Kegagalan yang Pernah dialami


1. Dapat nilai merah kelas 2 dan 3 SD, bahkan tidak masuk rangking 10 besar. Alhamdulillah kelas 4 SD bisa bangkit lagi mendapatkan rangking 4.
2. Minder merasa kalah pintar dan gak mau masuk kelas ketika pindah ke SMP favorit kelas 1 semester 2. Rangking anjlok dari juara 2 umur di sekolah asal menjadi rangking 25 di sekolah baru. Alhamdulillah kelas 3 bisa mendapatkan rangking 1 terus dan lulus dengan NEM 51,13 (dari nilai maximum NEM 60)
3. IP satu koma ketika semester 3 dan 4 ketika S1. Alhamdulillah segera memperbaiki diri dan rajin kuliah serta belajar mulai semester 5, sehingga lulus dengan IPK 3,22. Alhamdulillah ketika S2 bisa merasakan Cum Laude dengan IPK 3,82.
4. Gagal seleksi jadi karyawan di operator telco satelit di Cikarang. Alhamdulillah diterima kemudian di Siemens Indoensia dan dilanjutkan ke Ericsson Indonesia.
5. Gagal dapat beasiswa ketika diterima S2 di Jerman, dan S2 di Jepang. Alhamdulillah bisa melanjutkan ke almamater yang sama dengan S1 dengan biaya sendiri dan sempat dapat beasiswa voucher 2 semester bebas SPP.
6. Gagal seleksi masuk S2 di Jerman (Univ yang satu lagi) dan Korea
7. Gagal 2 kali seleksi beasiswa sebuah kementrian
8. Gagal 5 kali apply PhD di 5 negara (Inggris, Perancis, Swedia, Luxembourg, dan Saudi). Alhamdulillah usaha ke-6 diterima di JAIST.
9. Gagal seleksi SMU TN di Magelang hehe😀 , padahal dah latihan fisik angkat barbel situp, sampe jadi juara panco di SMU😀 . Alhamdulillah masih bisa melanjutkan di SMU negeri favorit di Lampung dan melanjtukan kuliah di ITB.
10. Gagal seleksi Siswa Teladan Tingkat Kota Madya. Sampe sekarang tetap penasaran kenapa nilai seleksi IPA saya hanya dapat nilai 7, padahal soalnya gampang-gampang sekali, dan hampir semuanya saya jawab dengan benar (menurut saya). Apa lagi saya mewakili SMU saya, SMU terfavorit di Lampung, sebagai Siswa Teladan karena test IPA saya paling tinggi di sekolah. Akhirnya saya hanya menjadi juara 2 Tingkat Kota Madya dan tidak bisa melanjutkan seleksi di tingkat Provinsi
11. Gagal seleksi anggota OSIS SMU, karena dianggap cengengesan, ketika interview banyak ketawa. Alhamdulillah dapat istri yang Ketua OSIS sewaktu SMU.
12. Apa lagi ya? ….

Pos ini dipublikasikan di Tidak terkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s