Viterbi vs. BCJR, Maximum Likelihood vs. MAP, Marginalization


Buat judulnya dulu, sambil nyari bahannya untuk refreshing

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Soft Bread (Roti Lembut)


Resep roti lembut (soft bread)

By Eva Jumiyanti, AMd., SKM.

Soft Bread

Soft Bread

Bahan :

500 gr tepung protein tinggi
7 gr ragi instan
100 gr gula pasir
6 gr garam
1 butir telur
250 cc susu cair dingin
100 gr mentega dingin
50 gr margarin blue band dingin

Untuk olesan : 1 kuning telur dan 1 sdm susu cair diaduk

Cara buat :

1. Tepung yang sudah diayak + ragi instan, aduk sampai rata

2. Tambahkan gula pasir, aduk rata

3. Tambahkan garam, aduk rata

4. Tambahkan telur, aduk sebentar, kemudian masukkan susu cair dingin, uleni sampai kalis

5. Masukkkan mentega dan margarin, uleni sampai kalis banget.

6. Panaskan microwave 2 menit, kemudian masukkan adonan ke dalam microwave, tunggu sampai mengembang dua kali dari adonan awal . Tapi tadi pas dua menit, belum optimal ngembangnya, sempat dikira gagal, tapi mungkin karena udara di sini dah mulai dingin, jadi saya hangatkan lagi microwavenya, tapi adonannya diambil dulu, karena fungsi microwave disini hanya untuk memberi suhu yang hangat untuk mengembangkan adonan rotinya.

7. Kalau ga ada microwave, bisa pake cara di link ini untuk ngembangin adonannya http://masakanmelly.blogspot.jp/2011/12/tips-mengembangkan-doh-pada-saat-cuaca.html

8. Setelah mengembang, ditimbang adonannya, minggu kemarin saya coba 50 gr, seperti roti2 bulat yang dijual, tapi sayang waktu itu isinya sedikit, akhirnya hari ini dibuat 35 gr saja, supaya bisa dapat pas, pas di mulut dan di perut. Hehehe… soalnya ga berasa banyak, ada pasukan penghabis roti di rumah, senangnya J

9. Sudah deh, bisa dibentuk bentuk sesuka hati. Bisa d I isi sesenang hati, request anak-anak dan suami diutamakan karena ini konsumen tetap yang selalu menunggu – nunggu eksperimen saya di dapur. Kalau suami bilang, buatlah penelitian tentang banyak resep makanan, seperti abang
membuat penelitian untuk paper. Kalau gagal, terus bereksperimen untuk bisa dapat hasil yang memuaskan.

10. Untuk lihat bentuk bentuk roti, please search sendiri saja ya, banyak pilihannya dan banyaak yang lebih professional.

11. Perhatikan pas masuk ke oven. Mengenal watak oven yang kita punya penting banget, karena walau pun di setting menitnya, tapi kadang ke gosongan, atau justru belum matang. Karena begini ceritanya, oven yang saya punya di sini, bukan pake menit,tapi pake watt, 400 watt untuk api bawah, 600 watt untuk api atas, dan 1000 watt untuk api atas bawah. Selalu saya pakai 400 watt selama 15 menit dan 600 watt 3 – 4 menit untuk bagian atas rotinya. Ini berhasil optimal.

12. Ada lagi pelajaran hari ini, pastikan sudah dioles dengan olesan kuning telur baru ditambahkan wijen di atasnya, karena kalau wijen tanpa olesan kuning telur, maka setelah matang, wijen akan lepas dari roti J

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Apakah Kelebihan 4G Hanya Kecepatan Yang Lebih Tinggi dan Juga Karena Broadband?


Tulisan ini ingin memperluas wawasan pembaca umum yang ingin lebih mengetahui kelebihan 4G dan juga istilah-istilah umum yang sering muncul dalam dunia telekomunikasi seperti kapasitas, kecepatan, bandwidth, dan broadband. Banyak berita ketika mengupas hebohnya rencana implementasi jaringan 4G Long Term Evolution (LTE) hanya memfokuskan kepada kecepatan dan juga ini adalah broadband.

Berbicara teknologi 4G yaitu LTE dan Wimax, maka kita akan bertemu dengan teknologi Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM).  LTE menggunakan OFDM pada sisi downlink. Sedangkan pada sisi uplink, LTE menggunakan teknologi Single Carrier Frequency Division Multiplexing Access (SC-FDMA).

Salah satu term yang sering disebut kebanyakan orang adalah kapasitas. Kapasitas, C, dalam dunia information theory adalah the ultimate transmission rate of communications. Kapasitas transmisi ditunjukkan oleh mutual information, sedangkan entropy menunjukkan minimum yg bisa dicapai okeh kompresi [1].

Entropi adalah ukuran mengenai rata-rata ketidakpastian dalam variabel acak. Dengan kata lain yaitu jumlah rata-rata bit yang dibutuhkan untuk menggambarkan variabel acak. Entropi adalah ketidakpastian sebuah variabek acak [1].

Mutual information adalah pengurangan ketidakpastian karena knowledge dari variabel acak yang lain. Mutual information adalah ukuran ketergantungan antara dua variabel acak [1].

Kanal komunikasi adalah sebuah sistem di mana keluaran secara probabilistik tergantung atas masukannya [1]. Kapasitas didapatkan dengan memaksimalkan mutual information. Kapasitas adalah rate maksimum yang dapat kita kirimkan melalui kanal dan memulihkan informasi pada keluaran dengan menghilangny peluang error yg rendah [1].

Batas akhir rate dari komunikasi informasi melalui sebuah kanal adalah kapasitas kanal. Teorema pengkodean kanal menunjukkan bahwa batas atau limit tersebut bisa dicapai dengan sebuah long block length. Akan tetapi, pada prakteknya di sistem komunikasi ini , karena terbatasnya kerumitan kode yg digunakan, maka kita tidak bisa mencapai limit tersebut [1].

Kada-kadang kita juga membaca atau mendengar kata “fakir bandwidht”. Apakah bandwidth itu?

(bersambung)

[1] T. M. Cover and J. A. Thomas. Elements of Information Theory, 2nd Ed., Wiley 2006.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Variance dan Covariance Pada Sebuah Matriks


Misalnya kita punya Matriks: Baris x Kolom, dimana jumlah baris adalah 6 dan jumlah kolom adalah 3.  Baris dalam matriks bisa kita sebut sebagai observasi atau eksperimen yang berjumlah 6 kali. Sedangkan kolom dalam matriks kita anggap sebagai variabel. Sehingga jumlah variabel ada 3 dan masing-masing variabel kita lakukan percobaan sebanyak 6 kali percobaan. Sebagai contoh kita punya matrix:

X=\begin{bmatrix}  1 & 2 & 6\\  3 & 2 & 6\\  2 & 5 & 6\\  7 & 7 & 9\\  3 & 10 &2 \\  8 & 3 & 4  \end{bmatrix}

Maka variance \sigma^2_X pada matrix tersebut adalah variance untuk tiap variabel. Sehingga kita akan memperoleh 3 buah variabel. Biasnya kita menggunakan rumus misalnya pada variabel pertama \sigma^2_{X_{v_1}}=\mathsf{E}[(X_{v_1}-\bar{x}_{v_1})^2], di mana \bar{x}_{v_1} adalah mean atau rata-rata atau ekspektasi dari 6 kali percobaan pada variabel 1.

\sigma^2_X=\begin{bmatrix} \sigma^2_{X_{v_1}} & \sigma^2_{X_{v_2}}& \sigma^2_{X_{v_3}}\end{bmatrix}=\begin{bmatrix}  8 & 10.17 & 5.5  \end{bmatrix}

sedangkan covariance Cov(X) pada matriks tersebut adalah pada bagian diagonal nilainya sama dengan variance, karena pada diagonal ini adalah mean dari perkalian dari variabel yang sama setelah dikurangi oleh mean variabel tersebut. Contohnya covariance pada baris 1 dan kolom 1 adalah \mathsf{E}[(X_{v_1}-\bar{x}_{v_1})(X_{v_1}-\bar{x}_{v_1})], di mana rumus ini sama dengan \sigma^2_{X_{v_1}}. Sedangkan jika baris neq kolom, misalnya pada bari 1 dan kolom 2 maka nilai covariance berbeda dengan variance karena memakai rumus \mathsf{E}[(X_{v_1}-\bar{x}_{v_1})(X_{v_2}-\bar{x}_{v_2})]. Oleh karena itu kita memiliki Covariance Matriks dengan dimensi 3 baris dan 3 kolom.

Cov(X)=\begin{bmatrix}Cov(X_{11})&Cov(X_{12})&Cov(X_{13})\\  Cov(X_{21})&Cov(X_{22})&Cov(X_{23})\\  Cov(X_{31})&Cov(X_{32})&Cov(X_{33}) \end{bmatrix}=\begin{bmatrix} 8&1&1\\  1&10.17&-2.1\\  1&-2.1&5.5 \end{bmatrix}

Apabila variabel adalah white Gaussian noise yang masing-masing memiliki variansi yang sama, maka covariance dari variabel-variabel ini adalah [1]
\bold{\Sigma}_n=\sigma_n \mathbf{I}= \sigma_n \begin{bmatrix} 1 & 0& ... & 0\\ 0&1&...&0\\ ...&...&...&...\\ 0&0&...&1 \end{bmatrix},
di mana white Gaussian noise merupakan penyederhaan dari color Gaussian noise dangan proses whitening.

Referensi:
[1] C. -I. Chang, “Hyperspectral Data Processing: Algorithm Design and Analysis,” Wiley.

Bahan bacaan
http://www.itl.nist.gov/div898/handbook/pmc/section5/pmc541.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Covariance_matrix

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Information Theory and Signal Processing Lab., School of Information Science, JAIST


lab_member

Gambar | Posted on by | Meninggalkan komentar

Microwave Bands


L band 1 to 2 GHz
S band 2 to 4 GHz
C band 4 to 8 GHz
X band 8 to 12 GHz
Ku band 12 to 18 GHz
K band 18 to 26.5 GHz
Ka band 26.5 to 40 GHz
Q band 30 to 50 GHz
U band 40 to 60 GHz
V band 50 to 75 GHz
E band 60 to 90 GHz
W band 75 to 110 GHz
F band 90 to 140 GHz
D band 110 to 170 GHz

Ref: http://en.wikipedia.org/wiki/K_band

 

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

LDPC


Ketika mengikuti kuliah Teori Pengkodean Kanal pada saat mengambil Master degree di Teknik Elektro opsi Telekomunikasi ITB, kami mempelajari dasar-dasar pengkodean kana (channel coding dalam bahasa Inggris) yaitu block coding, cyclic coding, convotional coding, trellis, dan terakhir adalah reed solomon. LDPC yang merupakan singkatan dari low density parity check ini adalah versi tingkat lanjut dari block coding yang menarik perhatian dan banyak dipelajari saat ini. Karakteristik istimewa LDPC adalah jumlah nol-nya banyak sekali dari pada jumlah angka satu biner.

Sejarahnya, LDPC ini rupanya sudah lama dikemukakan sejak 43 tahun yang lalu, wah sudah lama sekali ya. Penemunya adalah Gallager yang menuangkan idenya dalam disertasi PhD pada tahun 1960. Berhubung pada saat itu komputer masih belum secanggih sekarang, maka ide LDPC tersebut dianggap susah untuk diimplementasikan dikarenakan sulitnya komputasi. Sehingga munculnya kode Reed Solomon membuat LDPC diabaikan sedemikan lama hingga 18 tahun yang lalu mulai dilirik kembali [1].

(bersambung)

Referensi:

[1] B. M. J. Leiner, LDPC Codes – a brief Tutorial, April, 2005. [Available Online]. http://www.bernh.net/media/download/papers/ldpc.pdf

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Sunat


Hari ini menghadiri syukuran sunatan anaknya teman, kemudian saya teringat teman-teman saya yang sunat kemudian juga ada acara syukuran. Kemudian saya teringat kisah sunatan saya sendiri sambil tersenyum-senyum karena peristiwanya aneh sekali.

Ketika itu sedang ada acara sunatan masal di Masjid Al Wasi’i. Tempat sunatan di ruang di bawah masjid tempat aktifitas para mahasiswa. Sebuah ruangan ada beberapa ranjang besi dan kasur.

Ketika itu ramai yang datang dan terdaftar sebagai peserta sunat massal. Seingat saya ada puluhan orang.

Saya datang ke acara tersebut ingin melihat-lihat orang-orang ynang di sunat. Tidak ada niat untuk ikutan sunat. Ingin melihat ramai-ramainya saja.

Saya dan teman keliling-keliling di keramaian. Saya yang sering ke Masjid mengenal kakak-kakak mahasiswa yang menjadi panitia sunatan masal tersebut. Karena saya belajar mengaji dan beberapa pelajaran sekolah SD dengan kakak-kakak masjid tersebut.

Ketika itu saya masih SD. Ketika lagi asik-asik melihat-lihat keramaian di acara tersebut, yang mana udah banyak yang di sunat, mungkin sudah setengah peserta di sunat. Tiba-tiba ada kakak masjid yang nanya ke saya, mau di sunat apa gak. Saya dan teman bingung, kami seperti iya atau tidak. Eh ternyata kakak masjid ini menuliskan nama saya dan teman di 2 nama daftar peserta sunat terakhir.

Wah saya kaget, dan merasa tidak bisa mundur. Akhirnya saya sampaikan ke ortu kalau saya bakalan di sunat, karena sudah didaftarkan.

Akhirnya giliran saya dipanggil. Saya sudah siap memakai sarung dari rumah. Saya naik ke atas dipan dan berbaring. Petugas sunat dengan gaya bercanda dan humoris berusaha menghibur saya yang tegang, Saya tidak bisa melihat karena terhalang pandangan saya oleh sarung. Ramai yang mengerubungi saya ketika itu sebagai salah satu peserta terakhir. Saya melihat sudah banyak ujung kulit yang terpotong dari peserta sebelumnya dalam sebuah botol kaca/pelastik. Serem juga hehe.

Kemudian saya diberitahu sunat akan dimulai, ketika itu bius nya adalah bius suntik ke daerah sekitar yang disunat. Seingat saya 3 kali suntikan. Suntikan pertama lumayan terasa dan bikin kaget sekali. Suntikan kedua dan ketiga sudah tak begitu kerasa. Kemudian sudah pada bilang ya helm nya sudah kelihatan, dan tak lama kemudian ternyata sunat sudah selesai.

Alhamdulillah pulang dengan diperban dan dapat hadian peci dan sarung baru dari panitia. Pak Cik saya yang melihat saya disunat langsung ngasih uang 5ribu rupiah yang terasa besar sekali nilainya bagi anak kecil hehe…

Sunat saya ketika itu dipotong dan dijahit. Beda dengan cerita teman saya yang sunatnya pake bius semprot dan tanpa dijahit.

Malam harinya ketika bius habis, saya buang air kecil dan ketika itu terkena air dan bius sudah habis sakit sekali rasanya dan terekam kuat di memori.

Ya begitulah kisah sunat massal di Masjid. Walaupun tanpa acara syukuran, saya tetap bahagia karena saya punya kisah sunat di Masjid. Dan saya sangat mencintai Masjid dan Sholat berjama’ah di Masjid 🙂

Masjid Al Wasi’i. Sumber foto: http://a.yfrog.com/img814/8373/dkteh.jpg

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Jika Pangkatnya Bilangan Kompleks


Misalnya berapakah 2^j?

Manipulasinya adalah sebagai berikut

2^j = e^{\mathsf{ln}(2^j)}=e^{j\mathsf{ln}(2)}=\cos(\mathsf{ln}(2))+\mathsf{j}\sin(\mathsf{ln}(2))

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Kumpulan Kisah-kisah Cinta dalam Keluarga di Pembantaian Mesir 14 Agustus 2013 dan Sekitar Tanggal Tersebut


Surat Muhammad Beltaji pada Asmaa, Putrinya yang Syahid di Rabaa Al Adawiya

http://m.dakwatuna.com/2013/08/21/38354/surat-muhammad-beltaji-pada-asmaa-putrinya-yang-syahid-di-rabaa-al-adawiya/#axzz2ceuq0Ssj

21 Agustus 2013

Asma El Beltaji Syahid di Rabah Adawiyah pada tgl 14/8/13, putri dari Muhammad El Beltaji

Asma El Beltaji Syahid di Rabah Adawiyah pada tgl 14/8/13, putri dari Muhammad El Beltaji

dakwatuna.com – 

Putriku tercinta dan guruku yang mulia.. Asma al-Beltaji, aku tidak mengucapkan selamat tinggal padamu, tapi kukatakan bahwa besok kita akan bertemu lagi.

Kau telah hidup dengan kepala terangkat tinggi, berjuang melawan tirani dan belenggu serta mencintai kemerdekaan. Kau telah hidup sebagai seseorang yang diam-diam mencari cakrawala baru untuk membangun kembali bangsa ini, memastikan tempatnya di tengah-tengah peradaban.

Kau tidak pernah dijajah oleh perkara sia-sia yang menyibukkan para remaja se usiamu. Meskipun pendidikan tidak mampu memenuhi aspirasi dan ketertarikan mu, kau selalu yang terbaik di kelas

Aku tidak punya cukup waktu untuk membersamaimu dalam hidup singkat ini, terutama karena waktuku tidak memungkinkan untuk menikmati kebersamaan denganmu. Terakhir kali kita duduk bersama di Rabaa Al Adawiya kau berkata padaku, “Bahkan ketika Ayah bersama kami, Ayah tetap sibuk” dan kukatakan “Tampaknya bahwa kehidupan ini tidak akan cukup untuk menikmati setiap kebersamaan kita, jadi aku berdoa kepada Tuhan agar kita menikmatinya kelak di surga.”

Dua malam sebelum kau dibunuh, aku melihatmu dalam mimpiku dengan gaun pengantin putih dan kau terlihat begitu cantik.  Ketika kau berbaring di sampingku aku bertanya, “Apakah ini malam pernikahanmu?” kau menjawab, “Waktunya adalah di sore hari Ayah, bukan malam”. Ketika mereka bilang kau dibunuh pada Rabu sore aku mengerti apa yang kau maksud dan aku tahu Allah telah menerima jiwamu sebagai martir. Kau memperkuat keyakinan ku bahwa kita berada di atas kebenaran dan musuh kita berada pada kebatilan.

Aku merasa sangat terluka karena tidak berada di perpisahan terakhirmu dan tidak melihatmu untuk terakhir kalinya, tidak mencium kening mu, dan memiliki kehormatan untuk memimpin shalat jenazah mu. Aku bersumpah demi Allah sayang, aku tidak takut kehilangan nyawaku atau penjara yang tidak adil, tapi aku ingin membawa pesan yang kau telah berkorban nyawa untuk-Nya, untuk menyelesaikan revolusi, untuk menang dan mencapai tujuannya.

Jiwamu telah dimuliakan dengan kepala terangkat tinggi melawan tiran. Peluru tajam telah membelah dadamu. Yang menurutku luar biasa dan penuh dengan kebersihan jiwa. Aku yakin bahwa kau jujur kepada Allah dan Dia telah memilihmu di antara kami, memberimu kehormatan dengan pengorbanan.

Akhirnya, putriku tercinta dan guru ku yang mulia… aku tidak mengucapkan selamat tinggal, tapi aku mengucapkan sampai jumpa kita akan segera bertemu dengan Nabi kita tercinta dan sahabat-sahabatnya di surga, dimana keinginan kita untuk menikmati kebersamaan kita akan  menjadi kenyataan. (piyungan)
__
NB: Asmaa Mohamed El Beltaji berusia 17 tahun dan adalah antara yang dibunuh pada tragedi berdarah di Medan Rab’ah (14/8/2013). Beliau adalah putri satu-satunya Mohammed El Beltaji, seorang pimpinan Ikhwanul Muslimin.

*diterjemahkan oleh @nastarabdullah dari http://www.middleeastmonitor.com/news/africa/7007-letter-from-dr-mohamed-beltaji-to-his-martyred-daughter

==========================================

Foto diatas adalah salah satu syuhada diantara ribuan yang gugur pada pembantaian junta militer Mesir saat pembumihangusan Medan Rabi’ah Al-Adawiyah (14/8/2013). Dengan membawa mushaf, sang istri memeluknya untuk yang terakhir kali. Foto ini oleh Reuters disebut foto pengantin baru yang paling menyedihkan di Mesir.

Para syuhada telah menunaikan dan membuktikan janjinya dihadapan Allah, mereka hidup disisiNya dengan penuh kebahagiaan. Yang ditinggal pun tetap tegar dengan keyakinan bahwa kelak mereka akan dipertemukan kembali di jannahNYa.

Berikut, salah satu ungkapan istri syuhada, Asmaa Hussein, yang suaminya Amr Mohammed Kassem diantara ribuan syuhada Mesir. Gambarannya mirip dengan foto diatas…

Suamiku, Amr Mohamed Kassem kembali ke pangkuan Tuhannya pada usia 26 tahun.

Ia ditembak peluru tajam di dagunya hingga menembus leher. Ia gugur ketika mengikuti unjuk rasa di Alexandria, untuk menuntut keadilan bagi semua yang telah dibantai secara biadab oleh pasukan militer pada hari-hari dan pekan-pekan sebelumnya di seluruh penjuru Mesir.

Kemarin pagi aku pergi menuju ruang jenazah di rumah sakit terdekat di Alexandria untuk melihat Amr, sebelum ia dimandikan dan dimakamkan.

Ketika saya tiba di sana, banyak sekali orang menunggu di depan pintu untuk melihat anggota keluarga mereka yang juga terbunuh pada hari yang sama.

Teman-teman dan kerabat Amr juga berada di sana. Setelah menunggu beberapa lama, aku masuk ke dalam ruangan tempat Amr dibaringkan di atas meja, tertutup selimut panjang. Aku berdiri di sisinya dan membuka kain yang menutupi wajahnya, dan di sanalah ia, suamiku, kekasihku, rebah dalam dingin; padahal kurang dari 24 jam sebelumnya aku masih menyaksikan ia begitu bugar dan bahagia dan penuh senyum.

Lalu aku mencukur jambangnya, sebagiannya masih terasa lembut, sebagiannya lagi terasa kaku bersama simbah darah yang telah mengering. Hidungnya juga berdarah-darah dan ada goresan luka di sisi sebelah matanya, tapi ia begitu indah, bahkan sekalipun dalam kematian – bergeming seolah sedang tertidur. Lalu aku raba kedua bibir dan pipinya, dingin terasa.

Aku berdiri di sana agak lama, menatap wajahnya dalam-dalam, dan merasa seakan hatiku terlindas truk berulangkali. Aku tidak mau menangis keras-keras namun air mataku mengaliri pipi, dan aku lirihkan kepada kasihku

“Aku mencintaimu Amr. Aku tahu engkau selalu menginginkan gugur sebagai syahid, dan engkau telah memperoleh apa yang selalu engkau citakan, insya Allah, dan aku sangat bangga denganmu. Ya Allah ampunilah segala dosanya dan terimalah ia sebagai syuhada dan persatukanlah kami kembali di jannah-Mu kelak. Ya Allah sabarkanlah aku, karena aku tahu itulah waktu yang sudah Engkau tetapkan baginya, dan karena aku tahu bahwa dengan kehendak serta kasih sayang-Mu, ia hidup di sisi-Mu sebagai syahid.”

Aku tidak beranjak seinchi-pun dari sisinya sampai aku merasa benar-benar siap. Aku bahkan tak tahu persis berapa lama aku berdiri di sana. Hingga kemudian, aku mencium pipinya dan mengatakan kepadanya bahwa aku akan bersua lagi dengannya insyaAllah, lalu aku menutup kembali wajahnya dan meninggalkan ruangan.

Dalam shalat Jenazah yang dilangsungkan setelah shalat Ashar, kulihat ada ratusan orang ikut serta – sahabat-sahabatnya, teman-temannya semasa sekolah, dan sanak famili.

Ia merupakan sosok yang dicintai banyak orang. Semuanya basah oleh air mata, kata-kata baik terungkap, dan orang-orang mengatakan syukur alhamdulillah karena Allah SWT telah menjemputnya dengan cara kematian terbaik di muka bumi ini.

Kami bersama menshalati dan mendoakannya. Kemudian aku beranjak keluar menyaksikan kerumunan ratusan orang membopong tubuhnya yang terbalut kafan menuju ke pemakaman. Para muslimah tidak ikut, kami menunggu hingga ia dimakamkan dan doa dipanjatkan. Setelah beberapa waktu, ibundanya, aku, dan kerabatnya yang perempuan berjalan hendak keluar menuju pemakaman ke tempat ia dikuburkan.

Namun tiba-tiba aku menyadari orang-orang di sekitarku berteriak kepadaku untuk pergi, lari melalui pintu samping. Aku tidak mengerti apa yang terjadi saat itu tapi seketika mulai terdengar desing keras di belakangku, batu-batu dilemparkan ke arah kami, dan orang-orang berteriak agar para perempuan segera lari.

Maka aku lari dan berlari tanpa menoleh ke belakang. Ketika berlari itu, aku terkena sebongkah batu besar di bagian pipi, tapi alhamdulillah, teman-temannya Amr melihatku dan menyuruhku untuk berlari di depan mereka sehingga mereka berada di belakangku dan menjaga agar tidak terjadi apa-apa terhadapku.

Gerombolan orang yang menyerang kami itu ialah berandalan preman yang sebelumnya mendengar kabar bahwa di sana ada pemakaman anggota Ikhwanul Muslimin (padahal suamiku bukan anggota Ikhwanul Muslimin, ia semata pria relijius yang meyakini adanya haq dan bathil). Banyak orang terluka, diantaranya terkena luka tusukan, tetapi sejauh yang saya tahu, Alhamdulilah tidak ada korban jiwa.

Sebegitu bencinya gerombolan preman itu, bahkan dalam proses pemakamanpun mereka menyerang kami.

Namun kebencian mereka tak berarti apa-apa bagiku, jika musuh Allah membenci anda, maka itu adalah tanda bahwa Allah ridho, kita di jalan yang benar.

Wahai kawan, hatiku serasa sakit dan aku tak tahu bagaimana hati ini bisa begitu sakit. Aku merindukannya setiap kali aku terjaga dan mimpi tentang dia ketika aku tertidur. Dia adalah suami terbaik dari seorang wanita. Dia tak  pernah berharap banyak, dia sangat baik, murah hati, lembut dan penuh kasih, tetapi juga kuat dan berani.

Bajunya masih terpaku pada kait di kamar kami, seolah-olah dia akan berjalan melalui pintu dan mengganti bajun piama sebelum dia tidur. Temannya memberi saya dompet Amr dan ponsel, tapi hadiah pernikahan yang hilang,  masih tidak tahu di mana itu.

Namun melalui semua ini, aku tidak bisa mengatakan apa-apa kecuali Innalillahi wa inna ilayhi raji’un, dan terus berdoa untuknya.

Aku menolak untuk meratap dengan dengan protes kepada-Nya “mengapa” Ia membawanya atau berpikir “kalau saja dia tidak pergi ke protes pada hari Jumat, ia akan hidup.”

Tidak, itu sudah takqdir bagi Amr untuk kembali ke Allah, aku tahu bahwa di luar bayangan keraguan. Dan meskipun aku berharap aku punya lebih banyak waktu dengan dia di dunia.

Aku dengan tulus berharap untuk bersatu kembali dengannya dan menjadi istrinya, jika Allah mengijinkanku, di surga. Dalam jannah waktu tidak berakhir, tidak ada takut terpisah dari orang yang Anda cintai. Aku percaya dengan setiap inci, bahwa cinta kita benar-benar cinta yang bisa bertahan dari dunia ini ke dunia berikutnya.

Ya Allah, Engkau persatukan kembali Musa dengan ibunya setelah dia menempatkannya di sungai, ya Allah persatukan kembali Yaqoub dengan anaknya tercinta Yusuf setelah bertahun-tahun berpisah. Ya Allah Engkau lah yang mampu menyatukan hati kami kembali di akhirat nanti.

Semalam setelah kami pulang, aku menerima telepon dari seorang teman kerabat – seseorang yang telah menyaksikan pertama kali apa yang terjadi pada Amr setelah dia ditembak.

Dia mengatakan kepada kami bahwa pada kejadian itu Amr tidak langsung meninggal, dia masih hidup untuk beberapa saat. Tangan kirinya memegang dagunya di mana peluru itu masuk, dan jari telunjuk kanannya naik, dan dia berkata dengan jelas “Ashhadu anna la illaha ilAllah, wa ana ashhadu Muhammadun Rasulullah” dan ia memiliki senyum lebar di wajahnya, seolah-olah itu adalah hari pernikahannya.

Wahai kawan, kata-kata dorongan tidak begitu saja. Aku tak punya apa-apa selain cinta dan hormat untuk Anda semua, dan sekarang aku tahu jauh lebih banyak daripada sebelumnya bahwa sebagai umat Islam, meskipun kami memiliki kesalahan dalam komunitas kami, ketika kami bersama dan bersatu, kita benar-benar menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan.

Dukungan cinta dan doa telah menyentuhku. Aku pasti akan perlu doa dan dukungan ketika aku kembali ke Kanada insyaAllah.

Aku memohon kepada Allah semoga tetap dikuatkan di jalan-Nya dan tidak menyimpang dari jalan-Nya, demi aku, anak-anak dan juga demi Amr – untuk menghormati dia di jalan yang Allah yang telah meridhoinya.

Ya habibi ya Amr… Duhai kekakasihku Amr… Kuberharap bahwa sekarang jiwamu berada dalam burung hijau dan terbang ke Jannah-Nya, makan dan minum dari ketentuan dan dekat kepada Allah, di mana kau tidak akan pernah meneteskan air mata lagi atau pernah merasa rasa kehilangan atau penderitaan.

Kau adalah cintaku di dunia ini dan insyaAllah setelahnya, kau ada di hatiku selalu, Doa-doaku akan terus teriring untukmu.

Asmaa Hussein

*sumber: islamedia, dll

====================================================

Kisah Tragis dari Masjid Al-Iman Makram Abid

Rubrik: Afrika | Kontributor: Tim dakwatuna – 15/08/13 | 17:17 | 08 Shawwal 1434 H

http://www.dakwatuna.com/2013/08/15/37967/kisah-tragis-dari-masjid-al-iman-makram-abid/#axzz2c0HzeQY0

korban pembantaian  (inet/Misr25TV)

korban pembantaian (inet/Misr25TV)

dakwatuna.com – Mesir.  Salah seorang saksi mata di masjid Al-Iman Makram Abid menceritakan sebuah kisah tragis yang baru saja disaksikannya.

Seorang ayah datang ke masjid untuk mengidentifikasi jasad anak laki-laki satu-satunya. Semua anaknya yang lain perempuan.

Ketika menemukan jasad anaknya, beliau membuka penutup wajahnya. Lalu terjadilah dialog yang memilukan ini:

“Aku sudah menjual gandum yang tersisa, dan aku berikan kepadamu agar engkau bisa menikah pada Hari Raya Idul Adha nanti, seperti kesepakatan kita.

Ayo, bangunlah anakku, demi ibu dan saudari-saudarimu. Mereka semua menunggumu datang bersamaku.”

Maka sang ayah pun memeluk jasad anaknya yang sudah kaku. Saat itu dia berkata kepada orang-orang di sekitarnya:

“Aku akan tidur sebentar. Lalu kita akan bangun untuk pergi bersama. Dia sangat mencintaiku, tidak mungkin akan pergi meninggalkanku sendirian. Dia tidak mungkin tega membuatku bersedih. Selama hidupnya dia selalu menemaniku pergi. Tidak pernah membiarkanku pergi sendirian.”

Kata-kata itu keluar dengan penuh kesedihan. Seakan yang keluar dari matanya bukanlah air mata, tapi darah.

Sang ayah tidur dengan memeluk jasad anaknya. Lalu tiba-tiba terdiam, tidak bergerak.

Orang-orang yang ada di sekitarnya datang untuk menenangkannya. Tapi sungguh kaget, mereka mendapati sang ayah pun sudah meninggal saking sedihnya ditinggal anak terkasihnya.

Terlaknatlah As-Sisi, banyak sekali tragedi memilukan di balik setiap syahid yang gugur hari ini. (msa/sbb/dkw)

Redaktur: Saiful BahriTopik:

Keyword: , , , , ,

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/15/37967/kisah-tragis-dari-masjid-al-iman-makram-abid/#ixzz2cf5AgndC
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Gagap


Presentasi TD di Cost IC1004, Malaga, Spain, 6 Feb 2013

Presentasi TD di Cost IC1004, Malaga, Spain, 6 Feb 2013

Ketika masih kecil saya gagap ketika berbicara. Menurut Wa Badri, tetangga samping rumah yang mengajar di UNILA, hal ini terjadi karena saya berfikir terlalu cepat dan mulut tidak bisa mengimbangi.

Suatu hari saya dikagetkan oleh abang sepupu, dan sejak itu seingat saya, saya mulai tidak gagap. Saya jadi bisa mengendalikan dengan cara berbicara pelan-pelan. Sampai sekarang jika saya berbicara cepat kadang lidah saya keseleo, susah untuk berbicara hehehe…

Saya juga pemalu untuk berbicara ke depan. Teringat dulu ikut organisasi pertama kali di SMP. Saya ikutan karya ilmiah remaja (KIR). Ketika itu saya kaget karena ditunjuk sebagai humas. Dan pengurus semuanya diminta maju ke depan. Saya malu sekali, sangking malunya saya menghadap ke belakang. Ketika selesai acara KIR, saya beli somay di mamang somay yang pake sepeda, dan ada dua teman siswi juga ikut beli somay. Seorang siswi bilang ke saya, kenapa kok malu tadi. Terus temannya siswi satu lagi bilang, Reza tadi bukan malu, tapi malu-maluin. Hehe saya jadi malu sekali 😀

Kelas 3 SMP juga ketika pelajaran bahasa, saya disuruh maju ke depan oleh guru bahasa Indonesia. Ini guru bahasa Indonesia favorit saya, di mana saya paling lemah pelajaran bahasa Indonesia ini sejak SD, ketika kelas 3 SMP mulai menyukai pelajaran bahsa Indonesia. Ketika saya maju ke depan, saya malu sekali, sampai saya membaca dengan buku saya angkat menutupi wajah saya. Sampe guru saya bilang diturunin bukunya jangan menutupi wajah g******nya… hahaha

Ketika SMU saya ikutan Rohis dan mencoba mendaftar OSIS. Karena saya pemalu ketika interview pengurus OSIS saya sering tertawa supaya tidak tegang, akhirnya saya ditolak karena dibilang cengengesan. Di Rohis saya jadi humas lagi. Padahal saya pemalu, kok ditaruh di humas lagi. Dan itu berlangsung ketika kuliah di GAMAIS ITB saya pun ditempati di staff hublu.

Rohis di SMU membuat saya sedikit pede untuk berbicara di depan umum. Tapi masih pemalu.

Ketika kuliah saya ikut organisasi MATA’ dan Muslim Elektro (ME), mulai memimpin rapat, mulai saya tumbuh rasa percaya diri untuk berbicara di depan orang. Tapi tetap saja masih susah bagi saya untuk berbicara cepat, karena lidahnya masih suka keseleo. 😀

Biasanya saya bisa bicara cepat kalau saya sudah hafal apa yang mau saya omongkan. Kalau belum hafal kadang yang lompat-lompat sampai bingung mau ngomong apa karena di otak sudah langsung muncul banyak pilihan kata. Akhirnya kadang bicara lambat agar tidak keseleo ngomongnya, tapi efeknya bikin orang tidur hehe.

Sepertinya saya emang tidak berbakat dalam dunia perbahasaan. Sebagai contoh ketika SD, saya mendapatkan nilai matematika 10, tetapi bahasa 6 koma sehingga saya tidak bisa masuk SMP favorit ketika itu yang batas bawah nilainya NEM 45 sedangkan saya hanya 43 koma. Akhirnya saya masuk ke SMP dekat rumah saya dan urutan NEM saya tertinggi ketiga di sekolah 🙂

20140220-050352.jpg

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

List Kesalahan Mahasiswa


List diambil dari artikel [1]

1. Tidak masuk kelas

2. Tidak beli atau pinjam textbook yang direkomendasikan

3. Tidak mengerjakan pekerjaan rumah

4. Target pencapaian yang rendah

5. Terlalu percaya diri

6. Menjual buku-buku kuliahnya setelah selesai dipakai

Ref:

[1] M. N. O. Sadiku, S. M. Musa, and K. Kirby, Common mistakes made by students, IEEE Potential, July/August 2012.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Matlab Figure to PDF


Akhirnya saya mengatur figure dengan cara menggunakan printview, kemudian mengatur margin left menjadi -2, wide menjadi 33, size A-4, klik fill page, dan terakhir pilih landscape.

Kemudian saya save settingannya.

Setelah itu print as pdf.

Selesai 🙂

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Kisah Antara Berkah Ramadhan dan Munakahat


Sore itu… di dalam masjid Al Wasi’i yang tenang, luas, dan nyaman, pada bulan Ramadhan…. istirahat dari muroja’ah hafalan Al Quran, saya sms salah satu shohib saya yang kenal sejak kelas 3 SMU dan kemudian kuliah bareng di ITB.  Ketika itu Ramadhan pada tahun 2005, saya mengirimkan pesan kepadanya, “Akhi bagaimana kuliah antum?”. Kira-kira begitulah pesan saya yang menanyakan kapan kiranya sahabatku tersebut lulus kuliah. Sedangkan saya yang mundur setahun dari kelulusan dengan memanfaatkan waktu 5 tahun untuk lulus kuliah dari ITB, lulus sekitar bulan Juli 2004, dan sudah merasakan kerja selama setahun kontrak di perusahaan multinasional vendor telekomunikasi.

Tak berapa lama saya dapatkan jawaban sms yang penuh optimis, “Insya Allah akhi, dengan berkah Ramadhan, lulus tahun ini segera..” kira-kira begitu juga jawabnnya, saya juga agak-agak lupa jawabannya.

Ketika membaca sms tersebut, saya agak tersentak dengan bahasa shobib saya ini yang nun jauh di seberang sedang berjuang di kota kembang, sedangkan saya di ujung selatan pulau Sumatera. Yang membuat saya kaget, tersentak, adalah kata-kata “berkah Ramadhan”. Kata-kata ini serta-merta menginspirasi saya… ya sangat menginspirasi saya…

Saya langsung berfikir, betul juga… ini bulan Ramadhan, bulan penuh berkah. Kalau saya mulai proses pernikahan saya pada bulan ini, insya Allah pernikahan saya juga mendapatkan berkah dari Allah.

Maka saya bergegas pulang, menuntaskan muroja’ah hafalan Al Quran saya. Saya menemui ibu saya dan menyampaikan aspirasi saya, fikiran saya di masjid tadi. Alhamdulillah ibu saya setuju saja. Begitu juga ayah saya menyerahkan kepada saya untuk masalah ini. Saya kemudian menghubungi murobbi saya yang masih di warung buncit waktu itu, karena saya pulang ke Lampung ini untuk sementara saja memaksimalkan bulan Ramadhan setelah saya menjadi pengangguran karena tidak melanjutkan kontrak kerja yang sudah habis masanya selama setahun pada akhir September 2005.

Alhamdulillah murobbi juga setuju, sehingga mulailah diproses calon istri yang sudah disediakan keluarga saya dan juga disetujui murobbi saya. Ini adalah proses saya yang kedua, setelah yang pertama gagal karena tidak sepakat masalah domisili. Saya pasrah saja kepada Allah jika emang ini jodoh maka akan Allah mudahkan, lancarkan dan cepat sekali.

Murobbi saya termasuk yang setuju dengan pilihan orang tua saya. Karena menurut dia, bagus kalau orang tua sudah mencarikan calon yang sholehah, karena murobbi saya punya pengalaman sampai 5 kali proses menikah baru  berhasil, dimana proses-proses sebelumnya gagal semua karena orang tuanya tidak setuju. Sedangkan orang tua saya dan adik-adik saya juga sudah mencarikan dan menseleksi calon untuk saya. Alhamdulillah.

Maka kemudian saya update lagi proposal Munakahat saya. Untuk pekerjaan saya ganti, karena saya masih pengangguran, saya tulis bahwa pekerjaan saya adalah “Insya Allah bekerja di Ericsson.” Ternyata nantinya status pekerjaan saya ini membuat heran ayah istri saya ketika itu ketika membaca proposal pernikahan saya yang tertulis pekerjaannya masih Insya Allah, dan ayah istri saya bertanya ke istri saya ini, “lho ini kok kerjaannya masih insya Allah dan bakal kerja di counter handphone…” Subhanallah, semua emang sudah diatur oleh Allah dalam kitab Lauh Mahfudz.

(Dah mau buka puasa euy… bersambung dulu detailnya)

Singkat cerita Setelah lebaran awal November 2005 saya ta’aruf dengan istri saya, Desember 2005 lamaran, dan 15 Januari 2006 Akad Nikah. Emang Bulan Ramadhan ini penuh berkah, menikah pun berkah, mendapatkan keluarga dan anak-anak yang penuh berkah dari Allah. Alhamdulillah mudah, lancar, dan cepat sekali. Terima kasih ya Allah.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Bulan Romadhon, Momentum Perubahan Diri, Kenangan SMU, Masjid, dan Buku Fiqih Sunnah


Di dalam Masjid SMUN2 Bandar Lampung. Sumber foto: Iwan Sofian

Di dalam Masjid SMUN2 Bandar Lampung. Sumber foto: Iwan Sofian

Ketika itu kelas 3 SMU. Bulan Romadhon tiba. Sebagaimana anak-anak kelas 3 SMU, yang sudah tingkat akhir, kekhawatiran akan masa depan, memasuki dunia kuliah, membuat sebagian siswa terutama yang aktif di Rohis sering ke Masjid untuk Sholat Dhuha ketika istirahat dan juga Sholat Dhuhur berjama’ah.

Ketika bulan Romadhon itu, setelah sholat sunnah Dhuha, iseng-iseng lihat perpustakaan masjid sekolah. Ada deretan seri buku Fiqih Sunnah karya Sayid Sabiq yang berwarna hijau beberapa jilid. Allah menggerakkan tangan ini untuk mengambil salah satu dari seri buku tersebut. Entah apa karena iseng saja, pokoknya ingin mengambil, saya pilih yang paling tebal yaitu jilid dua.

Saya buka acak, ternyata tentang sujud  Sahwi. Saya iseng baca, isinya cerita bagaima Rasululalh saw perna lupa raka’at sholat, ketika selesai sholat para sahabat r.a. bertanya, dan Rasulullah saw bilang kenapa tidak diingatkan, kemudian ditambah rokaatnya dan diakhiri dengan sujud sahwi.

Hal ini membuat diri saya takjub, bahwa saya tidak pernah tahu adanya sujud sahwi ini ketika kita lupa rukun sholat. Biasanya saya kalau lupa, ya mengulang lagi sholatnya.  Dan saya takjub dengan hadist mengenai Rasulullah saw pun bisa lupa ketika sholat.

Kemudian karena kekagetan saya ini, saya merasa ternyata saya masih bodoh sekali dengan agama saya. Selama ini saya merasa cukup dengan Mengaji tiap maghrib dan sholabt 5 waktu kadang ke masjid. Walaupun saya sejak kelas 1 SMU sudah ikutan Rohis dan ikutan mentoring mingguan, tetap saja saya masih kaget, karena ilmu saya tentang Islam, dan tentang sholat, ternyata masih sedikit sekali.

Saya merasa tertantang dan penasaran dengan isi buku ini tentang sholat yang tebal. Karena saya sejak kecil sering diajak ayah saya ke masjid, dan saya rajin sholat, sampai dikatai tempan saya “sok alim”. Saya teringat bagaimana kakak-kakak penghuni masjid Al Wasi’i mengajari saya membalas ejekan sok alim tersebut dengan cara bilang saja, sok nya untuk kamu, alimnya untuk saya.

Saya penasaran sekali beratahun-tahun saya sholat kok masalah ini saya tidak tahu, jangan-jangan masih banyak lagi ilmu yang tidak saya ketahui. Ketika saya lagi merenung, memegang buku tebal itu. Ada teman saya yang melihat dan menasihati saya, “kata paman saya, hati-hati belajar fiqih, kalau belum siap nanti bisa gila.”

Saya termenung, dan tetap penasaran, akhirnya hari-hari berikutnya saya baca buku itu untuk menghilangkan penasaran saya. Di buku itu saya menemukan hadist-hadist lain yang membuat takjub yaitu hadist yang menjanjikan bagi orang-orang  melakukan sholat berjama’ah di awal waktu tidak ketinggalan takbir pertama dengan imam, 5 waktu, selama 40 hari berturut-turut maka diharamkan baginya api neraka. Karena saya takjub saya amalkan selama 40 hari itu, begitu dengar adzan langsung saya cari masjid terdekat, ketika di angkot, langsung saya turun, ketika nyupir, langsung saya parkir. Subhanallah, 40 hari itu terasa sekeli pengalaman spiritual yang tinggi di mana saya merasakan saya hanya mengutamakan Allah selama 40 hari tersebut, dan itu membuat saya begitu ringan dan nikmat sekali.

Akibat dari baca buku ini, saya kemudian melahap buku-buku dan majalah-majalah yang ada di dalam perpusatakaan masjid sekolah. Bahkan majalah an-Nida pun cerpen-cerpen palestina saya baca, cerita-cerita menikah tanpa pacaran, sirah nabawiyah, dan banyak lagi.

Kemudian saya lanjutkan buku-buku di rumah ihya ulumuddin, duratunnasihin yang banyak hadist dhoif dan palsu pun saya baca semua. Setelah itu makin lama saya makin selektif membaca buku-buku, karena ternyata buku-buku tentang Islam itu banyak sekali. Tapi alhamdulillah ada keinginan untuk membaca buku-buku Islam tersebut. Semua itu membuat saya hijrah dari duluya suka baca komik-komik jepang, novel-novel atau cerita-cerita, menjadi membaca buku-buku Islami.

Dan kebiasaan tersebut terus sehingga membuat saya berubah seiring banyaknya buku yang saya baca, kegiatan-kegiatan Islami di Rohis, saudara-saudara seperjuangan di Rohis,  akhirnya memacu saya untuk menghafalkan Al Quran, dan bercita-cita menghafalkan Hadist, mengikuti kajian-kajian ta’lim keilmuan dari para ustadz-ustadz, dengan tetap mempertahankan presetasi di bidang Akademik.

Hal ini juga membuat saya yang tadinya suka musik Pop, Rock, berubah ke Nasyid, dan akhirnya saya hanya suka mendengar Al Quran.

Alhamdulillah nikmat sekali momentum Romadhon ini, bulan penuh keberkahan. Mari kita isi semaksimal mungkin.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Hasil pencarian google untuk keyword “Muhammad Reza Kahar Aziz”


1. Reviewer di IEEE VTC 2013: http://www.ieeevtc.org/vtc2013spring/final-programme.pdf

2. Pengurus MUSLIM EID (Ericsson Indonesia): http://muslimeid.blogspot.jp/

3. NIM mahasiswa ITB: http://xa.yimg.com/kq/groups/20505485/125231056/name/2

4. SK pengajar di ITT Telkom: http://www.ittelkom.ac.id/staf/mrm/Pendidikan/SK%20Pengajaran/SK%20Pengajaran%20Gjl%202011-2012.pdf

 

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Resep Roti Manis


by Eva Jumiyanti

Resep roti manis
1. 500gr tepung yang khusus buat roti
2.125gr gula pasir
3. 15gr ragi instan
4.1/2 sdt garam
5. 80gr margarin
6. 2 kuning telur
7. siapkan 125 ml susu cair dan 125 ml air dingin (dipakainya tidak sekaligus, tapi sedikit-sedikit, jangan dihabiskan)
8. Kuning telur untuk olesan atasnya supaya mengkilat

Cara buat :
1. Campur bahan dari no 1 – 4. Aduk sampai rata dengan mixer kecepatan rendah
2. masukkan margarin sampai rata
3. masukkan kuning telur sampai rata
4. masukkan sedikit sedikit secara bergantian susu dan air dingin, ternyata kemarin ga habis semua, sepertinya separo dari air dan susu yang ditakar. Ga tau, apa salah takaran tepungnya, karena ga ada timbangan, jadi pake feeling aja.
5. aduk sampai kalis, kalis itu kalau adonan ditarik sudah ga putus (disini butuh kesabaran ekstra, jangan lupa sambil nguleni sambil doa minta roti yang berhasil)
6. terus didiamkan dan ditutup dengan sapu tangan basah, karena ga punya serbet bersih :). Kemarin sampe 2 jam ngembanginnya, lumayan bisa nyuci piring dulu, nyuapin dzafira dulu, mandiin fatih dulu. hehe
7. Setelah mengembang, buang gasnya dengan menusuk nusuk pake tusuk gigi. hihi fatih dah mulai ikutan pas di sesi ini
8. terus dibagi jadi 20 bagian
9. didiamkan lagi, tunggu sampai mengembang.tutup lagi dengan sapu tangan basah
10. Baru deh, diisi rotinya, dengan cara dipipihkan dulu, terus masukin kejunya, tutup dengan merapatkan sisi-sisi rotinya, dan dijadiin bagian bawah roti
11. didiamkan lagi sampai mengembang dan olesi dengan kuning telur
12. Bakar dengan oven api bagian bawah. Tapi bingung, berapa suhunya, karena di oven ini bukan pake suhu berapa derajat, tapi watt, tertulis di ovennya, 400 watt untuk api bagian bawah. Saya bakar sampai 15 menit dengan pengamatan. Jadi kalau ditinggalin,khawatir lupa.
13. kalau bagian bawah roti sudah matang, ganti dengan api bagian atas. Nah di oven ini, 600 watt, jadi harus ditungguin ekstra, supaya ga gosong.
14. Alhamdulillah berhasil….

Dipublikasi di Tidak terkategori | 2 Komentar

Serba-Serbi Radio Microwave Point to Point


Mumpung masih ingat di kepala, pengalaman kerja 6 tahun di vendor industri Telekomunikasi ketika saya memegang produk Radio Microwave point to point, jadi saya tulis saja di sini.

Alhamdulillah saya sempat merasakan kerja di PT Siemens Indonesia selama setahun sebagai Microwave Service Engineer. Tugasnya adalah supervisory instalasi perangkat microwave point to point pada jaringan mobile communication pada tahun 2004-2005. Setelah itu dilanjutkan di PT Ericsson Indonesia bagaian Solution untuk perangkat Microwave point to point selama 5 tahun.

Radio point to point Microwave tahun 2004 ada yang PDH maupun SDH. PDH merupakan singkatan dari Plesiochronous Digital Hierarchy, sedangkan SDH merupakan singkatan dari Synchronous Digital Hierarchy. Ketika itu radio PDH biasanya untuk jarak pendek, biasanya untuk akses dari BTS beberapa hop ke BSC untuk teknologi GSM. Kami menggunakan istilah hop untuk satu link atau satu tembakan antara dua buah tower. Harga PDH lebih murah dari radio SDH. Ketika saya baru bergabung di Siemens ketika itu PDH paling kecil berkapasitas 4 E1, di mana satu E1 itu besarnya sekitar 2 Mbps (Mega bit per second), sedangkan yang paling besar adalah 16 E1. Untuk mendapatkan 1 E1 sebesar 2 Mbps atau tepatnya 2,042 Mbps ini adalah dari 32 time slot (slot waktu), sebuah time slot memiliki kapasitas 64 Kbps (Kilo bit per second).  Untuk mendapatkan kapasitas 16 E1 ini diperlukan bandwidth sebesar 28 MHz (Mega Hertz) dengan modulasi QPSK (Quadrature Phase Shift Keying).  Sedangkan untuk mendapatkan 4 E1 berarti kita butuh sekitar 7 MHz bandwidth.

QPSK adalah sistem pemetaan pada komunikasi digital yang menggunakan bilangan biner nol (0) dan satu (1) sebagai data. Dengan menggunakan QPSK kita bisa memetakan satu pasang bilangan biner yaitu 00, 01, 10 dan 11 dalam masing-masing sebuah simbol tegangan.  Sepertinya untuk masalah modulasi ini perlu dibuat tulisan tersendiri untuk memahaminya.

Biasanya radio PDH ini menggunakan QPSK maksimal sampai 16 E1 dengan bandwidth 28 MHz, seiring dengan perkembangan zaman radio PDH ini mulai meningkat kapasitasnya dengan menggunakan modulasi yang lebih tinggi seperti 16 QAM yang mengirimkan 4 bit sekaligus dalam satu simbol, dan juga 64 QAM yang mengirimkan 6 bit sekaligus dalam satu simbol.  Biasanya radio PDH yang sampai 64 QAM ini dengan kecepatan transfer data sebesar 75 E1 atau 150 Mbps dalam satu modem dan radio

SDH lebih sering dipakai untuk backbone pada mobile communication. Backbone (tulang punggung atau tulang belakang) ini sering dipakai karena biasanya menghubungkan antar BSC yang berisi komunikasi banyak sekali pengguna jasa telekomunikasi. Jadi emang backbone ini sangat vital sekali, sekali putus, bisa banyak sekali pelanggan yang tidak bisa melakukan komunikasi. SDH ini menggunakan satuan kapasitas STM (Synchronous Transfer Module), biasanya kelipatan 4 ditulis setelah tulisan STM (Jadi ingat Sekolat Teknik Menengah ya, sekarang sudah jadi SMK 🙂 ) yaitu STM-1, STM-4, STM-16, dan seterusnya. SDH ini juga teknologi yang biasa dipakai pada jaringan optic. Biasanya untuk mendapatkan STM-1 ini dibutuhkan bandwidht 28 MHz dengan modulasi 64 QAM (Quadrature Amplitude Modulation).

Dari 64 QAM ini kita mendapatkan bahwa 64 merupakan 2^6 yang memiliki arti setiap 6 pasang data biner yang akan kita transmisikan kita petakan ke sebuah simbol pasangan tegangan I dan Q. Jadi dengan 28 MHz pada 64 QAM bisa didapatkan STM-1 atau sebesar 155 Mbps. Jika kita jadikan E1, maka kita akan mendapatkan total 64 E1, atau sebesar 64 x 2 Mbps = 128 Mbps. Selisih dari 155 Mbps dengan 128 Mbps ini yaitu sebesar 27 Mbps adalah overhead untuk sinkronisasi, dll, dalam membentuk sebuah STM-1.

Radio Microwave ini biasa juga disebut bagian dari mobile backhaul. Teman-teman sesama mobile backhaul adalah optical network dan copper (kabel tembaga).

Ada dua macam model Radio Microwave Point to Point dalam segi arsitektur. Yang pertama adalah Split Radio dan yang kedua adalah Fully Indoor Radio.

Untuk yang split radio, maka Radio Microwave Point to Point (PtP) ini dibagi menjadi Indoor Unit (IDU) dan Outdoor Unit (ODU). Indoor Unit terdiri dari perangkat yang menjalankan fungsi menerima input data berupa E1 untuk dimodulasi dengan QPSK maupun QAM, dan kemudian keluar dalam Intermediate Frequency (IF) melalui kabel Coax menuju Outdoor Unit yang merubahnya menjadi Gelombang Radio frekuensi tinggi ke antenna.

Cable Coax ini biasanya paling kecil berdiameter 7.6 mm untuk panjang sekitar 100 meter. Sedangkan yang sering diorder adalah 10 mm dengan performansi bagus sampai 200 m.  Kadang dibeli dalam gelondongan per 400 m, ada juga yang paketan per 100 m.

Pada Indoor Unit untuk radio tipe lama ada Multiplexer Modem Unit (MMU). Card MMU ini menggabungkan beberapa E1 dari interface masukan oleh multipexer, kemudian dimodulasi QAM atau QPSK oleh Modem sebelum dikirimkan ke Radio Unit (RAU) pada ODU. Interface masukan E1 menuju MMU melalui bus di backplane megazine IDU. Dengan perkembangan Radio Microwave diperkenalkan Node Processor Unit (NPU) untuk memproses Ethernet switching.

Sedangkan untuk fully indoor radio, semua proses ada di dalam shelter. Yang keluar shelter sudah dalam bentuk sinyal radio frekuensi tinggi dibawa oleh wave guide menuju antenna bundar yang ada di bagian atas menempel pada tiang-tiang tower.

Frequensi yang dipakai pada Microwave ini dari sekitar 3 GHz – 23 GHz. Biasanya yang radio split untuk access memakai 7 GHz, 15 GHz, 18 GHz, dan 23 GHz.

Perkembangan tahun 2010 sebelum saya resign adalah sedang dikembangkan radion 70/80 GHz, disebut juga pencil beam. Saya kebagian bikin study regulasi negara-negara yang sudah bikin untuk frekuensi tersebut. Karena kecilnya beam bagaikan pensil, maka di regulasi ada yang menggratiskan pemakaian frekuensi ini karena kemungkinan interferensi kecil hanya dengan memainkan ketinggian antena saja.

Begitu 3G dengan basis WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) mulai diinstall di mana-mana, seiring dengan teknologi radio access atau Node-B yang mulai mengeluarkan data Ethernet/IP menuju radio point to point microwave. Maka Radio microwave ptp ini pun mulai berkembang menjadi radio Ethernet/IP.  Kami menyebutkan migrasi menuju jaringan Ethernet/IP.

Proses migrasi ini menggabungkan dalam satu casing modem untuk PDH, modem untuk SDH, dan modem untuk Ethernet Packet. Pada awalnya Ethernet ini masih dibungkus dalam PDH. Jika ingin dilalui menggunakan SDH, maka Ethernet ini dibungkus PDH kemudian dibungkus lagi dengan SDH. Ethernet juga bisa dibungkus langsung per VC12 atau VC4 agar mengurang overhead jika dibungkus PDH terlebih dahulu. Setelah itu perkembangannya mulailah Ethernet murni di modulasi QAM mapunu QPSK untuk dikirimkan langsung ke radio unit dan disalurkan ke antenna parabola yang mirip gendang.

Kemudian dikembangkan juga fitur Adaptive Modualation, karena dengan bertambahnya orde modulasi maka treshold sinyal yang diterima makin kurang sensitif, jadi jika ada fading seperti hujan yang membuat kuat sinyal yang diterima kecil sekali misalnya -70 dBm utuk order modulasi tinggi maka otomatis langsung dikurangi orde modulasinya sehingga treshold received singal level bisa makin sensitif. Karena kalau lebih kecil dari treshold sinyal yang diterima akan dianggap sebagai noise.

Perkembangan modulasi pun begitu pesat, dari tadinya QPSK, 16 QAM, 128 QAM. Perkembangan berikutnya 64 QAM, 256 QAM. Ketika terakhir saya kerja tahun 2010 saat itu kami sudah demo pertama kali di dunia pada suatu operator di Indoensia yaitu 512 QAM dengan bandwidth 56 MHz untuk Ethernet murni.

Kemudian mulai dikembangkan fully outdoor unit, di mana modem, radio, dan antenna ditaruh di atas tower, dan interface yang keluar langsung Ethernet interface berupa kabel optik maupun kabel LAN.

…. bersambung …

Dipublikasi di Telekomunikasi, Tidak terkategori | 2 Komentar

Nugget Ayam Wortel Home Made


image

by: Eva Jumiyanti

setelah googling, saya nemu dua resep, yang satu mudah sekali karena pakai bumbu siap saji.  Yang  satu sepertinya enak sekali, sayangnya, saat ini belum ada alat kukus. Alhasil, saya memasak dengan menggabungkan resepnya.
Berikut resepnya :
500gram daging ayam giling
2 buah telur
1 buah wortel, iris kotak kecil
5 batang daun bawang,iris halus
1/4 bawang bombay besar, dicincang halus
3 buah bawang putih besar dicincang halus
50 gram keju parut
1 bungkus ladaku, ini lada favorit, karena rasanya asli
1 sdm garam atau sesuai selera
1 sdt gula
150gram tepung roti

bahan pencelup :
tepung terigu secukupnya
1buah telur
tepung roti secukupnya

cara membuatnya :

semua bahan diaduk rata. Sayangnya, saya belum profesional bentuk nuggetnya :) , kemudian di bentuk sesuai keinginan,

siapkan :
tepung terigu yg sudah dilarutkan dgn air. kekentalannya sedang. celupkan nuggetnya. kemudian celupkan lagi nugget ke telur yang sudah di kocok. setelah itu baluri dengan tepung roti. goreng dengan api agak sedang untuk bisa mendapatkan bagian daalam yg matang.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

My Father, Kenangan Bersama Ayahku


Ayahku adalah salah satu dari banyak tokoh-tokoh idolaku. Ketika aku kecil, ayahku bagaikan raksasa yang gagah berani dan sholeh.

Ayahku seorang Imam di sebuah masjid kampus yang ukurannya besar sehingga diberi nama masjid tersebut dengan salah satu asma’ul husna karena ukurannya yang luas.  Ayahku selalu mengajakku sejak aku kecil untuk sholat di masjid tersebut. Ayahku menegurku hingga masuk ke hatiku ketika aku kecil pernah lalai sholat wajib akibat bermain game.  Hingga aku pun takut mati dalam keadaan belum sholat.

Ayahku jagoanku, ketika aku kecil, aku melihat ayahku manusia super kuat yang sangat berani. Sabuk Hitam Judo dan Karate membuatnya tampak gagah berani.

Ayahku seorang ilmuan, dosen yang mengajar, dan rumah yang banyak sekali buku di perpustakaan, membuatku sangat suka baca buku. Buku apa saja dibelikan untukku.

Sosok ayahku begitu menginspirasiku, seorang guru, pengajar, dosen, dengan sabuk hitam judo dan karate, imam di masjid kampus, pemimpin dan panutan.

Ceritanya tentang pengalaman organisasi ketika dirinya kuliah di jogja, sebagai pemimpin di berbagai organisasi kemahasiswaan Islam, BEM, dan juga organisasi asal daerahnya, memacuku banyak berorganisasi sejak SMP diriku mendaftarkan diri ikut Karya Ilmiah Remaja, ketiak SMU, dan kuliah banyak sekali organisasi yang aku ikuti.

Ceritanya mengenai sabuk hitam judo dan karate, membuatku ikutan juga karate, judo, taekwondo, thifan, walaupun hanya sampai sabuk kuning.

Kiprahnya sebagai dosen membuatku juga ingin menjadi dosen dan ingin menjadi professor.

Kepemimpinannya di masjid dan menjadi imam di masjid kampus, membuatku cinta masjid, menghafal Al Quran, dan terus belajar Islam dan mendakwahkannya.

Ayahku adalah Idolaku, dan semoga Aku menjadi Idola bagi anak-anakku

Dipublikasi di Tidak terkategori | 1 Komentar