Manabi Festival si Nomi City dan JAIST, Mengundang Komunitas Hong dari Soreang


Alhamdulillah hari minggu kemarin tanggal 23 Feb 2014, Nomi City kerja sama dengan JAIST mengundang kang Zaini dan komunitas hong dan pemda Soreang, Kabupaten Bandung.

Acara yang diadakan di samping Neagari Library dekat stasiun Terai ini meliputi workshop bikin gendang dari batok kelapa dan bikin wayang bambu.

20140224-170932.jpg

20140224-170958.jpg

20140224-171009.jpg

20140224-171026.jpg

20140224-171103.jpg

yang cukup lama dan perlu ketelatenan adalah bikin wayang bambu.

selain itu ada dalang cilik yang tampil memainkan kisah raksasa dan ‘cepot’ yang adu mainan tradisional dengan mainan modern.

20140224-171339.jpg

20140224-171423.jpg

20140224-171456.jpg

kemudian terakhir diberikan kincir angin yang bersuara, keliling ruangan dg anak-anak seperti main ular-ularan, serta alat suara dari bambu yang ditaruh di depan mulut.

terakhir sekali adalah membuat hiasan dari janur kuning. karena ada sisa janur maka kami minta izin ke panitia untuk bawa yang tidak terpakai untuk bikin ketupat :-D.

20140224-171715.jpg

Demikianlah pengalaman kemarin minggu yang juga dihadiri teman-teman dari PPI Ishikawa yang sebagian baru menjenguk Maryam bayi Mas Ade dan Mbak Laili.

Acara ini dikomandoi oleh bang Deny Willy, PhD candidate dari Nagai Lab., School of Knowledge Science, JAIST.

20140224-205830.jpg

Iklan
Dipublikasi di Tidak terkategori | 2 Komentar

Menikmati Transportasi Kereta di Jepang


Selama berada di Jepang, seseorang akan sering menggunakan jasa kereta ke berbagai tempat di Jepang. Karena hampir setiap kota di Jepang tersambung dengan jalur kereta api ini.

Ada beberapa jenis kereta yang saya temui di Jepang ini. Mulai dari yang paling kuno yaitu kereta yang mirip sekali dengan KRL jabodetabek sampai yang paling canggih dan cepat yaitu shinkansen. Di antara itu, ada kereta lokal yg berhenti tiap stasiun, kereta express seperti thunder bird, kereta airport Haruka

20140224-220953.jpg

Dengan mesin di atas ini, kita bisa beli tiket kereta lokal. Sebagai contoh kita lihat foto di bawah ini yang terletak di atas mesin tiket, menunjukkan stasiun pemberhentian beserta harga tiket. Kita naik dari stasiun Komatsu yang berwarna merah, dan turun di stasiun Fukui, tertera harga 820 yen. Kita masukkan uang 1,000 yen, kemudian pencet 820 yen, maka keluar tiket 820 yen dan uang kembalian 180 yen.

20140224-221019.jpg

Jika kita ingin membeli tiket dengan harga lebih dari 1,000 yen, maka kita gunakan mesin di bawah ini.

20140224-221049.jpg

Setelah itu kita akan mendapatkan tiket seperti di bawah ini. Tiket di bawah ini adalah 2 dewasa dan 1 anak2 dari stasiun Komatsu dan Fukui. Anak-anak dihitung mulai dari kelas 1 SD yaitu yang berumur 6 tahun ke atas. Sedangkan anak-anak yang berumur di bawah 6 tahun, mereka gratis naik kereta ke mana pun 😊

20140224-221117.jpg

Kereta yang mulai berangkat dari stasiun Kanazawa pun berhenti di stasiun Komatsu. Kami naik kereta lokal ini Sampai di stasiun Fukui, kami turun sebentar untuk ke toilet dan foto-foto sebentar. Tujuan kami adalah ingin ke Kyoto dg memakai kereta lokal saja sekalian menikmati perjalanan.

20140224-221206.jpg

Di stasiun Fukui kami beli tiket lagi yang lokal dg tujuan Tsuruga sebagai stasiun terakhir, dengan harga 950 yen untuk dewasa dan 470 yen untuk anak-anak. Tiket anak-anak ada kanji “ko” di dalam lingkaran hitam.

20140224-221256.jpg

Di stasiun Tsuruga ada jurusan ke Obama 😄

20140224-221337.jpg

Di Tsuruga kami beli tiket lagi ke arah Kyoto. Harganya lumayan juga yaitu 1,620 yen untuk dewasa dan 810 untuk anak-anak, tiket yang keluar warna hijau.

Di stasiun Tsuruga ini, kami salah naik, seharusnya naik kereta lokal, malah naik limited express Thunder Bird. Akhirnya di dalam kereta diminta tambah bayar tempat duduk kereta express total sebesar 2,870 yen untuk bertiga yang ditujukan di tiket warna orange. Oh ya, di sini kita bisa beli tiket di atas kereta. Jadi jika di loket kereta express sedang ada antrian panjang, maka beli saja tiket paling murag yang satu stasiun biasanya 180 yen, kemudian langsung naik kereta express. Nanti di atas kereta kita bilang saja tadi “giri-giri” (buru-buru karena waktunya mepet), kemudian kita sebutkan tujuan kita di stasiun apa, maka nanti petugas akan mulai menghitung-hitung dan mencetak tiket dari mesin kecil yang dipegangnya.

20140224-221406.jpg

Tiket di atas adalah contoh tiket untuk limited express Thunder Bird dari stasiun Osaka ke stasiun Komatsu. Salah satu kemudahan yang didapatkan sebagain student di JAIST adalah diskon tiket kereta Japan Rail (JR). Biaya tiket dasar JR dari stasiun Osaka ke stasiun Komatsu adalah 4,620 yen untuk dewasa dan 2,310 yen untul anak-anak. Karena saya adalah student, maka saya berhak mendapatkan diskon pada tiket dasar ini, sehingga harga tiket menjadi 3,690 yen, hemat sekitar 930 yen yang bisa dipakai untuk beli susu kotak 6 liter. Tentu saja tiket diskon ini tidak berlaku untuk istri dan anak.

Sedangkan tiket 2,310 yen untuk dewasa dan 1,150 yen untuk anak-anak adalah tiket karena memakai kereta express atau sering disebut biaya tempat duduk (seat fee).

20140224-221734.jpg

Alhamdulillah akhirnya sampai di stasiun Kyoto. Sebelah kanan atas itu adalah rel untuk shinkansen. Sampai sekarang saya masih belum merasakan naik shinkansen 😄

20140224-221804.jpg

Di seberang pintu masuk stasiun Kyoto ada Kyoto Tower Hotel

20140228-174232.jpg

Suasana di depan stasiun Fukui, ada rumah kayu dan tempat duduk kayu

2013-09-28 09.44.43

Suasana di depan stasiun Komatsu. Ada museum alat berat Komatsu

2013-09-28 09.48.33

20140304-082508.jpg

Di atas adalah KRL Japan Rail (JR) yang berhenti di setiap stasiun. Untuk di kota besar, kereta yang sama di atas ada juga kereta local yang express hanya berhenti di beberapa stasiun saja.

20140301-162550.jpg

Contoh surat diskon yang bisa diprint dari mesin di kampus. Mesin yang sama juga dipakai untuk mencetak status serta transkrip nilai.

Pengalaman Pertama Naik Shinkanshen

Hari Minggu pagi tanggal 9 Maret 2014 adalah hari dimana pertama kali saya dan keluarga naik Shinkansen. Hari itu kami berangkat dari rumah menuju Nagoya karena ada acara bertemu dengan orang-orang Indonesia yang datang dari berbagai daerah. Sebelum berangkat, biasanya kami merencanakan naik moda transportasi kereta melalui hyperdia.com. Dari situs ini kami dapatkan yang paling cepat adalah naik kerete express Shirasagi 54 dari Komatsu menuju Maibara, kemudian dilanjutkan shinkansen Hikari 512 dari Maibara menuju Nagoya. Walaupun hanya 28 menit naik Shinkansen, ini menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan. Banyak orang bilang kalau ke Jepang belum naik shinkansen dan ke gunung Fuji maka belum afdhol, hehe. Harga naik shinkansen ini adalah harga super express, yang saya lihat hanya beda sekitar 500 yen daripada express karena hanya dari Maibara ke Nagoya sekitar 28 menit saja perjalanan dengan sekali stop di Gifu. Di bawah ini adalah contoh hasil pencarian rute kereta oleh hyperdia.com.

20140309-215954.jpg

Di bawah ini adalah kereta express Shirasagi 54 yang menuju ke Maibara.

20140309-215908.jpg

Di bawah ini adalah fare ticket atau ticket dasar biaya perjalanan dari Komatsu ke Nagoya

20140309-220114.jpg

20140309-220129.jpg

20140309-220152.jpg

20140309-220244.jpg

20140309-220529.jpg

20140309-220548.jpg

20140309-220601.jpg

20140309-220612.jpg

20140309-220622.jpg

20140311-153600.jpg

Dipublikasi di Tidak terkategori | 4 Komentar

2013 in review


The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 81,000 times in 2013. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 3 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Dipublikasi di Tidak terkategori | 1 Komentar

Farras Hyakuten


20131214-194727.jpg

20131214-194758.jpg

20131214-195025.jpg

20131214-195040.jpg

20131214-195050.jpg

20131214-195059.jpg

20131214-200224.jpg

20131214-200238.jpg

20131214-200248.jpg

20131214-200300.jpg

20131214-200312.jpg

20131217-101332.jpg

20131227-223940.jpg

20131227-224001.jpg

20131227-224017.jpg

20131227-224031.jpg

20131227-224044.jpg

20131227-224053.jpg

20140310-193703.jpg 20140310-193651.jpg 20140310-193618.jpg 20140310-193626.jpg 20140310-193600.jpg 20140310-193608.jpg 20140310-193553.jpg 20140310-193542.jpg

Dipublikasi di Tidak terkategori | 3 Komentar

Spatially-Coupled LDPC Code


Untuk refreshing, tulisan dibuat diwaktu senggang. Jadi bikin judulnya dulu aja 🙂

Kudekar et. al. menamakan low-density parity-check (LDPC) convotional codes dengan sebutan spatially-coupled photograph-based LDPC code [1]. LDPC convotional code ini lebih baik dari pada LDPC code. Convotional LDPC pertama kali diperkenalkan oleh Felstrom dan Zigangirov pada tahun 1999 [2]. Sedangkan LDPC block codes itu sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Gallager pada awal tahun 1960-an [3].

LDPC code dibahas dalam tulisan terpisah.

Apakah itu Photograph?

(Bersambung)

Bahan bacaan:

[1] H. Uchikawa, K. Kasai, and K. Sakaniwa, “Spatially Coupled LDPC Codes for Decode-and-Forward in Erasure Relay Channel, ” 2011 IEEE International Symposium on Information Theory Proceedings.

[2] A. J. Felstrom and K. S. Zigangirov, “Time-varying periodic convolutional codes with low-density parity-check matrix,” IEEE Trans. Inf. Theory, vol. 45, no. 6, pp. 2181-2190, Sep. 1999.

[3] R. G. Gallager, Low-Density Parity-Check Codes, Cambridge, MA: MIT Press, 1963.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

JAIST in Autumn


20131121-231428.jpg

This picture is taken from 8th floor IS Building

Gambar | Posted on by | Meninggalkan komentar

Sai River in Kanazawa City


Sai River in Kanazwa City

Gambar | Posted on by | 1 Komentar

Autumn (Aki) in Japan


Autumn (Aki) in Japan

Tatsunokuchi Park 2 Nov 2013

Gambar | Posted on by | Meninggalkan komentar

Viterbi vs. BCJR, Maximum Likelihood vs. MAP, Marginalization


Buat judulnya dulu, sambil nyari bahannya untuk refreshing

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Soft Bread (Roti Lembut)


Resep roti lembut (soft bread)

By Eva Jumiyanti, AMd., SKM.

Soft Bread

Soft Bread

Bahan :

500 gr tepung protein tinggi
7 gr ragi instan
100 gr gula pasir
6 gr garam
1 butir telur
250 cc susu cair dingin
100 gr mentega dingin
50 gr margarin blue band dingin

Untuk olesan : 1 kuning telur dan 1 sdm susu cair diaduk

Cara buat :

1. Tepung yang sudah diayak + ragi instan, aduk sampai rata

2. Tambahkan gula pasir, aduk rata

3. Tambahkan garam, aduk rata

4. Tambahkan telur, aduk sebentar, kemudian masukkan susu cair dingin, uleni sampai kalis

5. Masukkkan mentega dan margarin, uleni sampai kalis banget.

6. Panaskan microwave 2 menit, kemudian masukkan adonan ke dalam microwave, tunggu sampai mengembang dua kali dari adonan awal . Tapi tadi pas dua menit, belum optimal ngembangnya, sempat dikira gagal, tapi mungkin karena udara di sini dah mulai dingin, jadi saya hangatkan lagi microwavenya, tapi adonannya diambil dulu, karena fungsi microwave disini hanya untuk memberi suhu yang hangat untuk mengembangkan adonan rotinya.

7. Kalau ga ada microwave, bisa pake cara di link ini untuk ngembangin adonannya http://masakanmelly.blogspot.jp/2011/12/tips-mengembangkan-doh-pada-saat-cuaca.html

8. Setelah mengembang, ditimbang adonannya, minggu kemarin saya coba 50 gr, seperti roti2 bulat yang dijual, tapi sayang waktu itu isinya sedikit, akhirnya hari ini dibuat 35 gr saja, supaya bisa dapat pas, pas di mulut dan di perut. Hehehe… soalnya ga berasa banyak, ada pasukan penghabis roti di rumah, senangnya J

9. Sudah deh, bisa dibentuk bentuk sesuka hati. Bisa d I isi sesenang hati, request anak-anak dan suami diutamakan karena ini konsumen tetap yang selalu menunggu – nunggu eksperimen saya di dapur. Kalau suami bilang, buatlah penelitian tentang banyak resep makanan, seperti abang
membuat penelitian untuk paper. Kalau gagal, terus bereksperimen untuk bisa dapat hasil yang memuaskan.

10. Untuk lihat bentuk bentuk roti, please search sendiri saja ya, banyak pilihannya dan banyaak yang lebih professional.

11. Perhatikan pas masuk ke oven. Mengenal watak oven yang kita punya penting banget, karena walau pun di setting menitnya, tapi kadang ke gosongan, atau justru belum matang. Karena begini ceritanya, oven yang saya punya di sini, bukan pake menit,tapi pake watt, 400 watt untuk api bawah, 600 watt untuk api atas, dan 1000 watt untuk api atas bawah. Selalu saya pakai 400 watt selama 15 menit dan 600 watt 3 – 4 menit untuk bagian atas rotinya. Ini berhasil optimal.

12. Ada lagi pelajaran hari ini, pastikan sudah dioles dengan olesan kuning telur baru ditambahkan wijen di atasnya, karena kalau wijen tanpa olesan kuning telur, maka setelah matang, wijen akan lepas dari roti J

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Apakah Kelebihan 4G Hanya Kecepatan Yang Lebih Tinggi dan Juga Karena Broadband?


Tulisan ini ingin memperluas wawasan pembaca umum yang ingin lebih mengetahui kelebihan 4G dan juga istilah-istilah umum yang sering muncul dalam dunia telekomunikasi seperti kapasitas, kecepatan, bandwidth, dan broadband. Banyak berita ketika mengupas hebohnya rencana implementasi jaringan 4G Long Term Evolution (LTE) hanya memfokuskan kepada kecepatan dan juga ini adalah broadband.

Berbicara teknologi 4G yaitu LTE dan Wimax, maka kita akan bertemu dengan teknologi Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM).  LTE menggunakan OFDM pada sisi downlink. Sedangkan pada sisi uplink, LTE menggunakan teknologi Single Carrier Frequency Division Multiplexing Access (SC-FDMA).

Salah satu term yang sering disebut kebanyakan orang adalah kapasitas. Kapasitas, C, dalam dunia information theory adalah the ultimate transmission rate of communications. Kapasitas transmisi ditunjukkan oleh mutual information, sedangkan entropy menunjukkan minimum yg bisa dicapai okeh kompresi [1].

Entropi adalah ukuran mengenai rata-rata ketidakpastian dalam variabel acak. Dengan kata lain yaitu jumlah rata-rata bit yang dibutuhkan untuk menggambarkan variabel acak. Entropi adalah ketidakpastian sebuah variabek acak [1].

Mutual information adalah pengurangan ketidakpastian karena knowledge dari variabel acak yang lain. Mutual information adalah ukuran ketergantungan antara dua variabel acak [1].

Kanal komunikasi adalah sebuah sistem di mana keluaran secara probabilistik tergantung atas masukannya [1]. Kapasitas didapatkan dengan memaksimalkan mutual information. Kapasitas adalah rate maksimum yang dapat kita kirimkan melalui kanal dan memulihkan informasi pada keluaran dengan menghilangny peluang error yg rendah [1].

Batas akhir rate dari komunikasi informasi melalui sebuah kanal adalah kapasitas kanal. Teorema pengkodean kanal menunjukkan bahwa batas atau limit tersebut bisa dicapai dengan sebuah long block length. Akan tetapi, pada prakteknya di sistem komunikasi ini , karena terbatasnya kerumitan kode yg digunakan, maka kita tidak bisa mencapai limit tersebut [1].

Kada-kadang kita juga membaca atau mendengar kata “fakir bandwidht”. Apakah bandwidth itu?

(bersambung)

[1] T. M. Cover and J. A. Thomas. Elements of Information Theory, 2nd Ed., Wiley 2006.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Variance dan Covariance Pada Sebuah Matriks


Misalnya kita punya Matriks: Baris x Kolom, dimana jumlah baris adalah 6 dan jumlah kolom adalah 3.  Baris dalam matriks bisa kita sebut sebagai observasi atau eksperimen yang berjumlah 6 kali. Sedangkan kolom dalam matriks kita anggap sebagai variabel. Sehingga jumlah variabel ada 3 dan masing-masing variabel kita lakukan percobaan sebanyak 6 kali percobaan. Sebagai contoh kita punya matrix:

X=\begin{bmatrix}  1 & 2 & 6\\  3 & 2 & 6\\  2 & 5 & 6\\  7 & 7 & 9\\  3 & 10 &2 \\  8 & 3 & 4  \end{bmatrix}

Maka variance \sigma^2_X pada matrix tersebut adalah variance untuk tiap variabel. Sehingga kita akan memperoleh 3 buah variabel. Biasnya kita menggunakan rumus misalnya pada variabel pertama \sigma^2_{X_{v_1}}=\mathsf{E}[(X_{v_1}-\bar{x}_{v_1})^2], di mana \bar{x}_{v_1} adalah mean atau rata-rata atau ekspektasi dari 6 kali percobaan pada variabel 1.

\sigma^2_X=\begin{bmatrix} \sigma^2_{X_{v_1}} & \sigma^2_{X_{v_2}}& \sigma^2_{X_{v_3}}\end{bmatrix}=\begin{bmatrix}  8 & 10.17 & 5.5  \end{bmatrix}

sedangkan covariance Cov(X) pada matriks tersebut adalah pada bagian diagonal nilainya sama dengan variance, karena pada diagonal ini adalah mean dari perkalian dari variabel yang sama setelah dikurangi oleh mean variabel tersebut. Contohnya covariance pada baris 1 dan kolom 1 adalah \mathsf{E}[(X_{v_1}-\bar{x}_{v_1})(X_{v_1}-\bar{x}_{v_1})], di mana rumus ini sama dengan \sigma^2_{X_{v_1}}. Sedangkan jika baris neq kolom, misalnya pada bari 1 dan kolom 2 maka nilai covariance berbeda dengan variance karena memakai rumus \mathsf{E}[(X_{v_1}-\bar{x}_{v_1})(X_{v_2}-\bar{x}_{v_2})]. Oleh karena itu kita memiliki Covariance Matriks dengan dimensi 3 baris dan 3 kolom.

Cov(X)=\begin{bmatrix}Cov(X_{11})&Cov(X_{12})&Cov(X_{13})\\  Cov(X_{21})&Cov(X_{22})&Cov(X_{23})\\  Cov(X_{31})&Cov(X_{32})&Cov(X_{33}) \end{bmatrix}=\begin{bmatrix} 8&1&1\\  1&10.17&-2.1\\  1&-2.1&5.5 \end{bmatrix}

Apabila variabel adalah white Gaussian noise yang masing-masing memiliki variansi yang sama, maka covariance dari variabel-variabel ini adalah [1]
\bold{\Sigma}_n=\sigma_n \mathbf{I}= \sigma_n \begin{bmatrix} 1 & 0& ... & 0\\ 0&1&...&0\\ ...&...&...&...\\ 0&0&...&1 \end{bmatrix},
di mana white Gaussian noise merupakan penyederhaan dari color Gaussian noise dangan proses whitening.

Referensi:
[1] C. -I. Chang, “Hyperspectral Data Processing: Algorithm Design and Analysis,” Wiley.

Bahan bacaan
http://www.itl.nist.gov/div898/handbook/pmc/section5/pmc541.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Covariance_matrix

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Information Theory and Signal Processing Lab., School of Information Science, JAIST


lab_member

Gambar | Posted on by | Meninggalkan komentar

Microwave Bands


L band 1 to 2 GHz
S band 2 to 4 GHz
C band 4 to 8 GHz
X band 8 to 12 GHz
Ku band 12 to 18 GHz
K band 18 to 26.5 GHz
Ka band 26.5 to 40 GHz
Q band 30 to 50 GHz
U band 40 to 60 GHz
V band 50 to 75 GHz
E band 60 to 90 GHz
W band 75 to 110 GHz
F band 90 to 140 GHz
D band 110 to 170 GHz

Ref: http://en.wikipedia.org/wiki/K_band

 

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

LDPC


Ketika mengikuti kuliah Teori Pengkodean Kanal pada saat mengambil Master degree di Teknik Elektro opsi Telekomunikasi ITB, kami mempelajari dasar-dasar pengkodean kana (channel coding dalam bahasa Inggris) yaitu block coding, cyclic coding, convotional coding, trellis, dan terakhir adalah reed solomon. LDPC yang merupakan singkatan dari low density parity check ini adalah versi tingkat lanjut dari block coding yang menarik perhatian dan banyak dipelajari saat ini. Karakteristik istimewa LDPC adalah jumlah nol-nya banyak sekali dari pada jumlah angka satu biner.

Sejarahnya, LDPC ini rupanya sudah lama dikemukakan sejak 43 tahun yang lalu, wah sudah lama sekali ya. Penemunya adalah Gallager yang menuangkan idenya dalam disertasi PhD pada tahun 1960. Berhubung pada saat itu komputer masih belum secanggih sekarang, maka ide LDPC tersebut dianggap susah untuk diimplementasikan dikarenakan sulitnya komputasi. Sehingga munculnya kode Reed Solomon membuat LDPC diabaikan sedemikan lama hingga 18 tahun yang lalu mulai dilirik kembali [1].

(bersambung)

Referensi:

[1] B. M. J. Leiner, LDPC Codes – a brief Tutorial, April, 2005. [Available Online]. http://www.bernh.net/media/download/papers/ldpc.pdf

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Sunat


Hari ini menghadiri syukuran sunatan anaknya teman, kemudian saya teringat teman-teman saya yang sunat kemudian juga ada acara syukuran. Kemudian saya teringat kisah sunatan saya sendiri sambil tersenyum-senyum karena peristiwanya aneh sekali.

Ketika itu sedang ada acara sunatan masal di Masjid Al Wasi’i. Tempat sunatan di ruang di bawah masjid tempat aktifitas para mahasiswa. Sebuah ruangan ada beberapa ranjang besi dan kasur.

Ketika itu ramai yang datang dan terdaftar sebagai peserta sunat massal. Seingat saya ada puluhan orang.

Saya datang ke acara tersebut ingin melihat-lihat orang-orang ynang di sunat. Tidak ada niat untuk ikutan sunat. Ingin melihat ramai-ramainya saja.

Saya dan teman keliling-keliling di keramaian. Saya yang sering ke Masjid mengenal kakak-kakak mahasiswa yang menjadi panitia sunatan masal tersebut. Karena saya belajar mengaji dan beberapa pelajaran sekolah SD dengan kakak-kakak masjid tersebut.

Ketika itu saya masih SD. Ketika lagi asik-asik melihat-lihat keramaian di acara tersebut, yang mana udah banyak yang di sunat, mungkin sudah setengah peserta di sunat. Tiba-tiba ada kakak masjid yang nanya ke saya, mau di sunat apa gak. Saya dan teman bingung, kami seperti iya atau tidak. Eh ternyata kakak masjid ini menuliskan nama saya dan teman di 2 nama daftar peserta sunat terakhir.

Wah saya kaget, dan merasa tidak bisa mundur. Akhirnya saya sampaikan ke ortu kalau saya bakalan di sunat, karena sudah didaftarkan.

Akhirnya giliran saya dipanggil. Saya sudah siap memakai sarung dari rumah. Saya naik ke atas dipan dan berbaring. Petugas sunat dengan gaya bercanda dan humoris berusaha menghibur saya yang tegang, Saya tidak bisa melihat karena terhalang pandangan saya oleh sarung. Ramai yang mengerubungi saya ketika itu sebagai salah satu peserta terakhir. Saya melihat sudah banyak ujung kulit yang terpotong dari peserta sebelumnya dalam sebuah botol kaca/pelastik. Serem juga hehe.

Kemudian saya diberitahu sunat akan dimulai, ketika itu bius nya adalah bius suntik ke daerah sekitar yang disunat. Seingat saya 3 kali suntikan. Suntikan pertama lumayan terasa dan bikin kaget sekali. Suntikan kedua dan ketiga sudah tak begitu kerasa. Kemudian sudah pada bilang ya helm nya sudah kelihatan, dan tak lama kemudian ternyata sunat sudah selesai.

Alhamdulillah pulang dengan diperban dan dapat hadian peci dan sarung baru dari panitia. Pak Cik saya yang melihat saya disunat langsung ngasih uang 5ribu rupiah yang terasa besar sekali nilainya bagi anak kecil hehe…

Sunat saya ketika itu dipotong dan dijahit. Beda dengan cerita teman saya yang sunatnya pake bius semprot dan tanpa dijahit.

Malam harinya ketika bius habis, saya buang air kecil dan ketika itu terkena air dan bius sudah habis sakit sekali rasanya dan terekam kuat di memori.

Ya begitulah kisah sunat massal di Masjid. Walaupun tanpa acara syukuran, saya tetap bahagia karena saya punya kisah sunat di Masjid. Dan saya sangat mencintai Masjid dan Sholat berjama’ah di Masjid 🙂

Masjid Al Wasi’i. Sumber foto: http://a.yfrog.com/img814/8373/dkteh.jpg

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Jika Pangkatnya Bilangan Kompleks


Misalnya berapakah 2^j?

Manipulasinya adalah sebagai berikut

2^j = e^{\mathsf{ln}(2^j)}=e^{j\mathsf{ln}(2)}=\cos(\mathsf{ln}(2))+\mathsf{j}\sin(\mathsf{ln}(2))

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Kumpulan Kisah-kisah Cinta dalam Keluarga di Pembantaian Mesir 14 Agustus 2013 dan Sekitar Tanggal Tersebut


Surat Muhammad Beltaji pada Asmaa, Putrinya yang Syahid di Rabaa Al Adawiya

http://m.dakwatuna.com/2013/08/21/38354/surat-muhammad-beltaji-pada-asmaa-putrinya-yang-syahid-di-rabaa-al-adawiya/#axzz2ceuq0Ssj

21 Agustus 2013

Asma El Beltaji Syahid di Rabah Adawiyah pada tgl 14/8/13, putri dari Muhammad El Beltaji

Asma El Beltaji Syahid di Rabah Adawiyah pada tgl 14/8/13, putri dari Muhammad El Beltaji

dakwatuna.com – 

Putriku tercinta dan guruku yang mulia.. Asma al-Beltaji, aku tidak mengucapkan selamat tinggal padamu, tapi kukatakan bahwa besok kita akan bertemu lagi.

Kau telah hidup dengan kepala terangkat tinggi, berjuang melawan tirani dan belenggu serta mencintai kemerdekaan. Kau telah hidup sebagai seseorang yang diam-diam mencari cakrawala baru untuk membangun kembali bangsa ini, memastikan tempatnya di tengah-tengah peradaban.

Kau tidak pernah dijajah oleh perkara sia-sia yang menyibukkan para remaja se usiamu. Meskipun pendidikan tidak mampu memenuhi aspirasi dan ketertarikan mu, kau selalu yang terbaik di kelas

Aku tidak punya cukup waktu untuk membersamaimu dalam hidup singkat ini, terutama karena waktuku tidak memungkinkan untuk menikmati kebersamaan denganmu. Terakhir kali kita duduk bersama di Rabaa Al Adawiya kau berkata padaku, “Bahkan ketika Ayah bersama kami, Ayah tetap sibuk” dan kukatakan “Tampaknya bahwa kehidupan ini tidak akan cukup untuk menikmati setiap kebersamaan kita, jadi aku berdoa kepada Tuhan agar kita menikmatinya kelak di surga.”

Dua malam sebelum kau dibunuh, aku melihatmu dalam mimpiku dengan gaun pengantin putih dan kau terlihat begitu cantik.  Ketika kau berbaring di sampingku aku bertanya, “Apakah ini malam pernikahanmu?” kau menjawab, “Waktunya adalah di sore hari Ayah, bukan malam”. Ketika mereka bilang kau dibunuh pada Rabu sore aku mengerti apa yang kau maksud dan aku tahu Allah telah menerima jiwamu sebagai martir. Kau memperkuat keyakinan ku bahwa kita berada di atas kebenaran dan musuh kita berada pada kebatilan.

Aku merasa sangat terluka karena tidak berada di perpisahan terakhirmu dan tidak melihatmu untuk terakhir kalinya, tidak mencium kening mu, dan memiliki kehormatan untuk memimpin shalat jenazah mu. Aku bersumpah demi Allah sayang, aku tidak takut kehilangan nyawaku atau penjara yang tidak adil, tapi aku ingin membawa pesan yang kau telah berkorban nyawa untuk-Nya, untuk menyelesaikan revolusi, untuk menang dan mencapai tujuannya.

Jiwamu telah dimuliakan dengan kepala terangkat tinggi melawan tiran. Peluru tajam telah membelah dadamu. Yang menurutku luar biasa dan penuh dengan kebersihan jiwa. Aku yakin bahwa kau jujur kepada Allah dan Dia telah memilihmu di antara kami, memberimu kehormatan dengan pengorbanan.

Akhirnya, putriku tercinta dan guru ku yang mulia… aku tidak mengucapkan selamat tinggal, tapi aku mengucapkan sampai jumpa kita akan segera bertemu dengan Nabi kita tercinta dan sahabat-sahabatnya di surga, dimana keinginan kita untuk menikmati kebersamaan kita akan  menjadi kenyataan. (piyungan)
__
NB: Asmaa Mohamed El Beltaji berusia 17 tahun dan adalah antara yang dibunuh pada tragedi berdarah di Medan Rab’ah (14/8/2013). Beliau adalah putri satu-satunya Mohammed El Beltaji, seorang pimpinan Ikhwanul Muslimin.

*diterjemahkan oleh @nastarabdullah dari http://www.middleeastmonitor.com/news/africa/7007-letter-from-dr-mohamed-beltaji-to-his-martyred-daughter

==========================================

Foto diatas adalah salah satu syuhada diantara ribuan yang gugur pada pembantaian junta militer Mesir saat pembumihangusan Medan Rabi’ah Al-Adawiyah (14/8/2013). Dengan membawa mushaf, sang istri memeluknya untuk yang terakhir kali. Foto ini oleh Reuters disebut foto pengantin baru yang paling menyedihkan di Mesir.

Para syuhada telah menunaikan dan membuktikan janjinya dihadapan Allah, mereka hidup disisiNya dengan penuh kebahagiaan. Yang ditinggal pun tetap tegar dengan keyakinan bahwa kelak mereka akan dipertemukan kembali di jannahNYa.

Berikut, salah satu ungkapan istri syuhada, Asmaa Hussein, yang suaminya Amr Mohammed Kassem diantara ribuan syuhada Mesir. Gambarannya mirip dengan foto diatas…

Suamiku, Amr Mohamed Kassem kembali ke pangkuan Tuhannya pada usia 26 tahun.

Ia ditembak peluru tajam di dagunya hingga menembus leher. Ia gugur ketika mengikuti unjuk rasa di Alexandria, untuk menuntut keadilan bagi semua yang telah dibantai secara biadab oleh pasukan militer pada hari-hari dan pekan-pekan sebelumnya di seluruh penjuru Mesir.

Kemarin pagi aku pergi menuju ruang jenazah di rumah sakit terdekat di Alexandria untuk melihat Amr, sebelum ia dimandikan dan dimakamkan.

Ketika saya tiba di sana, banyak sekali orang menunggu di depan pintu untuk melihat anggota keluarga mereka yang juga terbunuh pada hari yang sama.

Teman-teman dan kerabat Amr juga berada di sana. Setelah menunggu beberapa lama, aku masuk ke dalam ruangan tempat Amr dibaringkan di atas meja, tertutup selimut panjang. Aku berdiri di sisinya dan membuka kain yang menutupi wajahnya, dan di sanalah ia, suamiku, kekasihku, rebah dalam dingin; padahal kurang dari 24 jam sebelumnya aku masih menyaksikan ia begitu bugar dan bahagia dan penuh senyum.

Lalu aku mencukur jambangnya, sebagiannya masih terasa lembut, sebagiannya lagi terasa kaku bersama simbah darah yang telah mengering. Hidungnya juga berdarah-darah dan ada goresan luka di sisi sebelah matanya, tapi ia begitu indah, bahkan sekalipun dalam kematian – bergeming seolah sedang tertidur. Lalu aku raba kedua bibir dan pipinya, dingin terasa.

Aku berdiri di sana agak lama, menatap wajahnya dalam-dalam, dan merasa seakan hatiku terlindas truk berulangkali. Aku tidak mau menangis keras-keras namun air mataku mengaliri pipi, dan aku lirihkan kepada kasihku

“Aku mencintaimu Amr. Aku tahu engkau selalu menginginkan gugur sebagai syahid, dan engkau telah memperoleh apa yang selalu engkau citakan, insya Allah, dan aku sangat bangga denganmu. Ya Allah ampunilah segala dosanya dan terimalah ia sebagai syuhada dan persatukanlah kami kembali di jannah-Mu kelak. Ya Allah sabarkanlah aku, karena aku tahu itulah waktu yang sudah Engkau tetapkan baginya, dan karena aku tahu bahwa dengan kehendak serta kasih sayang-Mu, ia hidup di sisi-Mu sebagai syahid.”

Aku tidak beranjak seinchi-pun dari sisinya sampai aku merasa benar-benar siap. Aku bahkan tak tahu persis berapa lama aku berdiri di sana. Hingga kemudian, aku mencium pipinya dan mengatakan kepadanya bahwa aku akan bersua lagi dengannya insyaAllah, lalu aku menutup kembali wajahnya dan meninggalkan ruangan.

Dalam shalat Jenazah yang dilangsungkan setelah shalat Ashar, kulihat ada ratusan orang ikut serta – sahabat-sahabatnya, teman-temannya semasa sekolah, dan sanak famili.

Ia merupakan sosok yang dicintai banyak orang. Semuanya basah oleh air mata, kata-kata baik terungkap, dan orang-orang mengatakan syukur alhamdulillah karena Allah SWT telah menjemputnya dengan cara kematian terbaik di muka bumi ini.

Kami bersama menshalati dan mendoakannya. Kemudian aku beranjak keluar menyaksikan kerumunan ratusan orang membopong tubuhnya yang terbalut kafan menuju ke pemakaman. Para muslimah tidak ikut, kami menunggu hingga ia dimakamkan dan doa dipanjatkan. Setelah beberapa waktu, ibundanya, aku, dan kerabatnya yang perempuan berjalan hendak keluar menuju pemakaman ke tempat ia dikuburkan.

Namun tiba-tiba aku menyadari orang-orang di sekitarku berteriak kepadaku untuk pergi, lari melalui pintu samping. Aku tidak mengerti apa yang terjadi saat itu tapi seketika mulai terdengar desing keras di belakangku, batu-batu dilemparkan ke arah kami, dan orang-orang berteriak agar para perempuan segera lari.

Maka aku lari dan berlari tanpa menoleh ke belakang. Ketika berlari itu, aku terkena sebongkah batu besar di bagian pipi, tapi alhamdulillah, teman-temannya Amr melihatku dan menyuruhku untuk berlari di depan mereka sehingga mereka berada di belakangku dan menjaga agar tidak terjadi apa-apa terhadapku.

Gerombolan orang yang menyerang kami itu ialah berandalan preman yang sebelumnya mendengar kabar bahwa di sana ada pemakaman anggota Ikhwanul Muslimin (padahal suamiku bukan anggota Ikhwanul Muslimin, ia semata pria relijius yang meyakini adanya haq dan bathil). Banyak orang terluka, diantaranya terkena luka tusukan, tetapi sejauh yang saya tahu, Alhamdulilah tidak ada korban jiwa.

Sebegitu bencinya gerombolan preman itu, bahkan dalam proses pemakamanpun mereka menyerang kami.

Namun kebencian mereka tak berarti apa-apa bagiku, jika musuh Allah membenci anda, maka itu adalah tanda bahwa Allah ridho, kita di jalan yang benar.

Wahai kawan, hatiku serasa sakit dan aku tak tahu bagaimana hati ini bisa begitu sakit. Aku merindukannya setiap kali aku terjaga dan mimpi tentang dia ketika aku tertidur. Dia adalah suami terbaik dari seorang wanita. Dia tak  pernah berharap banyak, dia sangat baik, murah hati, lembut dan penuh kasih, tetapi juga kuat dan berani.

Bajunya masih terpaku pada kait di kamar kami, seolah-olah dia akan berjalan melalui pintu dan mengganti bajun piama sebelum dia tidur. Temannya memberi saya dompet Amr dan ponsel, tapi hadiah pernikahan yang hilang,  masih tidak tahu di mana itu.

Namun melalui semua ini, aku tidak bisa mengatakan apa-apa kecuali Innalillahi wa inna ilayhi raji’un, dan terus berdoa untuknya.

Aku menolak untuk meratap dengan dengan protes kepada-Nya “mengapa” Ia membawanya atau berpikir “kalau saja dia tidak pergi ke protes pada hari Jumat, ia akan hidup.”

Tidak, itu sudah takqdir bagi Amr untuk kembali ke Allah, aku tahu bahwa di luar bayangan keraguan. Dan meskipun aku berharap aku punya lebih banyak waktu dengan dia di dunia.

Aku dengan tulus berharap untuk bersatu kembali dengannya dan menjadi istrinya, jika Allah mengijinkanku, di surga. Dalam jannah waktu tidak berakhir, tidak ada takut terpisah dari orang yang Anda cintai. Aku percaya dengan setiap inci, bahwa cinta kita benar-benar cinta yang bisa bertahan dari dunia ini ke dunia berikutnya.

Ya Allah, Engkau persatukan kembali Musa dengan ibunya setelah dia menempatkannya di sungai, ya Allah persatukan kembali Yaqoub dengan anaknya tercinta Yusuf setelah bertahun-tahun berpisah. Ya Allah Engkau lah yang mampu menyatukan hati kami kembali di akhirat nanti.

Semalam setelah kami pulang, aku menerima telepon dari seorang teman kerabat – seseorang yang telah menyaksikan pertama kali apa yang terjadi pada Amr setelah dia ditembak.

Dia mengatakan kepada kami bahwa pada kejadian itu Amr tidak langsung meninggal, dia masih hidup untuk beberapa saat. Tangan kirinya memegang dagunya di mana peluru itu masuk, dan jari telunjuk kanannya naik, dan dia berkata dengan jelas “Ashhadu anna la illaha ilAllah, wa ana ashhadu Muhammadun Rasulullah” dan ia memiliki senyum lebar di wajahnya, seolah-olah itu adalah hari pernikahannya.

Wahai kawan, kata-kata dorongan tidak begitu saja. Aku tak punya apa-apa selain cinta dan hormat untuk Anda semua, dan sekarang aku tahu jauh lebih banyak daripada sebelumnya bahwa sebagai umat Islam, meskipun kami memiliki kesalahan dalam komunitas kami, ketika kami bersama dan bersatu, kita benar-benar menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan.

Dukungan cinta dan doa telah menyentuhku. Aku pasti akan perlu doa dan dukungan ketika aku kembali ke Kanada insyaAllah.

Aku memohon kepada Allah semoga tetap dikuatkan di jalan-Nya dan tidak menyimpang dari jalan-Nya, demi aku, anak-anak dan juga demi Amr – untuk menghormati dia di jalan yang Allah yang telah meridhoinya.

Ya habibi ya Amr… Duhai kekakasihku Amr… Kuberharap bahwa sekarang jiwamu berada dalam burung hijau dan terbang ke Jannah-Nya, makan dan minum dari ketentuan dan dekat kepada Allah, di mana kau tidak akan pernah meneteskan air mata lagi atau pernah merasa rasa kehilangan atau penderitaan.

Kau adalah cintaku di dunia ini dan insyaAllah setelahnya, kau ada di hatiku selalu, Doa-doaku akan terus teriring untukmu.

Asmaa Hussein

*sumber: islamedia, dll

====================================================

Kisah Tragis dari Masjid Al-Iman Makram Abid

Rubrik: Afrika | Kontributor: Tim dakwatuna – 15/08/13 | 17:17 | 08 Shawwal 1434 H

http://www.dakwatuna.com/2013/08/15/37967/kisah-tragis-dari-masjid-al-iman-makram-abid/#axzz2c0HzeQY0

korban pembantaian  (inet/Misr25TV)

korban pembantaian (inet/Misr25TV)

dakwatuna.com – Mesir.  Salah seorang saksi mata di masjid Al-Iman Makram Abid menceritakan sebuah kisah tragis yang baru saja disaksikannya.

Seorang ayah datang ke masjid untuk mengidentifikasi jasad anak laki-laki satu-satunya. Semua anaknya yang lain perempuan.

Ketika menemukan jasad anaknya, beliau membuka penutup wajahnya. Lalu terjadilah dialog yang memilukan ini:

“Aku sudah menjual gandum yang tersisa, dan aku berikan kepadamu agar engkau bisa menikah pada Hari Raya Idul Adha nanti, seperti kesepakatan kita.

Ayo, bangunlah anakku, demi ibu dan saudari-saudarimu. Mereka semua menunggumu datang bersamaku.”

Maka sang ayah pun memeluk jasad anaknya yang sudah kaku. Saat itu dia berkata kepada orang-orang di sekitarnya:

“Aku akan tidur sebentar. Lalu kita akan bangun untuk pergi bersama. Dia sangat mencintaiku, tidak mungkin akan pergi meninggalkanku sendirian. Dia tidak mungkin tega membuatku bersedih. Selama hidupnya dia selalu menemaniku pergi. Tidak pernah membiarkanku pergi sendirian.”

Kata-kata itu keluar dengan penuh kesedihan. Seakan yang keluar dari matanya bukanlah air mata, tapi darah.

Sang ayah tidur dengan memeluk jasad anaknya. Lalu tiba-tiba terdiam, tidak bergerak.

Orang-orang yang ada di sekitarnya datang untuk menenangkannya. Tapi sungguh kaget, mereka mendapati sang ayah pun sudah meninggal saking sedihnya ditinggal anak terkasihnya.

Terlaknatlah As-Sisi, banyak sekali tragedi memilukan di balik setiap syahid yang gugur hari ini. (msa/sbb/dkw)

Redaktur: Saiful BahriTopik:

Keyword: , , , , ,

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/15/37967/kisah-tragis-dari-masjid-al-iman-makram-abid/#ixzz2cf5AgndC
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Gagap


Presentasi TD di Cost IC1004, Malaga, Spain, 6 Feb 2013

Presentasi TD di Cost IC1004, Malaga, Spain, 6 Feb 2013

Ketika masih kecil saya gagap ketika berbicara. Menurut Wa Badri, tetangga samping rumah yang mengajar di UNILA, hal ini terjadi karena saya berfikir terlalu cepat dan mulut tidak bisa mengimbangi.

Suatu hari saya dikagetkan oleh abang sepupu, dan sejak itu seingat saya, saya mulai tidak gagap. Saya jadi bisa mengendalikan dengan cara berbicara pelan-pelan. Sampai sekarang jika saya berbicara cepat kadang lidah saya keseleo, susah untuk berbicara hehehe…

Saya juga pemalu untuk berbicara ke depan. Teringat dulu ikut organisasi pertama kali di SMP. Saya ikutan karya ilmiah remaja (KIR). Ketika itu saya kaget karena ditunjuk sebagai humas. Dan pengurus semuanya diminta maju ke depan. Saya malu sekali, sangking malunya saya menghadap ke belakang. Ketika selesai acara KIR, saya beli somay di mamang somay yang pake sepeda, dan ada dua teman siswi juga ikut beli somay. Seorang siswi bilang ke saya, kenapa kok malu tadi. Terus temannya siswi satu lagi bilang, Reza tadi bukan malu, tapi malu-maluin. Hehe saya jadi malu sekali 😀

Kelas 3 SMP juga ketika pelajaran bahasa, saya disuruh maju ke depan oleh guru bahasa Indonesia. Ini guru bahasa Indonesia favorit saya, di mana saya paling lemah pelajaran bahasa Indonesia ini sejak SD, ketika kelas 3 SMP mulai menyukai pelajaran bahsa Indonesia. Ketika saya maju ke depan, saya malu sekali, sampai saya membaca dengan buku saya angkat menutupi wajah saya. Sampe guru saya bilang diturunin bukunya jangan menutupi wajah g******nya… hahaha

Ketika SMU saya ikutan Rohis dan mencoba mendaftar OSIS. Karena saya pemalu ketika interview pengurus OSIS saya sering tertawa supaya tidak tegang, akhirnya saya ditolak karena dibilang cengengesan. Di Rohis saya jadi humas lagi. Padahal saya pemalu, kok ditaruh di humas lagi. Dan itu berlangsung ketika kuliah di GAMAIS ITB saya pun ditempati di staff hublu.

Rohis di SMU membuat saya sedikit pede untuk berbicara di depan umum. Tapi masih pemalu.

Ketika kuliah saya ikut organisasi MATA’ dan Muslim Elektro (ME), mulai memimpin rapat, mulai saya tumbuh rasa percaya diri untuk berbicara di depan orang. Tapi tetap saja masih susah bagi saya untuk berbicara cepat, karena lidahnya masih suka keseleo. 😀

Biasanya saya bisa bicara cepat kalau saya sudah hafal apa yang mau saya omongkan. Kalau belum hafal kadang yang lompat-lompat sampai bingung mau ngomong apa karena di otak sudah langsung muncul banyak pilihan kata. Akhirnya kadang bicara lambat agar tidak keseleo ngomongnya, tapi efeknya bikin orang tidur hehe.

Sepertinya saya emang tidak berbakat dalam dunia perbahasaan. Sebagai contoh ketika SD, saya mendapatkan nilai matematika 10, tetapi bahasa 6 koma sehingga saya tidak bisa masuk SMP favorit ketika itu yang batas bawah nilainya NEM 45 sedangkan saya hanya 43 koma. Akhirnya saya masuk ke SMP dekat rumah saya dan urutan NEM saya tertinggi ketiga di sekolah 🙂

20140220-050352.jpg

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

List Kesalahan Mahasiswa


List diambil dari artikel [1]

1. Tidak masuk kelas

2. Tidak beli atau pinjam textbook yang direkomendasikan

3. Tidak mengerjakan pekerjaan rumah

4. Target pencapaian yang rendah

5. Terlalu percaya diri

6. Menjual buku-buku kuliahnya setelah selesai dipakai

Ref:

[1] M. N. O. Sadiku, S. M. Musa, and K. Kirby, Common mistakes made by students, IEEE Potential, July/August 2012.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar