Deadline Submit Proposal PhD dan Allah Sang Pembolak-balik Hati


Salah satu bagian yang krusial dalam studi PhD di JAIST adalah masa submit proposal Disertasi, jika mundur, maka mundur masa PhD sebanyak satu semester. Ketika itu saya mendapatkan hanko atau seal atau cap sensei untuk proposal disertasi saya menjelang tutup admission di waktu deadline hari itu.

Alhamdulillah Allah membolak-balikkan hati sensei, sehingga hatinya bahagia, mood bagus, karena baru presentasi proyek mencari dana, sehingga memberikan petunjuk kalimat terakhir pemungkas di proposal sehingga menurutnya proposal menjadi strong dan layak untuk disubmit. Padahal proposal ini sudah bolak-balik direvisi masih juga sensei belum puas. Akhirnya dengan kalimat terakhir itu, sensei mau memberikan cap-nya yang sangat penting untuk kelulusan tersebut.

Begitu cap diberikan, langsung saya lari sepanjang lorong memberikan beberapa lembar print out dari proposal disertasi ke kantor admisi. Alhamdulillah pas, dan diterima masih ada waktu beberapa menit sebelum deadline. Secara official saya bisa lulus 3 tahun. Walaupun kenyataannya saya lulus 3 tahun 3 bulan karena nunggu acceptance dari jurnal.

Ada teman seberang meja satu lab, orang Jepang yang master tidak mendapatkan cap dari sensei karena proposal tesisnya belum ok. Akhirnya harus mundur satu semester. Sebagai antisipasi, teman tersebut langsung pindah lab.

Demikian salah satu perjuangan PhD yang ditempuh.

Dipublikasi di Tidak terkategori | 1 Komentar

Belum Kesampaian Haji Ketikah Kuliah PhD


Dulu waktu S3 di Jepang inginnya bisa naik Haji, ternyata skenario Allah belum mengizinkan, karena saya tidak dapat beasiswa, jadi kuliah biaya sendiri dari kerja research sebagai Doctor fellowship. Sedangkan peraturan Jepang mewajibkan bahwa student hanya boleh digaji maksimum 28 jam per pekan, jika digaji lebih, maka akan dideportasi karena dianggap kerja ilegal melanggar peraturan. Walaupun mengerjakan proyek, saya tetap tidak bisa digaji oleh proyek karena konflik budget dengan gaji research dari universitas. Belum lagi ada batasan maksimum gaji hanya boleh 28 jam per pekan walaupun dulu kerjanya Doctor fellowship.

Akhirnya kehidupan di Jepang bersama istri dan tiga anak, tanpa beasiswa, tuition fee bayar sendiri, asuransi yang jauh lebih besar dari penerima beasiswa yang dianggap hibah, dan bayar pajak, saya kadang masih dibantu orang tua waktu itu untuk tiket pergi pertama kali ke Jepang, ongkos pulang sekeluarga ketika lulus, beberapa kali dibantu bayar tuition fee, dan bahkan tiket pulang pergi prajab serta pengganti gaji fellowship sebulan yang hilang akibat prajab.

Teman-teman yang dapat beasiswa, income dianggap hibah, sehingga masih dapat tambahan gaji dari profesor untuk research atau baito kerja part time di luar. Sehingga mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dapat berangkat Haji.

Saya tempo hari sudah dapat izin boleh berangkat Haji dari sensei. Tapi rupanya rezeki finansial untuk bayar ongkos Haji masih belum didapatkan saat itu.

Sensei saya sempat bilang ke saya, karena sensei juga profesor di Finlandia, bahwa muridnya di sana bisa digaji penuh tanpa batasan maksimal 28 jam per pekan seperti di Jepang. Sensei termasuk yang merasa kurang nyaman karena ada proyek tapi tidak bisa menggaji mahasiswa dari proyek. Sensei punya filosofi bahwa ada lingkaran research yaitu good student -> good result -> good project/money to pay good student.

Semoga Allah segera berikan rezeki kesehatan, waktu, finansial, kekuatan, sehingga bisa umroh dan haji.

Dipublikasi di Tidak terkategori | 1 Komentar

Perjalanan Sebagai Presenter di European Wireless, Oulu, Finlandia, Mei 2016


Menjelang sidang tertutup Disertasi Doktor, kabar gembira datang dari sebuah Workshop di European Wireless yang memberitahukan bahwa paper atau makalah kami, tentang deteksi posisi radio ilegal dengan menggunakan perbedaan kuat sinyal yang diterima antar sensor, diterima untuk dipresentasikan dan juga diterbitkan pada prosiding. Makalah ini merupakan bagian dari Bab 4 Disertasi Doktor saya.

Setelah beberapa bulan kemudian waktu keberangkatan makin dekat, pertama yang harus dilakukan adalah berangkat ke Tokyo untuk membuat visa ke Finlandia. Menggunakan kereta cepat dari Kanazawa di pagi hari, dalam waktu singkat sudah tiba di stasiun Tokyo, kemudian ke kedutaan besar Finlandia. Perjalanan yang menarik juga, sebaiknya diceritakan terpisah.

Singkat cerita sebelum ke Finlandia, beberapa brother dari Indonesia dan negara lain pun saya kontak untuk mencari informasi masjid untuk sholat dan makanan halal. Dari fesbuk, saya mendapatkan brother Indonesia yang kuliah di Universitas Oulu, seorang alumni UI, bersama istrinya tinggal di kota Oulu. Sedangkan, dari brother teman di Lab asal Indonesia, saya dihubungkan beberapa brother staf dan mahasiswa juga Universitas Oulu dari Maroko dan Pakistan.

Setelah berkoordinasi dengan agen perjalanan langganan sensei, akhirnya kami sepakat untuk menggunakan penerbangan Finnair dari Kansai ke Helsinki kemudian ke Oulu. Akan tetapi, karena pesawat ada di pagi hari, akhirnya saya perlu menginap semalam di hotel sekitar bandara Kansai.

Jasa kereta ekspress dari stasiun Komatsu ke bandara Kansai non-reserved tempat duduk seharga 2,380 JPY sedangkan jasa rel kereta dengan rute yang sama ditambah dari stasiun Kansai ke stasiun Rinku-Town untuk menginap semalam seharga 4,180 JPY, sehingga total biaya 6,560 JPY.

Tiket Kereta Ekspress

Jam 2 siang masih keliling kampus JAIST bersama anak-anak. Kemudian tiba di stasiun Komatsu jam 4 sore. Nama Komatsu mengingatkan sebuah papan bertuliskan Komatsu di kantor alat berat yang terletak di Bandar Lampung, sering saya baca sejak kecil ketika melewati kantor tersebut. Stasiun Komatsu di kota Komatsu ini pun bersanding dengan kantor besar alat berat Komatsu. Begitu juga sebuah kendaraan raksasa yang biasa ada di pertambangan pun terpajang di sana berwarna kuning beridiri dengan gagahnya. Kami pun dapat menaiki kendaraan tersebut di hari libur.

Akhirnya setelah makan malam di Bandara Kansai, makan malam dulu di mie udon tersertifikasi halal. Kemudian naik kereta lagi, dan tiba di Hotel jam 7 malam untuk istirahat satu malam. Pagi hari jam 8 sudah siap di shuttle bus menuju bandara Kansai, Osaka. Tertera di tiket boarding jam 10:05 pagi. Kemudian terus jalan menuju North International Departures.

Alhamdulillah belum jam 9:26 pagi sudah standby menunggu boarding di sekitar Gate 6 Bandara. Rumus 2 jam sudah di bandara sebelum boarding memang selalu dipakai agar tidak terburu-buru. Belum lagi ada proses imigrasi yang memerlukan waktu. Sambil menunggu, cek dan recek tiket, serta jadwal sholat dan cuaca di Oulu.

Terlihat rombongan anak SMU Jepang berkumpul di dekat tempat dudu saya. Sepertinya mereka akan melakukan studi tour ke Finlandia.

Pemandangan dari kapal Finnair, sekitar jam 1:56 PM waktu Jepang.

Akhirnya tiba di bandara kota Helsinki, Finlandia. Kami menaiki bus menuju ke dalam bandara untuk menunggu pesawat berikutnya ke Oulu.

Pesawat Finnair di Bandara Helsinki

Tiba di bandara Oulu Finlandia, wajah Indonesia sudah menunggu saya. Senang rasanya melihat wajah Indonesia di kota yang dekat kutub utara ini. Mei 2016, saat itu maghrib jam 11 malam, isya 12 malam, dan subuh 1 malam. Brother Indonesia memandu saya menaiki bus, turun di tengah kota, kemudian ke Hotel. Sengaja cari hotel yang paling dekat dengan Masjid Oulu dengan budget masih masuk sekitar 10 ribu yen per malam, jatah dari kampus. Hotel yang terpilih adalah Best Western Hotel Apollo, yang hanya berbeda dua blok dari Masjid Yusuf kota Oulu yang terletak di simpang Jalan Linnankatu dan Makelininkatu. Sedangkan Hotel Apollo terletak di Jalan Asemakatu. Hanya diselingi satu jalan yaitu Kajaaninkatu. Keluar dari pintu hotel, belok ke kanan menuju perempatan Jalan Makelininkatu kemudian belok kanan, menyebarang jalan Kajaaninkatu, mak tibalah di Masjid Yusuf kota Oulu, gedung apartemen empat lantain berwarna putih. Masjid terletak di lantai dasar.

Masjid Yusuf di kota Oulu, Finlandia

Setelah menaruh barang-barang, kami sholat di Masjid Oulu, kemudian mencari Kebab halal untuk makan, dan jalan keliling kaki keliling pusat kota Oulu.

Masjid Oulu Finlandia

Setelah sarapan dengan berusaha menyeleksi yang halal, seperti biasa smoked salmon yang lezat. Pertama kali makan smoked Salmon ketika training di Bergen, Norwegia, Mei 2006. Tepat 10 tahun antara ke Bergen di Norwegia dengan Oulu di Finlandia. Walaupun saya kerja hampir 6 tahun di Ericsson asal Swedia, saya belum pernah ke Swedia satu kali pun. Negara yang saya datangi untuk training dan meeting ketika kerja di Ericsson adalah Norwegia, Jerman, Thailand, dan Malaysia. Smoked Salmon, sangat lezat. Sensei sering membawa Smoked Salmon dari Finlandia ketika pulang ke JAIST. Kami juga kadang beli Smoked Salmon di toko Marue, Tsurugi dekan kampus JAIST. Untuk memenuhi perut, akhirnya bolak-balik ambil smoked Salmon sampai dirasa cukup puas untuk Sarapan.

Smoked Salmon, Jeruk, Timun, dan Salada, sebagai menu sarapan.

Kemudian berangkat jalan kaki ke venue konferensi ditemani mentari pagi. Walaupun sebenarnya matahari seperti tidak pernah hilang, walaupun malam hari hanya sekejap selama 3 jam, tetap saja langit tidak begitu gelap. Tempat venue konferensi adalah Lapland Hotel. Hotel ini lebih mahal dari budget yang diberikan oleh kampus sehingga tidak dipilih untuk tinggal di sini. Sebelum masuk ke dalam gedung, seflie dulu di depan tulisan European Wireless 2016.

Hotel Lapland, Venue Konferensi European Wireless 2016.
Hari Pertama di Tempat Konferensi European Wireless 2016

Kaki melangkah masuk melalui pintu utama hotel Lapland. Sebelah kiri, kami disambut oleh panitia dengan meja yang sudah disediakan tas kecil, pena dari Universitas Oulu, buku program konferensi yang berisi penjelasan, sambutan, jadwal presentasi, dll. Hari pertama ini, kami disuguhi dengan hasi penelitian dari kerja sama penelitian Jerman dan Jepang mengenai kanal baru untuk gelombang milimeter. Saya kenal dengan dua orang profesor dari Jepang tersebut, tepatnya seorang full professor dan seorang lagi associate professor. Mereka berdua ada rekan atau partner kerja kami di proyek Gollera.

Malam hari, kami peserta konferensi European Wireless diundang oleh pemerintah Oulu untuk dinner atau makan malam di city hall. Mereka memperkenalkan dan mempromosikan kota Oulu sebagai kota yang sedang tumbuh pesat dan juga pusat teknologi. Walaupun makan malam ini tetap saja terasa siang hari karena matahari masih terang waktu asar.

20 Mei 2019

Sore hari sekitar jam 6 sholat asar di Masjid Yusuf kota Oulu. Setelah selesai sholat, menikmati cahaya matahari sore yang masuk melalui jendela menyinari sejadah dan mimbar sambil muroja’ah.

Maghrib masih lama, sekitar jam 11 malam. Sambil melihat peta di Google Map, dibuatlah untuk memutari kota Oulu di sekitar Masjid hingga maghrib. Perjalanan dimulai dari keluar pintu Masjid, jalan kakik menikmati matahari sore terus ke utara menyusuri Jalan Linnankatu melewati pom bensin, hotel Lapland, hingga ke jembatan untuk menyebrangi sungai. Kemudian menyelurusi Jalan Merikosken sillat hingga ke stadion olah raga.

Bersambung …

Dipublikasi di Tidak terkategori | 2 Komentar

TPC Member dari IEEE 5G World Forum


Dr. Reza has been assigned as member of Technical Program Committee (TPC) of IEEE 5G World Forum, the flagship event of the IEEE Future Networks Initiative, since 2018 – 2019. There are only two scholars from Indonesia involved, i.e., Associate Professor Dr. Eng. Khoirul Anwar from Center for Advanced Wireless Technologies (Adwitech), Telkom University, and Muhammad Reza Kahar Aziz, PhD from Center for Intelligent Geolocation and Wireless Communications (iGlowcom), Electrical Engineering, Institut Teknologi Sumatera (ITERA). The first event was held on July 9-11, 2018 in Santa Clara, CA, USA. Then, the second event was held on September 30 – October 2, Dresden, Germany.


http://www.jkjmanagement.com/5gwf19-4/tpc.html

Past Events

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Selamat Farras Nilai USBN atau UN SD dengan rata-rata 93.5 peringkat ke-9 di SDIT Baitul Jannah Bandar Lampung


Ketika Farras kelas 5 SD, saya menceritakan dirinya bahwa ketika saya menjelang naik kelas 3 SMU, saya membeli buku tebal persiapan UMPTN dengan sampul bergambar Aula Barat ITB. Saya belajar selama setahun dari buku-buku Soal UMPTN sehingga hasil tryout saya tembus di atas 70 persen. Saat itu tahun 1999 prediksi passing grade tertinggi di Indonesia dipegang oleh Teknik Elektro ITB sebesar 64 persen. Jadi dengan hasil prediksi try-out saya bisa diterima di jurusan apa saja di seluruh Indonesia. Akhirnya saya memilih Teknik Elektro ITB.

Kemudian saya menceritakan ke Farras, untuk menambah semangat, bahwa di NEM SD, saya mendapatkan nilai sempurna atau perfect untuk Matematika yaitu 10 dari nilai maksimum 10. Karena Bahasa Indonesia saya kecil hanya mendapatkan nilai 6 koma, maka total NEM saya hanya sekitar 43 saja dari maksimum 50 untuk 5 mata pelajaran Matematika, PMP, Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS, sehingga rata-rata nilai tidak mencapai 9. Sedangkan untuk dapat masuk ke SMPN 2 Bandar Lampung yang Favorit saat itu tahun 1993 mensyaratkan minimal NEM 45 atau rata-rata 9.

Setelah memompakan semangat ke Farras, kami bawa Farras untuk beli buku persiapan USBN atau Ujian Nasional dengan harapan Farras belajar selama setahun. Ternyata Farras masih perlu waktu untuk mulai serius belajar soal-soal tersebut, sehingga kira-kira Farras hanya belajar setengah tahun dari soal-soal di buku tebal tersebut di luar belajar rutin di kelas. Hasilnya, Alhamdulillah Masya Allah, kami juga tidak menyangka, bahwa nilainya lebih besar dari Bapaknya yaitu 93.5 atau untuk sekala puluhan yaitu 9.35. Bapaknya tidak bisa sampai rata-rata 9. Bapaknya hanya menang di nilai Matematika yang 10. Nilai Farras Alhamdulillah tertinggi ke-9 di Sekolahnya SDIT Baitu Jannah, Bandar Lampung.

Saya bilang ke Farras, jika Farras belajar selama setahun mungkin nilai Farras bisa terbaik se-Lampung 🙂 Aamiin

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Menulis Persamaan (Equation) pada Tulisan Ilmiah Secara Profesional


Berikut ini adalah guideline (panduan) yang ditemukan di dalam template IEEE Access tentang bagaimana menulis persamaan atau equation yang tepat. Tanda quote ” ” dipakai bahwa kalimat tersebut copy paste dari panduan tersebut. Beberapa command atau perintah merupakan bagian dari LaTex. Sebenarnya panduan ini ada dalam bentuk paragraf. Akan tetapi, pada tulisan ini, tiap kalimat saya pisahkan menjadi poin-poin tersendiri untuk dibahas lebih detail.

1) “Number equations consecutively with equation numbers inparentheses flush with the right margin, as in (1).”

Nomor persamaan (equation number) diletakkan pada sebelah ujung kanan kolom. Sedangkan letak persamaan berada pada tengah kolom. Persamaan tersebut dengan nomornya ditulis secara berurutan dan sejajar dalam satu baris. Jika persamaan terdiri lebih dari satu baris maka nomornya ditulis sejajar dengan baris tengah persamaan. Contohnya dapat dilihat pada (1) poin keempat di bawah ini.

Apabila kita menggunakan fungsi \begin{equation} \end{equation} pada LaTex maka susunan penulisan dengan nomornya sudah tertata rapi secara otomatis.

2) “To make your equations more compact, you may use the solidus ( / ), the exp function, or appropriate exponents.”

Suatu artikel pada tulisan ilmiah pada jurnal maupun prosiding seminar memiliki ruang yang terbatas. Kita dapat membuat suatu persamaan menjadi lebih padat ringkas dengan menggunakan tanda solusi ( / ) untuk pecahan, fungsi eksponen yang ringkas seperti exp( ) daripada e^{ }, dll. Fungsi e^{ } akan menghasilkan penulisan dalam bentuk pangkat sehingga memerlukan tambahan ruang karena operator ^ di dalam LaTex merupakan untuk menulis pangkat.

3) “Use parentheses to avoid ambiguities in denominators.”

Tulisan karya ilmiah juga harus crystal clear, yaitu jelas, jernih, bersih, bagaikan suatu kristal yang bening. Tidak ada tempat untuk suatu yang ambigu yaitu kalimat yang membuat pembaca bingung maksudnya. Oleh karena itu, di dalam menulis persamaan, salah satu cara untuk menghindari ambigu pada saat penulisan penyebut dalam suatu pecahan adalah menggunakan tanda dalam kurung ( ). Sebagai contoh adalah A=(B/C)/D.

4) “Punctuate equations when they are part of a sentence, as in

E = m \cdot c^2.              (1)

Hal ini merupakan salah satu yang paling banyak ditemukan sebagai kesalahan umum atau common mistake. Banyak penulis yang tidak menuliskan tanda baca pada suatu persamaan. Seolah persamaan bukanlah suatu bagian dari kalimat melainkan berdiri sendiri. Pemberian tanda baca berupa titik maupun koma menunjukkan bahwa persamaan adalah bagian dari suatu kalimat.

Pernah juga ada penulis yang diberi komentar oleh pemeriksa (reviewer) agar memberikan tanda baca pada persamaan yang ditulisnya. Ketika makalah yang direvisi oleh penulis sudah diserahkan ulang (resubmit), ternyata tanda baca titik dan koma ditulis setelah nomor persamaan. Perlu diketahui bahwa nomor persamaan bukan bagian dari kalimat. Akan tetapi, persamaan tersebutlah yang merupakan bagian dari kalimat.

Jika persamaan tersebut ada di akhir kalimat maka berikanlah tanda baca titik seperti yang ditunjukkan pada (1). Perlu diketahu bahwa di dalam (1) tersebut adalah fungsi LaTex \cdot yang merupakan operator perkalian dalam bentuk titik yang posisinya ada pada tengah vertikal.

Sedangkan jika persamaan belum selesai karena dilanjutkan dengan kata “dimana” atau “where” karena kita ingin segera (immediately) menuliskan definisi tiap simbol dalam persamaan tersebut maka di akhir persamaan diberikan tanda baca koma.

5) “Be sure that the symbols in your equation have been defined before the equation appears or immediately following.”

Para penulis juga sering terlewat dalam mendefinisikan simbol yang dipakainya saat menulis persamaan. Padahal kita perlu menuliskan definisi semua simbol sebelum simbol itu muncul dalam suatu persamaan atau langsung ditulis setelah persamaan tersebut. Jika seluruh simbol sudah dituliskan definisinya, maka biasanya suatu persamaan diakhiri dengan tanda baca titik. Sedangkan jika definisi baru langsung ditulis setelah persamaan maka di akhir persamaan diberikan tanda baca koma dan diikuti kata “dengan” atau “where”.

Ada suatu kebiasaan yang banyak ditemukan dalam menuliskan definisi simbol yang mengikuti setelah persamaan dengan bentuk list simbol, bukan dalam bentuk paragraf. Oleh karena itu, saya minta ke penulis agar melihat artikel pada IEEE Transaction bagaimana cara menulis definisi simbol. Sebagai contoh yang salah adalah

d = c \cdot t          (2)

d = jarak (m)
c = kecepatan cahaya (3 \cdot 10^8 m/detik)
t = waktu (detik)
yang seharusnya ditulis sebagai

d = c \cdot t,          (2)

dimana d adalah jarak dalam satuan m, c adalah kecepatan cahaya yang bernilai 3 \cdot 10^8 m/detik, dan t adalah waktu dalam satuan detik.

Jika ditulis dalam bahasa Inggris maka menjadi

d = c \cdot t,          (2)

where d is the distance in the unit of m, c is the velocity of light in 3 \cdot 10^8 m/s, and t is the time in the unit of s. Kata “is” bisa juga diganti dengan “denotes” sebagai variasi.

Bentuk variasi lain dalam menulis definis juga bisa dengan urutan dan diakhir dengan kata “, respectively”. Perlu tanda baca koma sebelum “respectively”, dimana masih ditemukan penulis yang lupa menuliskan tanda baca koma. Contohnya dapat dilihat berikut ini,

d = c \cdot t,          (2)

where d, c, and t are the distance in the unit of m, the velocity of light in 3 \cdot 10^8 m/s, and the time in the unit of s, respectively.

Penulisan definisi simbol dalam bentuk paragraf menunjukkan suatu bentuk penulisan yang profesional. Sedangkan penulisan definisi simbol dalam bentuk list membuat pembaca berfikir seperti dalam kondisi mengerjakan latihan soal atau ujian yang menggunakan rumus seperti matematika, fisika, dan lainnya.

6) “Italicize symbols (\textit{T} might refer to temperature, but T is the unit tesla).”

Begitu juga masalah penulisan simbol terutama di dalam kalimat biasa, bukan di dalam persamaan, banyak ditemukan simbol ditulis bukan dalam italic. Biasanya saya akan meminta penulis untuk mengganti font untuk simbol dengan italic atau dalam LaTex ditulis dalam $ $ yang merupakan penulisan simbol matematika. Jika penulis menggunakan words maka saya minta penulis memakai equation editor pada saat menulis simbol.

7) “Refer to “(1),” not “Eq. (1)” or “equation (1),” except at the beginning of a sentence: “Equation (1) is….””

Poin terakhir dari panduan IEEE Access dalam menulis persamaan adalah langsung saja menulis angka dari nomor persamaan tersebut dengan di dalam kurung yaitu “(1)” bukan dengan “Eq. (1)”, “equation (1)”, atau dalam bahasa Indonesia “persamaan (1)”. “Equation (1)” atau “Persamaan (1)” dipakai jika digunakan pada awal kalimat. Hal ini mirip dalam menuliskan nomor gambar yaitu “Fig. 1” kecuali di awal kalimat menggunakan “Figure 1”.

Sebagai tambahan selain dari poin-poin di atas, beberapa hal lain yang perlu diperhatikan adalah pisahkan antara satuan dengan nilainya dengan satu spasi, contohnya 2 m bukan 2m. Untuk penulisan luas maka tulislah 3 m x 3 m bukan 3 x 3 m^2.

Semoga tulisan ini dapat sedikit membantu para penulis pemula dalam Karya Ilmiah untuk memulai suatu persamaan dengan profesional sehingga tidak diminta oleh reviewer untuk merevisi tulisannya.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Jual Rumah Depok, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Dekat Kubah Emas


Bismillah dengan berkah Ramadhan

Jual Rumah Pribadi Rp 600.000.000,- di Perum Puri Pelita, Jl. Kavling Pelita Air Service, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Parung Bingung.

– Surat-surat: SHM (Sertifikat di Bank CIMB Niaga), AJB, dan Asuransi Kebakaran.
– Belakang Rumah Sakit Asy-Syifa,
– Dekat (kira-kira 1-2 km) dari Masjid Kubah Emas.

Spesifikasi:
– kira-kira LT 141m2 dan LB 83m2.
– 2 Kamar Tidur Dinding,
– 1 kamar Sekat,
– Satu gudang,
– 1 kamar mandi kloset duduk,
– 1 kamar mandi kloset jongkok,
– ruang tamu/tengah,
– dapur,
– taman depan,
– taman belakang ada kolam air mancur kecil.
– Pohon: mangga, palem.
– Car Port.
– PLN bukan token.
– Air Pam putus.
– Sumur bor.
– Torren Air,
– Tralis,
– Pagar.
– batako
– keramik yang 40cm x 40cm warna putih kalau gak salah
– Kayu kusen perlu renovasi
– di perumahan ini. letak rumah paling ujung atas dan lokasi tanah yang lebih tinggi daripada rata-rata tanah di kavling tersebut

Fasilitas sekitar:
– Lokasi di Kav Pelita Air Service.
– Tinggal jalan kaki bentar ke Sekolah Alam Meruyung Depok.
– Di Kavling ada PAUD di musholla. Ada TK juga smile emoticon

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10216228349883944&id=1308401293

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Melte Vanana


Rp 15,000.00 per pcs, open to order at out store in Bukalapak or contact our WA number +6281210320620. Also, check frequently our instagram. Resellers are welcome. Made in Bandar Lampung, Lampung, Sumatera, Indonesia. #banana #chips #bananachips #keripik #keripikpisang

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Brief Biography of Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D.


Muhammad Reza Kahar AZIZ was born in Bandar Lampung, Indonesia in 1981. He received bachelor and master (cum laude) degrees, in 2004 and 2012, respectively, from Electrical Engineering (Telecommunications), Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Indonesia. His Ph.D. in Information Science degree is obtained from Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST), Ishikawa, Japan, in 2016.

In 2004 – 2005, Dr. Reza was a Microwave Service Engineer, Siemens Indonesia. Then, he has been with Ericsson Indonesia as a Broadband Solution Engineer in 2005 – 2010. Furthermore, he served as Teaching Assistant in ITB and Adjunct Lecturer in Institut Teknologi Telkom (ITT) in 2011. Since 2012, he has joined Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Lampung, Indonesia. He also received Graduate Research Program (GRP) and Doctor Research Fellow (DRF) from JAIST in 2013 – 2016.

Dr. Reza received award of 10% top performer Ericsson Indonesia employee in 2009, ITB Voucher Scholarship in 2011, Furthermore, he received Overal Best Paper Award in Asia Modelling Symposium (AMS), Malaysia, 2015.  JAIST Foundation Research Grant for Students is obtained in 2017 for attending the European Wireless Conference 2016 in Oulu, Finland. He also received research grant of Hibah Mandiri from ITERA in 2017.

He has published more than 10 scientific contributions in journals, newsletter, conferences, and scientific speech. His research interests include wireless communication systems, wireless sensor networks, signal processing, information theory, radio geolocation, factor graph, array antenna, and electromagnetic.

Currently, he is a member of IEEE and is serving as a reviewer and TPC for IEEE conferences, includes ICC, Globecom, and other international and domestic conferences. He also serves as reviewer for several journals including IEEE Transaction on Vehicular Technology.

Dipublikasi di Tidak terkategori | 4 Komentar

Reviewer and Technical Program Committee (TPC) Experiences


Verified Reviewer Profile and Statistics https://publons.com/author/1481644/muhammad-reza-kahar-aziz-phd#profile

Updated 25 May 2017, Bandar Lampung

Here are my experiences to serve as technical program committee (TPC) member and reviewer of Conferences, with total reviewing of 35 international papers and 6 domestic papers.

Serving as TPC member

(1) IEEE Globecom 2016 AHSN, Washington, DC, USA, review 2 papers,  http://globecom2016.ieee-globecom.org/

(2) IEEE Globecom 2017 AHSN, Singapore, review 3 papers, http://globecom2017.ieee-globecom.org/

(3) IEEE Globecom 2017 MWN, Singapore, review 2 papers, http://globecom2017.ieee-globecom.org/

(4) IEEE ICC 2016 AHSN, Kuala Lumpur, Malaysia, review 3 papers, http://icc2016.ieee-icc.org/

(5) IEEE ICC 2017 AHSN, Paris, France, review 4 papers, http://icc2017.ieee-icc.org/

(6) ICOF 2016, Duisburg Essen, Germany, review 2 papers, http://icof.uni-due.de/

(7) IEEE ICC 2018 AHSN, Kansas, USA, http://icc2018.ieee-icc.org/

(8) IC-WCSP 2017, Nanjing, China, http://www.ic-wcsp.org/

 

Serving as Reviewer

(1) IEEE Globecom 2016 CSSMA, Washington DC, USA, no assignment to review, http://globecom2016.ieee-globecom.org/

(2) IEEE Globecom 2016 MWN, Washington DC, USA, review 3 papers, http://globecom2016.ieee-globecom.org/

(3) IEEE INFOCOM, Workshop IECCO 2017, Atlanta, GA, USA, review 2 papers, http://infocom2017.ieee-infocom.org/workshop/iecco-integrating-edge-computing-caching-and-offloading-next-generation-networks

(4) IEEE ICC 2015 AHSN, London, UK, review 3 papers, http://icc2015.ieee-icc.org/

(5) IEEE ICC 2016 MWN, Kuala Lumpur, Malaysia, review 3 papers, http://icc2016.ieee-icc.org/

(6) IEEE ICC 2017 MWN, Paris, France, review 6 papers, http://icc2017.ieee-icc.org/

(7) ICST 2016, UGM, Yogyakarta, Indonesia, no assignment to review, http://icst-2017.ugm.ac.id/

(8) IEEE VTC 2013, Dresden, Germany, review 2 papers,  http://www.ieeevtc.org/vtc2013spring/

(9) IEEE WCNC 2013, Shanghai, China, review 2 papers, http://wcnc2013.ieee-wcnc.org/

(10) IC3INA 2013, Jakarta, Indonesia, review 2 papers, http://wcnc2013.ieee-wcnc.org/

 

Serving as Reviewer of Domestic Conference

(1) Seminar Nasional Multidisipilin Ilmu (SeNMI), Universitas Budi Luhur, Jakarta, Indonesia, review 6 papers, http://senmi.budiluhur.ac.id/en/

 

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

My Doctor Research Output (Keluaran Penelitian S3 Saya)


Setelah direnungkan, produk penelitian S3 atau Doktor saya ini sampai sekarang, hingga total hampir 5 tahun, sudah ada 15 buah, yaitu 2 artikel jurnal, 1 draft artikel jurnal, 1 article newsletter, 5 konferensi internasional (2 di antaranya sebagai penulis kedua), 4 submitted paten, 1 domestik conference,  dan 1 technical document.

Saya memulai kuliah S3 di Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST), Nomi, Ishikawa, Japan, sejak April 2013. Akan tetapi, saya sudah tiba di Jepang sejak 4 Oktober 2012 sebagai researcher (peneliti, dengan hakikat sebagai research student) untuk mengerjakan proyek sensei dengan status visa “Professor”. Jadi bisa dibayangkan “lucunya” pergantian status visa dari Professor menjadi Student. Sebelum berangkat ke Jepang, sekitar bulan Juli 2012, saya sudah mulai belajar bahan research. Dengan lulusnya saya sebagai Doctor of Phylosophy in Information Science (PhD) pada tanggal 24 Juni 2016, maka total research saya bisa dibilang 4 tahun, dengan rincian 3 bulan persiapan sebelum ke Jepang, 3 + 3 bulan persiapan aplikasi program Doktor, dan 3 tahun 3 bulan kuliah Doktor.

Alhamdulillah, selama 6 bulan pertama di Jepang, kehidupan saya dibiayai dari gaji project sensei. Ketika menjadi mahasiswa Doktor, selama 3 tahun saya dibiayai dari gaji oleh universitas JAIST melalui program Graduate Research Progam (GRP) selama 6 bulan yang kemudian berubah namanya sebagai Doctor Research Fellow (DRF) selama 2 tahun 6 bulan. Karena saya sudah digaji dari Fellowship, maka saya tidak boleh lagi digaji dari proyek penelitian sensei walaupun topik riset saya mengerjak proyek sensei. Akan tetapi, saya bisa menggunakan dana dari proyek sensei untuk “jalan-jalan” untuk presentasi konferensi, scientific meeting, project meeting, dan memberikan lecture ke universitas-universitas kolaborasi.

Peraturan Jepang yang membatasi student/mahasiswa digaji maksimal 28 atau 29 jam per minggu. Karena walaupun kerja di luar atau baito, jatah kerja saya sudah hampir habis. Kalau nekat kerja dan digaji lebih dari 28 jam atau 29 jam per minggu, maka bisa dideportasi. Jika ingin menambah penghasilan, maka yang memungkinkan hanyalah scholarship/beasiswa. Karena scholarship merupakan hibah, bukan gaji. Hanya saja, jika mendapatkan scholarship, maka Fellowship dicabut. Akan tetapi, nilai scholarship yang sebesar Fellowship pun selalu gagal didapatkan. Oleh karena itu, saya harus mencukupkan diri dengan gaji Fellowship dan support dari ortu. Waktu yang ada digunakan semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil penelitian yang banyak.

Dibimbing oleh IEEE Fellow sensei yang menjadi Professor di JAIST, Jepang sekaligus di Oulu University, Finland, serta Asisten Professor yang sekarang sudah menjadi IEEE Senior Member, membuat banyak belajar bagaimana melakukan penelitian dengan kualitas tinggi. Dulu saya masih kerja di vendor Telco dari Swedia, kagum dengan para Doktor di Resarch and Development (RND) yang telah banyak melakukan penemuan meningkatkan kualitas produk, dan memiliki berbagai paten. Setelah gabung dengan Lab Information Theory and Signal Processing ini, ternyata bukanlah paten yang mereka kejar. Akan tetapi, yang mereka kejar adalah, diakuinya mereka sebagai ilmuan, penemu, yang dipajang fotonya di buku-buku maupun materi ilmiah lainnya, di mana foto dan namanya disejajarkan dengan penemu-penemu dunia lainnya sejak dulu dalam jalur time line yang sama. Dengan niat seperti itu, maka ratusan publikasi, dan juga banyaknya paten tinggal mengikuti saja dan bukan menjadi tujuan utama.

Selama 4 tahun research, bisa dibilang 3 tahun pertama dikejar dengan hasil research, sampai mencoba menurunkan berbagai teknik untuk mendapatkan novelty yang maksimal. Sehingga barulah lampu hijau secara resmi dikeluarkan oleh sensei untuk mulai menulis. Jadi bisa dibilang, baru serius menulis adalah di tahun terakhir kuliah Doktor, sehingga lumayan pontang-panting. Di awal tahun 2013 saya menghasilkan satu paper technical document yang dipresentasikan di COST IC1004, kemudian paper ini terpilih untuk diringkas menjadi setengah halaman untuk menjadi artikel di newsletter COST IC1004. Baru ini saja produknya, sehingga praktis saya produktif menghasilkan publikasi tahun 2015, diawali dengan domestik IECE general conference Maret 2015, Asia Modelling Symposium (AMS) September 2015 dengan best paper award, conditional acceptance di EURASIP Journal on Wireless Communication and Networking (JWCN) Nov 2015, accepted di International Journal of Simulation Systems, Science & Technology Maret 2016, penulis kedua di CSPA Maret 2016 (penulis pertama adalah mahasiswa S2 dari Indonesia sebagai penerus research saya dan mendapatkan best presenter award), rejected IEEE Trans Wireless Comm, dan European Wireless May 2016, serta 3 submitted paten. Jadi total produk saya sampai lulus ada 12 buah. Kedua jurnal baru yang accepted baru publish setelah lulus. Satu draft rejected masih direvisi sampai saat ini Maret 2017. Sebuah Internasional Conference TSSA 2016 dipresentasikan oleh penerus research saya mahasiswa S2 di JAIST, Sebuah submitted paper Internasional Conference, dan satu submitted paten oleh penerus saya, akan tetapi nama saya masih dimasukkan sebagai inventor.

 

 

Dipublikasi di Tidak terkategori | 1 Komentar

Membuat Tabel Dengan Menggunakan Latex


\documentclass[journal]{IEEEtran}
\usepackage{tabularx}
\usepackage{multirow}

\begin{document}

\begin{table}
\begin{center}
\caption{This is Caption}
\begin{tabularx}{\textwidth}{|l|l|X|}
\hline % untuk bikin garis horizontal
\multicolumn{1}{|c|}{\multirow{5}{*}{Test Kolom Pertama}}
& \multicolumn{1}{|c|}{\multirow{5}{*}{\parbox{1cm}{Test kolom kedua}}} % wrap text di dalam tabel dengan menggunakan command \parbox{}{}
& Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. \\ % wrap text di dalam table dengan menggunakan option |X| untuk spec \begin{tabular}{}{}, yang akan mengjadikan kolom tabel sampai maximum margin, kemudian text otomatis wrap. |X| juga mengizinkan kita untuk menggunakan \begin{equation} di dalam cell tabel.
\hline
\end{tabularx}
\end{center}
\end{table}

\end{document}

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Beribadah Dengan Seimbang


Rasulullah saw sudah diampuni dosanya yang dulu maupun yang akan datang. Akan tetapi, dalam memandang ibadahnya Rasulullah saw padahal sudah diampuni semua dosanya, terbagi menjadi dua:
1. Rasulullah saw ibadahnya banyak sekali, maka jawabannya: Rasulullah saw ingin menjadi hamba yang bersyukur [1].
2. Mereka harus lebih banyak ibadahnya dari Rasulullah saw, maka jawabannya: Rasulullah saw adalah yang paling takut dan paling takwa kepada Allah daripada semua orang [2].

Rasulullah saw adalah yang paling seimbang ibadahnya, mari kita ikuti sunnah Rasulullah saw.

[1] Diceritakan oleh Ibunda ‘Aisyah Radhiallahu’anha:
“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya jika beliau shalat, beliau berdiri sangat lama hingga kakinya mengeras kulitnya. ‘Aisyah bertanya: Wahai Rasulullah, mengapa engkau sampai demikian? Bukankan dosa-dosamu telah diampuni, baik yang telah lalu maupun yang akan datang? Rasulullah besabda: ‘Wahai Aisyah, bukankah semestinya aku menjadi hamba yang bersyukur?’” (HR. Bukhari no.1130, Muslim no.2820) http://buletin.muslim.or.id/tazkiyat…/bersyukur-kepada-allah.

[2] Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Ada sekelompok orang datang ke rumah istri-istri Nabi SAW, mereka menanyakan tentang ibadah Nabi SAW. Setelah mereka diberitahu, lalu mereka merasa bahwa amal mereka masih sedikit. Lalu mereka berkata, “Dimana kedudukan kita dari Nabi SAW, sedangkan Allah telah mengampuni beliau dari dosa-dosa beliau yang terdahulu dan yang kemudian”. Seseorang diantara mereka berkata, “Adapun saya, sesungguhnya saya akan shalat malam terus”. Yang lain berkata, “Saya akan puasa terus-menerus”. Yang lain lagi berkata, “Adapun saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan kawin selamanya”. Kemudian Rasulullah SAW datang kepada mereka dan bersabda, “Apakah kalian yang tadi mengatakan demikian dan demikian ?. Ketahuilah, demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah diantara kalian, dan orang yang paling bertaqwa kepada Allah diantara kalian. Sedangkan aku berpuasa dan berbuka, shalat dan tidur, dan aku mengawini wanita. Maka barangsiapa yang membenci sunnahku, bukanlah dari golonganku”. [HR. Bukhari, dan lafadh ini baginya, Muslim dan lainnya] http://1001hadits.blogspot.jp/…/1-anjuran-menikah-dan-laran….

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Journal


Karena bolak-balik buka informasi beberapa jurnal untuk melihat Impact Factor dan lain sebagainya, akhirnya agar mudah dan tidak merepotkan, saya kumpulkan saja di sini informasi beberapa jurnal di bidang Telekomunikasi.

1. IEEE Transaction on Wireless Communications (TWC)

Baru beberapa minggu yang lalu journal yang saya submit bulan Agustus 2015 telah di-reject oleh TWC pada bulan November 2015.
Journal IEEE TWC ini mempunyai:
Impact Factor tahun 2014 : 2.496
Eigenfactor : 0.05453

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

http://ieeexplore.ieee.org/Xplorehelp/#/about-ieee-xplore/about-content#journal-citation-metrics:
Impact Factor
Impact Factor is the average number of times articles from a journal published in the past two years have been cited in the JCR year. The Impact Factor is a so-called popularity measure which relies on the crude number of citations, each of them counting the same independently of the quality of the source.

Eigenfactor™
Eigenfactor™ Score takes into account the number of times articles from a journal published in the last five years have been cited in the JCR year while also considering which journals have contributed these citations. Since citations are in this case weighted dependently on the source, The Eigenfactor Score belongs to the class of so-called prestige measures. The Eigenfactor Score represents the probability of reading a specific journal in the entire collection and therefore high-scoring journals have a greater influence in the scientific community.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Guidance: Preparation to stay in JAIST


Please download from here (not completed yet)

https://docs.google.com/presentation/d/11CYknH1liVg7yG49Ks1G-xmDUO0XWQ8bai7aWJloGzg/edit?usp=sharing

 

Dipublikasi di Tidak terkategori | 1 Komentar

Hakusan Tsurugi City Community Loop Bus


Route Map http://www.city.hakusan.ishikawa.jp/data/open/cnt/3/6435/1/rootturugi.pdf

Bus Schedule http://www.city.hakusan.ishikawa.jp/data/open/cnt/3/6435/1/keitaijikokuH27WEB.pdf

All schedule http://www.city.hakusan.ishikawa.jp/kikakusinkoubu/koutuutaisaku/koutuutaisaku/megu-ru_h24.html

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

CV Academic of Muhammad Reza Kahar Aziz


Muhammad Reza Kahar Aziz, MSc

https://www.researchgate.net/profile/Muhammad_Aziz16

Education

Apr 2013 – Mar 2016 Japan Advanced Institute of Science and Technology

PhD Candidate, School of Information Science

Nomi City, Japan

Aug 2010 – Jul 2012 Institut Teknologi Bandung (ITB)

Master of Engineering, Electrical Engineering (Telecommunication)

Bandung, West Java, Indonesia

Aug 1999 – Jul 2004 Institut Teknologi Bandung (ITB)

Bachelor of Engineering, Electrical Engineering (Telecommunication)

Bandung, Indonesia

Thesis

Muhammad Reza Kahar Aziz: Estimasi kanal downlink LTE pada sistem high altitude platforms (HAPs). 07/2012, Degree: Master, Supervisor: Iskandar

Muhammad Reza Kahar Aziz: Studi aplikasi stream control transmission protocol (SCTP) pada signaling SIP. 07/2004, Degree: Bachelor, Supervisor: Ian Yosef Matheus Edward

Research Experience

Oct 2012 – present Part Time Researcher and PhD Candidate

Japan Advanced Institute of Science and Technology, School of Information Science

Komatsu, Japan

The research is focus of Wireless Geolocation by using Factor Graph utilizing the measurement parameters, e.g., TOA, TDOA, RSS, and DOA/AOA

Sep 2010 – Jul 2012 Master’s Student

Bandung Institute of Technology, Electrical Engineering (Telecommunication)

Bandung, Indonesia

My research is regarding the Channel Estimation of LTE Downlink (OFDM) in High Altitude Platforms (HAPs) System

Statistics

RG Score 1.48
Publications 9
Total Impact Points 0
Views 213
Downloads 37
Citations 1

Awards & Grants

Sep 2015 Award: Selected as Overall Best Paper in Asia Modelling Symposium (AMS) 2015, Kuala Lumpur
Oct 2013 Scholarship: Doctor Research Fellowship (DRF) JAIST 2013 – 2016
Apr 2013 Scholarship: Graduate Research Program (GRP) JAIST 2013
Mar 2013 Award: Selected Technical Document (TD) of 87 TD for Newsletter in 6th MC Meeting Cost IC1004, Malaga, Spain
Jul 2012 Award: Master Degree Cum Laude ITB
Aug 2011 Scholarship: ITB Voucher Scholarship 2011-2012
Oct 2008 Award: 10% Top Performer Employee of Ericsson Indonesia
Sep 1998 Award: Best Model Student of Senior High School in Tanjung Karang Timur District
Aug 1998 Award: Best Male Student in Senior High School SMUN 2 Bandar Lampung

Skills & Activities

Skills Communication & Signal Processing, Estimation and Detection Theory, FFT, Satellite Communication, Antennas and Propagation, LTE, Channel Estimation, Radio Communication, Satellite Systems, Mobile Communications, Cellular Communication, Information and Communication Technology, GSM, Electronics  and Communication Engineering, Signal Processing for Communication, Digital Signal Processing, Information Theory, Signal Processing, Coding, Statistical Signal Processing, Adaptive Filtering, Estimation Theory
Languages Arabic, English, German, Indonesian, Japanese
Scientific Memberships IEEE, IEICE
Interests

Publication Highlights

[authors]: [title]. [details]

Books

Firzan Nainu, Khoirul Anwar, Moh. Adhib Ulil Absar, Faradiba, Maharani, Ria Wierma Putri, Sri Yayu Indriyani, Hikmah Balbeid, Seiji Matsui, Yoshinobu Nakanishi, Aji Jihad Muhammad Said, Deny Willy Junaidi, Haruya Kagami, Intan Fitri Meutia, Maharani Dian Permanasari, Muhammad Reza Kahar Aziz, Eva Jumiyanti, Rudy Yusuf, Andi Masyitha Irwan, Mudyawati Kamaruddin, Bayu Sudjatmiko, Suryo Budi Santoso: Notes From Ishikawa. 1st Edition edited by Ferry Fathurokhman, 05/2015; Nulisbuku.com., ISBN: 9786023680146

Book Chapters

Journal Publications

Muhammad Reza Kahar Aziz, Khoirul Anwar, Tad Matsumoto: COST IC1004 News Letter, March 2013: Joint RSS-DOA Factor Graphs based Geo-location Technique.

Muhammad Reza Kahar Aziz, Khoirul Anwar, and Tad Matsumoto, “A New DOA-based Factor Graph Geolocation Technique for Detection of Unknown Radio Wave Emitter Position Using The First-Order Taylor Series Approximation”, EURASIP Journal on Wireless Communications and Networking (JWCN), Submitted in 24 April 2015 (Under Review).

Muhammad Reza Kahar Aziz, Khoirul Anwar, and Tad Matsumoto, “A Pythagorean TDOA-based Factor Graph Geolocation Technique for Position Detection of An Unknown Radio Emitter”, IEEE Transactions on Wireless Communications (TWC), Submitted in 19 August 2015 (Under Review).

Muhammad Reza Kahar Aziz, Khoirul Anwar, and Tad Matsumoto, “Position Detection of Unknown Radio Emitter without Requiring Transmit Power Information using Combined TDOA and Difference RSS-based Factor Graph”, to be submitted to IEEE Transactions on Wireless Communications (TWC)

Conference Proceedings

Muhammad Reza Kahar Aziz, Khoirul Anwar, and Tad Matsumoto, “DRSS-based Factor Graph Geolocation Technique for Position Detection of Unknown Radio Emitter”, Submitted to IEEE Wireless Communications and Networking Conference (WCNC), 3-6 April 2016, Doha, Qatar

Muhammad Reza Kahar Aziz, Yuto Lim, Tad Matsumoto: A New Wireless Geolocation Technique Using Joint RSS-based Voronoi and Factor Graph. Asia Modelling Symposium (AMS) 2015, Kuala Lumpur, Malaysia; 09/2015

Muhammad Reza Kahar Aziz, Khoirul Anwar, Toshihiro Yamaguchi, Shintaro Arata, Tad Matsumoto: Monitoring Spot Configuration of RSS-based Factor Graph Geolocation Technique in Outdoor WSN Environments. IEICE General Conference, Kusatsu, Kyoto, Japan; 03/2015

Iskandar, Muhammad Reza Kahar Aziz: A Study of HAPS-LTE Downlink Channel Performance Simulation Deployed for High Speed User Vehicle. The 8th International Conference On Telecommunication System, Services, And Application (TSSA) 2014, Kuta, Bali, Indonesia; 10/2014

M.R.K. Aziz, Iskandar: Channel estimation for LTE downlink in High Altitude Platforms (HAPs) systems. Information and Communication Technology (ICoICT), 2013 International Conference of, Bandung, Indonesa; 03/2013

Lectures and Presentations

M. R. K. Aziz, K. Anwar, and T. Matsumoto, “Joint RSS-DOA-TOA Factor Graph based Geo-location Technique”, 6th Meeting COST IC1004, Technical Document (TD) Presentation, TD(13)06084, Malaga, Spain, February 2013

M. R. K. Aziz, K. Anwar, and T. Matsumoto, “Joint RSS-DOA Factor Graphs based Geo-location Techniques, Visiting Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Indonesia 14 May 2013

M. R. K. Aziz and K. Anwar, “Common Mistake in Writing Research Paper,” Visiting Univeristi Teknologi Malaysia (UTM), Kuala Lumpur Campus, Malaysia, 3-4 March 2014.

M. R. K. Aziz and K. Anwar, “Study Life in JAIST”, Visiting Universitas Sriwijaya (UNSRI), Palembang, Indonesia, 4-6 March 2014

M. R. K. Aziz, K. Anwar, and T. Matsumoto, “TDOA-based Factor Graphs Geolocation Techniques for Passive Radio Emitter, Visiting Yamanashi University, Kofu, Nov 2014

M. R. K. Aziz, K. Anwar, and T. Matsumoto, “DRSS FG”, Koden Co. Ltd. and Tokyo Aircraft Instrument Co.,Ltd. (TKK), 9 Jan 2015, Tokyo

M. R. K. Aziz, The Student Networking Day (SND) in conjunction with the EU-ASIA Security-and-Networks Symposium (SNS) http://www.jaist.ac.jp/is/labs/tan-lab/projects/Sympo2016Mar/program.htm

Reviews

IEEE Vehicular Technology Conference (VTC) 2013 – Spring, reviewing 2 paper. http://www.ieeevtc.org/vtc2013spring/

IEEE Wireless Communications and Networking Conference (WCNC) 2013, reviewing 2 paper. http://wcnc2013.ieee-wcnc.org/

International Conference on Computer, Control, Informatics and its Applications (IC3INA) 2013, reviewing 2 paper. http://ic3ina.informatika.lipi.go.id/

IEEE International Conference on Communications (ICC) 2014, reviewing 4 paper. http://icc2015.ieee-icc.org/

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Multiplaying Our Amal/Worship/Good Deeds for Obtaining The Grace/Mercy/Rahmah from Allah to Allow Us Entering The Paradise/Jannah


We are very busy in this world for our study, our research, family, firends, etc. However, we are more busy in the here after (in akhirat, in yaumul qiyamah). It is described in Quran Surah/Verses (QS)’Abasa (80),

فَإِذَا جَآءَتِ ٱلصَّآخَّةُ
But when there comes the Deafening Blast (QS’Abasa 80:33)

يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ
On the Day a man will flee from his brother, (Indonesia: pada hari itu manusia lari dari saudaranya,) (QS’Abasa 80:34)

وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ
And his mother and his father (QS: ‘Abasa 80:35)

وَصٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ
And his wife and his children, (QS: ‘Abasa 80:36)

لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ
For every man, that Day, will be a matter adequate for him. (Indonesia: Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkan). (QS: ‘Abasa 80:37)

However, our life is very short when we compare the time in the here after (akhirat) equal to 1,000 years in this world. As if our life is only around 1.5 – 2.4 hours (in here after time) when our age is around 65 – 100 years in this world. That’s why in last verse of QS An-Naziat says

كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوٓا۟ إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَىٰهَا
It will be, on the Day they see it, as though they had not remained [in the world] except for an afternoon or a morning thereof.
(QS: An Naazi’at 79:46)

Currently, we are tested with this short time of life in this world to reach the paradise or to fall in the hell. Before we came to this world through our mother, we have agreed in the world of ruh (soul) that we will be tested in this world, in the earth. We have also confirmed that Allah is our Rabb (The one who creates and maintains the universe). We have also accepted the Trust/Amanah even though the heaven/sky, the earth, the mountain have refused to accept

إِنَّا عَرَضْنَا ٱلْأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمٰوٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا ٱلْإِنسٰنُ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
Indeed, we offered the Trust to the heavens and the earth and the mountains, and they declined to bear it and feared it; but man [undertook to] bear it. Indeed, he was unjust and ignorant.
(Al Ahzab 33:72)

Indeed, we are not remembering all the memories when we are in the time before coming to this world, because we are now in examination with this short period of time around 1.5-2.4 hours (unit time in the here after). For the fairness,  all the memories of us were erased, then we enter the examination world in the earth or current universe. We are such as traveller or stranger in this short transit/temporary world to be tested, to collect all provision for the next long journey after our death in the world of  grave, and the here after.

On the authority of Ibn ‘Umar, sallallahu ‘alaihi, who said: The Messenger of Allah, sallallahu ‘alayhi wasallam, took me by the shoulder and said: “Be in this world as though you were a stranger or a traveler/wayfarer.” Ibn ‘Umar used to say: “When evening comes, do not expect (to live till) morning, and when morning comes, do not expect (to live till) evening. Take from your health (a preparation) for your illness, and from your life for your death.”[Al-Bukhari]. [1]

In this short period of time in our life of examination, we need to multiply our good deeds/amal to Allah SWT.

It goods to know that our goodd deeds will not save us. It will makes us to enter the paradise/jannah. However, our good deeds are to make Allah happy to us, hence He will give His Grace/Rahmah/Mercy to make us to enter the paradise.
Imam Al-Bukhari narrated in his Sahih, Hadits Imam Bukhari Nomor 5982 [3]

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
that Abu Hurairah (may Allah be pleased with him) said:
(Indonesia: dari [Abu Hurairah] radliallahu ‘anhu dia berkata:)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
The Messenger of Allah (peace and blessings of Allah be upon him) said: (Indonesia: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:)

لَنْ يُنَجِّيَ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ
“No one of you will be saved because of his deeds.”
(Indonesia: “Salah seorang dari kalian tidak akan dapat diselamatkan oleh amalnya,

وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ
They (the companions) said: “Not even you, O Messenger of Allah?”
(Indonesia: maka para sahabat bertanya; ‘Tidak juga dengan engkau wahai Rasulullah? ‘)

وَلَاأَنَا
He said: “Not even me, (Indonesia:
Beliau menjawab: ‘Tidak juga saya,)

إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِرَحْمَةٍ
unless Allah bestows mercy upon me.(Indonesia: hanya saja Allah telah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku.)

سَدِّدُوا
So do good deeds properly, (Indonesia: Maka beramallah kalian sesuai sunnah)

وَقَارِبُوا
sincerely and moderately, (Indonesia: dan berlakulah dengan imbang)

وَاغْدُوا
and worship Allah in the forenoon (Indonesia: berangkatlah di pagi hari)

وَرُوحُوا
and in the afternoon, (Indonesia: dan berangkatlah di sore hari,)

وَشَيْءٌ مِنْ الدُّلْجَةِ
and during a part of the night, (Indonesia: dan (lakukanlah) sedikit waktu (untuk shalat) di malam hari,)

وَالْقَصْدَ الْقَصْدَ
and adopt a moderate course, adopt a moderate course (he said it twice) (Indonesia: niat dan niat)

تَبْلُغُوا
whereby you will reach your target (Paradise).” (Indonesia: maka kalian akan sampai.”)

Ibnul Qoyyim says in his book:

Al-Hafiz Ibn Rajab Al-Hanbali says: “this hadith includes a great principle and an essential rule. Many rulings can be derived from it especially in regards to matters of conduct in worship and seeking and walking on the path of Allah the Almighty.

The great principle is that the good deeds of man does not save him from hellfire, nor does it enter him paradise, but rather one is saved from hellfire and is entered paradise by the forgiveness and mercy of Allah the Almighty.

The probability to obtain the Grace from Allah increases when we multipliy our good deeds. If the intention of our good deeds is not for Allah, Allah refuses our good deeds. We have to make that our intention to do anything in this world is only for Allah, according to laa ilaaha illa Allah (لا اله الّاالله), there is no God (the One that we worship to, we pray to, and the One who is our destination). All of our good deeds also must follow the example of Rasulullah saw (peace and blessings of Allag be upon him (pbuh) according to Muhammadan Rasulullah (محمّد رسول الله). By doing all of those, increasing our good deeds, the intention is only for Allah, and follow the sunnah/way of Muhammad Rasulullah saw, may Allah rewards us his Grace/Mercy so that we can enter the paradise/jannah.

There are many stories as examples.

The story of companion, Bilal r.a. (may Allah be pleased with him), when Rasulullah saw heard the sound of Bilal’s sandals/foodstep in the paradise.

Abu Huraira reported that Allah’s Messenger (sal Allahu alaihi wa sallam) said to Bilal: “Bilal, tell me which act you did at the time of the morning prayer for which you hope to receive good reward, for I heard during the night the sound of your footsteps before me in Paradise?” Bilal (radi Allahu anhu) replied: “I did not do any act in Islam for which I hope to get any benefit, but this, that when I perform complete ablution during the night or day I observe prayer with that purification, what Allah has ordained for me to pray.” [Sahih Muslim]

What Bilal (radi Allahu anhu) used to do is not that difficult to do. He would try to stay in a state of purity, and whenever he did wudhu or ghusl, he would pray nafl rakaat with that wudhu. This enabled his footsteps to precede those of Rasul Allah (sal Allahu alaihi wa sallam) in Paradise. We could try for the same [4].
There were also story about the one who worship for 500 years.

A man in the past worshipped Allah (سبحانه وتعالى) continuously for 500 years. He was granted a shelter on top of a mountain that was surrounded by salty water. However, Allah (سبحانه وتعالى) caused a stream of sweet water to flow through the mountain for that individual. The man would drink from this water and use it to make ablution. Allah (سبحانه وتعالى) also raised a pomegranate tree from which the man would eat one fruit every day.

One day, this person supplicated to Allah (سبحانه وتعالى) that, “Oh Allah (سبحانه وتعالى), bring my death while I am in the state of prostration.” Allah (سبحانه وتعالى) accepted this dua of his. Whenever Jibreel (عليه السلام) came down to the Earth, he found this man prostrating to Allah (سبحانه وتعالى). Jibreel (عليه السلام) said that on the day of Judgement, Allah (سبحانه وتعالى) will tell the angels to take this individual to Paradise through His mercy. However, this man will insist that he should enter paradise through the good deeds that he had performed.

Then, Allah (سبحانه وتعالى) will tell the angels to compare his good deeds with the blessings that were given to him in the world. It will be seen that 500 years of his worship does not even equal to the gift of eye sight that was given to him by Allah (سبحانه وتعالى). The angels will be asked to take him toward the hell fire. Then the man will plead, “Oh Allah (سبحانه وتعالى)! Enter me into Paradise only through Your mercy.” At that point, the following discussion will take place between Allah (سبحانه وتعالى) and that man.
Allah (سبحانه وتعالى): Oh my servant, who created you?
The worshipper: Oh Allah (سبحانه وتعالى), You have created me.
Allah (سبحانه وتعالى): Were you created because of the good deeds you have done or because of My mercy?
The worshipper: Because of Your mercy.
Allah (سبحانه وتعالى): Who granted you the ability to worship for 500 years?
The worshipper: Oh the Almighty! You have granted me that ability.
Allah (سبحانه وتعالى): Who placed you on the mountain surrounded by the ocean? Who caused a stream of sweet water to flow in between the salty water? Who caused a pomegranate tree to grow for you? Who granted you death while in the state of prostration?
The worshipper: Oh the Sustainer of the Worlds! You have done all of these.
Then Allah (سبحانه وتعالى) will say, “All these have happened due to My mercy and you too will enter Paradise only through My Mercy.” [HR Al-Hakim] [5]
There was also story about companions that becomes the people of paradise because before he went ti sleep, he always forgives every one who makes mistake to him.

The Messenger of Allah (sallaAllahu ‘alayhi wasallam) was sitting with a group of the sahabah (RAA) in the masjid and he said “A man will now enter [who is] from the people of Paradise.” and a sahabi walked in. Later it happened again, and then a third time. ‘Abdullah ibn ‘Amr ibn al-‘aas (RAA) wanted to find out what was so special about this man, so he asked the man if he can stay over his house for three days. (He made up an excuse). The man allowed him to stay. ‘Abdullah noticed that the man didn’t do anything out of the ordinary: He didn’t fast all the time, he slept some of the night and prayed some of the night, and so on. So after the three days, ‘Abdullah told him the real reason why he requested to stay with him, and he asked him what it was that could be the reason why he was from the people of Jannah.

The man (RA) couldn’t think of anything, but after a bit he said “Every night, before I go to sleep, I forgive whoever has wronged me. I remove any bad feelings towards anyone from my heart.” (Kitab al-Zuhd by Ibn al-Mubarak – Number 694 – Source).

This Hadith is also in Musnad Ahmad and is hasan according to some (Source), but weak according to others (Source). Please find the detail in [6].
Finally, let’s increase our good deeds, set the intention only for Allah SWT, and follow the example of Prophet Muhammad saw.

[1] http://muslimjapan.com/356.html?lang=en

[2] http://www.onislam.net/english/shariah/hadith/this-hadith/432336-no-one-will-enter-paradise-by-his-deeds.html

[3] http://hadits.stiba.ac.id/?type=hadits&no=5982&imam=bukhari

[4] http://dailyhadith.adaptivesolutionsinc.com/hadith/Bilal’s-Footsteps-in-Paradise.htm

[5] http://www.ahlalhdeeth.com/vbe/archive/index.php/t-6723.html

[6] http://www.islaamic.info/2012/06/reminder-for-day-wed-june-27-2012.html?m=1

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Bintang-bintang di dalam Al Quran


Mengarsipkan status di facebook

Di dalam surat At-Takwir ada kata-kata ٱلنُّجُومُ dan ٱلْخُنَّسِ dan di dalam surat Al Infithor ada kata ٱلْكَوَاكِبُ . Semuanya dalam Al Quran terjemah bahasa Indonesia diterjemahkan bintang-bintang. Jadi penasaran apakah perbedaannya.

Hasil nyari-nyari saya dapatkan bahwa:

ٱلْكَوَاكِبُ artinya planet-planet [1]
ٱلنُّجُومُ artinya bintang-bintang [2]
ٱلْخُنَّسِ artinya black hole [3][4][5][6]

Komentar dari Ustadz Rohimi Ghufron: Betul pak Muhammad Reza Kahar Aziz, bhw setiap kata dlm Al Qur’an pasti mempunyai makna yg berbeda, kita sj yg tdk tahu, yg bpk sebutkan:
كواكب
Diambil Dr kt كوكب yg artinya scr bhs adalah برق وتوقد (bersinar Dan menyala), sedang النجوم dr kt نجم artinya ظهر و طلع (muncul atau terbit) Dan kata الخنس dr kt خنس artinya تستر (tersembunyi). Maaf sekedar berbagi ilmu.
Dan masih banyak lg, misalnya dlm Al Qur’an ada kt ni’mah dan na’mati DLM Surat Al muzzamil:11 walaupun diterjemahkan sama pdhal ada beda..

Dipublikasi di Tidak terkategori | 1 Komentar

Tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya


Tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:
1. Pemimpin yang adil
2. Seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ‘ibadah kepada Rabbnya
3. Seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid
4. Dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah; mereka tidak bertemu kecuali karena Allah dan berpisah karena Allah
5. Seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’
6. Seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya
7. Serta seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri hingga kedua matanya basah karena menangis.”

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ
(1) الْإِمَامُ الْعَادِلُ
(2) وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ
(3) وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ
(4) وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ
(5) وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ
(6) وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ
(7) وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Hadits:
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar Bundar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [‘Ubaidullah] berkata, telah menceritakan kepadaku [Khubaib bin ‘Abdurrahman] dari [Hafsh bin ‘Ashim] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; pemimpin yang adil, seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ‘ibadah kepada Rabbnya, seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah; mereka tidak bertemu kecuali karena Allah dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’, dan seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, serta seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri hingga kedua matanya basah karena menangis.” [HR. Bukhari No.620].

Sanad:
Abdur Rahman bin Shakhr >> Hafsh bin ‘Ashim bin ‘Umar bin Al Khaththab >> Khubaib bin ‘Abdur Rahman >> Ubaidullah bin ‘Umar bin Hafsh bin ‘Ashim bin ‘Umar bin Al Khaththab >> Yahya bin Sa’id bin Farrukh >> Muhammad bin Basysyar bin ‘Utsman
Skema: Mutashil, Kedudukan:Marfu’

Penguat:
Bukhari No.1334, Bukhari No.6308, Muslim No.1712, Tirmidzi No.2313, Nasa’i No.5285, Ahmad No.9288, Malik No.1501

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ بُنْدَارٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي خُبَيْبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

http://hadits.stiba.ac.id/?type=hadits&imam=bukhari&no=620

English:
Abu Huraira reported: The Prophet, peace and blessings be upon him, said, “There are seven persons whom Allah will shade on a Day when there is no shade but His. They are a just ruler, a young person who grew up in the worship of Allah, a person whose heart is attached to the mosques, two persons who love each other who meet and depart from each other for the sake of Allah, a man whom a beautiful woman of high status seduces but he rejects her by saying I fear Allah, a person who spends in charity and conceals it such that his right hand does not know what his left hand has given, and a person who remembered Allah in private and he wept.”

Source: Sahih Bukhari 629, Sahih Muslim 1031

Grade: Muttafaqun Alayhi (authenticity agreed upon) according to Al-Bukhari and Muslim

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ يَمِينُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

629 صحيح البخاري أَبْوَابُ صَلَاةِ الْجَمَاعَةِ وَالْإِمَامَةِ الملائكة تصلي على أحدكم ما دام في مصلاه

1031 صحيح مسلم كتاب الزكاة باب فضل إخفاء الصدقة
http://dailyhadith.abuaminaelias.com/…/hadith-on-shade-sev…/

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar