Kisah Nabi Muhammad SAW Yang Berjumpa Kepada Allah SWT di Padang Masyar untuk Meminta Syafa’at


Imam Ahmad berkata bahwa berkata kepada kami Ibrahim bin Ishaq Ath-Thalqani yang berkata bahwa berkata kepada kami Nadhir bin Syamil Al-Mazini yang berkata kepadaku Abu Hanidah Al-Barra’ bin Naufal dari Walan Al-Adawi dari Hudzaifah dari Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu,

Pada suatu hari, usai shalat subuh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam duduk sendirian di masjid. Pada waktu dhuha, beliau tertawa lalu duduk di tempatnya semula hingga shalat zhuhur, ashar dan maghrib. Dalam semua waktu tersebut, beliau tidak bicara sedikit pun hingga datang waktu shalat isya’. Usai shalat isya’, beliau langsung pulang ke rumahnya.

Para sahabat menemui Abu Bakar dan berkata, “Kenapa engkau tidak bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam mengenai masalah yang dihadapinya? Sungguh pada hari ini, beliau mengerjakan keganjilan yang tidak pernah beliau kerjakan sebelumnya!”

Lalu Abu Bakar menemui Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan menanyakan masalah yang dihadapinya. Jawab beliau, “Benar. Diperlihatkan kepadaku sesuatu yang bukan urusan dunia dan bukan pula akhirat. Manusia generasi pertama dan generasi terakhir dikumpulkannya semua di satu tempat. Mereka berada di tempat tersebut hingga kemudian berjalan menuju Adam ‘Alaihis-Salam sementara keringat nyaris menghalangi mereka. Kata mereka, “Wahai Adam, engkau adalah bapak manusia dan engkau dipilih Allah Azza wa Jalla, mintalah syafa’at untuk kami kepada Rabbmu!” Nabi Adam berkata, “Sungguh, aku juga merasakan apa yang kalian rasakan. Pergilah kalian pada bapak kalian setelah bapak kalian, kepada Nuh, Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan kelurga Imran melebihi segala umat.”

Kemudian mereka pergi dengan tujuan Nuh ‘Alaihis-Salam. Kata mereka, “Mintalah syafa’at untuk kami kepada Rabbmu. Karena engkau dipilih Allah dan Allah telah mengabulkan doamu hingga bumi bersih dari orang-orang kafir.” Kata Nuh, “Itu bukan hak kami. Pergilah kepada Ibrahim Alaihis-Salam karena ia dijadikan Allah sebagai kekasih-Nya!”

Mereka segera pergi ke arah Ibrahim. Kata Ibrahim, “Itu bukan hak saya. Pergilah kepada Musa Alaihis-Salam karena ia pernah berdialog dengan Allah!” Jawab Musa, “Itu bukan hak saya. Pergilah kepada Isa bin Maryam Alaihis-Salam karena dulu ia bisa menyembuhkan orang buat dan penderita sakit kusta serta menghidupkan orang mati!” Isa menjawab, “Itu bukan hak saya. Pergilah kepada keturunan Adam terbaik. Pergilah kepada Muhammad Shalallahu Alaihi wa Sallam dan minta dia memohon syafa’at untuk kalian kepada Rabb kalian Azzaa wa Jalla!”

Malaikat Jibril datang menghadap Rabbnya Tabarak wa Ta’ala lalu firman Allah kepada Jibril, “Beri dia izin masuk dan berilah kabar gembira berupa surga kepadanya!” Kemudian Jibril membawa Muhammad Shalallahu Alaihi wa Sallam menghadap Allah, lalu Muhammad Shalallahu Alaihi wa Sallam jatuh sujud di hadapan-Nya beberapa lama. Allah Azza wa Jalla berfirman, “Angkat kepalamu!” Bicaralah niscaya bicaramu didengar! Dan mintalah syafa’at niscaya engkau diberi syafa’at!” Kemudian Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam mengangkat kepalanya dan ketika ia melihat wajah Rabbnya, maka ia langsung menjatuhkan dirinya untuk sujud kepada-nya lebih lama daripada sujud sebelumnya. Allah Azza wa Jalla berfirman, “Angkat kepalamu dan bicaralah niscaya bicaramu didengar! Mintalah syafa’at niscaya engkau diberi syafa’at!”

Kata Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam, “Kemudian Muhammad Shalallahu Alaihi wa Sallam ingin menjatuhkan diri untuk sujud lagi, namun Jibril menahannya dengan kedua lengannya. Lalu Allah membuka doa baginya yang belum pernah Dia buka kepada siapa pun.” Kata Muhammad Shalallahu Alaihi wa Sallam, “Tuhanku, Engkau menciptakanku sebagai keturunan Adam yang terbaik dan tidak ada kebanggaan melebihi hal ini. Aku adalah keturunan Adam yang kuburannya pertama terpuka pada hari Kiamat dan tidak ada kebanggaan melebihi hal ini, hingga beliau tiba di Telaga Al-Kautsar yang lebih panjang daripada jarak antara kota Shana’an dan Ailah.” Lalu dikatakan, “Cobalah panggil orang-orang yang jujur (Ash-Shiddiqun) dan suruh mereka member syafa’at!” Dikatakan lagi, “Panggil para Nabi!” Kata Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Sekarang panggil para syuhada’ dan suruh mereka member syafa’at!” Kata Rasululllah Shalallahu Alaihi wa Sallam, “Lalu datanglah seorang Nabi dengan disertai beberapa orang pengikutnya. Ada lagi Nabi dengan diikuti lima atau enam orang pengikutnya. Dan ada lagi Nabi yang tidak mempunyai pengikut satu pun.”

Dikatakan lagi, “Cobalah panggil para syuhada’ dan suruh mereka member syafa’at kepada siapa saja yang mereka kehendaki!” Ketika para syuhada’ telah melakukannya, maka Allah Azza wa Jalla berfirman, “Aku adalah Yang Maha Penyayang. Masuklah kalian ke dalam Surga-Ku siapa aja yang tidak pernah menyekutukan Aku dengan sesuatu pun!”

Kata Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam, “Mereka pun masuk ke dalam Surga.” Lalu Allah Azza wa Jalla berfirman, “Periksalah penghuni neraka, apakah kalian mendapati orang yang pernah mengerjakan kebaikan meski cuma sekali?” Kata Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam, “Malaikat mendapati satu orang dan kata malaikat kepada orang tersebut, “Apakah engkau pernah mengerjakan kebaikan meski Cuma sekali sepanjang hidupmu?” Orang tersebut menjawab, “Tidak, namun aku dulu selalu memberi kelonggaran kepada manusia dalam jual-beli.” Allah Azza wa Jalla berfirman, “Berilah kelonggaran kepada hamba-Ku karena dia dulu member kelonggaran kepada hambaa-hamba-Ku yang lain!” Kemudian malaikat mengeluarkan satu orang lagi dari nereaka dan bertanya kepadanya, “Apakah engkau pernah mengerjakan kebaikan meski hanya sekali sepanjang hidupmu?” Jawab orang tersebut, “Tidak pernah. Namun dulu aku menyuruh anak-anaku jika aku telah meninggal dunia agar mereka membakarku kemudian menggiling jasadku. Jika jasadku telah jadi halus seperti celak, maka mereka kuperintahkan membawa abuku ke laut dan menerbangkannya sehingga hilang dibawa angin. Demi Allah, Allah Rabbul ‘Alamin tidak akan mengembalikanku untuk selama-lamanya.” Allah Azza wa Jalla bertanya kepada orang tersebut, “Kenapa engkau melakukan hal yang demikian?” Jawab orang tersebut, “Itu aku lakukan tiada lain karena takut kepada-Mu!” Firman Allah Azza wa Jalla, “Lihatlah kepada raja yang paling agung dan sesungguhnya engkau berhak menjadi raja seperti dia dan bahkan sepuluh kali lipat lebih agung daripada dia!” Kata orang tersebut, “Tuhanku, apakah Engkau meledekku, padahal Engkau adalah Raja Diraja?” Katau Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, “Itulah yang membuatku tertawa sedari waktu dhuha tadi.”

[Diriwayatkan Ahmad]

Ref: Ibnul Qayyim. Tamsya Ke Surga. Hal 524-427. Darul Falah Cetakan Keempat 1421 H.

————

M Reza Kahar Aziz, ST

https://rezakahar.wordpress.com

http://id.linkedin.com/in/rezakahar

Pos ini dipublikasikan di Tidak terkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s