Derajat Hadist tentang Imam Mahdi


Hadist-hadist mengenai Imam Mahdi adalah Mutawatir Maknawi dan menjadi Aqidah Ahlusunnah Wal Jama’ah.

Ustadz Ihsan Tanjung yang merupakan Dewan Redaksi Eramuslim.com (http://www.eramuslim.com/info/redaksi.htm) pun mengeluarkan tulisan-tulisannya dalam rangka menyambut Imam Mahdi, agar kita tidak ikut-ikutan orkestra dari Barat yang ketika Imam Mahdi muncul kemudian disebut Teroris, kemudian kita pada ikut-ikutan mengatakan Teroris. Dan juga agar kita berhati-hati ketika bergabung menjadi pasukan Imam Mahdi tidak menjadi termasuk orang-orang 1/3 yang melarikan diri ketika melawan bangsa Rum.

Berikut tulisan Ustadz Ihsan Tanjung di Eramuslim.com:

1. http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/persiapan-menyambut-kehadiran-imam-mahdi-2.htm

2. http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/persiapan-mental-intelektual-menyambut-kehadiran-imam-mahdi.htm

3. http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/tanda-tanda-kemunculan-imam-mahdi.htm

4. http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/pasukan-imam-mahdi-memerangi-jazirah-arab.htm

5. http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/tiga-tanda-kiamat-yang-harus-diantisipasi-dewasa-ini.htm

6. http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/media-kuffar-menjuluki-imam-mahdi-teroris.htm

7. http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/berbaiat-dengan-imam-mahdi.htm

8. http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/bersiap-siaga-mengantisipasi-munculnya-imam-mahdi.htm

Berikut dikutip dari Buku Fitnah dan Petaka Akhir Zaman hal 141 – 143 dan Umur Umat Islam hal 53-55:

Hadist-hadist tentang Al-Mahdi adalah Mutawatir Maknawi. Hal ini telah dikemukakan oleh beberapa Imam dan Ulama, antara lain:

Hadist Mutawatir adalah hadits shahih yang diriwayatkan oleh suatu jama’ah (sekelompok orang) yang tsiqah (terpercaya, wara’, lagi berkepribadian tinggi), yang mana keadaan kualifikasi tersebut akan memustahilkan kesepakatan mereka untuk berdusta. Dan hadits dimaksud mereka terima dari suatu jama’ah yang berkualifikasi seperti mereka, dari awal sanad (perawi) sampai akhirnya. Yang mana riwayat mereka bersesuaian secara makna hadits secara global. Dan apabila hadits tersebut berbeda dalam sebagian lafazhnya serta bersesuaian dalam makna secara umum, maka ia disebut dengan hadits “mutawatir secara makna”. Hadits mutawatir maknawi berkedudukan sebagai ilmu yang qathi’ (ilmu yakin yang tidak diragukan lagi, tidak dapat ditawar lagi). Karena itu, mengetahuinya adalah wajib bagi jumhur (hampir semua ulama), mengamalkannya adalah wajib, dan orang-orang yang megingkarinya dapati menjadikannya sebagai orang kafir.

1. Al-Hafizh Abul Hasan Al-Aabiri berkata, “Telah mutawatir berita-berita dan telah melimpah riwayat-riwayat dari Rasulullah saw yag menyebutkan tentang Al-Mahdi bahwasanya dia berasal dari keluarga beliau, akan berkuasa selama tujuh tahun, akan memenuhi bumi dengan keadilan, bahwa Isa a.s. akan muncul dan membantu dia untuk memerangi Dajjal, dan dia mengimami umat ini melakukan shalat dan Isa shalat di belakangnya.” (Tahdzibul Kamal Fi Asmair Rijal 3: 1194 Karya Abud Hajjaj Yusuf Al Maziy)

2. Muhammad Al-Barzanji berkata, di dalam kitabnya Al-Isya’ah Asyratis Sa’ah yang memuat banyak sekali tanda akan datangnya kiamat dan di antaranya adalah Al-Mahdi yang merupakan tanda yang pertama kali muncul, katanya, “Ketahuilah bahwasanya hadits-hadits yang membicarakan Al-Mahdi dengan pelbagai riwayaty hampir tak terhitung banyaknya.” (Al-Isya’ah li Asyrathis Sa’ah: 87). Dia berkata lagi, “Saya tahu bahwa hadits-hadits yang membicarakan adalanya Al-Mahdi dan keluarnya pada akhir zaman yang dia ini dari keluarga Rasulullah saw dari keturunan Fatimah mencapai derajat mutawatir maknawi, maka tidak ada lagi artinya orang yang mengingkarinya.” (Al-Isya’ah: 112)

3. Al-‘Alamah Muhammad As-Safarini berkata, “Banyak sekali riwayat tentang akan kedatangan Al-Mahdi hingga mencapai derajat Mutawatir Maknawi. Hal ini sudah tersebar di kalangan ulama sunnah sehingga sudah dianggap sebagai aqidah mereka.” Kemudian beliau menyebutkan sejumlah hadits dan atsar mengenai kedatangan Al-Mahdi dan nama beberapa orang sahabat yang meriwayatkannya, lalu beliu berkata, “Sungguh telah diriwayatkan dari orang-orang yang menyebutkan nama sahabat dan yang tidak menyebutkan nama sahabat dengan riwayat yang banyak sekali jumlahnya serta dari para tabi’in sesudah mereka yang menghasilkan ilmu (pengetahuan) yang pasti (qathi’). Karena itu mengimani kedatangan al-Mahdi adalah wajib sebagaimana ditetapkan oleh para ahli ilmu dan dibukukan dalam aqidah Ahli Sunnah wa Jama’ah.” (Lawami’ul Anwari Bahiyyah 2:84. Dan periksa: Aqidah Ahlu Sunnah wal-Atsar, halaman 173).

4. Imam Syaukani berkata, “Hadits-hadits mutawatir mengenai kedatangan Al-Mahdi Al-Muntazhar yang dapat dipegangi sebagai hujjah di antaranya terdapat terdapat lima puluh hadits yang terdiri dari hadits shahih, hasan dan dha’if yang dikuatkan kedudukannya (karena banyaknya yang shahih dan hasan); dan ini adalah mutawatir tanpa diragukan dan tanpa ada kesamaran. Bahkan dalam jumlah di bawah lima puluh pun sudah dianggap mutawatir menurut istilah yang ditetapkan dalam ilmu ushul. Adapun atsar-atsar dari sahabat mengenai kedatangan Al-Mahdi ini banyak sekali jumlahnya dan dapat dihukumi marfu’, mengingat tidak adanya lapangan ijtihad dalam masalah ini (yakni tidak mungkin para sahabat berani mengatakan dengan pendapatnya sendiri bahwa kelak akan datang Al-Mahdi pada akhir zaman, melainkan karena mereka mendengar keterangan dari Rasulullah saw mengenai masalah ini).”

5. Shidiq Hasan berkata, “Hadits-hadits mengenai Al-Mahdi dengan riwayat dan susunan redaksinya yang bermacam-macam banyak sekali jumlahnya hingga mencapai derajat mutawatir maknawi. Hadits-hadits tersebut tercantum dalam kitab-kitab Sunan dan lain-lainnya dari kitab-kitab ke-Islaman, baik yang beruma mu’jam maupun musnad.” (Al-Idza’ah limaa Kana wa ma yakunu Baina Yadayis Sa’ah, halaman 112).

6. Syaikh Muhammad bin Ja’far Al-Kattani berkata, “Walhasil, hadits-hadits mengenai Al-Mahdi Al-Muntazahar adalah mutawatir. Demikian pula hadits-hadits tentang Dajjal dan akan turunnya kembali Nabi Isa Ibnu Marya a.s. ” (Nuzhmul Mutanatsir minal Haditsil Mutawatir karya Syaikh Muhammad bin Ja’far Al-Kattani, halaman 147).

Para Ulama yang menyusun Kitab tentang Al-Mahdi

Di samping adanya kitab-kitab hadits yang masyhur seperti Sunan Yang Empat (Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan An-Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majah), dan kitab-kitab Musnad seperti Musnad Ahmad, Musnad Al-Bazzar, Musnad Abi Ya’la, Musnad Al-Harits bin Abi Usamah, dan Mustadrak Al-Hakim, Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, Shahih Ibnu Khuzaimah, dan kitab-kitab lain yang menyebutkan hadits-hadits tentang Al-Mahdi. Sebagian ulama juga telah menyusun secara tersendiri mengenai Al-Mahdi Al-Muntazhar ini dalam karya-karya mereka yang memuat sejimlah besar hadits tentang Al-Mahdi ini, antara lain:

a. Al-Hafizh Abu Bakar bin bi Khaitsamah menghimpun hadits-hadits tentang Al-Mahdi, sebagaimaa dikutip oleh Ibnu Khaldun dalam Muqaddimahnya halaman 556 dari As-Suhaili.

b. As-Suyuthi menyusun satu bagian tersendiri diberi judul Al-‘Arful Wardiy Fi Akhbaril Mahdi dalam Al-Hawi Al Fatawi.

c. Dalam kitabnya An-Nihayah Fil Fitan wal Malahim juz 1 halaman 30, Ibnu Katsir mengatakan bahwa beliau telah menyusun tersendiri mengenai Al-Mahdi.

d. Ali Al-Muttaqi Al-Hindi memiliki sebuah risalah yang diberi judul Risalah Fi Sya’nil Mahdi (Al-Isya’ah li Asyrathis Sa’ah halaman 121)

e. Ibnu Hajar Al-Makki menyusun sebuah kitab yang diberi judul Al-Qaulul Mukhtasar Fi ‘Alaamatil Mahdil Mahdil Muntazhar. (Al-Isya’ah 105; Lawami’ul Anwar 2:72); dan Risalah / Thesis Abdul ‘Alim tentang Al-Mahdi di halaman 43).

f. Al-Mulla Ali Al-Qari menyusun sebuah kitab berjudul Al-Masyrabul Wardiy Fi Madzhabil Mahdi. (Al-Isya’ah: 113)

g. Mar’i bin Yusuf al-Hanbali menyusun sebuah kitab berjudul Fawaidul Fikri Fi Zhuhuril Muntazhar. (Lawami’ul Anwar 2:76; dan Al-Idza’ah: 113)

h. Asy-Syaukani juga menyusun sebuah kitab yang berjudul At-Taudhih Fi Tawaturi Maa Jaa’a Fil Mahdil Muntazhar wad-Dajjal wal-Masih. (Al-Idza’ah:113)

i. Shididq Hasan berkata, “As-Sayyid Al-‘Allamah Badrul Millah Al-Munir Muhammad bin Isma’il Al-Amir Al-Yamani telah mengumpulkan hadits-hadits yang menetapkan akan keluarya Al-Mahdi, yang dia ini berasal dari keluarga Nabi Muhammad saw dan akan muncul pada akhir zaman.” (Al-Idza’ah: 114) Pembahasan selengkapnya lihat Asyatus Sa’ah, Syaikh Yusuf Al Wabil.

Jadi hadits-hadits Nabi saw yang menerangkan tentang Al-Mahdi adalah merupakan kabar-kabar mutawatir dan jima’ para ulama (kecuali sebagian kecil saja, seperti Ibnu Khaldun) untuk wajib beriman dengannya dalam itikad dan tashdiq (pembenaran) bahwa Allah SWT akan mengeluarkan seseorang laki-laki yang berasal dari umat Nabi Muhammad saw yang akan memimpin kaum Muslimin dalam menghadapi huru-hara dan peperangan-peperangan yang terakhir, itulah ia Imam Mahdi.

Para Ulama Islam telah memberikan perhatian yang cukup besar terhadap hadits-hadits Al-Mahdi dengan keterangan-keterangan proporsional dalam kitab-kitab karya mereka sebanyak lebih dari 30 karangan.

Di Indonesia salah satu karya tentang Imam Mahdi adalah buah karya dari Dr. Muslih Abdul Karim dengan judul Isa dan Al Mahdi di Akhir Zaman, penerbit GIP-Jakarta.

Syaikh Al Bani pun mengeluarkan buku tentang Imam Mahdi dengan Judul Edisi Terjemahan bahasa Indonesia yaitu Dajjal Versus Imam Mahdi penerbit Pustaka Azzam – Jakarta.

———–

Referensi:

1. Ihsan Tanjung, www.eramuslim.com.

2. Abu Fatiah Al-Adnani, Fitnah dan Petaka Akhir Zaman, hal: 141-143, 315, Penerbit Granada Mediatama – Solo, Cetakan I Januari 2007 Edisi Revisi.

3. Amin Muhammad Jamaluddin, Terjemahan Bahasa Indonesia: Umur Umat Islam, Kedatangan Imam Mahdi & Munculnya Dajjal, Hal: 53-55, Penerbit Cendikia – Jakarta Selatan, Cetakan keenam belas Desember 2007.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di akhir zaman, Imam Mahdi. Tandai permalink.

4 Balasan ke Derajat Hadist tentang Imam Mahdi

  1. ‎ albadr jangan Sedih berkata:

    ‏ سبحان الله

    ArtikelNya: [baik]
    AnE Suka..

  2. ace maxs berkata:

    Saya percaya, ingsyaAlloh

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s