Tips Tembus UMPTN/SPMB


Sejak kelas dua SMU saya sudah membeli buku yang cukup tebal berisi soal-soal ujian masuk perguruan tinggi negeri. Buku tersebut berwarna merah dengan cover ada gambar AULA barat atau timur ITB. Isi buku tersebut adalah soal-soal ujian sejak tahunan yang lalu. Kalau baru buka buku tersebut soal-soal awal adalah 1+1 adalah….

Saya termotivasi oleh orang tua saya untuk tembus UMPTN masuk ITB, karena ortu saya cerita bahwa anak temannya masuk ITB. Apalagi ayah saya juga membelikan buku biografi Habibie yang sempat masuk ITB, mutiara dari timur. Ayah saya juga kalau tak salah mengatakan kalau anak temannya itu belajar selama setahun. Oleh karena itu saya bertekad untuk masuk ITB, tidak mau universitas lain untuk S1.

Saking semangatnya saya dan beberapa teman pentolan siswa berprestasi di SMU saya pun ketika kelas dua sudah ikutan try out yang diadakan oleh teman-teman alumni SMU saya yang diantaranya ada mahasiswa ITB. Try Out dilakukan di GOR Saburai. Sudah bisa ditebak kalau hasil try out saya jelek. Tapi hal ini menumbuhkan tekad untuk mendapatkan passing grade yang besar agar lulus UMPTN masuk ITB.

Alhamdulillah orang tua saya sangat mendukung dan mensupport saya ketika belajar pelajaran UMPTN. Kadang kalau sudah belajar dan memahami soal demi soal saya buat simulasi-simulasi UMPTN sendiri dengan menggunakan timer dan menghitung passing grade sendiri. Kalau sudah serius belajar kadang ayah saya datang membawakan roti tawar isi telor ceplok yummy dengan susu segar. Alhamdulillah itu membuat semangat belajar bertambah. Semangat belajar ini juga diimbangi dengan semangat beribadah, ketika Adzan berkumandang, langsung berangkat ke Masjid untuk sholat berjama’ah.

Sebelum tulisan ini dikembangkan lebih detail, saya berikan point-point tips tembus UMPTN.

1. Siapkan waktu selama setahun ketika kelas 3 SMU untuk mengulang-ngulang soal-soal UMPTN/SPMB. Kumpulkan seluruh soal-soal UMPTN/SPMB sejak dulu kala (soal sejak lebih dari sepuluh tahun yang lalu), lebih bagus lagi yang ada kunci jawabannya. Kerjakan beberapa soal tiap hari. Untuk soal hitung-hitungan, jika tidak mengerti, lihat kunci jawaban, kemudian kerjakan lagi sampai paham atau mengerti bagaimana cara menjawab pertanyaan tersebut. Awal-awal emang lumayan berat karena harus mengerti hal yang baru, dan juga belum diajarkan di kelas. Tapi lama kelamaan kita juga mengerti dan lebih paham. Karena sudah biasa akhirnya seperti ada feeling jawaban ketika melihat soal hitungan seperti matematika dan fisika. Untuk pelajaran hafalan seperti biologi dan bahasa indonesia, perlu sering-sering diulang soal-soal tersebut, lama-lama hafal juga karena soalnya dari tahun ke tahun mirip-mirip. Ketika saya UMPTN, saya gembira karena banyak sekali soal yang mirip dan bahkan ada soal yang sama dengan soal beberapa tahun yang lalu.

2. Ikut bimbingan belajar (waktu itu saya ikutan GO Lampung). di Bimbingan belajar ini tiap bulan mengadakan try out sehingga kita bisa mengukur grafik perkembangan passing grade. seingat saya awal-awal kelas 3, di try out bimbel, passing grade saya sekitar 18-19 persen. Cukup kecil sekali, belum bisa masuk Universitas Negeri manapun. setelah satu atau dua bulan, akhirnya saya bisa meningkatkan passing grade sekitar 30-an persen, sehingga Universitas Negeri di kampung halaman saya pun bisa tembus. Ketika pertengahan tahun di kelas 3 SMU, passing grade saya tembus ke 40-50%, sehinggu cukup PeDe untuk masuk ITB. kemudian menjelang akhir kelas 3 SMU saya sudah bisa meraih passing grade sekitar 60-an persen dan bisa tembus ke Elektro ITB peringkat passing grade minimum tertinggi saat itu di Indonesia. Banyak-banyak ikutan try-out dan membuat simulasi UMPTN sendiri pun akan membuat kita lebih rileks ketika menghadapi real UMPTN, karena suasanya jadi mirip.

3. Tingkatkan ibadah dan doa, karena di UMPTN ini ada faktor X yang menyebabkan kegagalan seperti kertas ujian lecek, kotor, terlipat, wrong handling ketika pemrosesan, dsb.

4. Buat grafik perkembangan passing grade dari awal sampai akhir. Agar bisa terpantau perkembangan kemampuan kita menjawab soal dan menjadi penyemangat. Dan juga jumlah benar soal tiap mata pelajaran seperti matematika, biologi, bahasa inggri, dll. Kemudian diulang terus soal-soal tahun tertentu sampai tidak ada salah lagi atau dengan nilai perfect.

Tips belajar pelajaran hafalan.

Di kelas tiga saya ketika SMU. Alhamdulillah kelas tersebut adalah kelas unggulan. Ada kebiasaan unik di kelas kami dalam menghadapi pelajaran  Biasanya kami sering adu tebak-tebakan hafalan biologi, dan pelajaran hafalan lainnya. Sehingga hal tersebut memacu kami untuk belajar di rumah, mengahafalkannya, kemudian sampai ke kelas, unjuk gigi hafalan, saling tebak menebak. Saat itu juga emang kelas biologi adalah kelas paling favorit dalam masalah ujian, karena begitu ketatnya ujian biologi sehingga bagaikan menjadi patokan kepintaran seorang siswa yang real jika nilai biologinya bagus. Dan serunya ada teman yang bahkan bolos satu hari karena seharian mau belajar biologi agar nilainya bagus.

Perantauan ke Bandung untuk Intensif

Ketika kami selesai EBTANAS, kami langsung ke Bandung dengan tekad mengalahkan passing grade orang-orang di Bandung. Saat itu kami beberapa orang berangkat ke Bandung dan daftar di GO dekat BIP. Alhamdulillah saat itu kami bisa bersaing sepuluh besar di GO Bandung. Untuk bagian IPA yang bikin penasaran si nomor satu tidak pernah tergeserkan. selalu passing gradenya beda 10 persen dari saya. Ketika saya tembus 70 persen, dia tembus 80 persen. Jadi bikin penasaran orang tersebut. Ternyata rupanya akhirnya dia pun menjadi teman seangkatan saya di Elektro ITB, dan juga ketika tingkat akhir kami pun satu kos-an.

Ketika UMPTN.

Ketika UMPTN mulai sekitar beberapa hari setelah pulang dari Bandung dan puas bisa bersaing dengan orang-orang Bandung dalam persiapan UMPTN. Maka kami pun istirahat dan dah mentok gak bisa belajar lagi. Ternyata istirahat ini malah membuat fikiran lebih fresh.

Ketika hari H UMPTN pun datang, lumayan agak tegang dikit, tapi secara umum merasa biasa saja, karena suasananya jadi mirip try out. Alhamdulillah ujian bisa dilaksanakan dengan lancar karena soalnya yang mirip dan bahkan ada yang sama persis.

Pengumuman UMPTN

Pengumuman UMPTN terasa lama, memakan waktu sebulan. Selama itu ibadah terus ditingkatkan dan doa terus dipanjatkan agar tidak ada faktor X yang menyebabkn gagalnya lolos UMPTN masuk ke ITB. Dan ketika itu pun mendapat cerita-cerita mengenai faktor X ini. Ada seorang yang yakin sekali menjawab soal UMPTN karena dia pintar dan juga emang ketika try out bimbel sepertinya hasilnya bagus dan di juga siap. Oleh karena itu ia pun mentraktir teman-temannya. Akan tetapi ketika pengumuman, ternyata namanya tidak ada, dan orang tersebut pun menjadi stress. Saya tidak mau stress seperti itu sehingga ibadah ditingkatkan, hati menjadi tenang, dan terus berdoa serta bersiap dengan berita baik dan buruk.

Ketika hari H pengumuman hasil UMPTN, saya pada saat itu adzan Subuh, langsung berangkat ke Masjid, rupanya di Masjid sudah ada korang lokal dan ada salah satu aktivis Masjid yang sedang mengecek nama-nama di pengumuman tersebut dan mengatakan nama saya tidak ada. “deg” saya pun jadi cemas, dan langsung saya ke koran tersebut, dan mengecek nomor pendaftaran saya, Alhamdulillah nama saya masuk pengumunan. Saya lulus masuk Elektro ITB (Pilihan kedua saya adalah Tambang ITB). Alhamdulillah terima kasih ya Allah, dan kemudian pun sujud syukur. Banyak jama’ah Masjid yang gembira dan menyalami serta memberi selamat kepada saya. Dan bahkan Imam Masjid pun sampai terisak ketika ba’da sholat subuh terharu memberikan selamat. Ayah saya diberitahu ketika sampai ke Masjid untuk melaksanakan sholat subuh berjama’ah

Selesai sholat subuh saya panggil ibu saya, Ma… yang sabar ya… kenapa Bang… yang sabar ya Ma… Ibu saya sudah cemas saja raut wajahnya. Kemudian saya tersenyum, Alhamdulillah abang masuk Elektro ITB.

35 Balasan ke Tips Tembus UMPTN/SPMB

  1. Narga berkata:

    Terima Kasih atas tips & sarannya. Salah satu pengalaman mengahadapi UMPTN yang terbaik yang pernah saya baca di i-net. Disusun sedemikian rupa sehingga enak dibaca dan dicerna.

    • rezakahar berkata:

      Hi Narga, terima kasih atas appresiasinya, semoga menjadi amal jariah bagi yang mengambil manfaat dari tulisan ini. Apakah perlu tulisannya lebih dikembangkan lagi dan lebih didetailkan?

      • Narga berkata:

        Amin. well, cerita anda ini sudah cukup bagus dan menarik. Terlebih ini adalah pengalaman hidup anda sendiri. Ngomong-ngomong, anda angkatan ITB tahun berapa? apakah anda tidak mengikuti ujian mandiri di PTN lain? Apakah anda menemui kendala ketika proses pendaftaran? Apabila ingin anda kembangkan lagi, bisa anda mulai dengan menceritakan hal2 tersebut. dan mungkin bisa ditambah juga tips belajar pelajaran menghitung, karena diartikel anda terdapat “Tips belajar pelajaran hafalan”😉

        • rezakahar berkata:

          Semoga Allah memberikan kesempatan untuk mengembangkan tulisan ini dan juga termasuk masukan dari Narga. Saya angkatan 1999 (ada di tentang penulis blog), tempo hari saya bertekad hanya mau masuk ITB saja, PMDK dari universitas lain tidak mau saya ambil. Pilihan pertama Elektro ITB dan pilihan kedua Tambang ITB. Dan bertekad kalau gagal, untuk bersiap-siap melanjutkan UMPTN di tahun berikutnya. Alhamdulillah ternyata diberikan kemudahan oleh Allah. Masalah pendaftaran juga alhamdulillah lancar-lancara saja. Doa dikencengkan agar tidak ada faktor X seperti salah menghitamkan bulatan, salah tulis nama atau nomor pendaftaran atau alamat, jurusan, dll.

  2. SELAMET SANTOSO berkata:

    gw salut… smuany lo lwati dgn krja kras.. stiap orang pasti mo sukses.. dan u/ mncapai kesuksesan tu btuh doa, ntu pun lo lakuin dgn sabar,, SALUT bro,, SEMANGAT

    • rezakahar berkata:

      Alhamdulillah, segala puji bagi Allah rabb semesta alam. Qada’ dan Qadar sudah tertulis di Lauh Mahfudz, tugas kita untuk ikhtiar semampu kita dan juga berdoa agar diberikan hasil yang terbaik menurut Allah. Terimakasih Mas Slamet🙂

  3. yuzar berkata:

    tulisan yang baik sekali , memotivasiq kembali tuk smangat to ITB, thank sarannya…..🙂

  4. Irfan berkata:

    wah, tulisannya sangat menginspirasi seorang anak SMK yang sangat ingin kuliah di ITB…😀

    salut deh buat aa🙂

  5. agung wahyudi berkata:

    sangat inspiratif mas reza!salam dari sesama pejuang🙂

    • rezakahar berkata:

      wah Mas Agung, sampeyan ada di dalam tulisan tersebut, yaitu pas bimbel di Bandung, yang selalu menduduki nomor satu teratas. Ane gak bisa ngalahin hehehe

  6. zunrafiq berkata:

    inspiratif..
    Saudara punya smangat yg luar biasa

  7. gzta berkata:

    man tanna naala ma tamannaaaa

  8. bahri berkata:

    past ahun itu, boleh nanya ga? mas jawab berapa % soal?[kalo bisa detil, thanks banget]

  9. bahri berkata:

    pas tahun itu, boleh nanya ga? mas jawab berapa % soal?[kalo bisa persentase jawaban soal per pelajaran, thanks banget]

    • rezakahar berkata:

      saat itu tahun 1999, sekitar 13 tahun yang lalu, dah lama juga ya. Hehe saya detailnya lupa. Waktu itu saya sempta menghitung berapa salah. Kalau gak salah saya dapat sekitar 70% score.

      Karena saya sudah belajar ngerjain soal-soal UMPTN sejak setahun, dan tipe soal sudah hafal, bahkan ada soal yang sama persis dengan soal beberapa tahun yang lalu. Jadi saya merasa seperti lagi Try Out. Dan karena saya percaya diri, saya yakin bisa menjawab, dan sepertinya saya menjawab hampir semua soal.

      Biasanya saya banyak solah di bagian kemampuan IPA terpadu.

      Kalau Matematika, Biologi, dan Bahasa Indonesia jadi tambang nilai.

  10. adi purwadi berkata:

    wah selamat ya🙂 sy ikut bahagia juga. Umpn tu sm ga’ dgn sbmptn ?

  11. arafat berkata:

    mas mau nanya ? kalau tahajud dan duhanya hampir tiap hari ?

  12. arafat berkata:

    mas pas dibandungnya nginap dimana ?

    • rezakahar berkata:

      dulu menginapnya di gang kenari, tapi gak recommended. Rekomendasi kalau cari penginapan di sekitar itb saja yang banyak mahasiswa itb🙂

  13. arafat berkata:

    mas sering begadang gak pas waktu itu?

    • rezakahar berkata:

      sering begadang belajar soal sampe cape dan tidur, biasanya jam 9-10 dah tidur karena jam 3 atau 4 dah bangun untuk tahajud.

  14. arafat berkata:

    terima kasih ya mas reza atas pengalamannya. saya juga saat ini masih kelas 3

    • rezakahar berkata:

      ok semoga berhasil ya, semangat belajarnya tiap hari, cobain semua soal ujian, insya Allah mirip-mirip soalnya bahkan ada yang sama😀

  15. Bang, tips-nya kan ngerjain soal2 tahun lalu, nah kalo ngerjain soal tahun 1998 (misalnya). Kira2 ada kemiripan ngga? Thanks🙂

  16. atika berkata:

    cerita pengalaman Anda sangat memotivasi bagi yang membacanya! hebat.

  17. desyll berkata:

    Makasih ya motovasinya hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s