Terbang ke Malaga Spanyol hingga Sidang Tertutup Disertasi dengan DOA Factor Graph


Paper TOA Factor Graph Geolocation pertama kali diberikan ke saya oleh Asisten Profesor di Lab yang saya tuju di JAIST. Ketika itu saya masih Lampung, mempersiapkan diri untuk berangkan ke Nomi, Ishikawa, Jepang. Curi start penelitian beberapa bulan, agar ketika tiba di Lab di JAIST, sudah siap langsung tempur.

Setelah mendapatkan beberapa hasil dari TOA Factor Graph, kemudian dipresentasikan ke perusahan sponsor proyek, ternyata TOA tidak dapat diukur gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh radio ilegal. Sehingga akhirnya sensei memberikan ide agar merubah penelitian dari tadinya menggunakan TOA menjadi DOA.

Diawali dengan belajar tentang MUSIC, ESPRIT, dan SAGE untuk mengukur DOA. Kemudian melakukan simulasi MUSIC, dan dilanjutkan untuk mereproduksi hasi dari DOA Factor Graph Geolocation dari paper rujukan. Rapat berikutnya saya sampaikan bahwa reproduksi masih mentok ke masalah di fungsi tangen yang tidak linier dan juga dua rujukan yang ada kesalahan sehingga perlu diperbaiki rumus-rumusnya.

Akhirnya cari terus referensi siang malam bagaimana menjadikan fungsi tangent menjadi linier. Ketika itu bulan Desember 2012 sedang musim dingin. Saya masih sendiri di kota Nomi. Untuk menghemat listrik yang mahal di apartemen staf yang saya tempati, karena besarnya watt untuk menjalankan pemanas (heater) di kamar, juga laptop yang dipinjamkan masih tipe lama dan lambat karena saya orang baru, serta leptop pinjam punya adik yang juga masalah di layar, akhirnya saya putuskan untuk menggunakan komputer server di lab yang cepat, dan tidur di kursi.

Hingga akhirnya mulai dapat informasi, slide kuliah, dan lainnya mengenenai aproksimasi pada engineering. Salah satu yang didapatkan untuk membuat fungsi non-linier menjadi linier adalah dengan orde pertama deret Taylor. Akhirnya diterapkan pada fungsi tangen untuk DOA factor graph. Alhamdulillah, teknik DOA Factor Graph bekerja dengan baik. Pihak sponsor pun senang.

Sensei gembira dan langsung meminta menuliskan dalam bentuk sebuah paper Technical Document untuk diperesentasikan di Scientific Meeting COST IC1004, Malaga, Spanyol, Februari 2013. Sensei mengatakan bahwa JAIST adalah salah satu dari dua universitas di Jepang yang menjadi anggota COST IC1004 di Eropa.

Saya dan sensei Asisten Profesor berangkat ke Malaga dengan penerbangan Turkish Air Line. Kami transit sebentar di Istanbul, makan ayam goreng halal, kemudian langsung terbang lagi ke bandara Malaga. Kami berdua menggabungkan anggaran menginap sehingga bisa mendapatkan kamar yang besar dan menghadap ke Jalan Utama.

Kota Malaga adalah salah satu dari kota dermaga Andalusia. Hotel kami dekat dengan bangunan besar dan megah, Dahulu bangunan tersebut adalah Masjid Agung Malaga. Sekarang sudah dirubah menjadi Gereja. Hotel kami di tengah kota juga dekat dengan Benteng Istana peninggalan zaman Andalusia.

Kami menuju tempat pertemuan dengan menggunakan bus. Pernah ada seorang wanita bersama ibunya yang tua berdiri dalam bus. Kami berikan tempat duduk ke mereka. Mereka bilang terima kasih dan terlihat ada titik air di mata wanita tersebut. Saya sempat tertegun. Sepanjang trotoar ditanam pohon jeruk sunkist dengan buah orange yang banyak menggantung, membuat jalanan terlihat indah dengan wana hijau dan orange.

Kami mempresentasikan dua paper technical document, yaitu saya dan asisten profesor. Kemudian kami bertemu dengan asisten profesor di universitas host yang juga technical committee TSSA telco ITB. Ketika saya mau berangkat ke Malaga saya coba kontak profesor tersebut untuk bincang-bincang sejenak.

Di waktu luang kami naik mobil dua tingkat dengan atap terbuka untuk keliling kota Malaga juga ke atas benteng peninggalan Malaga masa Andalusia. Kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki menyelusuri gang-gang di pusat kota Malaga. Lihat toko oleh-oleh. Jalan dan duduk di pinggir pantai.

Makanan halal kami seperti biasa mencari kebab Halal. Pernah di malam hari ada gala dinner dari panitia. Kami tidak ikutan. Kami jalan menuju restoran halal dengan melihat dari aplikasi peta.

Kami sempat diskusi apakah ke Jabal Tariq, atau Granada, atau Cordoba. Akan tetapi, karena kesibukan, kami hanya sempat keliling kota Malaga saja.

Pulang dari Malaga, kami mendapatkan email kabar gembira dari panitia, bahwa paper kami yang saya presentasikan terpilih menjadi salah satu paper yang ringkasan setengah halaman A4 paper kami dimasukkan ke dalam newsletter COST IC1004 edisi Maret 2013. Total ada 4 paper yang terpilih dari 80-an technical document yang dipresentasikan saat itu dari berbagai negara. Sensei asisten profesor berpendapat bahwa mungkin teknik geolokasi mulai naik daun.

Kemudian saya coba tuliskan teknik yang kami temukan ini untuk dipublikasikan pada konferensi. Setelah beberapa kali ronde revisi oleh sensei profesor supervisor saya, kami dapat kabar dari perusahaan sponsor, bahwa hasil eksperimen mereka dengan partner universitas kami yaitu Titech, bahwa pengukuran DOA dengan 3 elemen antena larik (array antenna) menunjukkan hasil pengukuran yang kurang baik. Sebagai informasi bahwa Titech disebut singkatannya sebagai Todai dalam bahasa Jepang yaitu Tokyo Daigaku. Sedangkan JAIST biasa disebut Sentang Daigaku.

Akhirnya sensei saya memberikan instruksi untuk mencari parameter propagasi gelombang elektromagnetik yang lain selain TOA dan DOA. Ketika itu sekitar bulan Juli 2013. Kami baru saja menyelesaikan pertemuan untuk memasukkan paten dari teknik yang kami temui ini. Semua proses paten dikerjakan oleh perusahaan sponsor dan perusahan pihak ketiga yang khusus mengurus paten.

Saya memutuskan untuk mencoba TDOA Factor Graph. Saat itu ada grup peneliti dari Jerman yang sudah publikasi paper tahun 2006 dan 2007 yang berbasikan fungsi hiperbola. Saya coba untuk reproduksi, akan tetapi gagal. Ada bagian yang disembunyikan dan juga contoh yang salah. Sehingga sulit sekali untuk reproduksi. TDOA secara teori dapat diukur dari gelombang yang dipancarkan oleh ilegal radio.

Selama saya konsentrasi di TDOA, saya biarkan dulu teknik DOA Factor Graph. Hingga tanggal 19 Mei 2014, saya berhasil menemukan TDOA Factor Graph sendiri dengan modifikasi dari TOA sehingga tidak perlu menggunakan fungsi Hiperbola. Maka sensei pun memberikan lampu hijau untuk menulis. Akhirnya kembali TDOA saya tinggalkan setelah diurus patennya. Saya kembali lagi ke paper DOA Factor Graph. Saya teruskan menulisnya, sehingga sekitar akhir tahun 2014 kami submit ke IEEE ICC 2015. Ternyata paper kami ditolak. Sensei meminta untuk memperbaiki sedikit kemudian submit ulang ke jurnal IEICE TCom. Ternyata paper kami ditolak kembali. Kemduian kami revisi sedikit, besoknya kami submit ke jurnal EURASIP JWCN Q2 sekitar bulan April 2015.

Sambil menunggu proses review paper DOA Factor Graph ini, saya melanjutkan menulis jurnal untuk IEEE TWC untuk teknik TDOA Factor Graph kami. Kemudian setelah submit, saya meneruskan dengan paper hasil minor research dan kami submit ke AMS 2015 di Kuala Lumpur, dan mendapatkan best paper award. Sementara itu kabar buruk juga muncul dari IEEE TWC bahwa paper kami ditolak dengan 36 komentar oleh 4 reviewer. Sedangkan paper EURASIP JWCN masih belum ada kabar juga sehingga kami coba emailkan berkali-kali untuk menanyakan hasil review.

Batas pendaftaran untuk bisa wisuda Maret 2016 agar lulus pas 3 tahun pun tidak bisa dilakukan, karena belum ada jurnal yang diterima. Bulan November 2015 akhirnya muncul juga hasi review paper DOA Factor Graph oleh EURASIP JWCN. Paper kami diterima dengan kondisi harus diperbaiki. Sensei saya mengizinkan saya mulai menulis disertasi untuk kemudian sidang terutup Disertasi.

Dalam beberapa bulan saya susun disertasi dari paper EURASIP JWCN untuk Bab ke-3, paper yang ditolak oleh IEEE TWC setelah direvisi untuk Bab ke-4, kemudian temuan baru di tahun 2015 untuk dimasukkan Bab ke-5 sekalian disubmit ke jurnal European Wireless (EW) di Oulu, Finlandia, Mei 2016. Best paper di AMS September 2015 dan juga IEICE General Conference Kyoto Maret 2015 dimasukkan ke Bab ke-5 juga. Paper AMS 2015 ini pun diundang untuk diterbitkan di jurnal IJSSST.

Setelah submit hasil revisi jurnal Eurasip JWCN, saya pun sidang tertutup Disertasi dengan 5 penguji, dimana 2 diantaranya via Skype. Sidang setelah maghrib di musim dingin hingga jam 10 malam karena salah satu penguji perlu mengejar kereta untuk pulang ke rumah. Jika tidak sidang bisa hingga waktu tak terbatas. Alhamdulillah saya dinyatakan pass untuk bisa sidang terbuka.

Sidang terbuka memerlukan jurnal yang diterima. Akan tetapi, proses review kedua jurnal EURASIP JWCN belum ada kabar. Akhirnya, dapat kabar gembira diterima jurnal IJSSST, sehingga saya bisa sidang terbuka bulan Maret 2015, untuk wisuda akhir bulan Juni 2016. Alhamdulillah saya pun lulus sidang terbukan dengan nilai 2 A dan 3 B. Sensei saya bilang, kalau saya dapat 3 A bisa dapat best student award.

Sekitar bulan Agustus 2016, akhirnya teknik DOA Factor Graph dipublikasikan di EURSAIP JWCN. Kemudian teknik ini saya transfer ke teman yang melakukan post doctoral di JAIST. Teman ini saya ajarkan jarak jauh via email dan messenger. Saya kirimkan code saya agar bisa dimodifikasi olehnya. Kemudian saya jelaskan paper dan disertasi saya sejelas mungkin. Akhirnya dirinya dapat mengembangkan teknik DOA Factor Graph menjadi 3 dimensi (3D) dan multi target. Kemudian kami publikasikan di IEEE Access Q1 IF 4.098 bulan Juli 2019.

Setelah itu saya berikan ide ke teman saya untuk mengembangkan lagi untk tracking target bergerak. Saya berikan ide teknik dan paper rujukan. Teman saya berhasil mengembangkannya. Kemudian kami tulis untuk IEEE Access lagi. Saat ini sedang revisi ronde ketiga sebelum disubmit ke IEEE Access di akhir Desember 2019 ini.

Tulisan ini masih kasar, ditulis dengan kebut dalam 1 – 2 jam saja. Akan dicoba diperhalus, dikembangkan, dan diberikan foto-foto.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Kumpulan Status Singkat Page Facebook Berbagi Pengalaman PhD di Jepang


Berbagi Pengalaman PhD di Jepang

October 29 · Novelty tertinggi didapatkan ketika didoakan ibu saya.

October 29 · Sidang tertutup saya dievaluasi page by page dengan waktu tak terbatas oleh 5 penguji. Alhamdulillah ada salah satu penguji rumahnya di kota sebelah jadi perlu waktu agar tidak ketinggalan kereta, akhirnya bisa selesai tidak terlalu malam disesuaikan dengan jadwal kereta.

October 29 · 2 dari 5 penguji disertasi saya, menguji sidang tertutup dan terbuka via skype.

October 19 · Setelah research selama 2 tahun, baru sensei Ok dengan Novelty dan memberikan lampu hijau untuk menulis.

October 5 · PhD
Philosophiae Doctor

August 5 · Alhamdulillah, Masya Allah, IEEE Access, Q1, IF 4.098. Bagi yang ingin membaca lengkap dapat langsung ke https://ieeexplore.ieee.org/document/8763932.

Paper ini merupakan kelanjutan dari paper kami di EURASIP Journal on Wireless Communications and Networking (JWCN), Springer Nature, Q2, IF 1.592 18 Agustus 2016, di https://jwcn-eurasipjournals.springeropen.com/…/s13638-016-…, dan Chapter 3 Disertasi Doktor kami di https://dspace.jaist.ac.jp/…/bitstr…/10119/13717/6/paper.pdf

July 18 · Ketika jadi murid PhD saya mengerjakan proyek sensei tetapi tidak bisa digaji dari proyek karena konflik dengan fellowship.

July 18 · Novelty, Journal, Conference, Q1-Q4, Disertasi, Scopus, WOS, dll semuanya sudah tertulis di Lauh Mahfudz, jalani saja dan berdoa.

July 18 · Setelah kerja keras dan cerdas, urusan lulus PhD ada di hati sensei atau supervisor, sedangkan Allah Sang Pembolak-Balik Hati.

July 13 · Pertama kali menjejakkan kaki di Jepang 4 Oktober 2012 dengan Visa Professor.

July 13 · Allah Subhana Wa Ta’ala adalah Sang Pembolak Balik hati, berdoa kepada Allah agar mengkondisikan hati supervisor, editor, reviewer.

July 13 · Setelah ganbatte berusaha keras, urusan lulusan PhD, diterimanya paper di Jurnal semua masalah hati para sensei, editor, reviewer.

July 13 · Salah satu tips yaitu baca yang banyak sampe pusing terus tidur agar otak kerja sendiri otomatis, pas bangun dapat ide baru.

July 11 · Bagi yang lulus master di JAIST bisa transfer 4 mata kuliah, jadi tinggal ambil satu mata kuliah kemudian konsentrasi research.

July 11 · Jadi sensei meminta saya untuk sekali lagi ambil mata kuliah Information Theory, Alhamdulillah dapat nilai A.

July 11 · Mata kuliah Information Theory tidak bisa ditransfer karena lab sensei adalah lab Information Theory.

July 11 · Mata kuliah yang bisa transfer ada dua sebenarnya tapi hanya satu yang lolos yaitu Statistical Signal Processing.

July 8 · Ketika PhD di JAIST saya harus mengambil 5 mata kuliah. Alhamdulillah satu mata kuliah bisa transfer dari ITB.

July 8 · Ketika menjadi PhD student, saya harus mengganti visa dari Professor menjadi Student.

June 30 · Alhamdulillah kemudahan ketika saya apply PhD yaitu seleksi murni berkas tanpa perlu presentasi, tanya jawab, interview, dll.

March 14 · Awali kuliah PhD dengan Ikhlash dan pasrah kepada Allah siap di kick kapan saja tapi tetap agresif target 5 jurnal Q1.

March 14 · Targetkan di Proposal Research 5 jurnal Q1 published selama studi S3.

March 14 · Tips dari rekan se-lab saya ketika Sidang Tertutup atau Pre-Defense, Aktifkan record suara laptop agar perbaikan Disertasi lancar.

March 4 · Rahasia bisa top three di entrance exam Doktor salah satunya karena research proposal dikoreksi Asisten Professor beronde-ronde.

March 4 · Sensei saya yang full Professor bilang kalau saya termasuk top three ketika seleksi ujian masuk program Doktor di JAIST.

February 2 · 3 Chapter Disertasi tersebut didaftarkan pada Paten Jepang berturut-turut pada tahun 2013, 2014, dan 2015.

January 18 · Disertasi saya terdiri dari 6 Bab. Bab ketiga, keempat, dan kelima semuanya terdaftar di Paten Jepang (Japan Patent).

January 18 · Saya diterima menjadi mahasiswa PhD di JAIST melalui jalur Graduate Research Program (GRP).

January 10 · Sensei mengatakan bahwa lucky bagi mahasiswa yang research dengan sponsor private company yaitu temuannya dijadikan Patent.

December 25, 2018 · Penguji kelima ada Associate Professor dari School of Information Science, JAIST.

December 19, 2018 · 
Penguji keempat adalah Associate Professor dari Associate Professor
School of Computer Science and Technology, Tianjin University
.

December 18, 2018 · Penguji ketiga adalah Associate Professor di Japan Advanced Institute of Science and Technology.

December 17, 2018 · Penguji kedua adalah Full Professor dari Hokkaido University.

December 17, 2018 · Penguji pertama adalah Full Professor dari Tokyo Institute of Technology (Titech atau Tokodai).

December 17, 2018 · Sidang tertutup atau pre-defense disertasi doktor saya dilakukan dengan 5 penguji dan 1 pembimbing atau promotor.

December 5, 2018 · Waktu untuk menulis disertasi untuk pre-defense sekitar sebulan lebih.

December 4, 2018 · Pre-defense atau Close Defense saya ketika itu baru diberikan lampu hijau untuk dilaksanakan setelah mendapatkan email conditioner acceptance dari EURASIP Journal Journal on Wireless Communications and Networking (JWCN) sekitar Januari 2016, sedangkan Maret 2016 sudah harus pre-defense. Mepet sekali.

November 15, 2018 · Allah sang pembolak-balik hati… Dalam proses student PhD ini komunikasi dengan para sensei sangat penting, doakan agar dimudahkan, dilancarkan, mereka mengerti yang kita maksudkan.

November 8, 2018 · Novelty itu karunia dari Allah, tenangkan fikiran, pasrah, terus berikhtiar dan berdoa. Perbanyak baca literatur, direnungkan, coret-coret rumus, dibayangkan, diimajinasikan, dinikmati …

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Surat Motivasi (Letter Motivation) Untuk Aplikasi PhD


Ada sahabat bareng ketika sedang S2 di ITB tempo hari sedang minta contoh letter of motivation saya ketika apply S3. Karena sahabat saya ini akan presentasi proposal research dia langsung di depan profesor.

Sekalian saja saya share di sini, untuk nambah-nambah amal jariah di alam kubur aamiin. Siapa tahu ada satu dua kalimat yang bisa dipakai.

Ini adalah salah satu syarat saya ketika apply S3 di JAIST. Tapi bahasa Inggris waktu itu jelek banget ya, padahal TOEIC sudah 860 skor-nya waktu tahun 2012.

Sehingga, saya revisi saja yang salah-salah di bawah ini. Jadi, ini versi revisi, tapi tidak merubah rasa dan makna versi original. Kalau mau lihat versi yang salah-salah atau versi bad English saya atau broken English, japri saja ya.

Saya jadi mengerti kenapa para sensei saya tak ada berhentinya berusaha memperbaiki bahasa Inggris saya selama hampir 4 tahun tersebut.

——–

Japan Advanced Institute of Science and Technology
1-1 Asahidai, Nomi, Ishikawa, 923-1292, JAPAN

Statement of Professional Goals
(研 究 計 画 書)

Please state the research subject (your purpose and objective). You can include your research career and publications, if any. Feel free to add an extra page in any form if necessary.
(研究課題とその目的及び方針について記載すること。研究実績及び研究に関する出版物があれば,記載してもかまいません。記入欄が不足する場合は,適当に別紙に記入して添付すること。)

I have a mission in my academic plan to complete my study up to Doctoral Degree in Telecommunication Engineering which is the highest degree in academic field. This is part of my life planning having several targets in education such as to hold a Master Degree, Doctoral Degree, and to become International Reference with the maximum of age of 30, 35, and 40 years old, respectively.

My education background with Bachelor Degree from Electrical Department of Institut Teknologi Bandung (ITB), the finest university in Indonesia with international reputation, provides me an excellence knowledge in Electrical Engineering field, especially in Electromagnetic Wave, Antenna and Propagation, and Electronic Communication. Furthermore, I achieved high mark of these courses held in Transmission Radio and Microwave Laboratory, ITB. Moreover, my final project regarding the Stream Control Transport Protoloc (SCTP) as well as the courses, taken in Telematic Laboratory, ITB, complete my knowledge background in Telecommunication Engineering.


After I graduated from the Bachelor program in 2014, I continued my career path in Siemens Indonesia as Microwave Service Engineer for one year. In this company, I performed the installation and commissioning work of plesiochronous digital hierarchy (PDH) and synchronous digital hierarchy (SDH) microwave radio for access and backbone of mobile telecommunication infrastructure in Indonesia. I have learned many things regarding the microwave point-to-point radio and also the mobile telecommunication second generation (2G) in this company.

After one year in Siemens Indonesia, I continued my career path to enchance my telecommunication knowledge in Ericsson Indonesia for almost 5 years as Solution Engineer for Microwave, Transmission and Broadband Network. In this company, I have also learned so many things to complete my knowledge of end-to-end telecommunication technology as well as the business process. Furthermore, I continued to learn the PDH and SDH microwave radio systems. Then, I have expanded my knowledge to hybrid and packet ethernet, internet procotol (IP), and pseudowire radios. I have also learned the 3G, long term evolution (LTE) technology of 4G, quality of service (QoS), multiprotocol label switching (MPLS), dense wavelength division multiplexing (DWDM), optical networks, metro ethernet, etc.

As a Solution Engineer, I have a role in the front side of the business for bidding and negotiation to obtain the contracts from the mobile communication operator companies. Also, I have received so many trainings regarding the newest products, future roadmap of technologies, and softskills. In 2008, I have been chosen as the Microwave Champion in Ericsson Indonesia to lead the technical things of microwave radio products and to increase the product selling in Indonesia. Also, the other responsibility is to share the knowledge to the other colleagues in South East Asia and Australia region. Finally, my achievement in this company was completed with receiving the award of top 10% high performer of Ericsson employee.

As the leader of technical thing for microwave radio technologies in Ericsson, I have interacted to many microwave and radio research teams in several countries, e.g., Sweden, Italy, Norway, Germany, etc. My interactions with many researchers of PhD degree holder in Ericsson provided me the spirit to continue my study in telecommunication engineering research. Also, after 5 years in this company, I have been reached close to 29 years old. Then, I decided to resign from Ericsson Indonesia to pursue achieving my Master Degree in ITB.

I continued my study in Master Degree program at Electrical Engineering Departmen, ITB, with the option of Telecommunication Engineering and the stream of Wireless Engineering. My master thesis is to provide the contribution of investigation of LTE Channel Estimation in High Altitude Platform (HAPs) environment. I have completed all my courses with GPA of 3.82, then graduated in 13 July 2012 with Cum Laude predicate. My thesis examination defense received a mark of excellence (A). During my master degree study, beside performing the research for my master thesis, I was also performing the research on the two courses, i.e., Array Signal Processing Course and Random Fading Channel Course. In Array Signal Processing Course, we had to create two simulations, write them in paper, then present them to the professor for midterm and final final exam. Therefore, I have submitted one of the papers to the new local journal written in Indonesian language, however it is still not published yet. In the other course, we performed research in Random Fading Channel Course to measure the channel frequency response using vector network analyzer. All of mentioned above are my experiences in the research activities.

The chance to study abroad is very important for me. I have waited for so long to obtain that chance. Studying in an international environment, and being taught and supervised by professionals in the field, that I am so excited at, is a valuable experience and will be very useful for my future in professional carrier or in the business activities.

I observes that Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST) is one of leading research university and famous in the world. Professors and studens in JAIST have given many contributions to science and technology, especially in Telecommunication. Then, I am so interested to join and perform research in JAIST, provide my best potential knowledge and experience. My expectation in studying PhD degree is to perform the research in 4G and 5G Mobile Telecommunication Technology, LTE Advanced, Geolocation with Factor Graphs, Network Coding, Relaying System, etc. I expect to publish as many as possible of my research in International Journals and Conferences.

After graduate from Doctoral Degree program, I want to continue my research in Post Doctoral program to enhance my knowledge and experience in telecommunication research. I would like to have patents in this Industry. I am planning to be a Professor in Telecommunication Technology. Finally, I hope that my knowledge can be useful for Human Mankind in the world for the goodness.

Attached with this statement of professional goals is my research plan to perform the research in PhD study with the title of TOA/DOA/RSSI-based Geolocationing Illegal Radio Wave Emission Using Factor Graphs.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Ibunda-ku dan PhD-ku


Inna lillaahi wa innaa ilaihi raji’uun…

Allahummaghfirlahaa Warhamhaa Wa’aafihaa Wa’fu’anhaa Waakrim Nuzuulahaa Wawassi’ Madkhoolahaa…

Mohon doanya untuk arwah Ibunda kami Dra. Hj. Cut Rohani Bitai, MPd binti Hi. Teuku Bitai Badai yang telah meninggal hari Selasa, 12 Maret 2019.

Ibunda saya adalah salah satu yang berkontribusi besar di PhD saya.

Ketika saya dapat kesempatan untuk PhD dengan diawali dengan mengerjakan proyek sensei sambil mempersiapkan proposal serta aplikasi untuk menjadi PhD student, saat itu saya tidak mendapatkan beasiswa.

Saya berangkat harus ada modal untuk tiket pesawat dan biaya hidup bulan pertama sebelum gaji proyek masuk.

Ketika itu saya tidak punya lagi simpanan karena seluruh tabungan habis untuk S2 di ITB dengan biaya sendiri dan sudah resign dari Ericsson Indonesia. Saya mengontrak rumah di Bandung bersama istri dan dua anak saya.

Ibu saya yang menyemangati kami sekeluarga untuk mengambil kesempatan ini, dan mengatakan bahwa kalau tidak nekat maka tidak akan sukses.

Ibu saya memberikan ke saya modal 12 juta rupiah untuk beli tiket Air Asia dari Jakarta ke Osaka, lanjut dengan kereta Express dari Osaka ke Komatsu, serta uang makan, apato, listrik, air, selama survival bulan pertama sebelum gajian.

Ibu saya juga mendukung S3 saya dengan membantu membayarkan tuition fee saya beberapa semester ketika kami sedang kesulitan karena saya bersama istri dan tiga anak hanya mengandalkan gaji dari Doctor Fellowship 23 jam per pekan, allowance anak dari pemerintah Jepang, dan sedikit gaji CPNS karena ketika saya di Jepang, saya diterima sebagai CPNS. Untuk kehidupan bulanan, bayar apato, keperluan anak, makan, transportasi, listrik, air, gas, tuition fee, entrance fee, asuransi, pajak, semuanya Alhamdulillah habis bahkan kurang.

Ibu saya juga yang memberikan tiket ke saya untuk pulang pergi serta gaji yang hilang selama sebulan ketika saya melaksanakan prajabatan CPNS.

Ibu saya juga memberikan dana tiket untuk kepulangan kami ke Indonesia setelah lulus.

Selain dana tentu saja doanya yang penuh berkah dah dikabulkan Allah. Bahkan doanya juga dengannya Allah membuat saya tiba-tiba langsung bisa menyelesaikan problem puncak research saya sehingga sensei memberikan lampu hijau untuk saya segera menulis dan publikasi. Doanya kepada Allah dikabulkan sehingga Allah menjadikan kami bisa survive tanpa beasiswa bisa menyelesaikan PhD saya.

Demikian kontribusi ibu diantara kontribusi dari sekian banyak orang disekitar saya sehingga saya mendapatkan gelar PhD saya. Tanpa adanya ibu saya, belum tentu Allah memberikan PhD ke saya.

Semoga ilmu PhD saya menjadi amal jariah ibu saya yang pahalanya mengalir terus ke alam kubur.

Semoga Allah ampuni dosa ibu saya, merahmatinya, memaafkannya, memuliakannya, mensucikan ya menjadi bersedih seperti kain putih bebas dari kotoran, melapangkan kuburnya, menerangkan kuburnya, memberikan teman terbaik dari amal baiknya, dicatat ruhnya di kitab ‘Illiyin, dimudahkan menjawab pertanyaan Munkar dan Nakir, melindunginya dari siksa kubur dan neraka, memudahkan hisabnya, melancarkan penitian jembatan sirath, dan dimasukkan ke surga dari pintu sholat maupun puasa, zakat, dan pintu lainnya.

Semoga kami dipertemukan kembali di surga tanpa terkena siksa neraka dan kubur.

Muhammad Reza Kahar Aziz, ST., MT., PhD.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Deadline Submit Proposal PhD dan Allah Sang Pembolak-balik Hati


Salah satu bagian yang krusial dalam studi PhD di JAIST adalah masa submit proposal Disertasi, jika mundur, maka mundur masa PhD sebanyak satu semester. Ketika itu saya mendapatkan hanko atau seal atau cap sensei untuk proposal disertasi saya menjelang tutup admission di waktu deadline hari itu.

Alhamdulillah Allah membolak-balikkan hati sensei, sehingga hatinya bahagia, mood bagus, karena baru presentasi proyek mencari dana, sehingga memberikan petunjuk kalimat terakhir pemungkas di proposal sehingga menurutnya proposal menjadi strong dan layak untuk disubmit. Padahal proposal ini sudah bolak-balik direvisi masih juga sensei belum puas. Akhirnya dengan kalimat terakhir itu, sensei mau memberikan cap-nya yang sangat penting untuk kelulusan tersebut.

Begitu cap diberikan, langsung saya lari sepanjang lorong memberikan beberapa lembar print out dari proposal disertasi ke kantor admisi. Alhamdulillah pas, dan diterima masih ada waktu beberapa menit sebelum deadline. Secara official saya bisa lulus 3 tahun. Walaupun kenyataannya saya lulus 3 tahun 3 bulan karena nunggu acceptance dari jurnal.

Ada teman seberang meja satu lab, orang Jepang yang master tidak mendapatkan cap dari sensei karena proposal tesisnya belum ok. Akhirnya harus mundur satu semester. Sebagai antisipasi, teman tersebut langsung pindah lab.

Demikian salah satu perjuangan PhD yang ditempuh.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Belum Kesampaian Haji Ketikah Kuliah PhD


Dulu waktu S3 di Jepang inginnya bisa naik Haji, ternyata skenario Allah belum mengizinkan, karena saya tidak dapat beasiswa, jadi kuliah biaya sendiri dari kerja research sebagai Doctor fellowship. Sedangkan peraturan Jepang mewajibkan bahwa student hanya boleh digaji maksimum 28 jam per pekan, jika digaji lebih, maka akan dideportasi karena dianggap kerja ilegal melanggar peraturan. Walaupun mengerjakan proyek, saya tetap tidak bisa digaji oleh proyek karena konflik budget dengan gaji research dari universitas. Belum lagi ada batasan maksimum gaji hanya boleh 28 jam per pekan walaupun dulu kerjanya Doctor fellowship.

Akhirnya kehidupan di Jepang bersama istri dan tiga anak, tanpa beasiswa, tuition fee bayar sendiri, asuransi yang jauh lebih besar dari penerima beasiswa yang dianggap hibah, dan bayar pajak, saya kadang masih dibantu orang tua waktu itu untuk tiket pergi pertama kali ke Jepang, ongkos pulang sekeluarga ketika lulus, beberapa kali dibantu bayar tuition fee, dan bahkan tiket pulang pergi prajab serta pengganti gaji fellowship sebulan yang hilang akibat prajab.

Teman-teman yang dapat beasiswa, income dianggap hibah, sehingga masih dapat tambahan gaji dari profesor untuk research atau baito kerja part time di luar. Sehingga mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dapat berangkat Haji.

Saya tempo hari sudah dapat izin boleh berangkat Haji dari sensei. Tapi rupanya rezeki finansial untuk bayar ongkos Haji masih belum didapatkan saat itu.

Sensei saya sempat bilang ke saya, karena sensei juga profesor di Finlandia, bahwa muridnya di sana bisa digaji penuh tanpa batasan maksimal 28 jam per pekan seperti di Jepang. Sensei termasuk yang merasa kurang nyaman karena ada proyek tapi tidak bisa menggaji mahasiswa dari proyek. Sensei punya filosofi bahwa ada lingkaran research yaitu good student -> good result -> good project/money to pay good student.

Semoga Allah segera berikan rezeki kesehatan, waktu, finansial, kekuatan, sehingga bisa umroh dan haji.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Perjalanan Sebagai Presenter di European Wireless, Oulu, Finlandia, Mei 2016


Menjelang sidang tertutup Disertasi Doktor, kabar gembira datang dari sebuah Workshop di European Wireless yang memberitahukan bahwa paper atau makalah kami, tentang deteksi posisi radio ilegal dengan menggunakan perbedaan kuat sinyal yang diterima antar sensor, diterima untuk dipresentasikan dan juga diterbitkan pada prosiding. Makalah ini merupakan bagian dari Bab 4 Disertasi Doktor saya.

Setelah beberapa bulan kemudian waktu keberangkatan makin dekat, pertama yang harus dilakukan adalah berangkat ke Tokyo untuk membuat visa ke Finlandia. Menggunakan kereta cepat dari Kanazawa di pagi hari, dalam waktu singkat sudah tiba di stasiun Tokyo, kemudian ke kedutaan besar Finlandia. Perjalanan yang menarik juga, sebaiknya diceritakan terpisah.

Singkat cerita sebelum ke Finlandia, beberapa brother dari Indonesia dan negara lain pun saya kontak untuk mencari informasi masjid untuk sholat dan makanan halal. Dari fesbuk, saya mendapatkan brother Indonesia yang kuliah di Universitas Oulu, seorang alumni UI, bersama istrinya tinggal di kota Oulu. Sedangkan, dari brother teman di Lab asal Indonesia, saya dihubungkan beberapa brother staf dan mahasiswa juga Universitas Oulu dari Maroko dan Pakistan.

Setelah berkoordinasi dengan agen perjalanan langganan sensei, akhirnya kami sepakat untuk menggunakan penerbangan Finnair dari Kansai ke Helsinki kemudian ke Oulu. Akan tetapi, karena pesawat ada di pagi hari, akhirnya saya perlu menginap semalam di hotel sekitar bandara Kansai.

Jasa kereta ekspress dari stasiun Komatsu ke bandara Kansai non-reserved tempat duduk seharga 2,380 JPY sedangkan jasa rel kereta dengan rute yang sama ditambah dari stasiun Kansai ke stasiun Rinku-Town untuk menginap semalam seharga 4,180 JPY, sehingga total biaya 6,560 JPY.

Tiket Kereta Ekspress

Jam 2 siang masih keliling kampus JAIST bersama anak-anak. Kemudian tiba di stasiun Komatsu jam 4 sore. Nama Komatsu mengingatkan sebuah papan bertuliskan Komatsu di kantor alat berat yang terletak di Bandar Lampung, sering saya baca sejak kecil ketika melewati kantor tersebut. Stasiun Komatsu di kota Komatsu ini pun bersanding dengan kantor besar alat berat Komatsu. Begitu juga sebuah kendaraan raksasa yang biasa ada di pertambangan pun terpajang di sana berwarna kuning beridiri dengan gagahnya. Kami pun dapat menaiki kendaraan tersebut di hari libur.

Akhirnya setelah makan malam di Bandara Kansai, makan malam dulu di mie udon tersertifikasi halal. Kemudian naik kereta lagi, dan tiba di Hotel jam 7 malam untuk istirahat satu malam. Pagi hari jam 8 sudah siap di shuttle bus menuju bandara Kansai, Osaka. Tertera di tiket boarding jam 10:05 pagi. Kemudian terus jalan menuju North International Departures.

Alhamdulillah belum jam 9:26 pagi sudah standby menunggu boarding di sekitar Gate 6 Bandara. Rumus 2 jam sudah di bandara sebelum boarding memang selalu dipakai agar tidak terburu-buru. Belum lagi ada proses imigrasi yang memerlukan waktu. Sambil menunggu, cek dan recek tiket, serta jadwal sholat dan cuaca di Oulu.

Terlihat rombongan anak SMU Jepang berkumpul di dekat tempat dudu saya. Sepertinya mereka akan melakukan studi tour ke Finlandia.

Pemandangan dari kapal Finnair, sekitar jam 1:56 PM waktu Jepang.

Akhirnya tiba di bandara kota Helsinki, Finlandia. Kami menaiki bus menuju ke dalam bandara untuk menunggu pesawat berikutnya ke Oulu.

Pesawat Finnair di Bandara Helsinki

Tiba di bandara Oulu Finlandia, wajah Indonesia sudah menunggu saya. Senang rasanya melihat wajah Indonesia di kota yang dekat kutub utara ini. Mei 2016, saat itu maghrib jam 11 malam, isya 12 malam, dan subuh 1 malam. Brother Indonesia memandu saya menaiki bus, turun di tengah kota, kemudian ke Hotel. Sengaja cari hotel yang paling dekat dengan Masjid Oulu dengan budget masih masuk sekitar 10 ribu yen per malam, jatah dari kampus. Hotel yang terpilih adalah Best Western Hotel Apollo, yang hanya berbeda dua blok dari Masjid Yusuf kota Oulu yang terletak di simpang Jalan Linnankatu dan Makelininkatu. Sedangkan Hotel Apollo terletak di Jalan Asemakatu. Hanya diselingi satu jalan yaitu Kajaaninkatu. Keluar dari pintu hotel, belok ke kanan menuju perempatan Jalan Makelininkatu kemudian belok kanan, menyebarang jalan Kajaaninkatu, mak tibalah di Masjid Yusuf kota Oulu, gedung apartemen empat lantain berwarna putih. Masjid terletak di lantai dasar.

Masjid Yusuf di kota Oulu, Finlandia

Setelah menaruh barang-barang, kami sholat di Masjid Oulu, kemudian mencari Kebab halal untuk makan, dan jalan keliling kaki keliling pusat kota Oulu.

Masjid Oulu Finlandia

Setelah sarapan dengan berusaha menyeleksi yang halal, seperti biasa smoked salmon yang lezat. Pertama kali makan smoked Salmon ketika training di Bergen, Norwegia, Mei 2006. Tepat 10 tahun antara ke Bergen di Norwegia dengan Oulu di Finlandia. Walaupun saya kerja hampir 6 tahun di Ericsson asal Swedia, saya belum pernah ke Swedia satu kali pun. Negara yang saya datangi untuk training dan meeting ketika kerja di Ericsson adalah Norwegia, Jerman, Thailand, dan Malaysia. Smoked Salmon, sangat lezat. Sensei sering membawa Smoked Salmon dari Finlandia ketika pulang ke JAIST. Kami juga kadang beli Smoked Salmon di toko Marue, Tsurugi dekan kampus JAIST. Untuk memenuhi perut, akhirnya bolak-balik ambil smoked Salmon sampai dirasa cukup puas untuk Sarapan.

Smoked Salmon, Jeruk, Timun, dan Salada, sebagai menu sarapan.

Kemudian berangkat jalan kaki ke venue konferensi ditemani mentari pagi. Walaupun sebenarnya matahari seperti tidak pernah hilang, walaupun malam hari hanya sekejap selama 3 jam, tetap saja langit tidak begitu gelap. Tempat venue konferensi adalah Lapland Hotel. Hotel ini lebih mahal dari budget yang diberikan oleh kampus sehingga tidak dipilih untuk tinggal di sini. Sebelum masuk ke dalam gedung, seflie dulu di depan tulisan European Wireless 2016.

Hotel Lapland, Venue Konferensi European Wireless 2016.
Hari Pertama di Tempat Konferensi European Wireless 2016

Kaki melangkah masuk melalui pintu utama hotel Lapland. Sebelah kiri, kami disambut oleh panitia dengan meja yang sudah disediakan tas kecil, pena dari Universitas Oulu, buku program konferensi yang berisi penjelasan, sambutan, jadwal presentasi, dll. Hari pertama ini, kami disuguhi dengan hasi penelitian dari kerja sama penelitian Jerman dan Jepang mengenai kanal baru untuk gelombang milimeter. Saya kenal dengan dua orang profesor dari Jepang tersebut, tepatnya seorang full professor dan seorang lagi associate professor. Mereka berdua ada rekan atau partner kerja kami di proyek Gollera.

Malam hari, kami peserta konferensi European Wireless diundang oleh pemerintah Oulu untuk dinner atau makan malam di city hall. Mereka memperkenalkan dan mempromosikan kota Oulu sebagai kota yang sedang tumbuh pesat dan juga pusat teknologi. Walaupun makan malam ini tetap saja terasa siang hari karena matahari masih terang waktu asar.

20 Mei 2019

Sore hari sekitar jam 6 sholat asar di Masjid Yusuf kota Oulu. Setelah selesai sholat, menikmati cahaya matahari sore yang masuk melalui jendela menyinari sejadah dan mimbar sambil muroja’ah.

Maghrib masih lama, sekitar jam 11 malam. Sambil melihat peta di Google Map, dibuatlah untuk memutari kota Oulu di sekitar Masjid hingga maghrib. Perjalanan dimulai dari keluar pintu Masjid, jalan kakik menikmati matahari sore terus ke utara menyusuri Jalan Linnankatu melewati pom bensin, hotel Lapland, hingga ke jembatan untuk menyebrangi sungai. Kemudian menyelurusi Jalan Merikosken sillat hingga ke stadion olah raga.

Bersambung …

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

TPC Member dari IEEE 5G World Forum


Dr. Reza has been assigned as member of Technical Program Committee (TPC) of IEEE 5G World Forum, the flagship event of the IEEE Future Networks Initiative, since 2018 – 2019. There are only two scholars from Indonesia involved, i.e., Associate Professor Dr. Eng. Khoirul Anwar from Center for Advanced Wireless Technologies (Adwitech), Telkom University, and Muhammad Reza Kahar Aziz, PhD from Center for Intelligent Geolocation and Wireless Communications (iGlowcom), Electrical Engineering, Institut Teknologi Sumatera (ITERA). The first event was held on July 9-11, 2018 in Santa Clara, CA, USA. Then, the second event was held on September 30 – October 2, Dresden, Germany.


http://www.jkjmanagement.com/5gwf19-4/tpc.html

Past Events

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Selamat Farras Nilai USBN atau UN SD dengan rata-rata 93.5 peringkat ke-9 di SDIT Baitul Jannah Bandar Lampung


Ketika Farras kelas 5 SD, saya menceritakan dirinya bahwa ketika saya menjelang naik kelas 3 SMU, saya membeli buku tebal persiapan UMPTN dengan sampul bergambar Aula Barat ITB. Saya belajar selama setahun dari buku-buku Soal UMPTN sehingga hasil tryout saya tembus di atas 70 persen. Saat itu tahun 1999 prediksi passing grade tertinggi di Indonesia dipegang oleh Teknik Elektro ITB sebesar 64 persen. Jadi dengan hasil prediksi try-out saya bisa diterima di jurusan apa saja di seluruh Indonesia. Akhirnya saya memilih Teknik Elektro ITB.

Kemudian saya menceritakan ke Farras, untuk menambah semangat, bahwa di NEM SD, saya mendapatkan nilai sempurna atau perfect untuk Matematika yaitu 10 dari nilai maksimum 10. Karena Bahasa Indonesia saya kecil hanya mendapatkan nilai 6 koma, maka total NEM saya hanya sekitar 43 saja dari maksimum 50 untuk 5 mata pelajaran Matematika, PMP, Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS, sehingga rata-rata nilai tidak mencapai 9. Sedangkan untuk dapat masuk ke SMPN 2 Bandar Lampung yang Favorit saat itu tahun 1993 mensyaratkan minimal NEM 45 atau rata-rata 9.

Setelah memompakan semangat ke Farras, kami bawa Farras untuk beli buku persiapan USBN atau Ujian Nasional dengan harapan Farras belajar selama setahun. Ternyata Farras masih perlu waktu untuk mulai serius belajar soal-soal tersebut, sehingga kira-kira Farras hanya belajar setengah tahun dari soal-soal di buku tebal tersebut di luar belajar rutin di kelas. Hasilnya, Alhamdulillah Masya Allah, kami juga tidak menyangka, bahwa nilainya lebih besar dari Bapaknya yaitu 93.5 atau untuk sekala puluhan yaitu 9.35. Bapaknya tidak bisa sampai rata-rata 9. Bapaknya hanya menang di nilai Matematika yang 10. Nilai Farras Alhamdulillah tertinggi ke-9 di Sekolahnya SDIT Baitu Jannah, Bandar Lampung.

Saya bilang ke Farras, jika Farras belajar selama setahun mungkin nilai Farras bisa terbaik se-Lampung 🙂 Aamiin

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Menulis Persamaan (Equation) pada Tulisan Ilmiah Secara Profesional


Berikut ini adalah guideline (panduan) yang ditemukan di dalam template IEEE Access tentang bagaimana menulis persamaan atau equation yang tepat. Tanda quote ” ” dipakai bahwa kalimat tersebut copy paste dari panduan tersebut. Beberapa command atau perintah merupakan bagian dari LaTex. Sebenarnya panduan ini ada dalam bentuk paragraf. Akan tetapi, pada tulisan ini, tiap kalimat saya pisahkan menjadi poin-poin tersendiri untuk dibahas lebih detail.

1) “Number equations consecutively with equation numbers inparentheses flush with the right margin, as in (1).”

Nomor persamaan (equation number) diletakkan pada sebelah ujung kanan kolom. Sedangkan letak persamaan berada pada tengah kolom. Persamaan tersebut dengan nomornya ditulis secara berurutan dan sejajar dalam satu baris. Jika persamaan terdiri lebih dari satu baris maka nomornya ditulis sejajar dengan baris tengah persamaan. Contohnya dapat dilihat pada (1) poin keempat di bawah ini.

Apabila kita menggunakan fungsi \begin{equation} \end{equation} pada LaTex maka susunan penulisan dengan nomornya sudah tertata rapi secara otomatis.

2) “To make your equations more compact, you may use the solidus ( / ), the exp function, or appropriate exponents.”

Suatu artikel pada tulisan ilmiah pada jurnal maupun prosiding seminar memiliki ruang yang terbatas. Kita dapat membuat suatu persamaan menjadi lebih padat ringkas dengan menggunakan tanda solusi ( / ) untuk pecahan, fungsi eksponen yang ringkas seperti exp( ) daripada e^{ }, dll. Fungsi e^{ } akan menghasilkan penulisan dalam bentuk pangkat sehingga memerlukan tambahan ruang karena operator ^ di dalam LaTex merupakan untuk menulis pangkat.

3) “Use parentheses to avoid ambiguities in denominators.”

Tulisan karya ilmiah juga harus crystal clear, yaitu jelas, jernih, bersih, bagaikan suatu kristal yang bening. Tidak ada tempat untuk suatu yang ambigu yaitu kalimat yang membuat pembaca bingung maksudnya. Oleh karena itu, di dalam menulis persamaan, salah satu cara untuk menghindari ambigu pada saat penulisan penyebut dalam suatu pecahan adalah menggunakan tanda dalam kurung ( ). Sebagai contoh adalah A=(B/C)/D.

4) “Punctuate equations when they are part of a sentence, as in

E = m \cdot c^2.              (1)

Hal ini merupakan salah satu yang paling banyak ditemukan sebagai kesalahan umum atau common mistake. Banyak penulis yang tidak menuliskan tanda baca pada suatu persamaan. Seolah persamaan bukanlah suatu bagian dari kalimat melainkan berdiri sendiri. Pemberian tanda baca berupa titik maupun koma menunjukkan bahwa persamaan adalah bagian dari suatu kalimat.

Pernah juga ada penulis yang diberi komentar oleh pemeriksa (reviewer) agar memberikan tanda baca pada persamaan yang ditulisnya. Ketika makalah yang direvisi oleh penulis sudah diserahkan ulang (resubmit), ternyata tanda baca titik dan koma ditulis setelah nomor persamaan. Perlu diketahui bahwa nomor persamaan bukan bagian dari kalimat. Akan tetapi, persamaan tersebutlah yang merupakan bagian dari kalimat.

Jika persamaan tersebut ada di akhir kalimat maka berikanlah tanda baca titik seperti yang ditunjukkan pada (1). Perlu diketahu bahwa di dalam (1) tersebut adalah fungsi LaTex \cdot yang merupakan operator perkalian dalam bentuk titik yang posisinya ada pada tengah vertikal.

Sedangkan jika persamaan belum selesai karena dilanjutkan dengan kata “dimana” atau “where” karena kita ingin segera (immediately) menuliskan definisi tiap simbol dalam persamaan tersebut maka di akhir persamaan diberikan tanda baca koma.

5) “Be sure that the symbols in your equation have been defined before the equation appears or immediately following.”

Para penulis juga sering terlewat dalam mendefinisikan simbol yang dipakainya saat menulis persamaan. Padahal kita perlu menuliskan definisi semua simbol sebelum simbol itu muncul dalam suatu persamaan atau langsung ditulis setelah persamaan tersebut. Jika seluruh simbol sudah dituliskan definisinya, maka biasanya suatu persamaan diakhiri dengan tanda baca titik. Sedangkan jika definisi baru langsung ditulis setelah persamaan maka di akhir persamaan diberikan tanda baca koma dan diikuti kata “dengan” atau “where”.

Ada suatu kebiasaan yang banyak ditemukan dalam menuliskan definisi simbol yang mengikuti setelah persamaan dengan bentuk list simbol, bukan dalam bentuk paragraf. Oleh karena itu, saya minta ke penulis agar melihat artikel pada IEEE Transaction bagaimana cara menulis definisi simbol. Sebagai contoh yang salah adalah

d = c \cdot t          (2)

d = jarak (m)
c = kecepatan cahaya (3 \cdot 10^8 m/detik)
t = waktu (detik)
yang seharusnya ditulis sebagai

d = c \cdot t,          (2)

dimana d adalah jarak dalam satuan m, c adalah kecepatan cahaya yang bernilai 3 \cdot 10^8 m/detik, dan t adalah waktu dalam satuan detik.

Jika ditulis dalam bahasa Inggris maka menjadi

d = c \cdot t,          (2)

where d is the distance in the unit of m, c is the velocity of light in 3 \cdot 10^8 m/s, and t is the time in the unit of s. Kata “is” bisa juga diganti dengan “denotes” sebagai variasi.

Bentuk variasi lain dalam menulis definis juga bisa dengan urutan dan diakhir dengan kata “, respectively”. Perlu tanda baca koma sebelum “respectively”, dimana masih ditemukan penulis yang lupa menuliskan tanda baca koma. Contohnya dapat dilihat berikut ini,

d = c \cdot t,          (2)

where d, c, and t are the distance in the unit of m, the velocity of light in 3 \cdot 10^8 m/s, and the time in the unit of s, respectively.

Penulisan definisi simbol dalam bentuk paragraf menunjukkan suatu bentuk penulisan yang profesional. Sedangkan penulisan definisi simbol dalam bentuk list membuat pembaca berfikir seperti dalam kondisi mengerjakan latihan soal atau ujian yang menggunakan rumus seperti matematika, fisika, dan lainnya.

6) “Italicize symbols (\textit{T} might refer to temperature, but T is the unit tesla).”

Begitu juga masalah penulisan simbol terutama di dalam kalimat biasa, bukan di dalam persamaan, banyak ditemukan simbol ditulis bukan dalam italic. Biasanya saya akan meminta penulis untuk mengganti font untuk simbol dengan italic atau dalam LaTex ditulis dalam $ $ yang merupakan penulisan simbol matematika. Jika penulis menggunakan words maka saya minta penulis memakai equation editor pada saat menulis simbol.

7) “Refer to “(1),” not “Eq. (1)” or “equation (1),” except at the beginning of a sentence: “Equation (1) is….””

Poin terakhir dari panduan IEEE Access dalam menulis persamaan adalah langsung saja menulis angka dari nomor persamaan tersebut dengan di dalam kurung yaitu “(1)” bukan dengan “Eq. (1)”, “equation (1)”, atau dalam bahasa Indonesia “persamaan (1)”. “Equation (1)” atau “Persamaan (1)” dipakai jika digunakan pada awal kalimat. Hal ini mirip dalam menuliskan nomor gambar yaitu “Fig. 1” kecuali di awal kalimat menggunakan “Figure 1”.

Sebagai tambahan selain dari poin-poin di atas, beberapa hal lain yang perlu diperhatikan adalah pisahkan antara satuan dengan nilainya dengan satu spasi, contohnya 2 m bukan 2m. Untuk penulisan luas maka tulislah 3 m x 3 m bukan 3 x 3 m^2.

Semoga tulisan ini dapat sedikit membantu para penulis pemula dalam Karya Ilmiah untuk memulai suatu persamaan dengan profesional sehingga tidak diminta oleh reviewer untuk merevisi tulisannya.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Jual Rumah Depok, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Dekat Kubah Emas


Bismillah dengan berkah Ramadhan

Jual Rumah Pribadi Rp 600.000.000,- di Perum Puri Pelita, Jl. Kavling Pelita Air Service, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Parung Bingung.

– Surat-surat: SHM (Sertifikat di Bank CIMB Niaga), AJB, dan Asuransi Kebakaran.
– Belakang Rumah Sakit Asy-Syifa,
– Dekat (kira-kira 1-2 km) dari Masjid Kubah Emas.

Spesifikasi:
– kira-kira LT 141m2 dan LB 83m2.
– 2 Kamar Tidur Dinding,
– 1 kamar Sekat,
– Satu gudang,
– 1 kamar mandi kloset duduk,
– 1 kamar mandi kloset jongkok,
– ruang tamu/tengah,
– dapur,
– taman depan,
– taman belakang ada kolam air mancur kecil.
– Pohon: mangga, palem.
– Car Port.
– PLN bukan token.
– Air Pam putus.
– Sumur bor.
– Torren Air,
– Tralis,
– Pagar.
– batako
– keramik yang 40cm x 40cm warna putih kalau gak salah
– Kayu kusen perlu renovasi
– di perumahan ini. letak rumah paling ujung atas dan lokasi tanah yang lebih tinggi daripada rata-rata tanah di kavling tersebut

Fasilitas sekitar:
– Lokasi di Kav Pelita Air Service.
– Tinggal jalan kaki bentar ke Sekolah Alam Meruyung Depok.
– Di Kavling ada PAUD di musholla. Ada TK juga smile emoticon

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10216228349883944&id=1308401293

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Melte Vanana


Rp 15,000.00 per pcs, open to order at out store in Bukalapak or contact our WA number +6281210320620. Also, check frequently our instagram. Resellers are welcome. Made in Bandar Lampung, Lampung, Sumatera, Indonesia. #banana #chips #bananachips #keripik #keripikpisang

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Brief Biography of Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D.


Muhammad Reza Kahar AZIZ was born in Bandar Lampung, Indonesia in 1981. He received bachelor and master (cum laude) degrees, in 2004 and 2012, respectively, from Electrical Engineering (Telecommunications), Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Indonesia. His Ph.D. in Information Science degree is obtained from Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST), Ishikawa, Japan, in 2016.

In 2004 – 2005, Dr. Reza was a Microwave Service Engineer, Siemens Indonesia. Then, he has been with Ericsson Indonesia as a Broadband Solution Engineer in 2005 – 2010. Furthermore, he served as Teaching Assistant in ITB and Adjunct Lecturer in Institut Teknologi Telkom (ITT) in 2011. Since 2012, he has joined Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Lampung, Indonesia. He also received Graduate Research Program (GRP) and Doctor Research Fellow (DRF) from JAIST in 2013 – 2016.

Dr. Reza received award of 10% top performer Ericsson Indonesia employee in 2009, ITB Voucher Scholarship in 2011, Furthermore, he received Overal Best Paper Award in Asia Modelling Symposium (AMS), Malaysia, 2015.  JAIST Foundation Research Grant for Students is obtained in 2017 for attending the European Wireless Conference 2016 in Oulu, Finland. He also received research grant of Hibah Mandiri from ITERA in 2017.

He has published more than 10 scientific contributions in journals, newsletter, conferences, and scientific speech. His research interests include wireless communication systems, wireless sensor networks, signal processing, information theory, radio geolocation, factor graph, array antenna, and electromagnetic.

Currently, he is a member of IEEE and is serving as a reviewer and TPC for IEEE conferences, includes ICC, Globecom, and other international and domestic conferences. He also serves as reviewer for several journals including IEEE Transaction on Vehicular Technology.

Dipublikasi di Tidak terkategori | 4 Komentar

Reviewer and Technical Program Committee (TPC) Experiences


Verified Reviewer Profile and Statistics https://publons.com/author/1481644/muhammad-reza-kahar-aziz-phd#profile

Updated 25 May 2017, Bandar Lampung

Here are my experiences to serve as technical program committee (TPC) member and reviewer of Conferences, with total reviewing of 35 international papers and 6 domestic papers.

Serving as TPC member

(1) IEEE Globecom 2016 AHSN, Washington, DC, USA, review 2 papers,  http://globecom2016.ieee-globecom.org/

(2) IEEE Globecom 2017 AHSN, Singapore, review 3 papers, http://globecom2017.ieee-globecom.org/

(3) IEEE Globecom 2017 MWN, Singapore, review 2 papers, http://globecom2017.ieee-globecom.org/

(4) IEEE ICC 2016 AHSN, Kuala Lumpur, Malaysia, review 3 papers, http://icc2016.ieee-icc.org/

(5) IEEE ICC 2017 AHSN, Paris, France, review 4 papers, http://icc2017.ieee-icc.org/

(6) ICOF 2016, Duisburg Essen, Germany, review 2 papers, http://icof.uni-due.de/

(7) IEEE ICC 2018 AHSN, Kansas, USA, http://icc2018.ieee-icc.org/

(8) IC-WCSP 2017, Nanjing, China, http://www.ic-wcsp.org/

 

Serving as Reviewer

(1) IEEE Globecom 2016 CSSMA, Washington DC, USA, no assignment to review, http://globecom2016.ieee-globecom.org/

(2) IEEE Globecom 2016 MWN, Washington DC, USA, review 3 papers, http://globecom2016.ieee-globecom.org/

(3) IEEE INFOCOM, Workshop IECCO 2017, Atlanta, GA, USA, review 2 papers, http://infocom2017.ieee-infocom.org/workshop/iecco-integrating-edge-computing-caching-and-offloading-next-generation-networks

(4) IEEE ICC 2015 AHSN, London, UK, review 3 papers, http://icc2015.ieee-icc.org/

(5) IEEE ICC 2016 MWN, Kuala Lumpur, Malaysia, review 3 papers, http://icc2016.ieee-icc.org/

(6) IEEE ICC 2017 MWN, Paris, France, review 6 papers, http://icc2017.ieee-icc.org/

(7) ICST 2016, UGM, Yogyakarta, Indonesia, no assignment to review, http://icst-2017.ugm.ac.id/

(8) IEEE VTC 2013, Dresden, Germany, review 2 papers,  http://www.ieeevtc.org/vtc2013spring/

(9) IEEE WCNC 2013, Shanghai, China, review 2 papers, http://wcnc2013.ieee-wcnc.org/

(10) IC3INA 2013, Jakarta, Indonesia, review 2 papers, http://wcnc2013.ieee-wcnc.org/

 

Serving as Reviewer of Domestic Conference

(1) Seminar Nasional Multidisipilin Ilmu (SeNMI), Universitas Budi Luhur, Jakarta, Indonesia, review 6 papers, http://senmi.budiluhur.ac.id/en/

 

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

My Doctor Research Output (Keluaran Penelitian S3 Saya


Setelah direnungkan, produk penelitian S3 atau Doktor saya ini sampai sekarang, hingga total hampir 5 tahun, sudah ada 15 buah, yaitu 2 artikel jurnal, 1 draft artikel jurnal, 1 article newsletter, 5 konferensi internasional (2 di antaranya sebagai penulis kedua), 4 submitted paten, 1 domestik conference,  dan 1 technical document.

Saya memulai kuliah S3 di Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST), Nomi, Ishikawa, Japan, sejak April 2013. Akan tetapi, saya sudah tiba di Jepang sejak 4 Oktober 2012 sebagai researcher (peneliti, dengan hakikat sebagai research student) untuk mengerjakan proyek sensei dengan status visa “Professor”. Jadi bisa dibayangkan “lucunya” pergantian status visa dari Professor menjadi Student. Sebelum berangkat ke Jepang, sekitar bulan Juli 2012, saya sudah mulai belajar bahan research. Dengan lulusnya saya sebagai Doctor of Phylosophy in Information Science (PhD) pada tanggal 24 Juni 2016, maka total research saya bisa dibilang 4 tahun, dengan rincian 3 bulan persiapan sebelum ke Jepang, 3 + 3 bulan persiapan aplikasi program Doktor, dan 3 tahun 3 bulan kuliah Doktor.

Alhamdulillah, selama 6 bulan pertama di Jepang, kehidupan saya dibiayai dari gaji project sensei. Ketika menjadi mahasiswa Doktor, selama 3 tahun saya dibiayai dari gaji oleh universitas JAIST melalui program Graduate Research Progam (GRP) selama 6 bulan yang kemudian berubah namanya sebagai Doctor Research Fellow (DRF) selama 2 tahun 6 bulan. Karena saya sudah digaji dari Fellowship, maka saya tidak boleh lagi digaji dari proyek penelitian sensei walaupun topik riset saya mengerjak proyek sensei. Akan tetapi, saya bisa menggunakan dana dari proyek sensei untuk “jalan-jalan” untuk presentasi konferensi, scientific meeting, project meeting, dan memberikan lecture ke universitas-universitas kolaborasi.

Peraturan Jepang yang membatasi student/mahasiswa digaji maksimal 28 atau 29 jam per minggu. Karena walaupun kerja di luar atau baito, jatah kerja saya sudah hampir habis. Kalau nekat kerja dan digaji lebih dari 28 jam atau 29 jam per minggu, maka bisa dideportasi. Jika ingin menambah penghasilan, maka yang memungkinkan hanyalah scholarship/beasiswa. Karena scholarship merupakan hibah, bukan gaji. Hanya saja, jika mendapatkan scholarship, maka Fellowship dicabut. Akan tetapi, nilai scholarship yang sebesar Fellowship pun selalu gagal didapatkan. Oleh karena itu, saya harus mencukupkan diri dengan gaji Fellowship dan support dari ortu. Waktu yang ada digunakan semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil penelitian yang banyak.

Dibimbing oleh IEEE Fellow sensei yang menjadi Professor di JAIST, Jepang sekaligus di Oulu University, Finland, serta Asisten Professor yang sekarang sudah menjadi IEEE Senior Member, membuat banyak belajar bagaimana melakukan penelitian dengan kualitas tinggi. Dulu saya masih kerja di vendor Telco dari Swedia, kagum dengan para Doktor di Resarch and Development (RND) yang telah banyak melakukan penemuan meningkatkan kualitas produk, dan memiliki berbagai paten. Setelah gabung dengan Lab Information Theory and Signal Processing ini, ternyata bukanlah paten yang mereka kejar. Akan tetapi, yang mereka kejar adalah, diakuinya mereka sebagai ilmuan, penemu, yang dipajang fotonya di buku-buku maupun materi ilmiah lainnya, di mana foto dan namanya disejajarkan dengan penemu-penemu dunia lainnya sejak dulu dalam jalur time line yang sama. Dengan niat seperti itu, maka ratusan publikasi, dan juga banyaknya paten tinggal mengikuti saja dan bukan menjadi tujuan utama.

Selama 4 tahun research, bisa dibilang 3 tahun pertama dikejar dengan hasil research, sampai mencoba menurunkan berbagai teknik untuk mendapatkan novelty yang maksimal. Sehingga barulah lampu hijau secara resmi dikeluarkan oleh sensei untuk mulai menulis. Jadi bisa dibilang, baru serius menulis adalah di tahun terakhir kuliah Doktor, sehingga lumayan pontang-panting. Di awal tahun 2013 saya menghasilkan satu paper technical document yang dipresentasikan di COST IC1004, kemudian paper ini terpilih untuk diringkas menjadi setengah halaman untuk menjadi artikel di newsletter COST IC1004. Baru ini saja produknya, sehingga praktis saya produktif menghasilkan publikasi tahun 2015, diawali dengan domestik IECE general conference Maret 2015, Asia Modelling Symposium (AMS) September 2015 dengan best paper award, conditional acceptance di EURASIP Journal on Wireless Communication and Networking (JWCN) Nov 2015, accepted di International Journal of Simulation Systems, Science & Technology Maret 2016, penulis kedua di CSPA Maret 2016 (penulis pertama adalah mahasiswa S2 dari Indonesia sebagai penerus research saya dan mendapatkan best presenter award), rejected IEEE Trans Wireless Comm, dan European Wireless May 2016, serta 3 submitted paten. Jadi total produk saya sampai lulus ada 12 buah. Kedua jurnal baru yang accepted baru publish setelah lulus. Satu draft rejected masih direvisi sampai saat ini Maret 2017. Sebuah Internasional Conference TSSA 2016 dipresentasikan oleh penerus research saya mahasiswa S2 di JAIST, Sebuah submitted paper Internasional Conference, dan satu submitted paten oleh penerus saya, akan tetapi nama saya masih dimasukkan sebagai inventor.

 

 

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Membuat Tabel Dengan Menggunakan Latex


\documentclass[journal]{IEEEtran}
\usepackage{tabularx}
\usepackage{multirow}

\begin{document}

\begin{table}
\begin{center}
\caption{This is Caption}
\begin{tabularx}{\textwidth}{|l|l|X|}
\hline % untuk bikin garis horizontal
\multicolumn{1}{|c|}{\multirow{5}{*}{Test Kolom Pertama}}
& \multicolumn{1}{|c|}{\multirow{5}{*}{\parbox{1cm}{Test kolom kedua}}} % wrap text di dalam tabel dengan menggunakan command \parbox{}{}
& Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. Test kolom ketiga. \\ % wrap text di dalam table dengan menggunakan option |X| untuk spec \begin{tabular}{}{}, yang akan mengjadikan kolom tabel sampai maximum margin, kemudian text otomatis wrap. |X| juga mengizinkan kita untuk menggunakan \begin{equation} di dalam cell tabel.
\hline
\end{tabularx}
\end{center}
\end{table}

\end{document}

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Beribadah Dengan Seimbang


Rasulullah saw sudah diampuni dosanya yang dulu maupun yang akan datang. Akan tetapi, dalam memandang ibadahnya Rasulullah saw padahal sudah diampuni semua dosanya, terbagi menjadi dua:
1. Rasulullah saw ibadahnya banyak sekali, maka jawabannya: Rasulullah saw ingin menjadi hamba yang bersyukur [1].
2. Mereka harus lebih banyak ibadahnya dari Rasulullah saw, maka jawabannya: Rasulullah saw adalah yang paling takut dan paling takwa kepada Allah daripada semua orang [2].

Rasulullah saw adalah yang paling seimbang ibadahnya, mari kita ikuti sunnah Rasulullah saw.

[1] Diceritakan oleh Ibunda ‘Aisyah Radhiallahu’anha:
“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya jika beliau shalat, beliau berdiri sangat lama hingga kakinya mengeras kulitnya. ‘Aisyah bertanya: Wahai Rasulullah, mengapa engkau sampai demikian? Bukankan dosa-dosamu telah diampuni, baik yang telah lalu maupun yang akan datang? Rasulullah besabda: ‘Wahai Aisyah, bukankah semestinya aku menjadi hamba yang bersyukur?’” (HR. Bukhari no.1130, Muslim no.2820) http://buletin.muslim.or.id/tazkiyat…/bersyukur-kepada-allah.

[2] Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Ada sekelompok orang datang ke rumah istri-istri Nabi SAW, mereka menanyakan tentang ibadah Nabi SAW. Setelah mereka diberitahu, lalu mereka merasa bahwa amal mereka masih sedikit. Lalu mereka berkata, “Dimana kedudukan kita dari Nabi SAW, sedangkan Allah telah mengampuni beliau dari dosa-dosa beliau yang terdahulu dan yang kemudian”. Seseorang diantara mereka berkata, “Adapun saya, sesungguhnya saya akan shalat malam terus”. Yang lain berkata, “Saya akan puasa terus-menerus”. Yang lain lagi berkata, “Adapun saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan kawin selamanya”. Kemudian Rasulullah SAW datang kepada mereka dan bersabda, “Apakah kalian yang tadi mengatakan demikian dan demikian ?. Ketahuilah, demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah diantara kalian, dan orang yang paling bertaqwa kepada Allah diantara kalian. Sedangkan aku berpuasa dan berbuka, shalat dan tidur, dan aku mengawini wanita. Maka barangsiapa yang membenci sunnahku, bukanlah dari golonganku”. [HR. Bukhari, dan lafadh ini baginya, Muslim dan lainnya] http://1001hadits.blogspot.jp/…/1-anjuran-menikah-dan-laran….

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Journal


Karena bolak-balik buka informasi beberapa jurnal untuk melihat Impact Factor dan lain sebagainya, akhirnya agar mudah dan tidak merepotkan, saya kumpulkan saja di sini informasi beberapa jurnal di bidang Telekomunikasi.

1. IEEE Transaction on Wireless Communications (TWC)

Baru beberapa minggu yang lalu journal yang saya submit bulan Agustus 2015 telah di-reject oleh TWC pada bulan November 2015.
Journal IEEE TWC ini mempunyai:
Impact Factor tahun 2014 : 2.496
Eigenfactor : 0.05453

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

SCImago Journal & Country Rank

http://ieeexplore.ieee.org/Xplorehelp/#/about-ieee-xplore/about-content#journal-citation-metrics:
Impact Factor
Impact Factor is the average number of times articles from a journal published in the past two years have been cited in the JCR year. The Impact Factor is a so-called popularity measure which relies on the crude number of citations, each of them counting the same independently of the quality of the source.

Eigenfactor™
Eigenfactor™ Score takes into account the number of times articles from a journal published in the last five years have been cited in the JCR year while also considering which journals have contributed these citations. Since citations are in this case weighted dependently on the source, The Eigenfactor Score belongs to the class of so-called prestige measures. The Eigenfactor Score represents the probability of reading a specific journal in the entire collection and therefore high-scoring journals have a greater influence in the scientific community.

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Guidance: Preparation to stay in JAIST


Please download from here (not completed yet)

https://docs.google.com/presentation/d/11CYknH1liVg7yG49Ks1G-xmDUO0XWQ8bai7aWJloGzg/edit?usp=sharing

 

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar

Hakusan Tsurugi City Community Loop Bus


Route Map http://www.city.hakusan.ishikawa.jp/data/open/cnt/3/6435/1/rootturugi.pdf

Bus Schedule http://www.city.hakusan.ishikawa.jp/data/open/cnt/3/6435/1/keitaijikokuH27WEB.pdf

All schedule http://www.city.hakusan.ishikawa.jp/kikakusinkoubu/koutuutaisaku/koutuutaisaku/megu-ru_h24.html

Dipublikasi di Tidak terkategori | Meninggalkan komentar