Keadaan Negeri, Kota, Bangsa, di Akhir Zaman


“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kalian yang beriman dan beramal shaleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi sebgaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan untuk mereka agama mereka yang diridhai-Nya. Dan Dia benar-benar akan merubah keadaan mereka, dari rasa takut menjadi rasa aman. Mereka akan beribadah kepada-Ku semata, tidak menyekutukan-Ku dengan suatu apapun. Tetapi barangsiapa kafir setelah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” [QS. An-Nur (24): 55]

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah melipat untukku bumi, maka aku bisa melihat ujung timur dan ujung baratnya. Dan sesungguhnya kekuasaan ummatku akan mencapai apa yang dilipat untukku. Aku juga dikaruniai perbendaharaan (kekayaan) merah (Romawi) dan putih (Persia).” [HR. Muslim: Kitabul Fitan no.5144, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad. Juga diriwayatkan oleh Ahmad dari Syaddad bin Aus. Dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Silisilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no.2]

Rasulullah saw bersabda, “Urusan (Islam) ini benar-benar akan mencapai apa yang dicapai oleh malam dan siang (yakni seluruh dunia) dan Allah tidak akan menyisakan sebuah rumah pun di muka bumi ini, baik rumah di kota maupun rumah di desa (penduduk nomaden), kecuali Allah akan memasukkannya ke dalam agama ini dengan kemuliaan orang yang mulia atau kehinaan orang yang hina. Kemuliaan yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah menghinakan kekafiran.” [HR. Ahmad, Ath-Thabrani, Al-Hakim, Ibnu Mandah, dan Ibnu Hibban. Dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Al-Hadits Ash-Shahihah no.3]

Dari Abu Umamah al-Bahili r.a, ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menghadapkanku ke arah negeri Syam dan menjadikanku membelakangi negeri Yaman. Allah berfirman kepadaku, ‘Wahai Muhammad! Sesungguhnya Aku telah menjadikan negeri di hadapanmu sebagai ghanimah (harta rampasan perang) dan rizki, dan Aku telah menjadikan negeri di belakang punggungmu sebagai tambahan karunia. Islam senantiasa akan bertambah jaya dan kesyikiran serta orang-orang musyrik akan semakin lemah, sehingga akan ada dua orang wanita yang melakukan perjalanan jauh (dengan aman) tanpa takut sesuatu pun selain kezaliman (penguasa).” Beliau lantas bersabda, “Demi Dzat yang nyawaku berada dalam tangan-Nya. Sesungguhnya tidak akan berlalu waktu malam dan siang kecuali agama Islam ini akan mencapai apa yang dilewati oleh bintang ini (matahari).” Dan dalam riwayat lain, “Urusan (Islam) ini benar-benar akan mencapai apa yang dicapai oleh malam.” [HR. Al-Thabrani, Abu Nu’aim dan Ibnu ‘Asakir. Dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jaami’ al-Shagir no. 1716 dan Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no.35]

Rasulullah saw bersabda, “Malam dan siang tidak akan musnah, sampai Lata dan ‘Uzza disembah,” ‘Aisyah r.a bertanya, “Wahai Rasulullah, semula aku benar-benar menyangka bahwa setelah Allah menurunkan ayat-Nya (yang artinya): ‘Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai (QS. At-Taubah: 33)’, bahwa itu benar-benar sempurna.” Beliau bersabda, “Sungguh, itu akan terus berlangsung hingga waktu yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian Allah akan mengirimkan angin thayyibah (angin harum) yang mewafatkan setiap orang yang di dalam hatinya terdapat seberat satu biji sawi keimanan, sehingga tinggallah orang-orang yang tidak akan ada kebaikan dalam dirinya, sehingga mereka kembali kepada agama nenek moyang mereka.” [HR. Muslim: Kitabul Fitan wa Asyratus Sa’ah no. 5174]

Disebutkan dalam hadits Abu Hurairah bahwasanya Nabi saw bersabda, “Para Nabi itu bersaudara seayah dengan ibu yang berbeda-beda, sedang agama mereka satu. Aku adalah orang yang paling dekat dengan Isa putra Maryam, karena antara aku dengan dia tidak diselingi oleh seorang Nabi pun. Dan sesungguhnya dia akan turun ke bumi. Maka jika ia turun, kenalilah oleh kalian ciri-cirinya. Ia adalah seorang yang warna kulitnya tidak terlalu merah tidak pula terlalu putih (sedang) dengan  mengenakan dua pakaian. Dari atas kepalanya seperti menetes air, meski tidak kelihatan ada basah. Ia berjihad dan mengajak manusia untuk masuk Islam, menumbangkan salib, membunuhi babi, tidak memungut jizyah (pajak). Pada masa itu Allah akan menghancurkan seluruh agama selain Islam dan pada masa itu Allah membinasakan Al-Masih Ad-Dajjal. Suasanan di muka bumi pada saat itu sangat aman, sehingga ular hitam dapat hidup bersama dengan unta, harimau berdampingan dengan sapi dan serigala bersama dengan kambing, dan anak-anak kecil dapat bermain-main dengan ular sedang ular-ular itu tidak membahayakan mereka. Isa akan hidup selama empat puluh tahun, kemudian ia wafat dan dishalatkan oleh kaum muslimin.” [HR. Abu Daud: Kitabul Malahim no. 3866, Ibnu Hibban no. 6775, Ahmad no. 8902, 9259 dan Al-Hakim no. 4128. Al-Hakim, Adz-Dzahabi, Ibnu Hajar, dan Al-Albani menyatakan sanadnya shahih. Lihat Fathul-Bari Syarhu Shahih Al-Bukhari 6/493,  Shahih Al-Jami’ Al-Shaghir no. 5389 dan Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 2182]

Rasulullah saw bersabda, Alangkah baiknya kehidupan setelah turunnya Isa Al-Masih. Alangkah baiknya kehidupan setelah turunnya Isa Al-Masih. Kepada langit diperkenankan (oleh Allah) untuk menurunkan hujan. Kepada bumi diperkenankan untuk menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Sekiranya engkau menaburkan benih ke atas sebongkah batu, niscaya akan tetap tumbuh. Pada masa itu tidak ada lagi sikap permusuhan, iri, dan kebencian di antara sesama. Seorang laki-laki akan melewati seekor singa tanpa mendapat celaka sedikit pun. Seorang laki-laki akan melewati seekor menginjak (tanpa sengaja) seekor ular tanpa sedikit pun mendapat celaka. Pada masa itu tidak ada lagi sikap permusuhan, iri dan kebencian di antara sesama.[HR. Abu Bakar Al-Anbari, Ad-Dailami, Abu Sa’id An-Naqasy dan Ibnu Muhib At-Thabari dari Abu Hurairah dengan sanad shahih. Shahih Al-Jami’ Al-Shaghir no. 3919 dan Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 1926]

Dari hadits Nawas bin Sam’an yang panjang, Rasulullah saw bersabda, “… Tatkala mereka hidup dalam keadaan demikian itu, Allah mengirimkan sebuah angin yang lembut yang mengambil mereka dan mencabut nyawa setiap orang mukmin dan muslim, sehingga yang tersisa hanyalah orang yang jahat. Mereka saling bermusuhan di antara sesama. Pada merekala itulah kiamat akan terjadi.” [HR. Muslim: Kitabul Fitan no. 5228, Tirmidzi no. 2116, Ibnu Majah no. 4065 dan Ahmad no. 14916]

Referensi:

1. Abu Fatiah Al-Adnani, Misteri Negeri-Negeri Akhir Zaman, Solo: Granada Mediatama, Cetakan II, Agustus 2007

Pos ini dipublikasikan di akhir zaman. Tandai permalink.

8 Balasan ke Keadaan Negeri, Kota, Bangsa, di Akhir Zaman

  1. anonymous berkata:

    nice post..
    semoga menjadi renungan bagi kita semua..

    salam kenal ya…

  2. pawaka berkata:

    salam pak reza

    blog yang informatif

    moga kita terus berhubungan

    wassalam

  3. pawaka berkata:

    bukan …..ezaisul la

    • rezakahar berkata:

      Wah… salah tebak aku🙂

      karena di email outlook ada out office replay sedang cuti. Jadi saya ambil kesimpulan kalau itu Pak Raja. Ternyata pak ezaisul.

      btw, bapak kita namanya sama, berarti julukan kita sama. yaitu Ibnu Sultan hehehe…

      luar biasa blog nya penuh dengan karya sastra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s