Sains dan Teknologi yang Ingin Dikuasai


Saya hanyalah orang yang bodoh, Allah Yang Maha Mengetahui, memberikan sedikit ilmu kepada saya. Sering saya merasa buntu dalam berfikir, dan setelah berdoa minta pertolongan kepada Allah, baru terasa fikiran terbuka, ide mengalir. Karena ilmu semua itu datangnya dari Allah sumber ilmu. Ilmu itu datang dengan adanya ide, dari membaca, maupun diajari oleh orang tua, guru, dan lain-lain. Saya ucapkan banyak terima kasih bagi yang telah mengajarkan saya sehingga saya memiliki ilmu sampai sekarang ini. Alhamdulillah

Sejak SD saya suka matematika. Terima kasih atas Kakak-kakak Mahasiswa yang tinggal di Masjid Al Wasi’i yang mengajarkan kami Iqro baca Al Quran dan Matematika. Karena suka matematika, NEM SD saya 43,86 (max 50) untuk nilai matematika mendapat 10 (nilai sempurna, tanpa ada salah).  Sejak itu nilai matematika saya selalu bagus. Bahkan NEM SMP 51,13 (max 60) saya mendapatkan nilai matematika 9,96 (dari maximum nilai 10), dan NEM SMU saya 54,40 (maximum 70) mendapatkan nilai matematika 9,54 (dari maximum nilai 10). Bahkan di STTB saya juga pernah dikasih nilai matematika dengan nilai 10.

Ketika SMP saya mengenal fisika. Saya sempat stress dengan fisika. Alhamdulillah setelah diajari di perpustakaan Masjid Al Wasi’i oleh Kak Harianto, mahasiswa UNILA yang tingal di Masjid Al Wasi’i, saya melihat fisika menjadi mudah dan menyenangkan. Akhirnya saya senang fisika juga. Alhamdulillah saya bisa lulus SMP dengan NEM 51,13. Sehingga bisa masuk ke kelas unggulan di SMU terfavorit di Lampung.

Ketika SMU saya mengenal kimia dan biologi. Saya mulai suka kimia kelas dua SMU, diajari dengan guru yang sering menghukum saya dan teman2 yang sering terlambat dari komplek UNILA. Tapi mengajarnya enak, sehingga saya suka kimia, dan mendapatkan nilai yang bagus. Ketika kelas 2 SMU juga saya makin menyukai pelajaran fisika yang diajari oleh ibu dari teman sekelas kami. Karena suka fisika, saya pernah ulangan umum fisika mendapatkan nilai 10 (sempurna tanpa kesalahan).

Ketika kelas tiga SMU saya mulai menyukai pelajaran biologi, karena diajar oleh seorang ibu yang strict, dan ujian pelajaran biologi pun menjadi pelajaran yang elit, bahkan sempat ada teman yang bolos sekolah sehari demi belajar seharian biologi, dan benar saja saat itu dia mendapatkan posisi nilai tertinggi. Kami bersaing dalam perjalan biologi, karena setiap ulangan, hasilnya di rangking. Sering dalam kelas, kami tebak-tebakan pelajarn biologi, dan itu menyenangkan. Text book biologi benar-benar kami hafalkan, nama tulang, nama latin, nama cacing, dan lain-lain.

Ketika kami intensif GO di Bandung untuk UMPTN. Ketika lagi belajar biologi, saya sering jawab pertanyaan dan benar. Hal ini membuat teman kami satu kelas dari Aceh, anak seorang dokter, yang ikut intensif ingin mencoba masuk fakultas kedokteran ini bilang ke saya agar saya masuk kedokteran juga karena jago biologi.

Ketika UMPTN saya bingung mau pilih Teknik Mesin atau Teknik Elektro. Setelah istikharoh akhirnya saya mantap pilih Teknik Elektro ITB. Dan pilihan kedua adalah Teknik Pertambangan ITB.

Ketika kuliah di Teknik Elektro, saya tertarik dengan kuliah Medan Elektronika I, saya selalu duduk paling depan, mendengarkan dengan seksama, dan mempelajari seluruh soal-soal kuis dan UTS di rumah sampai paham. Ketika UTS, ketika itu disuruh memilih 4 soal dari 5 soal. Saya kerjakan seluruh 5 soal tersebut karena saya merasa bisa mengerjakannya. Alhamdulillah saya mendapatkan nilai 100. Satu-satunya nilai sempurna yang pernah saya dapatkan selama kuliah di ITB. Hal ini membuat saya akhirnya mengambil sub jurusan Telekomunikasi.

Ketertarikan saya dengan Medan Elektromagnetik membuat saya banyak mengambil kuliah pilihan di Lab Telekomunikasi Radio dan Gelombang Radio (LTRGM) atau biasa kami sebut dengan Lab Radar. Teknik Telekomunikasi di ITB ada dua Lab yaitu Lab Radar dan Lab Telematika (Lab Telmat). Karena saya banyak mengambil kuliah di Lab Radar, saya mulai penasaran dengan Lab Telmat, akhirnya saya menjadi asisten praktikum di Lab Telmat, dan mengambil Tugas Akhir di Lab Telmat mengenai Layer 4 (transport layer) yaitu mengenai Stream Control Transmission Protocol (SCTP). Dalam tugas akhir saya juga berhubungan dengan layer 3 dan layer 5 Open Systems Interconnection (OSI). layer 3 (network layer) yaitu Internet Protocol (IP), dan layer 5 (session layer) yaitu Session Internet Protocol (SIP).  Lumayan berat saya belajar Layer 3, 4 dan 5 ini. Karena mayoritas mata kuliah pilihan yang saya ambil adalah mata kuliah layer 1 (physical layer). Alhamdulillah saya bisa lulus dengan IPK 3,22 dalam waktu 5 tahun. Sebenarnya target saya adalah lulus dengan IPK di atas 3,5 dalam waktu 4 tahun dan Cumlaude.

Ketika lulus kuliah, saya mendapat panggilan  di Siemens Indonesia untuk interview kerja oleh calon line manager (LM). Saya dipanggil berdasarkan tugas akhir saya ini di layer 4,  yaitu untuk posisi Intelligent Network (IN) Engineer. Ketika interview dikasih tahu bidang yang lagi open apa aja. Saya ditanya mana yang paling disukai, saya jawa Microwave. Akhirnya saya balik lagi belajar dan kerja untuk layer 1.

Ketika pindah ke Ericsson Indonesia, bidang saya masih sama di Microwave Radio Point to Point untuk Mobile Backhaul.  Tahun 2008 mulai era migrasi dari Time Division Multiplexing (TDM) based ke Packet Based. Microwave kami yang tadinya Plesiochronous Digital Hierarchy (PDH) dan Synchronous Digital Hierarchy (SDH), mulai memiliki fitur Ethernet layer 2 (link layer). Sampai tahun 2010 belajar Layer 2 dan Layer 3.

Kemudian lanjut lagi sekolah S2. Kuliah semester pertama ketemu Statistical Signal Processing kami sering menyingkat dengan kuliah PS3. Karena agak trauma ketika S1 mendapatkan nilai C di Signal Processing. Akhirnya di kuliah S2 dengan biaya dari kantong pribadi ini pun harus sungguh-sungguh. Pontang-panting belajar PS3, dari pertama kali kenal Matlab, belajar lagi ngulang Signal Processing dari bukunya Proakis. Alhamdulillah bisa lulus dengan nilai AB. Harapannya pingin dapat nilai A.  Tapi hikmahnya saya jadi suka Signal Processing dan juga bisa Matlab, membuat saya berani untuk ambil Tesis Master untuk Signal Processing mengenai LTE yaitu Estimasi Kanal Downlink LTE pada sistem HAPs.

Dari seluruh mata kuliah di S2 mendapatkan nilai A dan AB, kecuali satu mata kuliah yaitu Teori Informasi dan Pengkodean Sumber, yang sering kami singkat TIPS, saya hanya mendapatkan nilai B. Ini kuliah matematika untuk telekomunikasi. Sebenarnya menarik, mungkin karena beban kuliah semester pertama yang berat. Apalagi saya lebih fokus ke mata kuliah PS3. Akhirnya saya mencoba untuk mendalami Teori Informasi ini dengan join ke Lab Information Theory dan Signal Processing di Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST).

Ketika S1 juga saya menadpatkan nilai C untuk mata kuliah Rangkaian Listrik. Alhamdulillah rasa penasaran ini sudah terbalaskan ketika mengajar mata kuliah Rangkaian Listrik di suatu universitas ketika saya sedang S2. Ternyata setelah belajar untuk mengajarkan, dan terasa lebih berat. Rangkaian Listrik juga terasa menyenangkan. Efek dari mengajar ini, saya tidak bisa fokus tesis sehingga target saya lulus S2 dalam 1,5 tahun pun harus mundur menjadi 2 tahun.

Ketika S2 ini juga saya penasaran bagaimana membuat suatu aplikasi untuk Layer 7 (application layer). Saya beranikan diri pada semester 3 untuk mengambil mata kuliah Pemrograman Perangkat Telekomunikasi Bergerak (PPTB). Sesuai yang diharapkan outputnya adalah tiap mahasiswa membuat sebuah aplikasi, dan saya pilih aplikasi android. Karena saya termasuk amatir di dunia pemrogaman, hanya berbekal mata kuliah Komputer Pemrograman waktu tingkat 2 ketika S1, dan itupun hanya dapat nilai B. Alhamdulillah dosen kami memberikan ilmunya kepada kami untuk membuat program menggunakan appinventor. Menyenangkan juga membuat aplikasi seperti bermain puzzle. Istri saya juga ikut memberikan masukan desain agar aplikasinya terlihat menarik dari segi warna dan tombol. Saya tidak menyangka mendapatkan nilai kedua tertinggi di dalam kelas. Alhamdulillah. Alhamdulillah saya bisa lulus kuliah S2 di ITB dalam 2 tahun, IPK 3,82 dengan predikat Cumlaude. Sebenarnya target saya adalah lulus 1,5 tahun, IPK 4,0.

Mungkin kedepannya yang ingin saya pelajari adalah sedikit dari control engineering dan biomedik. Mempelajari biomedik ini untuk melengkapi hobi saya belajar biologi waktu SMU. Ketika S1, untuk melanjutkan hobi SMU ini saya join Herba Penawar Al Wahida. Menarik dan refreshing mempelajari lagi organ tubuh, tumbuhan herbal, iris mata, bekam, untuk kesehatan. Saya terinspirasi juga dengan Dr. Warsito yang bisa membuat alat untuk terapi kanker payu dara dengan menggunakan gelombang radio. Menggugah hobi saya di bidang elektromagnetik dan juga pengobatan. Semoga saya bisa riset di area ini juga.

Ortu saya memperkenalkan BJ Habibie sejak saya SMP. Saya dihadiahi oleh ayah saya buku tentang BJ Habibie mutiara dari timur. Saya terkesan sekali dengan buku itu. Bapak saya juga cerita tentang kehebatan Habibie sebagai ahli teknologi. Hal ini membuat saya sangat terpacu untuk belajar dan menguasai sains dan teknologi. Dan dalam tekad saya saya harus masuk ITB. Itulah sebabnya ketika saya ditawari PMDK saya tidak mau, saya harus masuk ITB tekad saya. Kalau saya gagal UMPTN saya akan coba lagi tahun depan. Saya gak mau masuk kuliah selain ITB ketika itu tekad saya. Saya minta pertolongan kepada Allah agar dimudahkan jalannya. Ayah saya cerita kalau anak temannya ada yang masuk ITB, belajarnya setahun. Cerita itu menjadi patokan saya. Ketika saya di akhir kelas 2 SMU, saya beli buku soal-soal UMPTN warna merah yang tebal sejak soal soal tahun 80-an untuk masuk ITB dengan soal 1+1 adalah… Buku bersampul merah, bergambar aula barat atau timur ITB. Gambar di sampul itu saya gunting saya tempel di meja belajar saya. Untuk menambah semangat saya masuk ITB.

bersambung…. mau kerja dulu…🙂

Pos ini dipublikasikan di Tidak terkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s