Pentingnya Kota Tua Tsurugi Bagi Mahasiswa JAIST


Kota tua Tsurugi ini menjadi salah satu denyut nadi bagi Mahasiswa yang sedang belajar di Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST). Apalagi bagi mahasiswa PhD yang membawa seorang istri dan tiga orang anak, tanpa kendaraan pribadi berupa mobil maupun motor, maka beberapa hari sekali bolak balik ke Tsurugi.

Kota ini terletak di sebelah timur kampus JAIST. Dengan menuruni bukit arah Utara melalui jalan berkelok dengan pohon maple di sepanjang trotoar kiri dan kanan yang berwarna kuning kemudian memerah di musim gugur, hingga di desa Miyatake, kemudian belok ke kanan ke arah timur untuk mencapai Kota Tua Tsurugi.

Ketika belok kanan, maka kita akan melihat disebelah kanan jejeran pohon sakura, yang jika di musim semi sekitar akhir Maret dan awal April akan menunjukkan penuh dengan bunga sakura berwarna pink yang Indah di sepanjang jalan. Sehingga jalan tersebut disebut dengan jalur sakura. Rupanya jalan tersebut dahulu merupakan bekas jalur rel kereta api.

Pernah suatu masa saya pernah mencoba menggunakan bolak balik memakai bus dengan trip dengan bus yang sama. Turun di halte bus dekat Let’s Marue, kemudian lari ke swalayan Marue (bacanya Ma Ru E), beli telor diskon dan susu, kemudian lari lagi ke halte yang sama, pas shuttle bus yang sama tadi saya Naoki muncul dari arah Stasiun Tsurugi. Tapi akhirnya kebiasaan ini saya tinggalkan karena capek sekali.

tsurugi001_2016-06-17_3-15-PM.jpg

Rumah di seberang sungai dari japan post (JP) office Tsurugi. Seorang teman mengatakan bahwa hanya orang kaya yang bisa punya rumah di Jepang, apa lagi rumah besar. Foto ini diambil pada tanggal 17 Juni 2016, sore hari pukul 03:15 JST, di mana JST adalah Japan Standard Time, yaitu sama dengan Waktu Indonesia Timur (WIT), GMT+8.

tsurugi_jp_2016-06-17_3-15-PM.jpg

JP office atau kantor post di Tsurugi adalah tempat yang sering dikunjungi oleh Mahasiswa JAIST. Di sini ada JP Bank dimana para mahasiswa membuka tabungan sehingga mendapatkan pass book (buku tabungan) dan kartu ATM. Menariknya di Jepang ini, buku tabungan bisa dipakai untuk ambil uang seperti yang dilakukan oleh Kartu ATM. Terlebih lagi mesin ATM JP Bank bisa untuk deposit uang, bahkan deposit dan ambil uang bisa dilakukan sampai uang koin sekalipun.

IMG_2361