You are currently browsing the monthly archive for Mei 2008.

Dari Nawwas bi Sam’an disebutkan: Di suatu pagi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang Dajjal dengan suara pelan, lalu suaranya meninggi seolah-olah Dajjal telah berada di salah satu kebun kurma ( di kota Madinah ). Kami beranjak dari majelis Beliau, kemudian kami datang lagi. Sepertinya Beliau tahu, lalu berkata, “Ada apa?”

Kami menjawab, “Wahai Rasulullah, tadi pagi engkau menceritakan tentang Dajjal dengan suara pelan lalu meninggikan suara, sehingga kami mengira Dajjal telah muncul di salah satu kebun kurma”. Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada selain Dajjal yang lebih aku khawatirkan. Jika Dajjal keluar sekarang, aku yang akan menghadapinya, namun jika ia keluar setelah aku tiada, masing-masing kalian menghadapinya. Allah subhana wa ta’ala menjadikan penggantiku pada seorang setiap muslim. Dajjal seorang pemuda berambut keriting, matanya sebelah kanan celek, aku menyerupakannya dengan Abdul Uzza bin Qathan (lelaki Quraisy yang hidup di zaman Jahiliyah). Maka barang siapa yang menemuinya bacalah surat Al-Kahfi. Ia keluar dari sebuah jalan antara Syam dan Iraq, lalu ia berbuat binasa kesana kemari. Hai hamba Allah, tetaplah dalam dien kalian!”

Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, berapa lama ia di bumi? Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Empat puluh hari. Satu harinya seperti setahun, satu harinya seperti sebulan, satu harinya seperti seminggu, sisa harinya seperti hari-hari biasa.” Kami bertanya lagi , “Wahai Rasulullah, satu hari seperti setahun itu, apakah cukup shalat sehari saja?” Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab lagi, ” Tidak, tapi perkirakanlah saja selama setahun. ” Kami bertanya, “Bagaimana kecepatan jalannya?” Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seperti awan ditiup angin. Dajjal mendatangi suatu kaum lalu menyeru mereka, kemudian mereka beriman kepadanya dan mematuhinya. Ia perintahkan langit, lalu turunlah hujan. Ia perintahkan bumi, keluarlah tumbuh-tumbuhan. Punuk unta dan kantung susu hewan ternak penuh berisi. Kemudian ia mendatangi suatu kaum lalu menyeru mereka agar beriman kepadanya, tetapi mereka menolak seruannya. Kemudian ia meninggalkan daerah tersebut, lalu mereka ditimpa kekeringan sampai mereka tidak mempunyai sedikitpun harta. Setelah itu ia melewati gedung yang runtuh dan berkata, ‘Keluarlah harta karunmu!’ , maka harta berterbangan mengikutinya seperti lebah. Kemudian ia memanggil seorang pemuda dan menebasnya dengan pedang hingga badannya terbelah dua. Kemudian ia panggil lagi, si pemuda yang sudah terbelah itu bangkit sambil mentertawakan Dajjal.  Di saat itulah muncul Nabi Isa ‘alaihisalam, lalu mengejar Dajjal dan mendapatinya di pintu gerbang kota Lud (di Palestina) yang kemudian ia membunuh Dajjal. ” (HR Muslim)

Dalam ‘Armagedon, Peperangan Akhir Zaman” Wisnu Sasongko mengkompromikan antara hadist tentang masa Dajjal yang satu hari pertamanya bagai satu tahun dengan mengkaitkan peristiwa Ad-Dukhan (asap) yang akan muncul. Peristiwa Dukkhan yang akan muncul di akhir zaman disebabkan oleh tabrakan meteor menghantam bumi sehingga menimbulkan asap yang mengenai semua manusia. Peristiwa asap (kabut) itulah yang menyebabkan matahari tertutup sehingga terhalang sinarnya di bumi, dan ini terus berlangsung selama satu tahun. Oleh karena itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tetap memerintahkan agar manusia mengerjakan shalat berdasarkan hitungan waktu (jarak) bukan dengan bilangan satu hari tersebut. Wallahu a’lam bish showab.

Namun Pendapat tersebut perlu dipertimbangkan sebab ada riwayat yang menjelaskan bahwa Dajjal mampu menahan perputaran matahari. Hal itu sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat Imam Al-Hakim dan Nu’aim bin Hammad dalam Al-Fitan

Fitnah & Petakah Akhir Zaman, Abu Fatiah Al-Adnani, Hal 227 – 228, Cetakan I. Januari 2007, Edisi Revisi, Granada Mediatama, Solo

Abdulllah bin Mas’ud berkata, “Sungguh, kelak Al-Quran akan dicabut dari dada kalian, diajalankan dalam satu malam, dihilangkan dari hafalan semua orang, sehingga di bumi ini tidak tersisa lagi sedikitpun.” (HR. Thabrani, Ibnu Hajar menshahihkan kemauqufannya)

Ibnu Taimiyyah berkata, “Di akhir zaman, semua mushaf dan hafalan Al-Quran akan dijalankan pada malam hari, sehingga tidak ada satu kalimat pun yang masih dihafal dan tidak ada satu huruf pun yang masih tertulis di dalam mushaf.”

Fitnah & Petaka Akhir Zaman, Abu Fatiah Al-Adnani, Hal. 104, Cetakan I. Januari 2007 Edisi Revisi, Granada Mediatama, Solo

————————————-

Salah satu metode menghafalkan Al Quran yang efektif, diambil dari sebuah milis

—– Pesan Diteruskan —-
Dari: Abdullah Muadz
Kepada: rosyi
Terkirim: Sabtu, 10 Mei, 2008 23:00:23
Topik: Trs: [daarut-tauhiid] Cara Cepat Menghafal Ayat ayat Al Quran

—– Pesan Diteruskan —-
Dari: bagus.cokie
Kepada: daarut-tauhiid@yahoogroups.com
Terkirim: Senin, 7 April, 2008 11:36:54
Topik: [daarut-tauhiid] Cara Cepat Menghafal Ayat ayat Al Quran

Ahlamdulillah. ..

Setelah muter2 mencari cara yang cepat untuk menghafalkan ayat ayat Al Quran akhirnya menemukan juga metode yang pas dan cocok

Teman2 bisa membuka di http://cokiehti.wordpress.com
disitu ada “CD Room Al Quran MP3″ yang bisa disetel per ayat sehingga kita lebih gampang untuk menghafalnya

selain itu temen2 juga bisa memakai metode ini: Metode ini ditulis oleh seorang juara lomba menghafal Al Quran tingkat Internatsional ( semoga Allah merahmati beliau )

MATODE MENGHAFAL QUR’AN

Bersama Mudhawi Ma’arif

BAB I

Pendahuluan


Ada 3 prinsip (Three P) yang harus difungsikan oleh ikhwan/akhwat kapan dan dimana saja berada sebagai sarana pendukung keberhasilan dalam menghafal al qur’an. 3P (Three P) tersebut adalah:

  1. Persiapan (Isti’dad)
    Kewajiban utama penghafal al-qur’an adalah ia harus menghafalkan setiap harinya minimal satu halam dengan tepat dan benar dengan memilih waktu yang tepat untuk menghafal seperti:
    a. Sebelum tidur malam lakukan persiapan terlebih dahulu dengan membaca dan menghafal satu halaman secara grambyangan (jangan langsung dihafal secara mendalam)
    b. Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tersebut dengan hafalan yang mendalam dengan tenang lagi konsentrasi
    c. Ulangi terus hafalan tersebut (satu halaman) sampai benar-benar hafal diluar kepala
  2. Pengesahan (Tashih/setor)
    Setelah dilakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingat-ingat satu halaman tersebu, berikutnya tashihkan (setorkan) hafalan antum kepada ustad/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh ustad, hendaknya penghafal melakukan hal-hal berikut:
    a. Memberi tanda kesalahan dengan mencatatnya (dibawah atau diatas huruf yang lupa)
    b. Mengulang kesalahan sampai dianggap benar oleh ustadz
    c. Bersabar untuk tidak menambah materi dan hafalan baru kecuali materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan disahkan
  3. Pengulangan (Muroja’ah/Penjagaan)
    Setelah setor jangan meninggalkan tempat (majlis) untuk pulang sebelum hafalan yang telah disetorkan diulang beberapa kali terlebih dahulu (sesuai dengan anjuran ustad/ustadzah) sampai ustadz benar-benar mengijinkannya

BAB II

Syarat Utama Untuk Memudahkan Hafalan

  1. Beriman dan bertaqwa kepada Allah
  2. Berniat mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadi hamba-hamba pilihanNya yang menjaga Al-Qur’an
  3. Istiqomah sampai ajal musamma
  4. Menguasai bacaan Al-Qur’an dengan benar (tajwid dan makharij al huruf)
  5. Adanya seorang pembimbing dari ustad/ustadzah (al-hafidz/al-hafidzah)
  6. Minimal sudah pernah khatam Al-Qur’an 20 kali (dengan membaca
    setiap ayat 5 kali)
  7. Gunakan satu jenis Mushaf Al-Qur’an (Al-Qur’an pojok)
  8. Menggunakan pensil/bolpen/ stabilo sebagai pembantu
  9. Memahami ayat yang akan dihafal

BAB III

Macam-macam Metode Menghafal

A. Sistem Fardhi

Ikuti langkah ini dengan tartib (urut):

  1. Tenang dan tersenyumlah, jangan tegang
  2. Bacalah ayat yang akan dihafal hingga terbayang dengan jelas kedalam pikiran dan hati
  3. Hafalkan ayat tersebut dengan menghafalkan bentuk tulisan huruf-huruf dan tempat-tempatnya
  4. Setelah itu pejamkan kedua mata dan
  5. Bacalah dengan suara pelan lagi konsentrasi (posisi mata tetap terpejam dan santai)
  6. Kemudian baca ayat tersebut dengan suara keras (posisimata tetap terpejam dan jangan tergesa-gesa)
  7. Ulangi sampai 3x atau sampai benar-benar hafal
  8. Beri tanda pada kalimat yang dianggap sulit dan bermasalah (garis bawah/distabilo)
  9. Jangan pindah kepada hafalan baru sebelum hafalan lama sudah menjadi kuat

Penggabungan ayat-ayat yang sudah dihafal

Setelah anda hafal ayat pertama dan kedua jangan pindah kepada ayat
ketiga akan tetapi harus digabungkan terlebih dahulu antara keduanya
dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Bacalah ayat pertama dan kedua sekaligus dengan suara pelan lagi konsentrasi
  2. Kemudian bacalah keduanya dengan suara keras lagi konsentrasi dan tenang
  3. Ulangi kedua ayat tersebut minimal 3x sehingga hafalan benar-benar kuat. Begitulah seterusnya, pada tiap-iap dua tambahan ayat baru harus digabungkan dengan ayat sebelumnya sehingga terjadi kesinambungan hafalan
  4. Mengulang dari ayat belakang ke depan. Dan dari depan ke belakang
  5. Semuanya dibaca dengan suara hati terlebih dahulu kemudian dengan suara keras (mata dalam keadaan tertutup)
  6. Begitu seterusnya. Setiap mendapatkan hafalan baru, harus digabungkan dengan ayat/halaman/ juz sebelumya

B. Sistem Jama’i

Sistem ini menggunakan metode baca bersama, yaitu dua/tiga orang (partnernya) membaca hafalan bersama-sama secara jahri (keras) dengan:
a. Bersama-sama baca keras
b. Bergantian membaca ayat-an dengan jahri. Keika partnernya membaca jahr dia harus membaca khafi (pelan) begitulah seterusnya dengan gantian.

Sistem ini dalam satu majlis diikuti oleh maksimal 12 peserta, dan minimal 2 peserta. Settingannya sebagai berikut:
a. Persiapan:

  1. Peserta mengambil tempat duduk mengitari ustad/ustadzah
  2. Ustadz/ustadzah menetapkan partner bagi masing-masing peserta
  3. Masing-masing pasangan menghafalkan bersama partnernya sayat baru dan lama sesuai dengan instruksi ustad/ustadzah
  4. Setiap pasangan maju bergiliran menghadap ustad/ustadzah untuk setor halaman baru dan muroja’ah hafalan lama

b. Setoran ke ustad/ ustadzah:

  1. Muroja’ah: 5 halaman dibaca dengan sistem syst-an (sistem gantian). Muroja’ah dimulai dari halaman belakang (halaman baru) kearah halaman lama
  2. Setor hafalan baru:
    a. Membaca seluruh ayat-ayat yang baru dihafal secara bersama-sama
    b. Bergiliran baca (ayatan) dengan dua putaran. Putaran pertama dimulai dari yang duduk disebelah kanan dan putaran kedua dimulai dari sebelah kiri
    c. Membaca bersama-sama lagi, hafalan baru yang telah dibaca secara bergantian tadi
  3. Muroja’ah tes juz 1, dengan sistem acakan (2-3x soal). Dibaca bergiliran oleh masing-masing pasangan. Ketika peserta sendirian tidak punya partner, atau partnernya sedang berhalangan hadir, maka Ustadz wajib menggabungkann ya dengan kelompok lain yang kebetulan juz, halaman dan urutannya sama, jika hafalannya tidak sama dengan kelompok lain maka ustad hendaknya menunjuk salah seorang peserta yang berkemampuan untuk suka rela menemani.

c. Muroja’ah ditempat:

  1. Kembali ketempat semula.
  2. Mengulang bersama-sama seluruh bacaan yang disetorkan baik muroja’ah maupun hafalan baru, dengan sistem yang sama dengan setoran
  3. Menambah hafalan baru bersama-sama untuk disetorkan pada pertemuan berikutnya
  4. Jangan tinggalkan majlis sebelum mendapat izin ustadz/ustadzah.

BAB IV

Keistimewaan sistem jama’i

  1. Cepat menguasai bacaan Al-Qur’an dengan benar
  2. Menghilangkan perasaan grogi dan tidak PD ketika baca Al-Qur’an didepan orang lain
  3. Melatih diri agar tidak gampang tergesa-gesa dalam membaca
  4. Mengurangi beban berat menghafal Al-Qur’an
  5. Melatih untuk menjadi guru dan murid yang baik
  6. Menguatkan hafalan lama dan baru
  7. Semangat muroja’ah dan menambah hafalan baru
  8. Meringankan beban ustadz
  9. Kesibukannya selalu termotivasi dengan Al-Qur’an
  10. Mampu berda’wah dengan hikmah wa al-mau’idhah al-hasanah
  11. Siap untuk dites dengan sistem acakan
  12. Siap menjadi hamba-hamba Allah yang berlomba menuju kebaikan

BAB V

Jaminan

  1. Hafalan al-qur’an lanyah dan lancar dalam masa tempo yang sesingkat-singkatnya
  2. Sukses dan bahagia di dunia dan akhirat
  3. Pilihan Allah dan memperoleh surga `adn diakhirat nanti (surah fatir: 23-24)

BAB VI

Metode Muroja’ah (Pengulangan dan penjagaan fardhi atau jama’i)

Ayat-ayat Al-Qur’an hanya akan tetap bersemayam didalam hati utu al-`ilm jika ayat-ayat yang dihafal selalu diingat, diulang dan dimuroja’ah.

Berikut ini cara muroja’ah:

  1. Setelah hafal setengah juz/satu juz, harus mampu membaca sendiri didepan ustadz/ustadzah dan penampilan
  2. Setiap hari membaca dengan suara pelan 2 juz. Membaca dengan suara keras (tartil) minimal 2 juz setiap hari 
  3. Simakkan minimal setengah juz setiap hari kepada teman/murid/jama’ah/istri/ suami dst
  4. Ketika lupa dalam muroja’ah maka lakukan berikut ini:
    · Jangan langsung melihat mushaf, tapi usahakan mengingat-ingat terlebih dahulu
    · Ketika tidak lagi mampu mengingat-ingat, maka silahkan melihat mushaf dan
    · Catat penyebab kesalahan. Jika kesalahan terletak karena lupa maka berilah tanda garis bawah. Jika kesalahan terletak karena faktor ayat mutasyabihat (serupa dengan ayat lain) maka tulislah nama surat/no./juz ayat yang serupa itu di halaman pinggir (hasyiyah) 

Setelah menceburkan Yusuf ‘alalihi salam ke dasar sumur, mereka (saudara-saudara Yusuf ‘alaihi salam) mengambil baju Yusuf dan melumurinya dengan darah. Selanjutnya mereka kembali pulang menemui ayahnya pada sore hari dalam keadaan menangis atas kematian Yusuf ‘alaihi salam. Oleh karena itu, sebagian ulama salaf mengatakan, ” Janganlah kalian tertipu oleh tangan orang yang berbuat zhalim, berapa banyak pelaku kezhaliman menampakkan diri dengan tangisan.” Kedatangan mereka pada sore hari dimaksudkan untuk memperlancar tipu daya meraka.

Kisah Para Nabi, Ibnu Katsir, Cetakan ke-14 hal 273, Pustaka Azzam, November 2007, Jakarta Selatan

Ibnu Jarir meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Abu Malikah, berkata, “Pada suatu pagi saya pergi kepada Ibn ‘Abbas.” Maka ia berkata, “Malam tadi aku tidak dapat tidur sampai pagi.” Aku bertanya, “Apa Sebabnya.” Beliau menjawab, “Karena orang-orang berkata bahwa bintang berekor sudah terbit, maka saya cemas akan kedatangan asap (dukhan) yang sudah mengetuk pintu, maka saya tidak dapat tidur sampai pagi.”

Ibnu Katsir berkata, “Sanad perkataan ini adalah shahih kepada Ibn ‘Abbas (Tafsir Ibn Katsir). Fitnah & Petaka Akhir Zaman, Abu Fatiah Al-Adnani, Cetakan 1 Edisi Revisi, Hal. 299, Granada Mediatama, Solo, Januari 2007

‏ ‏حدثنا ‏ ‏محمد بن يحيى ‏ ‏وأحمد بن يوسف ‏ ‏قالا حدثنا ‏ ‏عبد الرزاق ‏ ‏عن ‏ ‏سفيان الثوري ‏ ‏عن ‏ ‏خالد الحذاء ‏ ‏عن ‏ ‏أبي قلابة ‏ ‏عن ‏ ‏أبي أسماء الرحبي  ‏عن ‏ ‏ثوبان ‏ ‏قال ‏
‏قال رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏يقتتل عند كنزكم ثلاثة كلهم ابن خليفة ثم لا يصير إلى واحد منهم ثم تطلع الرايات السود من قبل المشرق فيقتلونكم قتلا لم يقتله قوم ‏ ‏ثم ذكر شيئا لا أحفظه فقال ‏ ‏فإذا رأيتموه فبايعوه ولو حبوا على الثلج فإنه خليفة الله ‏ ‏المهدي ‏

http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?Doc=5&Rec=5634

Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda, “Akan berperang tiga orang di sisi pembendaharaanmu. Mereka semua adalah putera khalifah. Tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu dengan suatu pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu.” Kemudian beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan sesuatu yang tidak aku hafal, lalu bersabda, “Maka jika kamu melihatnya, berbai’atlah walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.”

Sunan Ibnu Majah, Kitabul Fitan Bab Khurujul Mahdi 2:1467: Mustadrak Al-Hakim 4:463-464. Dan dia berkata, “Ini adalah hadist shahih menurut syarat Syaikhain. “Perkataan Hakim ni juga disetujui oleh adz-Dzahabi, Ibnu Katsir berkata, “Ini adalah isnad yang kuat lagi shahih.” (An-Nihayah fit Firan 1:29 dengan tahqiq Dr. Thana Zaini. Fitnah & Petaka Akhir Zaman, Abu Fatiah Al -Adnani, Penerbit GMT hal. 150. Cetakan 1. Januari 2007. Edisi Revisi. Solo

———————–

Merangkak di atas Salju, merupakan tanda di mana seluruh bumi ini akan tertutup salju setelah datangnya Ad-Dukhan (kabut asap) sebagai akibat dari meteor/komet yang menabrak bumi. Bumi tertutup Ad-Dukhan yang menghalangi sinar matahari membuat bumi menjadi dingin sehingga bersalju dan tidak ada makanan.

Dajjal pun keliling dunia membagi-bagikan makanan, yang mebuat orang mengakui bahwa Dajjal adalah Tuhan. Dan Kaum muslimin kenyang dengan Tahlil, Takbir dan Tahmid (Hadistnya telah dituliskan di tulisan terdahulu dalam blog ini http://rezakahar.wordpress.com/2008/01/05/tanda-tanda-keluarnya-dajjal/)

Blog Stats

  • 32,693 hits

a

 

Mei 2008
S S R K J S M
« Feb   Jul »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Flickr Photos

Tunnel of light

More Photos