Antara TOEIC dan TOEFL


Saya sudah pernah mengambil ITP TOEFL sebanyak 4 kali. Sedangkan untuk mengambil PBT, CBT, dan IBT belum pernah karena belum pede, khawatir nilai tidak memuaskan sedangkan sudah keluar uang banyak. karena PBT, CBT, IBT TOEFL bisa 2-3jt an sekali test.

ITP TOEFL biayanya sekitar 200-300 ribu rupiah. dalam 4 kali ambil sejak tahun 2005 – 2010 mendapatkan nilai pernah di bawah 500, kemudian 51x (lima ratus belasan), 520 dan 530. Yang menarik tahun 2005 saya mendapatkan 520 dengan nilai listening yang dibawah 500, grammar dapet point tertinggi. Sedangkan tahun 2010 saya test lagi ITP TOEFL mendapatkan 530. Bayangkan dalam dalam 5 tahun hanya naik 5 point. Padahal saya kerja di perusahaan multi nasional hehe. Emang sih selama ini saya kalau test TOEFL hampir bisa dibilang selalu mendadak tanpa persiapan yang memadai. Uniknya tahun 2010 ini rupanya reading saya bagus sekali hampir dapat 600, listening 500-an di tengah, sedangkan grammar terjun bebas hanya 400-an sehingga kalau ditotal menjadi 530. Mungkin hal itu karena selama kerja 5 tahun saya sering baca dokumen, email, artikel dalam bahasa Inggris dan sering berinteraksi dengan memakai bahasa Inggris. Sedangkan grammar berantakan karena selama lima tahun ini jarang memperhatikan grammar dalam membaca, menulis dan mendengar.

Tahun 2012 ini saya mencoba yang lain selain TOEFL. Tadinya mau nyoba IELTS, tapi karena masalah biaya, saya memilih TOEIC. Teman-teman juga banyak yang menyarankan coba TOEIC saja, karena menggunakan bahasa yang lebih mudah yaitu bahasa kerja sehari-hari.

Jumat tanggal 14 September 2012, akhirnya saya melakukan test TOEIC jam 2 siang setelah sholat jumat. Biayanya 500ribu rupiah saja, lebih mahal dikit dari ITP TOEFL, tapi jauh lebih murah dari IELTS, PBT/CBT/IBT TOEFL yang bisa 2-3jtan (tergantung kurs dollar). Test saya lakukan di International Test Center (ITC) di jalan Sudirman, Plaza Central, Samping Atmajaya Semanggi. Karena berdua dengan adik saya bawa mobil diparki di bendungan hilir, supaya gak kena 3in1 pas pulangnya di sore hari.

Ternyata benar dari 100 soal listening selama 45 menit dan juga 100 soal reading selama 75 menit ini, sehingga total 2 jam. Bahasa yang banyak digunakan adalah bahasa dunia kerja sehari-hari di lingkungan internasional. Saya yang hampir 6 tahun kerja di perusahan vendor telekomunikasi internasional merasa familiar dengan bahasa yang digunakan.

Total waktu yang dibutuhkan mulai dari registrasi selama setengah jam, test dimulai dengan mengisi data-data setengah jam, listening 45 menit, reading 75 menit, dan menunggu hasil selama setengah jam. Jadi total waktu adalah 3,5 – 4 jam.

Saya sebelum test mencoba sekali contoh test dari sebuah buku milik adik saya. Saya coba kerjakan listening dengan konsentrasi yang kurang, serta reading dengan cepat, mendapatkan score 840. Sehingga saya jadi pede untuk menargetkan score di atas 900. Oh ya TOEIC ini memiliki score minimal 10 dan score tertinggi 990.

Ternyata ketika test, soal dari test ini agak lebih susah dari contoh yang dibuku hehe. Terutama bagian reading, ternyata soal pengumuman, email, surat, dsb lebih panjang dari pada yang ada dibuku. Hampir saja saya kehabisan waktu di reading. Ketika 45 menit menjelang habis, saya langsung lompat ke bagian akhir yang satu bahan reading untuk 5 soal. Sehingga lebih hemat waktu. Strategi penting di sini, agar kita tidak keteteran sehingga kehabisan waktu kemudian menebak sisa soal yang tidak dikerjakan. Jadi ingat waktu test TPA Bappenas yang pertama kali saya terlalu santai di soal awal matematika sehingga kehabisan waktu dan akibatnya saya score TPA saya tidak nyampe 500. Ketika test kedua kalinya, di bagian matematika saya ngebut, mengerjakan soal yang paling mudah sampe selesai, yang mudah tapi lama saya kerjakan. Setelah selesai, baru saya kerjakan soal mudah tapi lama, soal susah ditebak aja kalau waktunya sudah habis. Hasilnya, TPA saya meningkat drastis dari tadinya gak nyampe 500 menjai score 709.

Alhamdulillah di test TOEIC kemarin, saya bisa menyelesaikan reading dengan tepat waktu walaupun lumayan terburu-buru mengerjakannya berpacu dengan waktu. Setelah selesai, sholat Ashar, dan kembali lagi, belum setengah jam hasil sudah ada. Saya buka amplopnya, dan subhanallah saya dapat nilai 860.

Jika melihat dari http://secure.vec.bc.ca/toefl-equivalency-table.cfm, maka ternyata TOEIC 785-990 maka setara dengan TOEFL PBT dengan score 590-667. Jadi kira-kira score TOECI 860 setara dengan TOEFL PBT senilai 621.

Nikmatnya test TOEIC ini adalah lebih murah dengan biaya 500ribu, lebih mudah karena pake bahasa dunia kerja sehari-hari, serta hasil test selesai kurang dari setengah jam. TOEIC ini bisa digunakan biasanya pada Universitas di Jepang dan Korea. Jadi kalau ada pilihan bahasan Inggris yaitu TOEIC, IELTS maupun TOEFL, maka pilih saja TOEIC. Jika TOEIC tidak dalam pilihan, maka ya pilih antara IELTS atau TOEFL🙂

Ok Semoga bermanfaat, dan selamat ikut test kemampuan bahasa Inggris.

Dan tentu saja jangan lupa dibantu dengan sholat berjama’ah di masjid bagi laki-laki, serta banyak berdoa sebelum test, ketika test dan setelah test. Doa dari surat Al-Kahfi ayat 10 juga bagus🙂

Pos ini dipublikasikan di Tidak terkategori. Tandai permalink.

7 Balasan ke Antara TOEIC dan TOEFL

  1. Lex berkata:

    Congrats Bapak,
    nilai TOEIC nya tinggi ya *thumbsup*

    Terima kasih atas informasinya. Semoga Bapak bisa menyebarkan informasi ini kepada rekan kerja dan kerabat juga teman.
    Sebagai tambahan informasi, TOEFL adalah tes yang bersifat akademis. Keperluan seseorang mengambil tes TOEFL adalah bila orang tsb perlu melanjutkan studi yang biasanya keluar negeri. TOEFL sendiri sudah berevolusi dan yang berlaku Int’l adalah TOEFL iBT. Paper, CBT dan ITP tidak berlaku secara Int’l.
    Sedangkan TOEIC adalah tes yang bertujuan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris utk komunikasi Int’l. Jadi bisa digunakan sebagai alat ukur yang lebih mendunia untuk mahasiswa, karyawan, pengajar dan siapapun yang ingin mengetahui proficiency bahasa inggris nya.
    Baik TOEFL dan TOEIC adalah tes yang dikeluarkan oleh ETS, NJ Amerika dan perwakilannya di Indonesia adalah International Test Center (ITC).

    Sekali lagi, terima kasih dan selamat🙂

  2. ariscahyadi berkata:

    Alhamdulillah TOEIC saya gak jauh beda dengan Pak Reza, jadi bisa untuk memenuhi syarat masuk kuliah di salah satu universitas di Korea… Setelah hampir putus asa karena TOEFL yang mentok di 533 dan IELTS di 6.0, akhirnya saya coba tipe ujian yang lain yaitu TOEIC karena hanya bahasa inggris lah yang jadi syarat terakhir agar saya bisa diterima… Untuk ambil IELTS dan TOEFL lagi biaya cukup besar (sekitar 2 juta) belum lagi kalau perlu kursus intensive agar bisa menaikkan score (sekitar 1-2 juta lagi)… Oleh karena itu saya coba TOEIC yang katanya lebih mudah dan biayanya pun relatif lebih murah (500rb) plus ongkos (sekitar 200rb) karena saya harus PP dari BDG-JKT, bahkan hasilnya dapat diperoleh setengah jam setelah ujian selesai… Namun setelah perjuangan melelahkan dari jam 10 pagi sampai jam 12 malam (karena kehabisan travel plus macet di jakarta hujan deras) akhirnya membuahkan hasil yang cukup memuaskan TOEIC score TOEIC saya 865….
    Jadi untuk rekan-rekan yang ingin meneruskan study apabila salah satu persyaratan memperbolehkan TOEIC maka saya sarankan mengambil ujian TOEIC Redesign, namun kalau memang tidak bisa silahkan persiapkan bahan dan sekaligus trik2 dalam mengerjakan ujian IELTS maupun TOEFL… Tapi bisa jadi dengan TOEIC bisa dijadikan sarana untuk memenuhi syarat pendaftaran sementara sehingga universitas punya pertimbangan untuk menerima berdasarkan kemampuan komunikasi bahasa inggris kita…

    • rezakahar berkata:

      Selamat ya Pak Aris, alhamdulillah sekarang Pak Aris sedang studi S3 di Korea🙂
      Ternyata mirip-mirip ya, saya TOEFL 530 dapat TOEIC 860, Pak Aris TOEFL 533 dapat TOEIC 865.🙂

  3. dwi berkata:

    trimakasih info yang bapak berikan sangat membantu saya semoga amal baik bapak dibalas sama yang diatas

  4. Nana berkata:

    Kebetulan saya sedang browsing membaca pengalaman toeic dan akhirnya mampir kesini. seru ya pengalamannya. Sepertinya saya juga akan punya pengalaman yg mirip sm bapak2 di atas. Saat ini saya sudah 3 kali tes TOEFL ITP dan mentok di 533. Saya ingin mencoba peruntungan di TOEIC minggu depan, mudah2an dapat score seperti bapak2 >800.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s