Jika kita melihat ke menara-menara atau tower-tower BTS kepunyaan para operator, maka kita akan melihat dua buah macam Atenna yaitu yang berbentuk bulat dan yang berbentuk persegi panjang.
1. Antenna yang berbentuk bulat dari yang kecil sampe yang super gede.
Atenna ini disebut juga dengan antenna parabola. Mungkin denger antenna parabola pada familiar ya, karena dari dulu kadang di rumah-rumah ada yang punya antenna parabola untuk menangkap siarang televisi satelit.
Antenna parabola ini memiliki radiasi gelombang elektromagnetik yang menyempit sehingga bisa menjangkau jarak yang jauh. Sehingga antenna parabola ini dipakai untuk menghubungkan antar tower seolah-olah kabel yang tak terlihat.
Antenna ini ada berbagai macam ukurannya, dari yang paling kecil 0.2m, 0.3m, 0.6m, 0.9m, 1.2m, 1.8m, 2.7m, 3.0m, sampai yang terbesar berdiameter 3.7m bahkan 4.5m. Bayangkan kalau antenna 4.5m diameternya sebesar rumah jatuh dari menara atau tower hehehe, pasti suaranya keras sekali.
Makin besar antenna makin sempit radiasinya, sehingga makin jauh jangkauannya. Istilah telco nya adalah makin tinggi Gain nya (Penguatannya). Tapi kalau make antenna besar perlu diperhatikan ruang di tower apakah mencukupi dan juga kekuatan tower.
Dalam dunia telco, Antenna yang bundar ini atau antenna parabola ini dipakai oleh perangkat yang dinamai perangkat transmisi microwave (gelombang mikro). Jangan dibayangkan ya kalau ini perangkat untuk memasak atau memanaskan makanan
. Kenapa disebut microwave/gelombang mikro? Karena frekuensi yang dipakai cukup tinggi dimulai dari 3 GHz sampai 80 GHz.
2. Atnenna yang berbentuk persegi panjang
Nah kalau antenna ini disebut antenna sektoral. Karakteristik antenna ini memiliki radiasi yang lebih lebar yang berguna untuk menangkap sinyal dari hand phone di sekitar tower. Antenna jenis ini yang dipakai oleh perangkat yang disebut sebagai BTS (2G), NodeB (3G) maupun eNodeB (LTE)



7 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
Juli 18, 2010 pada 11:50 pm
fathurrohim
mntap….
Juli 19, 2010 pada 9:25 pm
rezakahar
semoga masih bisa terus mengembangkan tulisan dibidang telco
November 12, 2010 pada 8:17 pm
AEP
ditunggu tulisan telco selanjutnya mas reza
November 13, 2010 pada 5:22 am
rezakahar
amin, iya nih, semoga bisa terus berkarya : ), kebanyakan tugas hehe
Desember 4, 2010 pada 12:32 pm
cah ireng
mas mau nanya nih……
klo untuk BTS tower 3G itu ciri2 nya gmn ya?
soalnya di sini nangkep signal 3g tapi cuma 1bar ,.. sedangkan di tempatku itu towernya ada tiga n ber dekatan…. mungkin salah satunya itu telkomsel.
tapi kenpa setlah aku buat antena terus aku arahkan ke tower n bergantian signal tetep 1bar….
Desember 4, 2010 pada 2:15 pm
rezakahar
2G 3G itu biasanya ada pada satu tower. bahkan sekarang satu buah kabinet di dalam shelter pun ada yang dah gabungan 2G dan 3G. Jadi kita gak bisa melihat dari bentuk towernya saja. Jadi kalau cuma satu bar, mungkin itu sinyalnya berasal dari tower lain yang lebih jauh yang sudah diinstal perangkat Node B (sebutan BTS untuk 3G).
Term BTS untuk 2G, dan Node B untuk 3G, sedangkan e-Node B untuk 4G
Januari 24, 2011 pada 1:58 pm
Penguat Sinyal
Hingga saat ini masih mencari software yang bisa mendeteksi bts provider, baik itu indosat, telkomsel, xl, ataupun smart. Adakah yg tau download dimana?