Kisah-kisah Merapatkan Shaf Shalat Berjama’ah di Masjid


20140418-223321.jpg

Malam itu di tahun 1999, ketika saya dan beberapa teman, pergi ke bandung untuk intensif UMPTN di Bandung.

Saya ngekos di jalan Kenari, dan shalat berjama’ah di Masjid Balaikota yang sangat indah, dengan sound yang enak di dengar, dinding dan pintu terbuat dari kaca tebal. Tempat wudhunya pun enak, ada yang bisa untuk duduk. Dan lantai yang dari ubin kayu.

Malam itu kami shalat berjama’ah, dan saya dapat shaf paling kiri, di samping saya seorang kakek-kakek. Ketika saya mulai shalat, saya tempelkan kaki kanan saya ke kakek itu, tapi dia tidak mau, kemudian saya tempelkan lagi, dan dia bergeser lagi, kemudian saya tempelkan lagi untuk kesekian kalinya, kemudian kakek ini kesal dan akhirnya kaki saya diinjak oleh kaki kiri dia dan diputar-putarnya.

sakit juga euy,

…………….
kisah berikutnya terjadi di Masjid Pondok Indah.

Saat shalat dhuhur berjama’ah di Masjid Pondok Indah. Seperti biasa, kami salah satu dari rombongan ericsson mengambil shaf di sekitar belakang imam.

ketika qamad dikumandangkan dan kami sudah membentuk shaf, di samping kiri saya sudah merapatkan kakinya dengan kaki saya, akan tetapi sebelah kanan saya tidak mau merapatkan shaf.

Kemudian saya rapatkan shaf ke sebelah kanan saya, tapi dia bergeser, kemudian saya tempelkan lagi kaki dia, tapi dia bergeser lagi, sampai beberapa kali, hingga akhirnya laki-laki tinggi itu menyetop saya dengan tangannya, dan bilang, “Maaf mas, tidak usah rapat-rapat, nanti tidak khusyu’ ”

………………….

kisah ketiga ini dialami oleh teman saya satu divisi tapi beda departemen di Ericsson. Dan juga satu almamater dari ITB, hanya beda angkatan.

Kami insyaAllah berusaha selalu menjaga untuk shalat berjama’ah di Masjid. Dan Masjid yang dekat dengan kantor kami adalah Masjid Pondok Indah.

Ketika shalat, temen saya ini berusaha merapatkan shaf dengan yang sebelah kirinya, posisi teman saya itu ada di sebelah kanan.

ketika merapatkan shaf, orang itu selalu bergeser ke kiri, sampai mentok ada jama’ah lain di sebalah kirinya.

akhirnya ketika teman saya merapatkan shaf ke orang itu, dan orang itu tidak bisa ke kiri lagi, apakah yang terjadi?

ternyata orang itu malah mundur ke belakang

Pos ini dipublikasikan di Tidak terkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s