Gagap


Presentasi TD di Cost IC1004, Malaga, Spain, 6 Feb 2013

Presentasi TD di Cost IC1004, Malaga, Spain, 6 Feb 2013

Ketika masih kecil saya gagap ketika berbicara. Menurut Wa Badri, tetangga samping rumah yang mengajar di UNILA, hal ini terjadi karena saya berfikir terlalu cepat dan mulut tidak bisa mengimbangi.

Suatu hari saya dikagetkan oleh abang sepupu, dan sejak itu seingat saya, saya mulai tidak gagap. Saya jadi bisa mengendalikan dengan cara berbicara pelan-pelan. Sampai sekarang jika saya berbicara cepat kadang lidah saya keseleo, susah untuk berbicara hehehe…

Saya juga pemalu untuk berbicara ke depan. Teringat dulu ikut organisasi pertama kali di SMP. Saya ikutan karya ilmiah remaja (KIR). Ketika itu saya kaget karena ditunjuk sebagai humas. Dan pengurus semuanya diminta maju ke depan. Saya malu sekali, sangking malunya saya menghadap ke belakang. Ketika selesai acara KIR, saya beli somay di mamang somay yang pake sepeda, dan ada dua teman siswi juga ikut beli somay. Seorang siswi bilang ke saya, kenapa kok malu tadi. Terus temannya siswi satu lagi bilang, Reza tadi bukan malu, tapi malu-maluin. Hehe saya jadi malu sekali😀

Kelas 3 SMP juga ketika pelajaran bahasa, saya disuruh maju ke depan oleh guru bahasa Indonesia. Ini guru bahasa Indonesia favorit saya, di mana saya paling lemah pelajaran bahasa Indonesia ini sejak SD, ketika kelas 3 SMP mulai menyukai pelajaran bahsa Indonesia. Ketika saya maju ke depan, saya malu sekali, sampai saya membaca dengan buku saya angkat menutupi wajah saya. Sampe guru saya bilang diturunin bukunya jangan menutupi wajah g******nya… hahaha

Ketika SMU saya ikutan Rohis dan mencoba mendaftar OSIS. Karena saya pemalu ketika interview pengurus OSIS saya sering tertawa supaya tidak tegang, akhirnya saya ditolak karena dibilang cengengesan. Di Rohis saya jadi humas lagi. Padahal saya pemalu, kok ditaruh di humas lagi. Dan itu berlangsung ketika kuliah di GAMAIS ITB saya pun ditempati di staff hublu.

Rohis di SMU membuat saya sedikit pede untuk berbicara di depan umum. Tapi masih pemalu.

Ketika kuliah saya ikut organisasi MATA’ dan Muslim Elektro (ME), mulai memimpin rapat, mulai saya tumbuh rasa percaya diri untuk berbicara di depan orang. Tapi tetap saja masih susah bagi saya untuk berbicara cepat, karena lidahnya masih suka keseleo.😀

Biasanya saya bisa bicara cepat kalau saya sudah hafal apa yang mau saya omongkan. Kalau belum hafal kadang yang lompat-lompat sampai bingung mau ngomong apa karena di otak sudah langsung muncul banyak pilihan kata. Akhirnya kadang bicara lambat agar tidak keseleo ngomongnya, tapi efeknya bikin orang tidur hehe.

Sepertinya saya emang tidak berbakat dalam dunia perbahasaan. Sebagai contoh ketika SD, saya mendapatkan nilai matematika 10, tetapi bahasa 6 koma sehingga saya tidak bisa masuk SMP favorit ketika itu yang batas bawah nilainya NEM 45 sedangkan saya hanya 43 koma. Akhirnya saya masuk ke SMP dekat rumah saya dan urutan NEM saya tertinggi ketiga di sekolah🙂

20140220-050352.jpg

Pos ini dipublikasikan di Tidak terkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s