk kayu

2013-09-28 09.44.43

Suasana di depan stasiun Komatsu. Ada museum alat berat Komatsu

2013-09-28 09.48.33

20140304-082508.jpg

Di atas adalah KRL Japan Rail (JR) yang berhenti di setiap stasiun. Untuk di kota besar, kereta yang sama di atas ada juga kereta local yang express hanya berhenti di beberapa stasiun saja.

20140301-162550.jpg

Contoh surat diskon yang bisa diprint dari mesin di kampus. Mesin yang sama juga dipakai untuk mencetak status serta transkrip nilai.

Pengalaman Pertama Naik Shinkanshen

Hari Minggu pagi tanggal 9 Maret 2014 adalah hari dimana pertama kali saya dan keluarga naik Shinkansen. Hari itu kami berangkat dari rumah menuju Nagoya karena ada acara bertemu dengan orang-orang Indonesia yang datang dari berbagai daerah. Sebelum berangkat, biasanya kami merencanakan naik moda transportasi kereta melalui hyperdia.com. Dari situs ini kami dapatkan yang paling cepat adalah naik kerete express Shirasagi 54 dari Komatsu menuju Maibara, kemudian dilanjutkan shinkansen Hikari 512 dari Maibara menuju Nagoya. Walaupun hanya 28 menit naik Shinkansen, ini menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan. Banyak orang bilang kalau ke Jepang belum naik shinkansen dan ke gunung Fuji maka belum afdhol, hehe. Harga naik shinkansen ini adalah harga super express, yang saya lihat hanya beda sekitar 500 yen daripada express karena hanya dari Maibara ke Nagoya sekitar 28 menit saja perjalanan dengan sekali stop di Gifu. Di bawah ini adalah contoh hasil pencarian rute kereta oleh hyperdia.com.

20140309-215954.jpg

Di bawah ini adalah kereta express Shirasagi 54 yang menuju ke Maibara.

20140309-215908.jpg

Di bawah ini adalah fare ticket atau ticket dasar biaya perjalanan dari Komatsu ke Nagoya

20140309-220114.jpg

20140309-220129.jpg

20140309-220152.jpg

20140309-220244.jpg

20140309-220529.jpg

20140309-220548.jpg

20140309-220601.jpg

20140309-220612.jpg

20140309-220622.jpg

20140311-153600.jpg

Dipublikasi di Tidak terkategori | 4 Komentar

2013 in review


The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 81,000 times in 2013. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 3 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Dipublikasi di Tidak terkategori | 1 Komentar

Farras Hyakuten


20131214-194727.jpg

20131214-194758.jpg

20131214-195025.jpg

20131214-195040.jpg

20131214-195050.jpg

20131214-195059.jpg

20131214-200224.jpg

20131214-200238.jpg

20131214-200248.jpg

20131214-200300.jpg

20131214-200312.jpg

20131217-101332.jpg

20131227-223940.jpg

20131227-224001.jpg

20131227-224017.jpg

20131227-224031.jpg

20131227-224044.jpg

20131227-224053.jpg

20140310-193703.jpg 20140310-193651.jpg 20140310-193618.jpg 20140310-193626.jpg 20140310-193600.jpg 20140310-193608.jpg 20140310-193553.jpg 20140310-193542.jpg

Dipublikasi di Tidak terkategori | 3 Komentar

Spatially-Coupled LDPC Code


Untuk refreshing, tulisan dibuat diwaktu senggang. Jadi bikin judulnya dulu aja :-)

Kudekar et. al. menamakan low-density parity-check (LDPC) convotional codes dengan sebutan spatially-coupled photograph-based LDPC code [1]. LDPC convotional code ini lebih baik dari pada LDPC code. Convotional LDPC pertama kali diperkenalkan oleh Felstrom dan Zigangirov pada tahun 1999 [2]. Sedangkan LDPC block codes itu sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Gallager pada awal tahun 1960-an [3].

LDPC code dibahas dalam tulisan terpisah.

Apakah itu Photograph?

(Bersambung)

Bahan bacaan:

[1] H. Uchikawa, K. Kasai, and K. Sakaniwa, “Spatially Coupled LDPC Codes for Decode-and-Forward in Erasure Relay Channel, ” 2011 IEEE International Symposium on Information Theory Proceedings.

[2] A. J. Felstrom and K. S. Zigangirov, “Time-varying periodic convolutional codes with low-density parity-check matrix,” IEEE Trans. Inf. Theory, vol. 45, no. 6, pp. 2181-2190, Sep. 1999.

[3] R. G. Gallager, Low-Density Parity-Check Codes, Cambridge, MA: MIT Press, 1963.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Tinggalkan komentar

JAIST in Autumn


20131121-231428.jpg

This picture is taken from 8th floor IS Building

Gambar | Posted on by | Tinggalkan komentar

Sai River in Kanazawa City


Sai River in Kanazwa City

Gambar | Posted on by | 1 Komentar

Autumn (Aki) in Japan


Autumn (Aki) in Japan

Tatsunokuchi Park 2 Nov 2013

Gambar | Posted on by | Tinggalkan komentar

Viterbi vs. BCJR, Maximum Likelihood vs. MAP, Marginalization


Buat judulnya dulu, sambil nyari bahannya untuk refreshing

Dipublikasi di Tidak terkategori | Tinggalkan komentar

Soft Bread (Roti Lembut)


Resep roti lembut (soft bread)

By Eva Jumiyanti, AMd., SKM.

Soft Bread

Soft Bread

Bahan :

500 gr tepung protein tinggi
7 gr ragi instan
100 gr gula pasir
6 gr garam
1 butir telur
250 cc susu cair dingin
100 gr mentega dingin
50 gr margarin blue band dingin

Untuk olesan : 1 kuning telur dan 1 sdm susu cair diaduk

Cara buat :

1. Tepung yang sudah diayak + ragi instan, aduk sampai rata

2. Tambahkan gula pasir, aduk rata

3. Tambahkan garam, aduk rata

4. Tambahkan telur, aduk sebentar, kemudian masukkan susu cair dingin, uleni sampai kalis

5. Masukkkan mentega dan margarin, uleni sampai kalis banget.

6. Panaskan microwave 2 menit, kemudian masukkan adonan ke dalam microwave, tunggu sampai mengembang dua kali dari adonan awal . Tapi tadi pas dua menit, belum optimal ngembangnya, sempat dikira gagal, tapi mungkin karena udara di sini dah mulai dingin, jadi saya hangatkan lagi microwavenya, tapi adonannya diambil dulu, karena fungsi microwave disini hanya untuk memberi suhu yang hangat untuk mengembangkan adonan rotinya.

7. Kalau ga ada microwave, bisa pake cara di link ini untuk ngembangin adonannya http://masakanmelly.blogspot.jp/2011/12/tips-mengembangkan-doh-pada-saat-cuaca.html

8. Setelah mengembang, ditimbang adonannya, minggu kemarin saya coba 50 gr, seperti roti2 bulat yang dijual, tapi sayang waktu itu isinya sedikit, akhirnya hari ini dibuat 35 gr saja, supaya bisa dapat pas, pas di mulut dan di perut. Hehehe… soalnya ga berasa banyak, ada pasukan penghabis roti di rumah, senangnya J

9. Sudah deh, bisa dibentuk bentuk sesuka hati. Bisa d I isi sesenang hati, request anak-anak dan suami diutamakan karena ini konsumen tetap yang selalu menunggu – nunggu eksperimen saya di dapur. Kalau suami bilang, buatlah penelitian tentang banyak resep makanan, seperti abang
membuat penelitian untuk paper. Kalau gagal, terus bereksperimen untuk bisa dapat hasil yang memuaskan.

10. Untuk lihat bentuk bentuk roti, please search sendiri saja ya, banyak pilihannya dan banyaak yang lebih professional.

11. Perhatikan pas masuk ke oven. Mengenal watak oven yang kita punya penting banget, karena walau pun di setting menitnya, tapi kadang ke gosongan, atau justru belum matang. Karena begini ceritanya, oven yang saya punya di sini, bukan pake menit,tapi pake watt, 400 watt untuk api bawah, 600 watt untuk api atas, dan 1000 watt untuk api atas bawah. Selalu saya pakai 400 watt selama 15 menit dan 600 watt 3 – 4 menit untuk bagian atas rotinya. Ini berhasil optimal.

12. Ada lagi pelajaran hari ini, pastikan sudah dioles dengan olesan kuning telur baru ditambahkan wijen di atasnya, karena kalau wijen tanpa olesan kuning telur, maka setelah matang, wijen akan lepas dari roti J

Dipublikasi di Tidak terkategori | Tinggalkan komentar

Apakah Kelebihan 4G Hanya Kecepatan Yang Lebih Tinggi dan Juga Karena Broadband?


Tulisan ini ingin memperluas wawasan pembaca umum yang ingin lebih mengetahui kelebihan 4G dan juga istilah-istilah umum yang sering muncul dalam dunia telekomunikasi seperti kapasitas, kecepatan, bandwidth, dan broadband. Banyak berita ketika mengupas hebohnya rencana implementasi jaringan 4G Long Term Evolution (LTE) hanya memfokuskan kepada kecepatan dan juga ini adalah broadband.

Berbicara teknologi 4G yaitu LTE dan Wimax, maka kita akan bertemu dengan teknologi Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM).  LTE menggunakan OFDM pada sisi downlink. Sedangkan pada sisi uplink, LTE menggunakan teknologi Single Carrier Frequency Division Multiplexing Access (SC-FDMA).

Salah satu term yang sering disebut kebanyakan orang adalah kapasitas. Kapasitas, C, dalam dunia information theory adalah the ultimate transmission rate of communications. Kapasitas transmisi ditunjukkan oleh mutual information, sedangkan entropy menunjukkan minimum yg bisa dicapai okeh kompresi [1].

Entropi adalah ukuran mengenai rata-rata ketidakpastian dalam variabel acak. Dengan kata lain yaitu jumlah rata-rata bit yang dibutuhkan untuk menggambarkan variabel acak. Entropi adalah ketidakpastian sebuah variabek acak [1].

Mutual information adalah pengurangan ketidakpastian karena knowledge dari variabel acak yang lain. Mutual information adalah ukuran ketergantungan antara dua variabel acak [1].

Kanal komunikasi adalah sebuah sistem di mana keluaran secara probabilistik tergantung atas masukannya [1]. Kapasitas didapatkan dengan memaksimalkan mutual information. Kapasitas adalah rate maksimum yang dapat kita kirimkan melalui kanal dan memulihkan informasi pada keluaran dengan menghilangny peluang error yg rendah [1].

Batas akhir rate dari komunikasi informasi melalui sebuah kanal adalah kapasitas kanal. Teorema pengkodean kanal menunjukkan bahwa batas atau limit tersebut bisa dicapai dengan sebuah long block length. Akan tetapi, pada prakteknya di sistem komunikasi ini , karena terbatasnya kerumitan kode yg digunakan, maka kita tidak bisa mencapai limit tersebut [1].

Kada-kadang kita juga membaca atau mendengar kata “fakir bandwidht”. Apakah bandwidth itu?

(bersambung)

[1] T. M. Cover and J. A. Thomas. Elements of Information Theory, 2nd Ed., Wiley 2006.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Tinggalkan komentar

Variance dan Covariance Pada Sebuah Matriks


Misalnya kita punya Matriks: Baris x Kolom, dimana jumlah baris adalah 6 dan jumlah kolom adalah 3.  Baris dalam matriks bisa kita sebut sebagai observasi atau eksperimen yang berjumlah 6 kali. Sedangkan kolom dalam matriks kita anggap sebagai variabel. Sehingga jumlah variabel ada 3 dan masing-masing variabel kita lakukan percobaan sebanyak 6 kali percobaan. Sebagai contoh kita punya matrix:

X=\begin{bmatrix}  1 & 2 & 6\\  3 & 2 & 6\\  2 & 5 & 6\\  7 & 7 & 9\\  3 & 10 &2 \\  8 & 3 & 4  \end{bmatrix}

Maka variance \sigma^2_X pada matrix tersebut adalah variance untuk tiap variabel. Sehingga kita akan memperoleh 3 buah variabel. Biasnya kita menggunakan rumus misalnya pada variabel pertama \sigma^2_{X_{v_1}}=\mathsf{E}[(X_{v_1}-\bar{x}_{v_1})^2], di mana \bar{x}_{v_1} adalah mean atau rata-rata atau ekspektasi dari 6 kali percobaan pada variabel 1.

\sigma^2_X=\begin{bmatrix} \sigma^2_{X_{v_1}} & \sigma^2_{X_{v_2}}& \sigma^2_{X_{v_3}}\end{bmatrix}=\begin{bmatrix}  8 & 10.17 & 5.5  \end{bmatrix}

sedangkan covariance Cov(X) pada matriks tersebut adalah pada bagian diagonal nilainya sama dengan variance, karena pada diagonal ini adalah mean dari perkalian dari variabel yang sama setelah dikurangi oleh mean variabel tersebut. Contohnya covariance pada baris 1 dan kolom 1 adalah \mathsf{E}[(X_{v_1}-\bar{x}_{v_1})(X_{v_1}-\bar{x}_{v_1})], di mana rumus ini sama dengan \sigma^2_{X_{v_1}}. Sedangkan jika baris neq kolom, misalnya pada bari 1 dan kolom 2 maka nilai covariance berbeda dengan variance karena memakai rumus \mathsf{E}[(X_{v_1}-\bar{x}_{v_1})(X_{v_2}-\bar{x}_{v_2})]. Oleh karena itu kita memiliki Covariance Matriks dengan dimensi 3 baris dan 3 kolom.

Cov(X)=\begin{bmatrix}Cov(X_{11})&Cov(X_{12})&Cov(X_{13})\\  Cov(X_{21})&Cov(X_{22})&Cov(X_{23})\\  Cov(X_{31})&Cov(X_{32})&Cov(X_{33}) \end{bmatrix}=\begin{bmatrix} 8&1&1\\  1&10.17&-2.1\\  1&-2.1&5.5 \end{bmatrix}

Apabila variabel adalah white Gaussian noise yang masing-masing memiliki variansi yang sama, maka covariance dari variabel-variabel ini adalah [1]
\bold{\Sigma}_n=\sigma_n \mathbf{I}= \sigma_n \begin{bmatrix} 1 & 0& ... & 0\\ 0&1&...&0\\ ...&...&...&...\\ 0&0&...&1 \end{bmatrix},
di mana white Gaussian noise merupakan penyederhaan dari color Gaussian noise dangan proses whitening.

Referensi:
[1] C. -I. Chang, “Hyperspectral Data Processing: Algorithm Design and Analysis,” Wiley.

Bahan bacaan

http://www.itl.nist.gov/div898/handbook/pmc/section5/pmc541.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Covariance_matrix

Dipublikasi di Tidak terkategori | Tinggalkan komentar